Punya Dream tapi Terasa Mentok? Jangan Berhenti Berdoa
Ada masa ketika kita sudah mencoba banyak hal, tetapi hasilnya belum juga terlihat.
Kita punya dream. Ada pekerjaan yang ingin didapatkan, usaha yang ingin berkembang, keluarga yang ingin dibahagiakan, atau satu persoalan yang ingin segera selesai.
Kita sudah berusaha. Sudah mencari jalan. Sudah mencoba lagi.
Tapi keadaan masih terasa sama.
Di titik seperti ini, yang paling melelahkan kadang bukan perjuangannya. Yang paling melelahkan adalah menunggu sesuatu yang belum kita tahu kapan datangnya.
Lalu dari dalam hati muncul satu kalimat:
“Ya Allah, gimana lagi?”
Ketika dream terasa jauh
Punya harapan bukan berarti kita harus selalu yakin bahwa semuanya akan terjadi sesuai rencana kita.
Ada hal yang bisa kita usahakan, dan ada hasil yang berada di luar kendali kita.
Karena itu, ketika jalan terasa buntu, kita tidak harus memilih antara berdoa atau berusaha.
Kita bisa melakukan keduanya.
Doa menjadi tempat kita mengakui bahwa kita membutuhkan pertolongan Allah. Ikhtiar menjadi bentuk tanggung jawab kita atas apa yang masih bisa kita lakukan.
Al-Qur’an mengingatkan bahwa ketika hamba bertanya tentang Allah, Allah menyatakan bahwa Dia dekat dan mengabulkan doa orang yang berdoa kepada-Nya. (QS. Al-Baqarah 2:186)
Jumat: kembali membawa harapan kepada Allah
Jumat bisa menjadi momen untuk mengambil jeda dari rutinitas dan kembali membawa apa yang ada di hati kepada Allah.
Rasulullah ﷺ mengabarkan tentang adanya satu waktu pada hari Jumat ketika seorang Muslim berdoa kepada Allah dan bertepatan dengan waktu tersebut. Dalam riwayat Abu Dawud, waktu itu dicari pada jam terakhir setelah Ashar. (Sunan Abi Dawud 1048)
Riwayat ini tidak mengharuskan kita membuat ritual baru atau menetapkan hitungan tertentu yang tidak disebutkan dalam dalil tersebut.
Kita cukup menjadikannya kesempatan untuk memperbanyak doa, mengingat Allah, dan menyampaikan kebutuhan kita kepada-Nya.
Ceritakan hajatmu kepada Allah
Doa tidak harus selalu panjang.
Tidak harus menggunakan kata-kata yang indah.
Kamu bisa menyampaikan apa yang sedang kamu rasakan dengan bahasa yang kamu pahami.
Tentang pekerjaan yang sedang kamu perjuangkan.
Tentang rezeki yang sedang kamu cari.
Tentang keluarga yang sedang kamu pikirkan.
Tentang keputusan yang membuatmu bingung.
Atau tentang dream yang selama ini belum berani kamu ceritakan kepada siapa pun.
Sampaikan semuanya kepada Allah.
Lalu minta bukan hanya apa yang kamu inginkan, tetapi juga kebaikan dari apa yang Allah pilihkan untukmu.
Jika sedang memikirkan rezeki
Salah satu doa yang bisa dibaca adalah:
اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Allāhummakfinī biḥalālika ’an ḥarāmik, wa aghninī bifaḍlika ’amman siwāk.
“Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dari-Mu sehingga aku tidak membutuhkan yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu sehingga aku tidak bergantung kepada selain-Mu.”
Doa ini diriwayatkan dalam Jami’ at-Tirmidhi 3563 dan disebut hasan gharib oleh Imam at-Tirmidhi.
Baca: Doa Agar Rezeki Lancar
Jika hati sedang berat
Kita juga bisa membaca:
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Rabbanā lā tuzigh qulūbanā ba’da idh hadaytanā wa hab lanā min ladunka raḥmah, innaka antal-Wahhāb.
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu.”
Doa ini terdapat dalam QS. Ali ’Imran 3:8.
Baca: Doa untuk Ketenangan Hati
Ketika kita ingin memohon ampunan dan afiyah
Ada pula doa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Allāhumma innī as’alukal-’afwa wal-’āfiyata fid-dunyā wal-ākhirah.
“Ya Allah, aku memohon ampunan dan afiyah di dunia dan akhirat.”
Doa ini diriwayatkan dalam Sunan Abi Dawud 5074.
Baca: Doa Memohon Ampunan dan Afiyah
Ketika jawaban doa belum terlihat
Ini mungkin bagian yang paling sulit.
Kita sudah berdoa, tetapi apa yang kita minta belum juga terjadi.
Hari berganti. Minggu berganti. Bahkan mungkin bulan berganti.
Tertundanya sesuatu bukan berarti kita harus berhenti berharap.
Kita juga tidak perlu mengukur kasih sayang Allah hanya dari apakah satu keinginan kita segera terwujud atau tidak.
Kita tidak mengetahui seluruh keadaan yang akan datang.
Karena itu, kita dapat terus meminta kepada Allah sambil tetap membuka ruang untuk menerima hasil yang berbeda dari rencana kita.
Doa adalah tempat berharap. Tawakal adalah belajar menyerahkan hasil kepada Allah setelah kita berusaha.
Tetap berjalan bersama doa
Kalau hari ini kamu sedang berada di titik:
“Ya Allah, aku sudah mencoba. Aku harus bagaimana lagi?”
Mungkin jawabannya bukan selalu sesuatu yang langsung mengubah keadaan.
Mungkin untuk hari ini, jawabannya adalah:
Berdoa lagi.
Kemudian lakukan satu langkah yang masih bisa kamu lakukan.
Kirim satu lamaran.
Hubungi satu calon pelanggan.
Selesaikan satu pekerjaan.
Minta maaf.
Belajar lagi.
Perbaiki strategi.
Atau sekadar beristirahat agar besok bisa kembali berjalan.
Karena kita tidak harus mengetahui seluruh jalan untuk mengambil langkah berikutnya.
Kejar dream-mu.
Tetap berikhtiar.
Tetap berdoa.
Dan jangan biarkan sebuah keinginan membuatmu lupa kepada siapa kamu menggantungkan harapan.
Jumat nanti, ambil jeda
Setelah Ashar, kalau memungkinkan, luangkan waktu untuk meninggalkan sejenak distraksi dan berdoa.
Tidak perlu mencari kalimat yang sempurna.
Tidak perlu berpura-pura kuat.
Ceritakan apa yang ada di hatimu.
Mohon apa yang kamu butuhkan.
Lalu lanjutkan ikhtiarmu.
Pause. Berdoa. Lanjut lagi.
🌿 Satu Doa, Sejuta Harapan.
SUMBER & REFERENSI
Rujukan yang digunakan
- HaditsSunan Abi Dawud 1048Sunan Abi Dawud · No. 1048 · Sahih menurut Al-Albani Buka sumber ↗
- Al-Qur’anQS. Al-Baqarah 2:186Buka sumber ↗
- HaditsJami' at-Tirmidhi 3563Jami' at-Tirmidhi · No. 3563 · Hasan gharib menurut Imam at-Tirmidhi Buka sumber ↗
- HaditsSunan Abi Dawud 5074Sunan Abi Dawud · No. 5074 · Sahih menurut Al-Albani Buka sumber ↗
PERTANYAAN UMUM
FAQ
Apakah ada waktu khusus untuk berdoa pada hari Jumat?
Ada riwayat tentang satu waktu pada hari Jumat ketika doa seorang Muslim bertepatan dengannya. Dalam riwayat Abu Dawud 1048, waktu tersebut dicari pada jam terakhir setelah Ashar.
Apakah doa menggantikan ikhtiar?
Tidak. Doa dan ikhtiar dapat berjalan bersama. Seorang Muslim tetap berusaha dengan cara yang baik dan halal sambil memohon pertolongan Allah.
Apa yang bisa didoakan ketika sedang punya hajat?
Kamu dapat membaca doa yang bersumber dari Al-Qur'an dan hadis, lalu menyampaikan hajat kepada Allah dengan bahasa yang kamu pahami.
