EDITORIAL STANDARD

Kebijakan Editorial

Pedoman yang kami gunakan untuk menjaga agar konten Doa Hari Ini tetap jelas sumbernya, jujur konteksnya, dan hati-hati dalam penyajiannya.

Prinsip utama: kami lebih memilih tidak menerbitkan sebuah bacaan daripada menerbitkan teks atau klaim keagamaan yang tidak dapat kami pertanggungjawabkan.

1. Sumber Al-Qur'an

Lafaz Al-Qur'an tidak ditulis ulang dari ingatan. Konten yang berasal dari ayat dicantumkan dengan nama surah dan referensi ayat. Bila tersedia di platform, tautan sumber diarahkan ke pembaca Al-Qur'an internal Doa Hari Ini.

2. Sumber Hadits

Untuk hadits, kami berusaha mencantumkan kitab, nomor referensi, perawi bila tersedia, dan status penilaian yang relevan. Penilaian hadits dapat berbeda antarulama atau edisi. Karena itu, status tidak disajikan sebagai kebenaran tanpa konteks ketika terdapat perbedaan penilaian.

Kami tidak mengubah riwayat yang lemah menjadi seolah-olah sahih. Jika sebuah riwayat memiliki status yang perlu diperhatikan, hal tersebut dijelaskan secara editorial.

3. Teks Arab, transliterasi, dan terjemahan

Teks Arab diperlakukan sebagai bagian yang membutuhkan ketelitian tinggi. Transliterasi adalah alat bantu membaca, bukan pengganti teks Arab. Terjemahan dan penjelasan editorial dapat menggunakan bahasa Indonesia yang lebih mudah dipahami, tetapi tidak boleh disajikan sebagai teks sumber.

4. Konteks dan klaim keutamaan

Kami tidak menetapkan jumlah bacaan, waktu khusus, manfaat pasti, atau keutamaan tertentu tanpa dasar sumber yang jelas. Saran praktis yang dibuat oleh redaksi akan diberi konteks sebagai saran editorial, bukan sebagai ketetapan syariat.

5. Tidak membuat riwayat baru

Doa yang berasal dari ayat atau hadits tidak boleh dipoles menjadi lafaz baru lalu diberi kesan sebagai doa yang diajarkan Nabi. Bila sebuah halaman dibuat untuk kebutuhan pencarian atau konteks, hubungan antara teks sumber dan penjelasan redaksi harus tetap jelas.

6. Koreksi dan pembaruan

Kami menerima koreksi terkait teks Arab, transliterasi, terjemahan, sumber, metadata, tautan, dan masalah teknis. Koreksi akan ditinjau sebelum perubahan diterapkan. Jika perubahan menyangkut substansi sumber, kami mengutamakan verifikasi ulang sebelum publikasi.

Kirim Koreksi →

7. Transparansi editorial

Doa Hari Ini adalah platform editorial digital, bukan lembaga fatwa. Artikel dan penjelasan kami dibuat untuk membantu pembaca memahami sumber dan konteks, bukan untuk menggantikan bimbingan ulama atau ahli yang kompeten.

Kebijakan ini dapat diperbarui seiring perkembangan sistem editorial dan proses verifikasi Doa Hari Ini.