Dan demi pertalian bapak dan anaknya, demi Adam dan anak cucunya. Manusia dengan kehendak Allah mengalami siklus dari kanak-kanak menuju dewasa, berkeluarga, beranak pinak, dan berakhir dengan kematian. Inilah fenomena kehidupan yang perlu direnungi.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam keadaan susah payah."
Makna & Renungan Singkat
Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah. Siapa pun, termasuk Nabi, dalam masa hidupnya pasti menemui kepayahan, sejak dalam kandungan sampai masa dewasa. Manusia mesti bersusah payah mencari nafkah, mengalami sakit, dan mati. Dalam alam kubur menuju alam mahsyar pun manusia menghadapi kepayahan. Manusia harus mengisi kehidupannya di dunia dengan amal saleh agar tidak menemukan kepayahan lagi di akhirat.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Apakah dia (manusia) itu mengira bahwa tidak ada seorang pun yang berkuasa atasnya?"
Makna & Renungan Singkat
Apakah dia yang Kami ciptakan dalam kepayahan itu mengira bahwa dirinya kuat dan berkuasa sehingga tidak ada sesuatu pun yang berkuasa atasnya? Apakah ia mengingkari kuasa Allah, Pencipta alam semesta, yang mampu menundukkan siapa pun, betapapun kuatnya?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Dia mengatakan, “Aku telah menghabiskan harta yang banyak.”"
Makna & Renungan Singkat
Dia dengan angkuh mengatakan, “Aku telah menghabiskan harta yang banyak.” Sikap ini sangat tidak terpuji, apalagi jika dia membelanjakan harta untuk memusuhi Allah dan rasul-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Apakah dia mengira bahwa tidak ada seorang pun yang melihatnya?"
Makna & Renungan Singkat
Apakah dia bermaksud pamer dengan perbuatannya itu lalu mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang melihatnya? Tidak demikian. Semua gerak-gerik manusia, kecil maupun besar, selalu dalam pantauan Allah. Dia akan membalas sekecil apa pun perbuatan manusia.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata,"
Makna & Renungan Singkat
Allahlah yang berkuasa atasnya dan melihat setiap perbuatannya. Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata untuk membantunya melihat sekeliling,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"serta Kami juga telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan)?"
Makna & Renungan Singkat
dan bukankah Kami juga telah menunjukkan kepadanya dua jalan, yaitu kebaikan dan keburukan, kebenaran dan kebatilan, melalui fitrah, akal, dan petunjuk lain? Kami sudah memberinya petunjuk, lalu manusia itu sendiri yang akan memutuskan jalan hidupnya; apakah memilih jalan kesesatan atau kebenaran.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Maka, tidakkah sebaiknya dia menempuh jalan (kebajikan) yang mendaki dan sukar?"
Makna & Renungan Singkat
Kami telah menganugerahkan itu semua kepada manusia, tetapi mengapa dia tidak mau menempuh jalan yang mendaki dan sukar, padahal itu baik baginya? Melakukan kebaikan tidak jarang memerlukan perjuangan dan kesabaran. Begitulah kehidupan dunia, semuanya terasa berat.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Jalan yang mendaki dan sukar itu adalah melepaskan hamba sahaya dari perbudakan atau membantunya untuk membebaskan diri, karena perbudakan tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
atau kepada orang miskin yang sangat fakir. Kepedulian kepada anak yatim dan orang miskin adalah akhlak yang sangat terpuji, namun butuh sifat kedermawanan agar seseorang bisa melakukannya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Ṡumma kāna minal-lażīna āmanū wa tawāṣau biṣ-ṣabri wa tawāṣau bil-marḥamah(ti).
"Kemudian, dia juga termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar serta saling berpesan untuk berkasih sayang."
Makna & Renungan Singkat
Kemudian, bila dia mau menempuh jalan yang mendaki dan sukar itu maka dia termasuk orang-orang yang beriman dengan kukuh dan saling berpesan untuk bersabar dalam berbuat baik, menjauhi maksiat, serta menghadapi kesusahan hidup, dan saling berpesan untuk berkasih sayang kepada sesama makhluk.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Apabila mereka berkenan menempuh jalan yang sukar, beriman, dan saling berpesan untuk bersabar dan berkasih sayang, mereka adalah golongan kanan yang akan menemui kebahagiaan di akhirat berupa surga dengan segala kenikmatan di dalamnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Adapun orang-orang yang kufur pada ayat-ayat Kami, merekalah golongan kiri."
Makna & Renungan Singkat
Dan sebaliknya, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, baik dengan ucapan maupun tindakan, mereka itu adalah golongan kiri yang akan celaka dan menjumpai azab yang pedih.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat dari semua sisinya. Tidak ada jalan keluar bagi mereka dari neraka itu dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk sekadar beristirahat dari siksanya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Surat Al Balad terdiri atas 20 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Qaaf. Dinamai Al Balad, diambil dari perkataan Al Balad yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Yang dimaksud dengan kota di sini ialah kota Mekah.
Rujukan Mushaf & Terjemahan: Standar Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) 2019 dan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ).
Rujukan Tafsir Ringkas: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, dikumpulkan melalui proyek data terbuka gadingnst/quran-api. Sebagian kecil ayat (11 dari 6.236) belum menampilkan tafsir ringkas karena data sumber tidak lengkap.
🌱 Doa & Renungan Terkait
Perkuat pemahaman ayat dengan doa dan amalan yang sejalan: