-
Kasih sayang Allah yang meliputi seluruh makhluk tanpa terkecuali, mukmin maupun bukan, di dunia ini. Nama ini membuka setiap surah Al-Qur'an (kecuali At-Taubah) melalui basmalah.
-
Kasih sayang Allah yang khusus tercurah kepada orang-orang beriman, terutama di akhirat kelak. Berbeda dari Ar-Rahman yang bersifat umum, Ar-Rahim menekankan kasih sayang yang berkelanjutan bagi hamba yang taat.
-
Allah adalah pemilik dan penguasa mutlak seluruh alam semesta, tanpa sekutu dan tanpa batas kekuasaan. Kerajaan-Nya tidak bergantung pada wilayah, waktu, atau pengakuan makhluk.
-
Allah suci dari segala kekurangan, kelemahan, dan sifat yang tidak layak bagi ke-Tuhanan-Nya. Kesucian-Nya bersifat mutlak, bukan hasil usaha atau penyucian diri.
-
Allah adalah sumber keselamatan dan kedamaian, sekaligus bebas dari segala cela. Dari-Nya pula datang salam yang diucapkan penghuni surga.
-
Allah memberi rasa aman kepada makhluk-Nya dan membenarkan para rasul dengan bukti-bukti kebenaran. Keamanan sejati, lahir maupun batin, bersumber dari-Nya.
-
Allah mengawasi dan memelihara seluruh makhluk-Nya secara terus-menerus, mengetahui setiap keadaan tanpa ada yang luput.
-
Kekuatan dan kemuliaan Allah tidak terkalahkan oleh apa pun. Keperkasaan-Nya menyatu dengan hikmah, bukan kesewenang-wenangan.
-
Kehendak Allah pasti terlaksana atas seluruh makhluk-Nya; Dia pula yang memperbaiki keadaan hamba yang lemah dan memaksakan kebaikan bagi mereka.
-
Kebesaran hanya layak bagi Allah semata; Dia berhak atas segala keagungan tanpa sedikit pun kesombongan yang tercela seperti pada makhluk.
-
Allah menciptakan segala sesuatu dari tiada menjadi ada, dengan ukuran dan rancangan yang tepat, tanpa bergantung pada bahan atau contoh sebelumnya.
-
Allah mewujudkan ciptaan-Nya secara sempurna dan terpisah satu sama lain, masing-masing dengan bentuk dan fungsi yang khas.
-
Allah memberi bentuk dan rupa yang berbeda-beda pada setiap makhluk, sehingga tidak ada dua ciptaan yang benar-benar identik.
-
Allah berulang kali mengampuni dosa hamba-Nya yang bertaubat, menutupi kesalahan mereka tanpa henti selama pintu taubat masih terbuka.
-
Segala sesuatu tunduk pada kekuasaan Allah tanpa mampu melawan; ketundukan ini berlaku bagi seluruh makhluk, kecil maupun besar.
-
Allah memberi karunia secara terus-menerus kepada makhluk-Nya tanpa mengharap balasan apa pun, semata dari kemurahan-Nya.
-
Allah menjamin rezeki setiap makhluk yang bernyawa, baik rezeki lahir seperti makanan maupun rezeki batin seperti ilmu dan ketenangan.
-
Allah membukakan jalan keluar, rahmat, dan keputusan yang adil bagi hamba-Nya, termasuk membuka pintu hati yang tertutup.
-
Ilmu Allah meliputi segala sesuatu, yang tampak maupun tersembunyi, yang telah terjadi maupun yang akan terjadi, tanpa batas dan tanpa lupa.
-
Allah berkuasa menyempitkan rezeki, kesempatan, atau keadaan seseorang sesuai hikmah-Nya, bukan sebagai hukuman semata.
-
Allah melapangkan rezeki dan kelegaan bagi siapa yang Dia kehendaki, sebagai pasangan dari sifat menyempitkan-Nya.
-
Allah merendahkan kedudukan orang yang sombong dan durhaka, sebagai bagian dari keadilan-Nya menata martabat makhluk.
-
Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berbuat baik, baik di dunia maupun di sisi-Nya kelak.
-
Kemuliaan sejati hanya Allah yang memberikannya kepada siapa saja yang Dia kehendaki, tidak ditentukan oleh keturunan atau harta.
-
Allah dapat mencabut kemuliaan seseorang atau kaum sebagai konsekuensi dari kesombongan dan pembangkangan terhadap kebenaran.
-
Allah mendengar seluruh suara, termasuk bisikan hati dan doa yang tidak terucap sekalipun, tanpa ada yang tersembunyi dari-Nya.
-
Penglihatan Allah meliputi segala sesuatu, sekecil apa pun, di tempat paling tersembunyi sekalipun, secara terus-menerus.
-
Keputusan dan hukum yang benar hanya milik Allah; Dia yang memutuskan perkara di antara makhluk-Nya dengan adil pada akhirnya.
-
Keadilan Allah sempurna, tidak berat sebelah dan tidak pernah menzalimi siapa pun, bahkan sekecil biji sawi sekalipun.
-
Allah mengetahui perkara yang paling halus dan tersembunyi, serta berlaku lembut kepada hamba-Nya dengan cara yang tidak selalu disadari.
-
Allah mengetahui hakikat batin segala sesuatu, bukan hanya tampilan luarnya, termasuk niat dan rahasia hati manusia.
-
Allah tidak menyegerakan hukuman atas kesalahan hamba-Nya, memberi kesempatan untuk bertaubat dan memperbaiki diri.
-
Keagungan Allah melampaui segala keagungan makhluk, tidak terjangkau oleh akal dan tidak terbandingkan dengan apa pun.
-
Allah menutupi dan mengampuni dosa hamba-Nya dengan luas, menekankan sifat pemaaf-Nya yang mendalam terhadap kesalahan manusia.
-
Allah membalas amal kebaikan hamba-Nya, sekecil apa pun, dengan pahala yang berlipat ganda, meskipun Dia tidak butuh pada ketaatan itu.
-
Allah tinggi atas segala makhluk-Nya, baik dalam kedudukan, kekuasaan, maupun sifat, melampaui segala keterbatasan ruang.
-
Kebesaran Allah mutlak dan tidak tertandingi; segala sesuatu selain-Nya kecil di hadapan keagungan-Nya.
-
Allah menjaga seluruh ciptaan-Nya dari kebinasaan yang tidak dikehendaki-Nya, termasuk menjaga amal manusia hingga hari pembalasan.
-
Allah mencukupi kebutuhan setiap makhluk sesuai kadar yang diperlukan untuk kelangsungan hidupnya.
-
Allah mencatat dan menghitung seluruh amal perbuatan makhluk-Nya secara teliti, serta mencukupi hamba yang bertawakal kepada-Nya.
-
Keluhuran dan kebesaran sifat Allah menuntut penghormatan dan pengagungan tertinggi dari setiap makhluk yang mengenal-Nya.
-
Allah Maha Pemurah, memberi tanpa diminta dan memaafkan tanpa disyaratkan, sebagai wujud kemuliaan-Nya yang tidak terbatas.
-
Allah senantiasa mengawasi setiap gerak-gerik dan keadaan makhluk-Nya tanpa jeda, menjadikan-Nya saksi atas segala perbuatan.
-
Allah mengabulkan doa hamba-Nya yang memohon dengan tulus, sesuai hikmah dan waktu yang Dia tentukan, bukan selalu seketika.
-
Rahmat, ilmu, dan kemurahan Allah meliputi segala sesuatu tanpa batas, melampaui apa yang dapat dibayangkan makhluk.
-
Setiap ketetapan dan perbuatan Allah mengandung hikmah yang sempurna, meskipun tidak selalu dipahami oleh akal manusia.
-
Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang saleh dan menanamkan kecintaan itu pula di hati mereka kepada-Nya.
-
Kemuliaan dan keagungan Allah sempurna dalam zat, sifat, dan perbuatan-Nya, melebihi segala bentuk kemuliaan yang dikenal makhluk.
-
Allah membangkitkan seluruh makhluk dari kematian pada hari kiamat untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatannya.
-
Allah menyaksikan segala sesuatu secara langsung tanpa perantara, menjadi saksi yang paling benar atas setiap peristiwa.
-
Keberadaan dan sifat Allah adalah kebenaran mutlak yang tidak berubah, menjadi sumber dari segala kebenaran lainnya.
-
Allah adalah sebaik-baik tempat bersandar bagi hamba yang menyerahkan urusannya kepada-Nya dengan penuh tawakal.
-
Kekuatan Allah sempurna dan tidak pernah melemah, mengungguli segala kekuatan yang dimiliki makhluk-Nya.
-
Kekuatan Allah kokoh tanpa memerlukan usaha atau kelelahan, berbeda dari kekuatan makhluk yang terbatas dan dapat habis.
-
Allah menjadi penolong dan pelindung utama bagi orang-orang beriman, mengurus urusan mereka dengan penuh kasih.
-
Allah berhak atas segala pujian dalam setiap keadaan, karena seluruh perbuatan dan sifat-Nya memang layak dipuji.
-
Allah mengetahui dan mencatat jumlah segala sesuatu secara pasti, tanpa ada yang tertinggal dari perhitungan-Nya.
-
Allah memulai penciptaan seluruh makhluk dari ketiadaan, sebagai bukti kekuasaan-Nya yang mutlak.
-
Allah mengembalikan makhluk kepada kehidupan setelah kematian, sebagaimana Dia menciptakannya pada mulanya.
-
Allah memberikan kehidupan kepada apa yang mati, baik secara jasmani maupun menghidupkan hati yang lalai dengan hidayah.
-
Kematian setiap makhluk terjadi atas kehendak dan ketetapan Allah semata, pada waktu yang telah Dia tentukan.
-
Kehidupan Allah kekal dan sempurna, tidak berawal dan tidak berakhir, menjadi dasar bagi seluruh sifat-Nya yang lain.
-
Allah berdiri sendiri tanpa bergantung pada apa pun, sekaligus menjadi penopang bagi keberlangsungan seluruh makhluk-Nya.
-
Allah tidak pernah kehilangan apa pun yang Dia kehendaki dan tidak membutuhkan sesuatu di luar diri-Nya.
-
Kemuliaan Allah tampak dalam luasnya kemurahan dan keagungan-Nya terhadap makhluk yang Dia ciptakan.
-
Allah satu-satunya dalam zat dan sifat-Nya, tidak tersusun dari bagian dan tidak memiliki tandingan dalam bentuk apa pun.
-
Keesaan Allah bersifat mutlak, menolak segala bentuk sekutu maupun pembagian, sebagaimana ditegaskan dalam Surah Al-Ikhlas.
-
Seluruh makhluk bergantung kepada Allah dalam setiap kebutuhannya, sementara Dia sendiri tidak bergantung pada siapa pun.
-
Allah berkuasa penuh untuk mewujudkan atau meniadakan segala sesuatu sesuai kehendak-Nya tanpa halangan.
-
Kekuasaan Allah sempurna dan menyeluruh, mampu menetapkan kadar dan ketentuan atas segala sesuatu dengan tepat.
-
Allah mendahulukan siapa atau apa yang Dia kehendaki, baik dalam kedudukan, waktu, maupun urutan kejadian.
-
Allah menunda atau mengakhirkan sesuatu sesuai hikmah-Nya, termasuk menangguhkan balasan atas suatu perbuatan hingga waktu yang tepat.
-
Allah ada sebelum segala sesuatu, tanpa permulaan bagi keberadaan-Nya sendiri.
-
Allah tetap ada setelah seluruh makhluk binasa, tanpa akhir bagi keberadaan-Nya.
-
Keberadaan Allah nyata melalui tanda-tanda ciptaan-Nya yang tersebar di seluruh alam, meski zat-Nya tidak dapat dilihat mata di dunia.
-
Hakikat zat Allah tidak terjangkau oleh indra dan akal makhluk, meski Dia sangat dekat dengan setiap hamba-Nya.
-
Allah mengatur dan mengurus seluruh alam semesta secara langsung, tanpa memerlukan bantuan pihak lain.
-
Allah tinggi dari segala sifat kekurangan dan dari keserupaan dengan makhluk-Nya, dalam kedudukan yang tidak terjangkau.
-
Kebaikan dan kelembutan Allah kepada hamba-Nya sangat luas, tercermin dari nikmat yang terus mengalir meski sering tidak disadari.
-
Allah senantiasa membuka pintu taubat dan menerima kembali hamba-Nya yang kembali kepada-Nya dengan tulus, berulang kali.
-
Allah menegakkan keadilan dengan memberi balasan setimpal kepada pelaku kezaliman yang terus-menerus, setelah kesempatan bertaubat diabaikan.
-
Allah menghapuskan dosa hamba-Nya, bukan sekadar menutupinya, sehingga bekas kesalahan itu seakan tidak pernah ada.
-
Kelembutan dan belas kasih Allah kepada hamba-Nya sangat mendalam, melampaui kasih sayang makhluk mana pun.
-
Seluruh kekuasaan di langit dan bumi adalah milik Allah; Dia memberikan kekuasaan kepada siapa saja dan mencabutnya kapan pun Dia kehendaki.
-
Allah memiliki keagungan yang menuntut penghormatan sekaligus kemuliaan yang melimpahkan karunia kepada makhluk-Nya.
-
Allah menegakkan keadilan secara sempurna dalam setiap keputusan-Nya, tanpa condong kepada satu pihak pun.
-
Allah mengumpulkan seluruh manusia pada hari kiamat untuk dihisab, serta mempertemukan hal-hal yang serupa maupun berbeda sesuai kehendak-Nya.
-
Allah tidak membutuhkan sesuatu apa pun dari makhluk-Nya; kekayaan-Nya mutlak dan tidak bergantung pada apa pun di luar diri-Nya.
-
Allah mencukupkan dan mengayakan hamba-Nya sesuai kehendak-Nya, baik secara materi maupun ketenangan hati.
-
Allah dapat mencegah suatu keburukan atau menahan sesuatu dari seseorang berdasarkan hikmah dan kasih sayang-Nya.
-
Allah berkuasa menetapkan kesulitan atau musibah sebagai bagian dari ujian, pelajaran, atau konsekuensi atas suatu perbuatan, dengan hikmah yang menyeluruh.
-
Segala manfaat dan kebaikan yang sampai kepada makhluk pada akhirnya bersumber dari kehendak dan izin Allah.
-
Allah adalah sumber cahaya bagi langit dan bumi, baik secara maknawi berupa petunjuk yang menerangi hati yang gelap oleh kebodohan.
-
Allah membimbing hamba-Nya menuju kebenaran, baik melalui akal, wahyu, maupun peristiwa kehidupan yang membuka mata hati.
-
Allah menciptakan alam semesta dengan cara yang belum pernah ada sebelumnya, tanpa meniru atau mencontoh ciptaan lain.
-
Keberadaan Allah tidak akan pernah berakhir, berbeda dari seluruh makhluk yang pasti binasa.
-
Setelah seluruh makhluk binasa, hanya Allah yang tetap memiliki segala sesuatu, sebagaimana keadaan sebelum penciptaan.
-
Setiap ketetapan dan bimbingan Allah tepat sasaran dan membawa kepada kebaikan, tanpa memerlukan pertimbangan dari pihak mana pun.
-
Allah tidak menyegerakan hukuman atas kedurhakaan hamba-Nya, memberi tenggang waktu yang panjang sebagai bentuk kesabaran-Nya yang sempurna.
Tentang Daftar Ini
- Urutan & teks Arab
- Mengikuti susunan yang dipublikasikan NU Online (quran.nu.or.id), merujuk riwayat Tirmidzi no. 3507
- Penjelasan makna
- Ditulis khusus untuk halaman ini, bukan salinan dari situs lain
- Ditinjau
- 19 September 2026
Sebagian riwayat dan ulama memberikan susunan atau redaksi yang sedikit berbeda untuk 99 nama ini — susunan di halaman ini bukan satu-satunya yang berlaku. Penjelasan makna di setiap nama menjelaskan sifat Allah yang dikandungnya, bukan janji manfaat, jumlah bacaan tertentu, atau efek yang dijamin dari menyebut nama tersebut.