Pada hari kiamat manusia terbagi menjadi dua, kelompok yang celaka dan kelompok yang berbahagia. Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk hina. Mereka saat itu menyadari perilaku buruk mereka. Hati mereka terguncang dan sangat risau akan nasib mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(Mereka) diberi minum dari sumber mata air yang sangat panas."
Makna & Renungan Singkat
Panas api neraka membuat mereka haus. Saat itulah mereka diberi minum dengan air dari sumber mata air yang sangat panas, membuat kerongkongan dan organ pencernaan mereka lebur.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri,"
Makna & Renungan Singkat
Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri, yang rasanya pahit, panas, menjijikkan, dan berbau tidak sedap. Para penghuni neraka itu memakannya, di samping memakan pohon Zaqqùm (Lihat: ad-Dukhàn/44: 43) dan “Gislìn” (Lihat: al-Ma‘àrij/70: 36).
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Mereka merasa senang dan puas karena usahanya sendiri di dunia. Mereka beriman, beramal saleh, dan bermanfaat bagi orang lain. Hidup mereka penuh nilai ibadah. Usaha mereka ini tidak akan sia-sia.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Allah akan memasukkan mereka ke dalam surga yang tinggi, istana yang sangat indah, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dengan jenis air yang bermacam-macam.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Di sana kamu tidak mendengar (perkataan) yang tidak berguna."
Makna & Renungan Singkat
Di surga sana kamu tidak mendengar perkataan yang tidak berguna. Tidak ada perkataan kotor, umpatan, ungkapan kemarahan, dan semisalnya. Di sana mereka hanya mendengar hal-hal yang menyenangkan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Dan di sana ada pula permadani-permadani yang terhampar, indah, dan berwarna-warni. Demikianlah ganjaran yang Allah berikan kepada mereka atas amal saleh mereka di dunia. Inilah bukti kemurahan dan kasih sayang Allah kepada hamba yang beriman dan bertakwa.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana ia diciptakan?"
Makna & Renungan Singkat
Allah memperlihatkan begitu banyak tanda kekuasaan-Nya di hadapan manusia. Maka, tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana diciptakan? Unta diciptakan oleh Allah dengan bentuk tubuh dan anggota badan yang sesuai dengan lingkungan hidupnya di padang pasir. Air susunya dan dagingnya menjadi bahan makanan yang lezat, sedangkan kulitnya dapat dijadikan kemah dan sebagainya (Lihat pula: an-Nahl/16: 7, 81; Gàfir/40: 79–80).
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Dan tidakkah pula mereka memperhatikan langit, bagaimana ditinggikan? Allah menjadikan langit sebagai atap bumi yang kukuh meski tanpa penopang. Di sana matahari, bulan, planet, dan berbagai benda langit beredar. Allah menghiasinya dengan bintang yang dapat menjadi petunjuk arah bagi para musafir. Dari langit itu pula turun hujan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan di bumi.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Dan tidakkah mereka memperhatikan gunung-gunung, bagaimana ditegakkan? Gunung, dengan akarnya yang menancap kukuh dan kuat di dalam perut bumi, berfungsi sebagai pasak yang menahan bumi agar tidak bergoncang dan dengan demikian bisa menjadi tempat tinggal yang nyaman (Lihat pula: an-Nahl/16: 15, 82).
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Dan tidakkah mereka memperhatikan bumi, bagaimana dihamparkan? Di bumi itu manusia tinggal, beraktivitas, bercocok tanam, dan sebagainya. Di bumi Allah menciptakan beraneka flora, fauna, sungai, sumber air, dan lain sebagainya untuk kepentingan makhluk hidup.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Semestinya dengan memperhatikan fenomena-fenomena itu manusia bersedia mengabdi kepada Allah. Allah meminta Nabi untuk terus berdakwah meski banyak manusia yang ingkar. Maka berilah peringatan kepada mereka yang tetap ingkar meski bukti-bukti tentang kekuasaan Allah mereka saksikan setiap hari. Ingatkanlah mereka karena sesungguhnya engkau hanyalah pemberi peringatan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka."
Makna & Renungan Singkat
Wahai Nabi, engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka. Engkau tidak bisa memaksa mereka beriman, demikian juga para dai setelah dirimu, karena sesungguhnya hidayah adalah urusan Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Engkau tidak kuasa memberi mereka hidayah, kecuali jika ada orang yang berpaling dari ajakanmu dan memilih untuk tetap kafir kepada Allah dan hari akhir,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Allah akan mengazabnya dengan azab yang paling besar."
Makna & Renungan Singkat
maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar dan tak tertahankan. Azab itu bukanlah bentuk kezaliman Allah karena Dia telah memaparkan kepada mereka bukti-bukti eksistensi dan keesaan Allah dan kebenaran risalah Nabi Muhammad, namun mereka masih ingkar dan membangkang, bahkan menantang dan menyakiti Nabi.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Engkau tidak bisa memaksa manusia untuk beriman. Janganlah bersedih atas keingkaran mereka. Sungguh, setelah mereka mati, hanya kepada Kamilah mereka kembali. Kamilah yang akan membalas dan menentukan nasib mereka di akhirat nanti.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Kemudian, sesungguhnya Kamilah yang berhak melakukan hisab (perhitungan) atas mereka."
Makna & Renungan Singkat
Kemudian, sesungguhnya Kamilah pula yang akan membuat perhitungan atas mereka. Kami akan memberi mereka balasan sesuai tingkat kedurhakaan mereka supaya mereka tahu bahwa kehidupan ini bukan untuk bermain-main, melainkan harus dijalani dengan serius dan bertanggung jawab.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Surat ini terdiri atas 26 ayat, termasuk surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Adz Dzaariat. Nama Ghaasyiyah diambil dari kata Al Ghaasyiyah yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya peristiwa yang dahsyat, tapi yang dimaksud adalah hari kiamat. Surat ini adalah surat yang kerap kali dibaca Nabi pada rakaat kedua pada shalat hari-hari Raya dan shalat Jum'at
Rujukan Mushaf & Terjemahan: Standar Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) 2019 dan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ).
Rujukan Tafsir Ringkas: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, dikumpulkan melalui proyek data terbuka gadingnst/quran-api. Sebagian kecil ayat (11 dari 6.236) belum menampilkan tafsir ringkas karena data sumber tidak lengkap.
🌱 Doa & Renungan Terkait
Perkuat pemahaman ayat dengan doa dan amalan yang sejalan: