Daftar

Al-Haqqah

Hari Kiamat · 52 ayat · Mekah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
1 69:1
اَلْحَاۤقَّةُۙ
Al-ḥāqqah(tu).
"Al-Ḥāqqah (hari Kiamat yang pasti datang)."
Makna & Renungan Singkat
Pada surah sebelumnya disinggung sekilas tentang hari Kiamat, pada awal surah ini dimulai dengan kata al-Hàqqah
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
2 69:2
مَا الْحَاۤقَّةُ ۚ
Mal-ḥāqqah(tu).
"Apakah al-Ḥāqqah itu?"
Makna & Renungan Singkat
Yang secara kebahasaan berarti yang pasti kehadirannya yaitu hari Kiamat, apakah hari Kiamat yang sungguh dahsyat itu?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
3 69:3
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْحَاۤقَّةُ ۗ
Wa mā adrāka mal-ḥāqqah(tu).
"Tahukah kamu apakah al-Ḥāqqah itu?"
Makna & Renungan Singkat
Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
4 69:4
كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ وَعَادٌ ۢبِالْقَارِعَةِ
Każżabat ṡamūdu wa ‘ādum bil-qāri‘ah(ti).
"(Kaum) Samud dan ‘Ad telah mendustakan al-Qāri‘ah (hari Kiamat yang menggetarkan hati)."
Makna & Renungan Singkat
Telah banyak generasi di masa lalu yang mengingkari hari Kiamat. Kelompok ayat ini mengungkap sekelumit tentang kaum yang mengingkari hari Kiamat dan sanksi yang mereka terima. Kaum Samud, dan ‘Ad telah mendustakan hari Kiamat.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
5 69:5
فَاَمَّا ثَمُوْدُ فَاُهْلِكُوْا بِالطَّاغِيَةِ
Fa'ammā ṡamūdu fa uhlikū biṭ-ṭāgiyah(ti).
"Adapun (kaum) Samud, mereka telah dibinasakan dengan suara yang sangat keras,"
Makna & Renungan Singkat
Maka adapun kaum Samud, mereka telah dibinasakan dengan suara yang sangat keras yaitu suara guntur yang menggelegar bercampur dengan kilat,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
6 69:6
وَاَمَّا عَادٌ فَاُهْلِكُوْا بِرِيْحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍۙ
Wa ammā ‘ādun fa'uhlikū birīḥin ṣarṣarin ‘ātiyah(tin).
"sedangkan (kaum) ‘Ad telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin."
Makna & Renungan Singkat
Sedangkan kaum ‘Ad, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin dan memiliki daya rusak yang sangat kuat.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
7 69:7
سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَّثَمٰنِيَةَ اَيَّامٍۙ حُسُوْمًا فَتَرَى الْقَوْمَ فِيْهَا صَرْعٰىۙ كَاَنَّهُمْ اَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍۚ
Sakhkharahā ‘alaihim sab‘a layāliw wa ṡamāniyata ayyām(in), ḥusūman fataral-qauma fīhā ṣar‘ā, ka'annahum a‘jāzu nakhlin khāwiyah(tin).
"Dia menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus. Maka, kamu melihat kaum (‘Ad) pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah (lapuk) bagian dalamnya."
Makna & Renungan Singkat
Allah menimpakan angin itu sebagai bentuk siksa kepada mereka dengan kekuasaan-Nya selama tujuh malam delapan hari terus-menerus tanpa henti untuk membinasakan mereka. maka kamu melihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong yaitu telah lapuk bagian dalamnya
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
8 69:8
فَهَلْ تَرٰى لَهُمْ مِّنْۢ بَاقِيَةٍ
Fahal tarā lahum mim bāqiyah(tin).
"Adakah kamu melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka?"
Makna & Renungan Singkat
Maka adakah kamu wahai siapa pun kamu, melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka? Tidak tersisa satu orang pun. ltu berarti mereka sama sekali tidak memiliki keturunan yang dapat melanjutkan regenerasi kaum mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
9 69:9
وَجَاۤءَ فِرْعَوْنُ وَمَنْ قَبْلَهٗ وَالْمُؤْتَفِكٰتُ بِالْخَاطِئَةِۚ
Wa jā'a fir‘aunu wa man qablahū wal-mu'tafikātu bil-khāṭi'ah(ti).
"Begitu juga, Firʻaun dan orang-orang yang sebelumnya serta (penduduk) negeri-negeri yang dijungkirbalikkan datang dengan membawa kesalahan yang besar."
Makna & Renungan Singkat
Bukan hanya kaum \'Ad dan Hamud yang diazab oleh Allah. Kemudian setelah beberapa waktu lamanya datanglah Fir’aun penguasa Mesir di masa lalu yang kepadanya Nabi Musa diutus, dan orang-orang yang sebelumnya di antaranya adalah kaum Nabi Nuh dan kaum Nabi lbrahim. Dan penduduk negeri-negeri yang dijungkirbalikkan karena kesalahan yang besar yaitu kaum Nabi Lut.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
10 69:10
فَعَصَوْا رَسُوْلَ رَبِّهِمْ فَاَخَذَهُمْ اَخْذَةً رَّابِيَةً
Fa ‘aṣau rasūla rabbihim fa akhażahum akhżatar rābiyah(tan).
"Mereka mendurhakai utusan Tuhannya, lalu Dia menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras."
Makna & Renungan Singkat
Maka diakibatkan sikap mereka yang mendurhakai utusan Tuhannya, Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras sehingga memusnahkan mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
11 69:11
اِنَّا لَمَّا طَغَا الْمَاۤءُ حَمَلْنٰكُمْ فِى الْجَارِيَةِۙ
Innā lammā ṭagal-mā'u ḥamalnākum fil-jāriyah(ti).
"Sesungguhnya ketika air naik (sampai ke gunung), Kami membawa (nenek moyang)-mu ke dalam (bahtera) yang berlayar"
Makna & Renungan Singkat
Tidak semua umat para nabi itu dibinasakan mereka yang taat akan diselamatkan, di antaranya adalah para pengikut Nabi Nuh, seperti yang ditegaskan pada ayat ini. Sesungguhnya ketika air naik membumbung sampai ke puncak gunung Kami membawa nenek moyang kamu ke dalam kapal,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
12 69:12
لِنَجْعَلَهَا لَكُمْ تَذْكِرَةً وَّتَعِيَهَآ اُذُنٌ وَّاعِيَةٌ
Linaj‘alahā lakum tażkirataw wa ta‘iyahā użunuw wā‘iyah(tun).
"agar Kami jadikan (peristiwa) itu sebagai peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar."
Makna & Renungan Singkat
agar Kami jadikan peristiwa itu, akan diselamatkan nya mereka yang beriman dibinasakannya mereka yang durhaka ,sebagai peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
13 69:13
فَاِذَا نُفِخَ فِى الصُّوْرِ نَفْخَةٌ وَّاحِدَةٌ ۙ
Fa iżā nufikha fiṣ-ṣūri nafkhatuw wāḥidah(tun).
"Apabila sangkakala ditiup dengan sekali tiupan"
Makna & Renungan Singkat
Di awal surah diuraikan tentang Kiamat, kini diuraikan tentang proses terjadinya Kiamat. Maka apabila sangkakala ditiup oleh malaikat lsrafil sekali tiup,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
14 69:14
وَّحُمِلَتِ الْاَرْضُ وَالْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَّاحِدَةًۙ
Wa ḥumilatil-arḍu wal-jibālu fa dukkatā dakkataw wāḥidah(tan).
"dan bumi serta gunung-gunung diangkat lalu dibenturkan dengan sekali benturan,"
Makna & Renungan Singkat
dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung dengan sangat mudahnya, lalu dibenturkan keduanya sekali benturan maka bumi menjadi datar,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
15 69:15
فَيَوْمَىِٕذٍ وَّقَعَتِ الْوَاقِعَةُۙ
Fayauma'iżiw waqa‘atil-wāqi‘ah(tu).
"pada hari itu terjadilah kiamat."
Makna & Renungan Singkat
tidak ada lagi gunung dan lembah (Lihat: surah Tàhà/20:105-106). Maka pada hari itu terjadilah hari Kiamat.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
16 69:16
وَانْشَقَّتِ السَّمَاۤءُ فَهِيَ يَوْمَىِٕذٍ وَّاهِيَةٌۙ
Wansyaqqatis-samā'u fahiya yauma'iżiw wāhiyah(tun).
"Langit juga terbelah karena pada hari itu ia rapuh."
Makna & Renungan Singkat
Setelah gunung hancur dan bumi menjadi rata dan terbelahlah langit, karena dahsyatnya situasi saat itu maka pada hari itu langit menjadi rapuh.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
17 69:17
وَّالْمَلَكُ عَلٰٓى اَرْجَاۤىِٕهَاۗ وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَىِٕذٍ ثَمٰنِيَةٌ ۗ
Wal-malaku ‘alā arjā'ihā, wa yaḥmilu ‘arsya rabbika fauqahum yauma'iżin ṡamāniyah(tun).
"Para malaikat berada di berbagai penjurunya (langit). Pada hari itu delapan malaikat menjunjung ʻArasy (singgasana) Tuhanmu di atas mereka."
Makna & Renungan Singkat
Dan ketika itu juga atas perintah Allah para malaikat berada di berbagai penjuru langit yang telah rapuh itu. Pada hari itu delapan malaikat menjunjung’Arsy yaitu singgasana Tuhanmu di atas kepala mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
18 69:18
يَوْمَىِٕذٍ تُعْرَضُوْنَ لَا تَخْفٰى مِنْكُمْ خَافِيَةٌ
Yauma'iżin tu‘raḍūna lā takhfā minkum khāfiyah(tun).
"Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu). Tidak ada sesuatu pun dari kamu yang tersembunyi."
Makna & Renungan Singkat
Setelah dijelaskan proses kehancuran alam raya, kini dijelaskan keadaan manusia yaitu pada hari itu kamu dihadapkan kepada Tuhanmu untuk dimintai pertanggung jawaban atas segala perbuatan kamu, maka tidak ada sesuatu pun dari kamu yang tersembunyi bagi Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
19 69:19
فَاَمَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ بِيَمِيْنِهٖ فَيَقُوْلُ هَاۤؤُمُ اقْرَءُوْا كِتٰبِيَهْۚ
Fa ammā man ūtiya kitābahū biyamīnihī fa yaqūlu hā'umuqra'ū kitābiyah.
"Adapun orang yang diberi catatan amalnya di tangan kanannya, dia berkata (kepada orang-orang di sekelilingnya), “Ambillah (dan) bacalah kitabku (ini)!"
Makna & Renungan Singkat
Adapun orang yang kitab catatan amal-nya diberikan di tangan kanannya, maka dia berkata kepada siapa yang ada di sekelilingnya dari hamba-hamba Allah yang taat untuk menunjukkan rasa syukurnya, “Ambillah, dan bacalah kitabku ini betapa sangat menyenangkan isinya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
20 69:20
اِنِّيْ ظَنَنْتُ اَنِّيْ مُلٰقٍ حِسَابِيَهْۚ
Innī ẓanantu annī mulāqin ḥisābiyah.
"Sesungguhnya (saat di dunia) aku yakin bahwa (suatu saat) aku akan menerima perhitungan diriku.”"
Makna & Renungan Singkat
Sesungguhnya ketika di dunia aku yakin, bahwa suatu saat aku akan menerima perhitungan terhadap diriku. ltulah sebabnya aku telah mempersiapkan diri untuk menghadapinya."
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
21 69:21
فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍۚ
Fa huwa fī ‘īsyatir rāḍiyah(tin).
"Maka, ia berada dalam kehidupan yang menyenangkan"
Makna & Renungan Singkat
Maka sebagai balasan atas amal salehnya ketika di dunia orang itu berada dalam kehidupan yang menyenangkan dan diridai,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
22 69:22
فِيْ جَنَّةٍ عَالِيَةٍۙ
Fī jannatin ‘āliyah(tin).
"dalam surga yang tinggi"
Makna & Renungan Singkat
sehingga dia benar-benar merasa puas dengan anugerah Allah tersebut yaitu dalam surga yang tinggi tempat dan martabatnya
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
23 69:23
قُطُوْفُهَا دَانِيَةٌ
Quṭūfuhā dāniyah(tun).
"yang buah-buahannya dekat."
Makna & Renungan Singkat
Di antara fasilitasnya adalah buah-buahannya dekat sehingga mudah untuk memetiknya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
24 69:24
كُلُوْا وَاشْرَبُوْا هَنِيْۤـًٔا ۢبِمَآ اَسْلَفْتُمْ فِى الْاَيَّامِ الْخَالِيَةِ
Kulū wasyrabū hanī'am bimā aslaftum fil-ayyāmil-khāliyah(ti).
"(Dikatakan kepada mereka,) “Makan dan minumlah dengan nikmat sebagai balasan amal yang kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.”"
Makna & Renungan Singkat
Kepada mereka dikatakan, “Makan dan minumlah dengan nikmat apa saja yang kamu inginkan. ltu semua adalah ganjaran dari Allah karena amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.” Demikianlah ke-Mahaadilan Allah, Ia memberikan balasan yang sempurna bagi orang-orang yang bersabar untuk senantiasa taat kepada-Nya selama hidup di dunia.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
25 69:25
وَاَمَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ بِشِمَالِهٖ ەۙ فَيَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ لَمْ اُوْتَ كِتٰبِيَهْۚ
Wa ammā man ūtiya kitābahū bisyimālih(ī), fa yaqūlu yā laitanī lam ūta kitābiyah.
"Adapun orang yang diberi catatan amalnya di tangan kirinya berkata, “Seandainya saja aku tidak diberi catatan amalku"
Makna & Renungan Singkat
Setelah uraian tentang balasan yang diterima oleh orang-orang yang taat kini giliran diuraikan keadaan orang-orang yang durhaka. Dan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata dengan penuh kesedihan dan penyesalan, “Alangkah baiknya jika kitab catatan amalku ini tidak diberikan kepadaku.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
26 69:26
وَلَمْ اَدْرِ مَا حِسَابِيَهْۚ
Wa lam adri mā ḥisābiyah.
"dan tidak mengetahui bagaimana perhitunganku."
Makna & Renungan Singkat
Sehingga aku tidak mengetahui bagaimana perhitungan terhadap diriku.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
27 69:27
يٰلَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَۚ
Yā laitahā kānatil-qāḍiyah(ta).
"Seandainya saja ia (kematian) itulah yang menyudahi segala sesuatu."
Makna & Renungan Singkat
Wahai, kiranya kematian yang telah kualami di dunia itulah yang menyudahi segala sesuatu yaitu yang mengakhiri hidupku sehingga tidak perlu mengalami kehidupan seperti ini di akhirat.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
28 69:28
مَآ اَغْنٰى عَنِّيْ مَالِيَهْۚ
Mā agnā ‘annī māliyah.
"Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku."
Makna & Renungan Singkat
Ternyata hartaku yang dengan susah payah kukumpulkan sama sekali tidak berguna bagiku.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
29 69:29
هَلَكَ عَنِّيْ سُلْطٰنِيَهْۚ
Halaka ‘annī sulṭāniyah.
"Kekuasaanku telah hilang dariku.”"
Makna & Renungan Singkat
Demikian juga dengan kekuasaanku yang dahulu kubanggakan di dunia kini telah hilang dariku.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
30 69:30
خُذُوْهُ فَغُلُّوْهُۙ
Khużūhu fagullūh(u).
"(Allah berfirman,) “Tangkap dia lalu belenggu tangannya ke lehernya."
Makna & Renungan Singkat
Sudah terjatuh tertimpa tangga. Begitulah gambaran para pendurhaka di akhirat. Di tengah kesedihan yang bercampur ketakutan melihat catatan amalnya kemudian Allah berfirman, “Tangkaplah dia lalu belenggulah yaitu ikatlah tangannya ke lehernya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
31 69:31
ثُمَّ الْجَحِيْمَ صَلُّوْهُۙ
Ṡummal-jaḥīma ṣallūh(u).
"Kemudian, masukkan dia ke dalam (neraka) Jahim."
Makna & Renungan Singkat
Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
32 69:32
ثُمَّ فِيْ سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُوْنَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوْهُۗ
Ṡumma fī silsilatin żar‘uhā sab‘ūna żirā‘an faslukūh(u).
"Kemudian, belit dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta."
Makna & Renungan Singkat
Siksaan itu tidak hanya sampai di situ, Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta maksudnya rantai yang sangat panjang."
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
33 69:33
اِنَّهٗ كَانَ لَا يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ الْعَظِيْمِۙ
Innahū kāna lā yu'minu billāhil-‘aẓīm(i).
"Sesungguhnya dia tidak beriman kepada Allah Yang Maha Agung."
Makna & Renungan Singkat
Mengapa si pendurhaka itu disiksa sedemikian hebat? Inilah yang menjadi penyebabnya. Sesungguhnya dia dahulu ketika di dunia adalah orang yang tidak beriman kepada Allah Yang Mahabesar.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
34 69:34
وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ
Wa lā yaḥuḍḍu ‘alā ṭa‘āmil-miskīn(i).
"Dia juga tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin."
Makna & Renungan Singkat
Dan juga dia tidak mendorong dirinya dan orang lain untuk memberi makan orang miskin, padahal dia memiliki kemampuan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
35 69:35
فَلَيْسَ لَهُ الْيَوْمَ هٰهُنَا حَمِيْمٌۙ
Fa laisa lahul-yauma hāhunā ḥamīm(un).
"Maka, pada hari ini tidak ada seorang pun teman setia baginya di sini (neraka)."
Makna & Renungan Singkat
Atas segala perbuatan buruk yang dilakukan di dunia, maka akhirnya pada hari ini yaitu hari di akhirat, di sini yaitu di neraka, tidak ada seorang teman pun baginya yang dapat menolong atau meringankan siksa yang dia terima.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
36 69:36
وَّلَا طَعَامٌ اِلَّا مِنْ غِسْلِيْنٍۙ
Wa lā ṭa‘āmun illā min gislīn(in).
"Tidak ada makanan (baginya), kecuali dari darah dan nanah."
Makna & Renungan Singkat
Dan tidak ada pula baginya makanan sedikit pun kecuali berupa gislin yaitu makanan yang terbuat dari darah penghuni neraka dan juga nanah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
37 69:37
لَّا يَأْكُلُهٗٓ اِلَّا الْخٰطِـُٔوْنَ ࣖ
Lā ya'kuluhū illal-khāṭi'ūn(a).
"Tidak ada yang memakannya, kecuali para pendosa.”"
Makna & Renungan Singkat
Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa yaitu yang secara terus menerus berbuat durhaka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
38 69:38
فَلَآ اُقْسِمُ بِمَا تُبْصِرُوْنَۙ
Falā uqsimu bimā tubṣirūn(a).
"Maka, Aku bersumpah demi apa yang kamu lihat"
Makna & Renungan Singkat
Semua yang diuraikan pada ayat-ayat di atas belum terlihat oleh manusia, maka kelompok ayat ini menegaskan tentang kebenaran informasi al-Qur\'an dengan bersumpah menyebut wujud yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Maka Aku bersumpah demi apa yang kamu lihat,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
39 69:39
وَمَا لَا تُبْصِرُوْنَۙ
Wa mā lā tubṣirūn(a).
"dan demi apa yang tidak kamu lihat,"
Makna & Renungan Singkat
dan demi apa yang tidak kamu lihat dari ciptaan-ciptaan-Ku.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
40 69:40
اِنَّهٗ لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍۙ
Innahū laqaulu rasūlin karīm(in).
"sesungguhnya ia (Al-Qur’an) itu benar-benar wahyu (yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia."
Makna & Renungan Singkat
Sesungguhnya ia, Al-Qur’an, itu benar-benar wahyu yang diturunkan kepada Rasul yang mulia yaitu Nabi Muhammad.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
41 69:41
وَّمَا هُوَ بِقَوْلِ شَاعِرٍۗ قَلِيْلًا مَّا تُؤْمِنُوْنَۙ
Wa mā huwa biqauli syā‘ir(in), qalīlam mā tu'minūn(a).
"Ia (Al-Qur’an) bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman (kepadanya)."
Makna & Renungan Singkat
Dania Al-Qur’an itu bukanlah perkataan seorang penyair yang biasanya menghias kata dan kalimat dengan indah tanpa menghiraukan kandungannya. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
42 69:42
وَلَا بِقَوْلِ كَاهِنٍۗ قَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَۗ
Wa lā biqauli kāhin(in), qalīlam mā tażakkarūn(a).
"(Al-Qur’an) bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran (darinya)."
Makna & Renungan Singkat
Dan Al-Qur’an itu bukan pula perkataan tukang tenung yang sering merasa mengetahui hal-hal yang gaib. Sedikit sekali kamu berpikir untuk memahami perbedaan antara keduanya dan mengambil pelajaran darinya. Ia, Al-Qur’an,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
43 69:43
تَنْزِيْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ
Tanzīlum mir rabbil-‘ālamīn(a).
"(Al-Qur’an itu) diturunkan dari Tuhan semesta alam."
Makna & Renungan Singkat
adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan seluruh alam. Diturunkan sebagai bentuk kasih sayang-Nya kepada seluruh alam.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
44 69:44
وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْاَقَاوِيْلِۙ
Wa lau taqawwala ‘alainā ba‘ḍal-aqāwīl(i).
"Sekiranya dia (Nabi Muhammad) mengada-adakan sebagian saja perkataan atas (nama) Kami,"
Makna & Renungan Singkat
Setelah ditegaskan bahwa al-Qur\'an adalah bersumber dari Allah, ayat-ayat ini memperkuat penegasan tersebut dengan menyatakan bahwa tidak ada campur tangan sedikit pun dari Nabi Muhammad dalam menyusun isi kandungan Al-Qur\'an. Dan sekiranya dia, Nabi Muhammad, mengada-adakan sebagian perkataan apalagi semua atas nama Kami, pasti Kami siksa dia dengan sangat keras
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
45 69:45
لَاَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِيْنِۙ
La'akhażnā minhu bil-yamīn(i).
"niscaya Kami benar-benar menyiksanya dengan penuh kekuatan."
Makna & Renungan Singkat
atau pastilah Kami pegang dia pada tangan kanannya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
46 69:46
ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِيْنَۖ
Ṡumma laqaṭa‘nā minhul-watīn(a).
"Kemudian, Kami benar-benar memotong urat nadinya."
Makna & Renungan Singkat
Kemudian vang lebih mengerikan lagi adalah pasti Kami potong pembuluh jantungnya sehingga dia tidak akan hidup sekejap pun.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
47 69:47
فَمَا مِنْكُمْ مِّنْ اَحَدٍ عَنْهُ حٰجِزِيْنَۙ
Famā minkum min aḥadin ‘anhu ḥājizīn(a).
"Maka, tidak ada seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami) darinya (pemotongan urat nadi itu)."
Makna & Renungan Singkat
Sekiranya itu Kami lakukan maka tidak seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi Kami untuk menghukumnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
48 69:48
وَاِنَّهٗ لَتَذْكِرَةٌ لِّلْمُتَّقِيْنَ
Wa innahū latażkiratul lil-muttaqīn(a).
"Sesungguhnya ia (Al-Qur’an itu) benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa."
Makna & Renungan Singkat
Setelah dijelaskan bahwa al-Qur\'an bersumber dari Allah, kini diuraikan fungsi dari al-Qur\'an dan respons manusia atas kehadirannya. Dan sungguh, Al-Qur’an itu adalah pelajaran yang amat berharga bagi orang-orang yang bertakwa.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
49 69:49
وَاِنَّا لَنَعْلَمُ اَنَّ مِنْكُمْ مُّكَذِّبِيْنَۗ
Wa innā lana‘lamu anna minkum mukażżibīn(a).
"Sesungguhnya Kami benar-benar mengetahui bahwa di antara kamu ada para pendusta."
Makna & Renungan Singkat
Dan sungguh, Kami mengetahui bahwa di antara kamu wahai manusia ada orang yang mendustakan disamping ada pula yang menerimanya dengan segala ketulusan hatinya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
50 69:50
وَاِنَّهٗ لَحَسْرَةٌ عَلَى الْكٰفِرِيْنَۚ
Wa innahū laḥasratun ‘alal-kāfirīn(a).
"Sesungguhnya ia (pendustaan terhadap Al-Qur’an) benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat)."
Makna & Renungan Singkat
Dan sungguh, Al-Qur’an itu akan benar-benar menimbulkan penyesalan bagi orang-orang kafir khususnya di akhirat nanti setelah mereka melihat pahala yang diperoleh bagi yang beriman dan mengetahui siksa yang mereka alami.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
51 69:51
وَاِنَّهٗ لَحَقُّ الْيَقِيْنِ
Wa innahū laḥaqqul-yaqīn(i).
"Sesungguhnya ia (Al-Qur’an itu) adalah kebenaran yang meyakinkan."
Makna & Renungan Singkat
Dan Sungguh, Al-Qur’an itu adalah kebenaran yang meyakinkan tanpa ada sedikit pun keraguan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
52 69:52
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ ࣖ
Fa sabbiḥ bismi rabbikal-‘aẓīm(i).
"Maka, bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Agung."
Makna & Renungan Singkat
Maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahaagung serta sucikanlah Dia dari segala hal yang tidak layak bagi-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan