Murottal Lengkap Surat 'Abasa Misyari Rasyid Al-Afasi
Dengarkan lantunan merdu seluruh ayat Surat 'Abasa secara berkesinambungan.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
80:1
عَبَسَ وَتَوَلّٰىٓۙ
‘Abasa wa tawallā.
"Dia (Nabi Muhammad) berwajah masam dan berpaling"
Makna & Renungan Singkat
Jika bagian akhir Surah an-Nàzi‘àt menjelaskan tugas Nabi sebagai pemberi peringatan tentang hari kiamat, maka pada permulaan Surah ‘Abasa Allah menyebutkan siapa yang akan mendapatkan manfaat dari peringatan tersebut. Disebutkan bahwa seorang pria buta bernama ‘Abdullàh bin Ummi Maktùm, anak paman Khadìjah, menghadap Nabi untuk meminta petunjuk. Ketika itu Nabi tengah berdakwah kepada para pemuka Quraisy. Nabi kurang berkenan dengan kedatangannya. Muka Nabi menjadi masam. Atas perilaku tersebut Allah menegurnya dengan halus. Teguran ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an bukanlah perkataan Nabi melainkan kalàmullah. Dengan teguran itu Allah menghendaki agar Nabi Muhammad melakukan hal yang lebih utama, yaitu memperhatikan orang yang sungguh-sungguh mencari kebenaran dan berpegang teguh dengan Islam. Dia, Nabi Muhammad, berwajah masam karena kedatangan Ibnu Ummi Maktùm, dan berpaling darinya untuk melanjutkan pembicaraan dengan pemuka Quraisy.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"karena seorang tunanetra (Abdullah bin Ummi Maktum) telah datang kepadanya."
Makna & Renungan Singkat
Nabi kurang berkenan sehingga bermuka masam karena seorang buta telah datang kepadanya, yaitu ‘Abdullàh bin Ummi Maktùm. Allah menegur Nabi karena lebih mementingkan bertemu dengan pemuka Quraisy untuk mengajak mereka masuk Islam. Dalam pandangan Allah, semestinya Nabi lebih mementingkan siapa pun yang betul-betul ingin mengamalkan ajaran Islam, tidak peduli ia dari kalangan fakir miskin bahkan cacat. ‘Abdullàh terus memanggil-manggil Nabi, sedang dia karena kebutaannya tidak tahu bahwa beliau sedang bersama para pemuka Quraisy (Lihat: Surah al-An‘àm/6: 52; al-Kahf/18: 28).
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Tahukah engkau (Nabi Muhammad) boleh jadi dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa)"
Makna & Renungan Singkat
Wahai Nabi Muhammad, Kami menegur sikapmu yang demikian karena tahukah engkau barangkali dia datang menghadapmu untuk minta pengajaran darimu sebab dia ingin menyucikan dirinya dari dosa dan kesalahan masa lalunya?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran sehingga pengajaran itu bermanfaat baginya?"
Makna & Renungan Singkat
Atau tahukah engkau bila dia datang karena dia ingin mendapatkan pengajaran Al-Qur’an dan ajaran Islam darimu, yang memberi manfaat kepadanya sehingga dia lebih tekun beribadah, beramal saleh, dan menjadi pengikut setiamu?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup (para pembesar Quraisy),"
Makna & Renungan Singkat
Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup dengan apa yang dia punya, seperti kedudukan, status sosial, dan kekayaan; sehingga dia enggan beriman kepada Allah dan mengikuti ajaranmu,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"engkau (Nabi Muhammad) memberi perhatian kepadanya."
Makna & Renungan Singkat
maka engkau justru memberi perhatian kepadanya secara penuh agar jika dia masuk Islam dan menjadi pelopor bagi pengikutnya. Dalam berdakwah kepada pemuka Quraiys, Nabi sebetulnya mempunyai niat yang mulia, tetapi Allah menegur perlakuan Nabi kepada ‘Abdullàh lebih karena Dia menginginkan Nabi melakukan sesuatu yang lebih baik.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Padahal, tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak menyucikan diri (beriman)."
Makna & Renungan Singkat
Wahai Nabi, mengapa engkau lebih mengutamakan pelayanan terhadap pemuka Quraisy itu, padahal tidak ada celaan atasmu kalau dia tidak menyucikan diri dengan beriman kepada Allah? Tugasmu hanyalah menyampaikan wahyu, dan setelah itu tidak ada dosa bagimu jika dia tetap berpaling dan enggan mengikuti petunjukmu. Lalu, mengapa engkau menomorduakan permintaan orang buta lagi fakir yang ingin belajar Islam darimu?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),"
Makna & Renungan Singkat
Dan adapun orang, yaitu ‘Abdullàh bin Ummi Maktùm, yang datang kepadamu dengan bersegera dan bersungguh-sungguh untuk mendapatkan pengajaran Islam darimu,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sekali-kali jangan (begitu)! Sesungguhnya (ajaran Allah) itu merupakan peringatan."
Makna & Renungan Singkat
Menjelaskan tujuan utama dari teguran-Nya, Allah berfirman, “Sekali-kali jangan berbuat demikian! Sungguh, ajaran-ajaran Allah itu suatu peringatan bagi semua orang agar mereka kembali ke fitrah, yaitu mentauhidkan-Nya dan mengimani-Nya.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Siapa yang menghendaki tentulah akan memperhatikannya"
Makna & Renungan Singkat
Perigatan-peringatan Allah sudah sangat jelas, maka barang siapa menghendaki untuk mempelajari dengan sungguh-sungguh, tentulah dia akan memperhatikannya, menghayatinya, lalu mengamalkannya. Tidak ada yang menghalangi seseorang memperoleh peringatan itu selain hati yang penuh kesombongan dan keingkaran.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Peringatan-peringatan dalam ayat Al-Qur’an itu terdapat di dalam kitab-kitab yang dimuliakan karena berada di sisi Allah dan memuat kalam serta dan pesan-Nya yang sangat berharga.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Itulah lembaran-lembaran mulia yang ditinggikan derajatnya dan disucikan; tidak ada yang bisa mengotori bahkan menjamahnya. Lembaran-lembaran itu dijauhkan dari segala kekurangan dan tidak ada pertentangan di antara ayat-ayatnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Allah telah menurunkan Al-Qur’an sebagai kitab yang penuh peringatan bagi manusia agar mereka mengikuti jalan Allah, tetapi celakalah manusia, alangkah jauh mereka dari rahmat Allah, alangkah kufurnya dia kepada peringatan Tuhan!
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Dia menciptakannya dari setetes mani, lalu menentukan (takdir)-nya."
Makna & Renungan Singkat
Manusia hanyalah makhluk yang sangat lemah. Allah menciptakannya dari sesuatu yang hina, yaitu setetes mani. Dia menciptakannya melalui berbagai tahapan, dari tahap alaqah yang menempel di dinding rahim, lalu berubah menjadi mudgah, kemudian tahap pembentukan tulang, kemudian tahap dibungkusnya tulang itu dengan daging, lalu Allah menentukannya dan mewujudkannya dalam bentuk yang sempurna, dilengkapi dengan panca indera, akal, dan sebagainya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Setelah mewujudkan manusia dalam bentuk yang sempurna, dengan kasih sayang-Nya kemudian jalannya Dia mudahkan dengan cara mengeluarkannya dari perut ibunya. Dia juga memberinya kemudahan untuk membedakan kebaikan dan keburukan agar dia memilih jalan hidupnya sendiri.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Kemudian setelah manusia menuntaskan hidupnya di dunia, Dia mematikannya dengan mencabut rohnya dan menguburkannya untuk menjalani kehidupan baru di alam barzakh. Manusia tidak bisa menolak kematian; sebagaiamana dia diciptakan dari tanah, dia akan kembali ke tanah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Kemudian, jika menghendaki, Dia membangkitkannya kembali."
Makna & Renungan Singkat
Setelah manusia berada di alam barzakh sekian lama, kemudian jika Dia menghendaki, Dia akan membangkitkannya kembali di hari kebangkitan untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatannya di dunia.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sekali-kali jangan (begitu)! Dia (manusia) itu belum melaksanakan apa yang Dia (Allah) perintahkan kepadanya."
Makna & Renungan Singkat
Allah telah mencurahkan kasih sayang-Nya kepada manusia, namun banyak dari mereka enggan bersyukur, bahkan berbuat maksiat. Sungguh suatu hal yang mengherankan. Sekali-kali jangan berbuat demikian; dia itu belum melaksanakan apa yang Dia perintahkan kepadanya, yaitu beriman, beribadah, dan menaati aturan-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Maka, hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya."
Makna & Renungan Singkat
Jika manusia bersikeras dengan keingkarannya, maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya yang dia makan setiap hari; dari mana makanan itu berasal?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya Kami telah mencurahkan air (dari langit) dengan berlimpah."
Makna & Renungan Singkat
Kamilah yang menyediakan makanan itu bagi mereka melalui beberapa tahap. Kamilah yang telah mencurahkan air hujan yang melimpah dari arah langit, yang berasal dari uap air yang membentuk awan yang menggumpal dan saling bertumpuk.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Kemudian, Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya."
Makna & Renungan Singkat
Kemudian setelah air hujan itu membasahi bumi, Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya. Kami suburkan kembali bumi yang tadinya tandus. Biji-bijian di dalam tanah mulai hidup dan menyeruak ke atas, membelah permukaan tanah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Dan Kami tumbuhkan juga dengan air hujan itu kebun-kebun yang rindang dan menyejukkan pandangan, menjadi tempat tinggal ber-bagai binatang, dan memproduksi oksigen.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(Semua itu disediakan) untuk kesenanganmu dan hewan-hewan ternakmu."
Makna & Renungan Singkat
Kami tumbuhkan itu semua untuk kesenanganmu agar hidupmu makmur dan sejahtera, dan untuk kesenangan hewan-hewan ternakmu. Dengan itu semua kamu hidup tenang dan tidak bersusah payah. Kamu hanya perlu emanfaatkannya, menjaga kelestariannya, dan mengimani Penciptanya sebagai bentuk rasa syukurmu kepada-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Maka, apabila datang suara yang memekakkan (dari tiupan sangkakala),"
Makna & Renungan Singkat
Kenikmatan-kenikmatan itu kelak akan diminta pertanggungjawabannya pada hari kiamat. Maka apabila datang suara tiupan sangkakala kedua yang memekakkan telinga dan menjadi penanda bangkitnya manusia dari kubur,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya."
Makna & Renungan Singkat
maka setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya. Semua ingin menyelamatkan diri sendiri tanpa menghiraukan orang lain. Mereka takut dan cemas atas apa yang terjadi di hadapan mereka dan khawatir akan nasib mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Mereka tertawa dan bergembira ria bersama kaum mukmin yang lain. Mereka tidak takut dan khawatir akan nasib mereka karena yakin Allah akan memberi balasan dengan sebaik-baiknya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Mereka itulah orang-orang kafir lagi para pendurhaka."
Makna & Renungan Singkat
Mereka itulah orang-orang kafir yang durhaka. Mereka tidak beriman, tidak bersyukur, dan tidak pula beribadah kepada-Nya, bahkan sering berbuat maksiat. Demikianlah kesudahan umat manusia di akhirat nanti.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Surat 'Abasa terdiri atas 42 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat An Najm. Dinamai 'Abasa diambil dari perkataan 'Abasa yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Menurut riwayat, pada suatu ketika Rasulullah s.a.w. menerima dan berbicara dengan pemuka-pemuka Quraisy yang beliau harapkan agar mereka masuk Islam. Dalam pada itu datanglah Ibnu Ummi Maktum, seorang sahabat yang buta yang mengharap agar Rasulullah s.a.w. membacakan kepadanya ayat- ayat Al Quran yang telah diturunkan Allah. tetapi Rasulullah s.a.w. bermuka masam dan memalingkan muka dari Ibnu Ummi Maktum yang buta itu, lalu Allah menurunkan surat ini sebagai teguran atas sikap Rasulullah terhadap ibnu Ummi Maktum itu.
Rujukan Mushaf & Terjemahan: Standar Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) 2019 dan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ).
Rujukan Tafsir Ringkas: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, dikumpulkan melalui proyek data terbuka gadingnst/quran-api. Sebagian kecil ayat (11 dari 6.236) belum menampilkan tafsir ringkas karena data sumber tidak lengkap.
🌱 Doa & Renungan Terkait
Perkuat pemahaman ayat dengan doa dan amalan yang sejalan: