Daftar

Ad-Dukhan

Kabut · 59 ayat · Mekah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
1 44:1
حٰمۤ ۚ
Ḥā mīm.
"Ḥā Mīm."
Makna & Renungan Singkat
Hà Mìm
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
2 44:2
وَالْكِتٰبِ الْمُبِيْنِۙ
Wal-kitābil-mubīn(i).
"Demi Kitab (Al-Qur’an) yang jelas."
Makna & Renungan Singkat
Allah bersumpah dalam ayat ini dengan kitab suci Al-Qur\'an mengatakan, “Demi Kitab, yaitu Al-Qur’an yang menjelaskan petunjuk-petunjuk Allah untuk manusia agar senantiasa berada pada jalan yang benar.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
3 44:3
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ
Innā anzalnāhu fī lailatim mubārakatin innā kunnā munżirīn(a).
"Sesungguhnya Kami (mulai) menurunkannya pada malam yang diberkahi (Lailatulqadar). Sesungguhnya Kamilah pemberi peringatan."
Makna & Renungan Singkat
Sesungguhnya Kami menurunkannya pertama kali dari Lauhul-Mahfùz ke langit dunia sekaligus pada malam yang di berkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
4 44:4
فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍۙ
Fīhā yufraqu kullu amrin ḥakīm(in).
"Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah."
Makna & Renungan Singkat
Pada malam itu dijelaskan oleh Allah segala urusan yang penuh hikmah, yaitu segala perkara yang berhubungan dengan kehidupan makhluk di bumi, seperti hidup, mati, rezeki, nasib baik, nasib buruk, dan sebagainya,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
5 44:5
اَمْرًا مِّنْ عِنْدِنَاۗ اِنَّا كُنَّا مُرْسِلِيْنَۖ
Amram min ‘indinā, innā kunnā mursilīn(a).
"(Hal itu merupakan) urusan (yang besar) dari sisi Kami. Sesungguhnya Kamilah yang mengutus (para rasul)"
Makna & Renungan Singkat
yaitu urusan yang datang dari sisi Kami. Sungguh, Kamilah yang mengutus rasul-rasul kepada umat-umat terdahulu dan termasuk engkau, ya Muhammad, yang diutus kepada kaummu,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
6 44:6
رَحْمَةً مِّنْ رَّبِّكَ ۗاِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُۗ
Raḥmatam mir rabbik(a), innahū huwas-samī‘ul-‘alīm(u).
"sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,"
Makna & Renungan Singkat
Sebagai Rahmat yang dilimpahkan kepada mereka dari Tuhanmu, wahai Nabi Muhammad. Sungguh, Dia Maha Mendengar semua yang mereka katakan, dan Maha Mengetahui semua yang mereka lakukan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
7 44:7
رَبِّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَاۘ اِنْ كُنْتُمْ مُّوْقِنِيْنَ
Rabbis-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā, in kuntum mūqinīn(a).
"yaitu Tuhan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya jika kamu orang-orang yang yakin."
Makna & Renungan Singkat
Tuhan, Pencipta, Pemelihara, dan Pengatur semua langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, baik yang tampak bagi kamu maupun yang tidak tampak; jika kamu orang-orang yang meyakini kebesaran dan kemahakuasaan-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
8 44:8
لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ يُحْيٖ وَيُمِيْتُ ۗرَبُّكُمْ وَرَبُّ اٰبَاۤىِٕكُمُ الْاَوَّلِيْنَ
Lā ilāha illā huwa yuḥyī wa yumīt(u), rabbukum wa rabbu ābā'ikumul-awwalīn(a).
"Tidak ada tuhan selain Dia (yang) menghidupkan dan mematikan. (Dialah) Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu terdahulu."
Makna & Renungan Singkat
Tidak ada tuhan yang patut dan wajib disembah selain Dia, Dia yang senantiasa menghidupkan dan mematikan. Dialah Tuhan Pemelihara kamu, dan Tuhan Pemelihara nenek moyangmu dahulu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
9 44:9
بَلْ هُمْ فِيْ شَكٍّ يَّلْعَبُوْنَ
Bal hum fī syakkiy yal‘abūn(a).
"Akan tetapi, mereka dalam keraguan; mereka bermain-main."
Makna & Renungan Singkat
Tetapi mereka senantiasa dalam keraguan, mereka bermain-main terhadap tanda-tanda ke kuasaan Allah yang telah di tunjukkan kepada mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
10 44:10
فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِى السَّمَاۤءُ بِدُخَانٍ مُّبِيْنٍ
Fartaqib yauma ta'tis-samā'u bidukhānim mubīn(in).
"Maka, nantikanlah hari (ketika) langit mendatangkan kabut asap yang tampak jelas"
Makna & Renungan Singkat
Maka oleh sebab itu, tunggulah wahai Nabi Muhammad, atau siapa pun, hari ketika langit membawa kabut, yaitu debu yang beterbangan dari tanah akibat kekeringan yang berkepanjangan yang tampak jelas bagi mereka,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
11 44:11
يَغْشَى النَّاسَۗ هٰذَا عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Yagsyan-nās(a), hāżā ‘ażābun alīm(un).
"(yang) meliputi manusia (durhaka). Ini adalah azab yang sangat pedih."
Makna & Renungan Singkat
yang meliputi manusia sehingga mereka tidak dapat melihat apa pun di sekitar mereka dan melindungi diri mereka. Inilah azab yang pedih bagi orang-orang yang melakukan perbuatan dosa.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
12 44:12
رَبَّنَا اكْشِفْ عَنَّا الْعَذَابَ اِنَّا مُؤْمِنُوْنَ
Rabbanaksyif ‘annal-‘ażāba innā mu'minūn(a).
"(Mereka berdoa,) “Wahai Tuhan kami, lenyapkanlah azab itu dari kami. Sesungguhnya kami adalah orang-orang mukmin.”"
Makna & Renungan Singkat
Ketika azab kabut itu turun kepada mereka, mereka berdoa, "Ya Tuhan kami, Pencipta dan Pemelihara kami, lenyapkanlah azab yang Engkau turunkan itu dari kami. Sungguh, kami akan beriman secara mantap jika Engkau melepaskan dari kami azab ini.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
13 44:13
اَنّٰى لَهُمُ الذِّكْرٰى وَقَدْ جَاۤءَهُمْ رَسُوْلٌ مُّبِيْنٌۙ
Annā lahumuż-żikrā wa qad jā'ahum rasūlum mubīn(un).
"Bagaimana mereka dapat menerima peringatan (setelah turun azab), padahal (sebelumnya) seorang Rasul (Nabi Muhammad) benar-benar telah datang kepada mereka (untuk) memberi penjelasan."
Makna & Renungan Singkat
Bagaimana mereka dapat menerima peringatan yang telah Kami berikan kepada mereka dengan ke hadiran azab itu, padahal sebelumnya pun seorang rasul yang agung, yaitu Nabi Muhammad, telah datang memberi penjelasan kepada mereka, tetapi mereka tetap membangkang dan ingkar.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
14 44:14
ثُمَّ تَوَلَّوْا عَنْهُ وَقَالُوْا مُعَلَّمٌ مَّجْنُوْنٌۘ
Ṡumma tawallau ‘anhu wa qālū mu‘allamum majnūn(un).
"Kemudian, mereka berpaling darinya dan berkata, “Dia (Nabi Muhammad) diajari (oleh orang lain) lagi gila.”"
Makna & Renungan Singkat
Kemudian karena ke ingkaran dan ke kafiran mereka terhadap rasul itu, mereka berpaling darinya dengan mengingkari kerasulannya dan bukti-bukti yang disampaikannya dan berkata dengan nada mengejek dan mencela, "Dia, Rasul Muhammad yang di utus, itu orang yang menerima ajaran dari orang lain, bukan dari Allah," dan di saat lain mereka mengatakan bahwa dia adalah orang gila.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
15 44:15
اِنَّا كَاشِفُوا الْعَذَابِ قَلِيْلًا اِنَّكُمْ عَاۤىِٕدُوْنَۘ
Innā kāsyiful-‘ażābi qalīlan innakum ‘ā'idūn(a).
"Sesungguhnya (kalau) Kami melenyapkan azab itu sebentar saja, pasti kamu akan kembali (ingkar)."
Makna & Renungan Singkat
Permohonan mereka untuk di lepaskan dari azab itu tidak di kabulkan. Lalu Allah membalasnya dengan mengatakan, “Sesungguhnya, kalau Kami melenyapkan azab yang di turunkan itu sedikit saja dari kamu, tentu kamu akan kembali ingkar, tidak akan pernah mau beriman.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
16 44:16
يَوْمَ نَبْطِشُ الْبَطْشَةَ الْكُبْرٰىۚ اِنَّا مُنْتَقِمُوْنَ
Yauma nabṭisyul baṭsyatal kubrā, innā muntaqimūn(a).
"(Ingatlah) pada hari (ketika) Kami menghantam mereka dengan hantaman yang besar. Sesungguhnya Kami adalah pemberi balasan."
Makna & Renungan Singkat
Ingatlah pada hari ketika terjadi peperangan Badr, Kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras dan sehebat-hebatnya sehingga mereka mengalami kekalahan yang besar dan banyak pemimpin-pemimpin mereka yang tewas. Kami adalah pemberi balasan terhadap mereka yang durhaka dan berdosa.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
17 44:17
۞ وَلَقَدْ فَتَنَّا قَبْلَهُمْ قَوْمَ فِرْعَوْنَ وَجَاۤءَهُمْ رَسُوْلٌ كَرِيْمٌۙ
Wa laqad fatannā qablahum qauma fir‘auna wa jā'ahum rasūlun karīm(un).
"Sungguh, Kami benar-benar telah menguji kaum Fir‘aun sebelum mereka dan telah datang (pula) seorang rasul yang mulia (Musa) kepada mereka."
Makna & Renungan Singkat
Dan sesungguhnya, sebelum mereka, yakni kaum musyrik Mekah, Kami benar-benar telah menguji kaum Fir‘aun bersama dengan Fir’aun dengan berbagai nikmat dan ke senangan hidup dan telah datang kepada mereka seorang rasul yang mulia akhlaknya, yaitu Nabi Musa.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
18 44:18
اَنْ اَدُّوْٓا اِلَيَّ عِبَادَ اللّٰهِ ۗاِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌۙ
An addū ilayya ‘ibādallāh(i), innī lakum rasūlun amīn(un).
"(Musa berkata,) “Kembalikanlah kepadaku hamba-hamba Allah (Bani Israil). Sesungguhnya aku adalah utusan (Allah) yang dapat kamu percaya."
Makna & Renungan Singkat
Rasul yang Kami utus itu berkata kepada mereka dengan lembut, “Serahkanlah kepadaku dengan penuh kerelaan hamba-hamba Allah, yaitu Bani Israil, kaumku dan keluargaku, dengan membebaskan mereka dari perbudakan dan siksaanmu. Sesungguhnya aku adalah utusan Allah, Tuhan seluruh alam yang dapat di percaya oleh-Nya untuk menyampaikan apa yang seharusnya aku sampaikan kepadamu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
19 44:19
وَّاَنْ لَّا تَعْلُوْا عَلَى اللّٰهِ ۚاِنِّيْٓ اٰتِيْكُمْ بِسُلْطٰنٍ مُّبِيْنٍۚ
Wa al lā ta‘lū ‘alallāh(i), innī ātīkum bisulṭānim mubīn(in).
"Janganlah kamu menyombongkan diri terhadap Allah karena sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata."
Makna & Renungan Singkat
dan janganlah kamu menyombongkan diri terhadap Allah dengan menolak aku sebagai rasul yang di utus-Nya kepadamu dan mengabaikan apa yang di perintahkan-Nya. Sungguh, aku datang dan di utus oleh-Nya kepadamu dengan membawa bukti, berupa mukjizat yang nyata tentang kerasulanku.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
20 44:20
وَاِنِّيْ عُذْتُ بِرَبِّيْ وَرَبِّكُمْ اَنْ تَرْجُمُوْنِۚ
Wa innī ‘użtu birabbī wa rabbikum an tarjumūn(i).
"Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari ancamanmu untuk merajamku."
Makna & Renungan Singkat
Lalu mereka mendustakannya dan berkeinginan untuk membunuhnya. Akan tetapi, Musa tetap menyeru mereka, “Dan se sungguhnya aku, sebagai rasul utusan-Nya berlindung kepada Tuhanku yang mengutus dan memeliharaku dan Tuhanmu yang telah menciptakan, memelihara, dan menjagamu, dari ancamanmu untuk merajamku, yakni melukaiku dengan batu atau membunuhku dengan melempariku dengan batu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
21 44:21
وَاِنْ لَّمْ تُؤْمِنُوْا لِيْ فَاعْتَزِلُوْنِ
Wa il lam tu'minū lī fa‘tazilūn(i).
"Jika kamu tidak beriman kepadaku, biarkanlah aku (menyampaikan pesan-pesan Tuhanku).”"
Makna & Renungan Singkat
Dan selanjutnya Nabi Musa berkata kepada mereka, “Jika kamu tetap tidak mau beriman kepadaku walau aku sudah menyampaikan bukti-bukti tentang kerasulanku dan keesaan Allah, maka biarkanlah aku memimpin Bani Israil dan jangan mengganggu aku untuk menyampaikan pesan-pesan Tuhanku kepada mereka.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
22 44:22
فَدَعَا رَبَّهٗٓ اَنَّ هٰٓؤُلَاۤءِ قَوْمٌ مُّجْرِمُوْنَ
Fa da‘ā rabbahū anna hā'ulā'i qaumum mujrimūn(a).
"Kemudian, dia (Musa) berdoa kepada Tuhannya (seraya berkata,) “Sesungguhnya mereka ini adalah kaum pendurhaka.”"
Makna & Renungan Singkat
Karena telah nyata kekafiran dan ke engganan mereka untuk ber iman kepada Allah dan kepada Nabi Musa, lalu dia berdoa kepada Tuhannya, “Sesungguhnya, mereka ini, yakni Fir‘aun dan kaumnya, adalah kaum yang berdosa dan pendurhaka kepada Tuhannya. Oleh sebab itu, segerakanlah azab kepada mereka.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
23 44:23
فَاَسْرِ بِعِبَادِيْ لَيْلًا اِنَّكُمْ مُّتَّبَعُوْنَۙ
Fa asri bi‘ibādī lailan innakum muttaba‘ūn(a).
"(Allah berfirman,) “Oleh karena itu, berjalanlah dengan hamba-hamba-Ku pada malam hari. Sesungguhnya kamu akan dikejar."
Makna & Renungan Singkat
Allah menyambut permohonan Nabi Musa dengan berfirman kepadanya, “Karena itu berjalanlah pada malam hari dengan hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kamu, wahai Musa dan pengikut-pengikutmu, akan di ikuti, yakni di kejar oleh Fir’aun dan bala tentaranya,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
24 44:24
وَاتْرُكِ الْبَحْرَ رَهْوًاۗ اِنَّهُمْ جُنْدٌ مُّغْرَقُوْنَ
Watrukil-baḥra rahwā(n), innahum jundum mugraqūn(a).
"Biarkanlah laut itu terbelah. Sesungguhnya mereka adalah bala tentara yang akan ditenggelamkan.”"
Makna & Renungan Singkat
dan jika kamu semua nanti sampai di Laut Merah, maka pukulkanlah tongkatmu, dan laut akan terbelah, lalu menyeberanglah kamu semua. Bila kamu telah tiba di pantai, biarkanlah laut itu tetap terbelah sehingga Fir‘aun dan bala tentaranya berusaha menyeberangi laut itu. Sesungguhnya mereka, yakni Fir‘aun dan pengikut-pengikutnya adalah bala tentara yang akan di tenggelamkan ketika mereka berada di tengah-tengah laut itu
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
25 44:25
كَمْ تَرَكُوْا مِنْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍۙ
Kam tarakū min jannātiw wa ‘uyūn(in).
"Betapa banyak taman-taman dan mata-mata air yang mereka tinggalkan,"
Makna & Renungan Singkat
Setelah mereka ditenggelamkan dan semuanya mati, maka Allah menjelaskan bahwa betapa banyak taman-taman yang indah lagi menawan dan mata air mata air yang mengalir yang mereka tinggalkan,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
26 44:26
وَّزُرُوْعٍ وَّمَقَامٍ كَرِيْمٍۙ
Wa zurū‘iw wa maqāmin karīm(in).
"kebun-kebun serta tempat-tempat kediaman yang indah,"
Makna & Renungan Singkat
juga kebun-kebun yang beraneka ragam dan macamnya serta tempat-tempat kediaman yang nyaman, menyenangkan, dan indah,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
27 44:27
وَّنَعْمَةٍ كَانُوْا فِيْهَا فٰكِهِيْنَۙ
Wa na‘matin kānū fīhā fākihīn(a).
"juga kesenangan-kesenangan yang dapat mereka nikmati di sana."
Makna & Renungan Singkat
dan kesenangan-kesenangan hidup yang berlimpah yang mereka semua adalah penikmatnya sebelum peristiwa penenggelaman itu terjadi.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
28 44:28
كَذٰلِكَ ۗوَاَوْرَثْنٰهَا قَوْمًا اٰخَرِيْنَۚ
Każālik(a), wa auraṡnāhā qauman ākharīn(a).
"Demikianlah (Allah menyiksa mereka). Kami wariskan (semua) itu kepada kaum yang lain."
Makna & Renungan Singkat
Demikianlah Kami menguraikan dan menggambarkan keadaan mereka sebelum itu dan balasan yang Kami timpakan kepada mereka karena perbuatan mereka sendiri, dan Kami wariskan semua itu, yakni peninggalan mereka itu, kepada kaum yang lain sesudah mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
29 44:29
فَمَا بَكَتْ عَلَيْهِمُ السَّمَاۤءُ وَالْاَرْضُۗ وَمَا كَانُوْا مُنْظَرِيْنَ ࣖ
Famā bakat ‘alaihimus-samā'u wal-arḍ(u), wa mā kānū munẓarīn(a).
"Langit dan bumi tidak menangisi mereka dan mereka pun tidak diberi penangguhan waktu."
Makna & Renungan Singkat
Maka langit dan bumi yang menyaksikan azab dan balasan yang di timpakan oleh Allah kepada Fir‘aun dan pengikut-pengikutnya tidak menangisi mereka dan mereka pun tidak di beri penangguhan waktu, yakni kesempatan untuk memperbaiki diri mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
30 44:30
وَلَقَدْ نَجَّيْنَا بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ مِنَ الْعَذَابِ الْمُهِيْنِۙ
Wa laqad najjainā banī isrā'īla minal-‘ażābil-muhīn(i).
"Sungguh, Kami benar-benar telah menyelamatkan Bani Israil dari siksaan yang menghinakan,"
Makna & Renungan Singkat
Dan dengan penenggelaman Fir‘aun dan bala tentaranya sesungguhnya telah Kami selamatkan Bani Israil dengan kekuasaan Kami dari siksaan yang menghinakan,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
31 44:31
مِنْ فِرْعَوْنَ ۗاِنَّهٗ كَانَ عَالِيًا مِّنَ الْمُسْرِفِيْنَ
Min fir‘aun(a), innahū kāna ‘āliyam minal-musrifīn(a).
"(yaitu) dari (siksaan) Fir‘aun. Sesungguhnya dia adalah orang yang sombong lagi termasuk orang-orang yang melampaui batas."
Makna & Renungan Singkat
dari siksaan Fir‘aun dan bala tentaranya. Sesungguhnya dia itu orang yang sombong terhadap Allah dan manusia, serta termasuk orang-orang yang melampaui batas, yaitu berlebihan dalam melakukan kejahatan dan perbuatan dosa.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
32 44:32
وَلَقَدِ اخْتَرْنٰهُمْ عَلٰى عِلْمٍ عَلَى الْعٰلَمِيْنَ ۚ
Wa laqadikhtarnāhum ‘alā ‘ilmin ‘alal-‘ālamīn(a).
"Sungguh, dengan (dasar) pengetahuan, Kami pilih mereka di atas seluruh alam (semua bangsa pada masa itu)."
Makna & Renungan Singkat
Dan dengan sungguh-sungguh, Kami telah memilih mereka, yakni Bani Israil, dengan dasar ilmu Kami untuk memiliki kelebihan di atas semua bangsa-bangsa yang lain pada masa itu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
33 44:33
وَاٰتَيْنٰهُمْ مِّنَ الْاٰيٰتِ مَا فِيْهِ بَلٰۤـؤٌا مُّبِيْنٌ
Wa ātaināhum minal-āyāti mā fīhi balā'um mubīn(un).
"Telah Kami berikan kepada mereka sebagian tanda-tanda (kebesaran Kami) sesuatu yang di dalamnya terdapat cobaan yang nyata."
Makna & Renungan Singkat
Dan telah Kami berikan kepada mereka, melalui Nabi Musa yang Kami utus sebagai rasul Kami, di antara tanda-tanda kebesaran dan bukti ke kuasaan Kami sesuatu yang di dalamnya terdapat ujian serta nikmat yang nyata.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
34 44:34
اِنَّ هٰٓؤُلَاۤءِ لَيَقُوْلُوْنَۙ
Inna hā'ulā'i layaqūlūn(a).
"Sesungguhnya mereka itu pasti akan berkata,"
Makna & Renungan Singkat
Sesungguhnya mereka, kaum musyrik Mekah itu, yang mendustakan Nabi Muhammad dan mendustakan kebangkitan di hari akhirat, pasti akan berkata,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
35 44:35
اِنْ هِيَ اِلَّا مَوْتَتُنَا الْاُوْلٰى وَمَا نَحْنُ بِمُنْشَرِيْنَ
In hiya illā mautatunal-ūlā wa mā naḥnu bimunsyarīn(a).
"“Tidak ada (kematian) selain kematian di dunia ini dan kami tidak akan dibangkitkan."
Makna & Renungan Singkat
“Sesungguhnya tidak ada kehidupan selain kehidupan yang disusul dengan kematian di dunia ini. Dan karena itu pula, kami tidak akan dibangkitkan setelah kematian di dunia ini.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
36 44:36
فَأْتُوْا بِاٰبَاۤىِٕنَآ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Fa'tū bi'ābā'inā in kuntum ṣādiqīn(a).
"Datangkanlah nenek moyang kami jika kamu orang-orang yang benar.”"
Makna & Renungan Singkat
Begitu besar keingkaran mereka terhadap kebangkitan itu, sampai-sampai mereka menantang dengan mengatakan, “Jika kehidupan yang kedua itu akan ada, maka hadirkanlah atau hidupkanlah kembali nenek moyang kami yang sudah meninggal itu jika kamu orang yang benar.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
37 44:37
اَهُمْ خَيْرٌ اَمْ قَوْمُ تُبَّعٍۙ وَّالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْۗ اَهْلَكْنٰهُمْ اِنَّهُمْ كَانُوْا مُجْرِمِيْنَ
Ahum khairun am qaumu tubba‘(in), wal-lażīna min qablihim, ahlaknāhum innahum kānū mujrimīn(a).
"Apakah mereka yang lebih baik atau kaum Tubba‘ dan orang-orang yang sebelum mereka. Kami telah membinasakan mereka karena sesungguhnya mereka adalah para pendurhaka."
Makna & Renungan Singkat
Apakah mereka, yakni kaum musyrik Mekah itu yang lebih baik kekuasaan dan kekuatannya atau kaum Tubba‘, yaitu orang-orang Himyar dan raja-raja mereka di Yaman serta orang-orang yang musyrik dan para pendurhaka sebelum mereka? Tidak, sama sekali tidak. Kami telah binasakan mereka walaupun mereka memiliki kekuasaan dan kekuatan yang lebih, tetapi kekuasaan mereka tidak bermanfaat sedikit pun untuk menolak azab Kami. Sesungguhnya mereka itu adalah betul-betul para pendosa dan pendurhaka yang telah mendarah daging dalam diri mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
38 44:38
وَمَا خَلَقْنَا السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لٰعِبِيْنَ
Wa mā khalaqnas-samāwāti wal-arḍa wa mā bainahumā lā‘ibīn(a).
"Tidaklah Kami ciptakan langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya secara main-main."
Makna & Renungan Singkat
Dan tidaklah Kami menciptakan langit demikian luas dan bertingkat-tingkat dan bumi yang kokoh dan terhampar luas dengan segala isinya serta aturannya yang tertata dan harmonis serta apa yang ada di antara keduanya, yakni antara langit dan bumi yang dapat kamu saksikan, dengan bermain-main.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
39 44:39
مَا خَلَقْنٰهُمَآ اِلَّا بِالْحَقِّ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ
Mā khalaqnāhumā illā bil-ḥaqqi wa lākinna akṡarahum lā ya‘lamūn(a).
"Tidaklah Kami ciptakan keduanya, kecuali dengan hak. Akan tetapi, kebanyakan dari mereka tidak mengetahui."
Makna & Renungan Singkat
Tidaklah Kami ciptakan keduanya, yakni langit dan bumi itu, melainkan dengan haq atau benar sebagai bukti ke-Esaan dan kekuasaan Kami untuk kesempurnaan kehidupan manusia di dunia ini, tetapi kebanyakan mereka, kaum musyrik Mekah atau manusia tidak mengetahui.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
40 44:40
اِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ مِيْقَاتُهُمْ اَجْمَعِيْنَ ۙ
Inna yaumal-faṣli mīqātuhum ajma‘īn(a).
"Sesungguhnya hari keputusan (hari Kiamat) itu adalah waktu yang dijanjikan bagi mereka semuanya,"
Makna & Renungan Singkat
Sesungguhnya hari penetapan keputusan tentang siapa yang taat dan siapa yang durhaka, yaitu hari Kiamat dan hari pemutusan dan pemilahan antara yang hak dan yang batil, itu adalah waktu yang dijanjikan bagi mereka semuanya, yakni semua manusia mukallaf untuk mempertanggungjawabkan semua amal mereka,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
41 44:41
يَوْمَ لَا يُغْنِيْ مَوْلًى عَنْ مَّوْلًى شَيْـًٔا وَّلَا هُمْ يُنْصَرُوْنَۙ
Yauma lā yugnī maulan ‘am maulan syai'aw wa lā hum yunṣarūn(a).
"(yaitu) hari (ketika) seorang teman setia sama sekali tidak dapat memberi manfaat sedikit pun kepada teman lainnya dan mereka tidak akan mendapat pertolongan,"
Makna & Renungan Singkat
yaitu pada hari ketika seorang teman sama sekali tidak dapat memberi manfaat sedikit pun kepada teman lainnya dan mereka tidak akan dapat ditolong oleh siapa pun untuk menghindarkan diri dari azab Allah,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
42 44:42
اِلَّا مَنْ رَّحِمَ اللّٰهُ ۗاِنَّهٗ هُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ ࣖ
Illā mar raḥimallāh(u), innahū huwal-‘azīzur-raḥīm(u).
"kecuali orang yang diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang."
Makna & Renungan Singkat
kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Allah, yaitu syafaat dan perlindungan-Nya yang dapat meringankannya dari siksa. Sungguh, Dia Mahaperkasa, yang tidak dapat dihalangi kekuasaan-Nya untuk mengazab orang-orang yang berdoa, dan Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya yang taat.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
43 44:43
اِنَّ شَجَرَتَ الزَّقُّوْمِۙ
Inna syajarataz-zaqqūm(i).
"Sesungguhnya pohon zaqum itu"
Makna & Renungan Singkat
Ayat-ayat yang lalu menggambarkan hukuman atau azab dunia bagi orang yang melakukan perbuatan dosa. Ayat-ayat berikut menggambarkan azab atau hukuman akhirat bagi mereka yang ingkar. Di antara hukuman itu adalah makanan berupa pohon zaqqum. Sesungguhnya pohon zaqqum itu, yang terdapat di pangkal api neraka itu,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
44 44:44
طَعَامُ الْاَثِيْمِ ۛ
Ṭa‘āmul-aṡīm(i).
"adalah makanan orang yang bergelimang dosa."
Makna & Renungan Singkat
adalah makanan bagi orang yang banyak melakukan perbuatan dosa.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
45 44:45
كَالْمُهْلِ ۛ يَغْلِيْ فِى الْبُطُوْنِۙ
Kal-muhl(i), yaglī fil-buṭūn(i).
"(Zaqum itu) seperti cairan tembaga yang mendidih di dalam perut,"
Makna & Renungan Singkat
Pohon itu bentuknya seperti cairan tembaga/minyak yang mendidih di dalam perut,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
46 44:46
كَغَلْيِ الْحَمِيْمِ ۗ
Kagalyil-ḥamīm(i).
"seperti mendidihnya air yang sangat panas."
Makna & Renungan Singkat
seperti mendidihnya air yang sangat panas yang panasnya mencapai titik puncak.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
47 44:47
خُذُوْهُ فَاعْتِلُوْهُ اِلٰى سَوَاۤءِ الْجَحِيْمِۙ
Khużūhu fa‘‘tilūhu ilā sawā'il-jaḥīm(i).
"Peganglah dia (wahai malaikat Zabaniyah), kemudian seretlah sampai ke tengah-tengah (neraka) Jahim."
Makna & Renungan Singkat
Ketika orang-orang yang berdosa sudah mendekat di pintu neraka, maka Allah memerintahkan kepada para malaikat, “Peganglah dia, yakni pendosa dan pendurhaka itu, kemudian seretlah dia secara kasar dan paksa sampai ke tengah-tengah neraka yang sedang menyala-nyala itu,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
48 44:48
ثُمَّ صُبُّوْا فَوْقَ رَأْسِهٖ مِنْ عَذَابِ الْحَمِيْمِۗ
Ṡumma ṣubbū fauqa ra'sihī min ‘azābil-ḥamīm(i).
"Kemudian, tuangkanlah di atas kepalanya azab berupa air yang sangat panas."
Makna & Renungan Singkat
kemudian tuangkanlah di atas kepalanya azab, yaitu siksaan, berupa air yang sangat panas.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
49 44:49
ذُقْۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَرِيْمُ
Żuq, innaka antal-‘azīzul-karīm(u).
"(Dikatakan kepadanya,) “Rasakanlah! Sesungguhnya engkau (dalam kehidupan dunia) benar-benar (merasa sebagai orang) yang perkasa lagi mulia."
Makna & Renungan Singkat
Lalu dikatakan kepada mereka dengan nada mengejek dan menghina, “Rasakanlah semua siksaan yang ditimpakan kepadamu saat ini, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang perkasa lagi mulia.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
50 44:50
اِنَّ هٰذَا مَا كُنْتُمْ بِهٖ تَمْتَرُوْنَ
Inna hāżā mā kuntum bihī tamtarūn(a).
"Sesungguhnya (azab) ini adalah sesuatu yang selalu kamu ragukan.”"
Makna & Renungan Singkat
Sesungguhnya, azab inilah, yakni semua yang kamu rasakan saat ini, yang dahulu sewaktu di dunia kamu ragukan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
51 44:51
اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ مَقَامٍ اَمِيْنٍۙ
Innal-muttaqīna fī maqāmin amīn(in).
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman,"
Makna & Renungan Singkat
Sungguh, orang-orang yang bertakwa, patuh, taat melaksanakan perintah Allah dan taat meninggalkan larangan-larangan-Nya, berada dalam tempat yang aman,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
52 44:52
فِيْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍ ۙ
Fī jannātiw wa ‘uyūn(in).
"(yaitu) di dalam taman-taman dan mata-mata air."
Makna & Renungan Singkat
damai, dam indah yang tidak dapat dilukiskan oleh manusia, yaitu di dalam taman-taman yang sangat indah dan mata air-mata air yang jernih mengalir,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
53 44:53
يَّلْبَسُوْنَ مِنْ سُنْدُسٍ وَّاِسْتَبْرَقٍ مُّتَقٰبِلِيْنَۚ
Yalbasūna min sundusiw wa istabraqim mutaqābilīn(a).
"Mereka memakai sutra yang halus dan sutra yang tebal seraya (duduk) berhadapan."
Makna & Renungan Singkat
mereka memakai sutra yang halus dan sutra yang tebal yang berkilauan, sambil duduk berhadap-hadapan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
54 44:54
كَذٰلِكَۗ وَزَوَّجْنٰهُمْ بِحُوْرٍ عِيْنٍۗ
Każālik(a), wa zawwajnāhum biḥūrin ‘īn(in).
"Demikianlah (keadaan penghuni surga) dan Kami menjadikan mereka berpasangan dengan bidadari yang bermata elok."
Makna & Renungan Singkat
Demikianlah kenikmatan dan kedamaian yang dapat di rasakan oleh orang-orang yang bertakwa di dalam surga. Kemudian, di samping itu, Kami tambahkan lagi sesuatu yang dapat membahagiakan mereka dengan menjadikan mereka berpasangan dengan bidadari, sosok yang bermata indah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
55 44:55
يَدْعُوْنَ فِيْهَا بِكُلِّ فَاكِهَةٍ اٰمِنِيْنَۙ
Yad‘ūna fīhā bikulli fākihatin āminīn(a).
"Di dalamnya mereka dapat meminta segala macam buah-buahan dengan aman dan tenteram."
Makna & Renungan Singkat
Di dalamnya, yaitu surga, mereka dapat meminta segala macam buah-buahan sesuai dengan selera mereka dengan aman dan tenteram,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
56 44:56
لَا يَذُوْقُوْنَ فِيْهَا الْمَوْتَ اِلَّا الْمَوْتَةَ الْاُوْلٰىۚ وَوَقٰىهُمْ عَذَابَ الْجَحِيْمِۙ
Lā yażūqūna fīhal-mauta illal-mautatal-ūlā, wa waqāhum ‘ażābal-jaḥīm(i).
"Mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya selain kematian pertama (di dunia). Allah melindungi mereka dari azab (neraka) Jahim"
Makna & Renungan Singkat
Mereka tidak akan merasakan di dalamnya, yakni dalam surga itu, kematian selain kematian pertama sewaktu mereka di dunia. Allah melindungi mereka dari azab neraka,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
57 44:57
فَضْلًا مِّنْ رَّبِّكَۚ ذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
Faḍlam mir rabbika żālika huwal-fauzul-‘aẓīm(u).
"sebagai karunia dari Tuhanmu. Itulah kemenangan yang sangat agung."
Makna & Renungan Singkat
sebagai karunia dari Tuhanmu, wahai Muhammad. Demikian itulah kemenangan yang agung yang akan di peroleh oleh orang-orang yang taat dan patuh kepada Allah di akhirat nanti.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
58 44:58
فَاِنَّمَا يَسَّرْنٰهُ بِلِسَانِكَ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَ
Fa innamā yassarnāhu bilisānika la‘allahum yatażakkarūn(a).
"Sesungguhnya Kami telah memudahkannya (Al-Qur’an) dengan bahasamu (Arab) supaya mereka mendapat pelajaran."
Makna & Renungan Singkat
Setelah menjelaskan berbagai nikmat yang diperoleh oleh orang-orang yang bertakwa di akhirat nanti, Allah lalu menggambarkan bahwa Al-Qur’an adalah tuntunan untuk mendapatkan kebahagiaan akhirat itu. Allah berfirman, “Sungguh, Kami memudahkannya, yakni memudahkan penyampaian pesan-pesan Al-Qur’an itu dengan bahasamu, yaitu bahasa Arab dengan harapan agar mereka mendapat pelajaran mengenai hari Kiamat, siksaan, dan nikmat yang di peroleh di akhirat kelak.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
59 44:59
فَارْتَقِبْ اِنَّهُمْ مُّرْتَقِبُوْنَ ࣖࣖ
Fartaqib innahum murtaqibūn(a).
"Maka, tunggulah (kehancuran mereka)! Sesungguhnya mereka itu (juga sedang) menunggu."
Makna & Renungan Singkat
Maka tunggulah, wahai Muhammad, apa yang akan terjadi pada mereka dengan dosa-dosa mereka. Sesungguhnya, mereka itu juga sedang menunggu apa yang akan terjadi pada dirimu dan dakwahmu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan