Daftar

Al-Infitar

Terbelah · 19 ayat · Mekah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
1 82:1
اِذَا السَّمَاۤءُ انْفَطَرَتْۙ
Iżas-samā'unfaṭarat.
"Apabila langit terbelah,"
Makna & Renungan Singkat
Ada empat peristiwa besar pada hari kiamat yang disebutkan di bagian awal surah ini, dari ayat 1 s.d. 4. Dua peristiwa yang pertama terjadi di langit dan sisanya di bumi. Apabila langit yang demikian besar dan kukuh terbelah, retak, kemudian digulung.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
2 82:2
وَاِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْۙ
Wa iżal-kawākibuntaṡarat.
"apabila bintang-bintang jatuh berserakan,"
Makna & Renungan Singkat
Dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan, keluar dari garis edarnya, dan berhamburan secara acak akibat hilangnya gaya tarik-menarik antar-benda angkasa.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
3 82:3
وَاِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْۙ
Wa iżal-biḥāru fujjirat.
"apabila lautan diluapkan,"
Makna & Renungan Singkat
Dan apabila lautan dijadikan meluap, di mana batas antara satu laut dengan lainnya terbelah dan hancur sehingga air meluap. Air tawar dan asin pun menyatu, berkumpul menjadi lautan raksasa tak bertepi.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
4 82:4
وَاِذَا الْقُبُوْرُ بُعْثِرَتْۙ
Wa iżal-qubūru bu‘ṡirat.
"dan apabila kuburan-kuburan dibongkar,"
Makna & Renungan Singkat
Dan apabila kuburan-kuburan dibongkar sehingga mayat-mayat yang ada di dalamnya hidup kembali lalu berhamburan keluar tak tentu arah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
5 82:5
عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ وَاَخَّرَتْۗ
‘Alimat nafsum mā qaddamat wa akhkharat.
"setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikan(-nya)."
Makna & Renungan Singkat
Maka pada saat itulah setiap jiwa akan mengetahui secara rinci amal baik atau buruk apa saja yang telah dikerjakan olehnya di dunia dan apa yang dilalaikan-nya. Dia kemudian akan mendapat balasan atas perbuatannya tersebut.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
6 82:6
يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِۙ
Yā ayyuhal-insānu mā garraka birabbikal-karīm(i).
"Wahai manusia, apakah yang telah memperdayakanmu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Mulia,"
Makna & Renungan Singkat
Malaikat menyeru penuh heran, “Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu sehingga berbuat durhaka terhadap Tuhanmu Yang Mahamulia, padahal Dialah yang telah menciptakanmu, memeliharamu, mendidikmu, dan menjadikanmu makhluk terbaik?”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
7 82:7
الَّذِيْ خَلَقَكَ فَسَوّٰىكَ فَعَدَلَكَۙ
Allażī khalaqaka fa sawwāka fa ‘adalak(a).
"yang telah menciptakanmu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)-mu seimbang?"
Makna & Renungan Singkat
Mengapa kamu ingkar kepada Tuhan yang telah menciptakanmu dari tiada dalam ukuran yang tepat, lalu Dia menyempurnakan kejadianmu dengan anggota-anggota tubuh, dan Dia menjadikan susunan tubuh-mu seimbang?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
8 82:8
فِيْٓ اَيِّ صُوْرَةٍ مَّا شَاۤءَ رَكَّبَكَۗ
Fī ayyi ṣūratim mā syā'a rakkabak(a).
"Dalam bentuk apa saja yang dikehendaki, Dia menyusun (tubuh)-mu."
Makna & Renungan Singkat
Dalam bentuk apa saja yang dikehendaki, Dia menyusun tubuhmu dengan sempurna. Tidak ada manusia yang sama persis dengan lainnya. Karena mempunyai bentuk tubuh yang sempurna, semestinya manusia bersyukur kepada Allah dan tidak bermaksiat bahkan menyekutukanNya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
9 82:9
كَلَّا بَلْ تُكَذِّبُوْنَ بِالدِّيْنِۙ
Kallā bal tukażżibūna bid-dīn(i).
"Jangan sekali-kali begitu! Bahkan, kamu mendustakan hari Pembalasan."
Makna & Renungan Singkat
Sekali-kali jangan begitu; janganlah kamu berbuat durhaka! Bahkan kamu mendustakan hari pembalasan meski bukti-bukti yang menerangkan keniscayaannya telah kamu saksikan dengan nyata.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
10 82:10
وَاِنَّ عَلَيْكُمْ لَحٰفِظِيْنَۙ
Wa inna ‘alaikum laḥāfiẓīn(a).
"Sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) pengawas"
Makna & Renungan Singkat
Dan mengapa kamu mendustakan hari pembalasan, padahal sesungguhnya bagi kamu ada para malaikat yang mengawasi semua perbuatanmu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
11 82:11
كِرَامًا كٰتِبِيْنَۙ
Kirāman kātibīn(a).
"yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (amal perbuatanmu)."
Makna & Renungan Singkat
Mereka adalah makhluk yang mulia di sisi Allah karena kepatuhan dan ketaatan mereka, dan yang tidak pernah luput mencatat amal perbuatanmu, dari yang baik hingga yang buruk, dari yang kecil hingga yang besar.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
12 82:12
يَعْلَمُوْنَ مَا تَفْعَلُوْنَ
Ya‘lamūna mā taf‘alūn(a).
"Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan."
Makna & Renungan Singkat
Para malaikat itu mencatat perbuatanmu dengan rinci dan mereka mengetahui apa saja yang kamu kerjakan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
13 82:13
اِنَّ الْاَبْرَارَ لَفِيْ نَعِيْمٍۙ
Innal-abrāra lafī na‘īm(in).
"Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan."
Makna & Renungan Singkat
Semua perbuatan manusia tercatat dalam buku catatan amal yang kelak akan diperlihatkan kepada mereka di akhirat. Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti, beriman, dan beramal saleh, benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan tiada tara, tak terbayangkan, apalagi terbandingkan dengan kenikmatan duniawi.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
14 82:14
وَّاِنَّ الْفُجَّارَ لَفِيْ جَحِيْمٍ
Wa innal-fujjāra lafī jaḥīm(in).
"Sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam (neraka) Jahim."
Makna & Renungan Singkat
Dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka kepada Allah, enggan menaati-Nya, bahkan mengingkari, mendurhakai, dan menyekutukan-Nya, benar-benar berada dalam neraka yang penuh siksaan yang sangat mengerikan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
15 82:15
يَصْلَوْنَهَا يَوْمَ الدِّيْنِ
Yaṣlaunahā yaumad-dīn(i).
"Mereka memasukinya pada hari Pembalasan."
Makna & Renungan Singkat
Mereka yang durhaka itu masuk ke dalamnya pada hari pembalasan, di mana semua manusia harus mempertanggungjawabkan tiap detail perbuatannya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
16 82:16
وَمَا هُمْ عَنْهَا بِغَاۤىِٕبِيْنَۗ
Wa mā hum ‘anhā bigā'ibīn(a).
"Mereka tidak mungkin keluar dari (neraka) itu."
Makna & Renungan Singkat
Dan mereka yang ingkar dan durhaka kepada Allah itu tidak mungkin keluar dari neraka itu dan tidak pula mati di dalamnya. Mereka menetap dan hidup di dalamnya selama-lamanya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
17 82:17
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا يَوْمُ الدِّيْنِۙ
Wa mā adrāka mā yaumud-dīn(i).
"Tahukah engkau apakah hari Pembalasan itu?"
Makna & Renungan Singkat
Menegaskan ketegangan hari kebangkitan, Allah bertanya, “Dan tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
18 82:18
ثُمَّ مَآ اَدْرٰىكَ مَا يَوْمُ الدِّيْنِۗ
Ṡumma mā adrāka mā yaumud-dīn(i).
"Kemudian, tahukah engkau apakah hari Pembalasan itu?"
Makna & Renungan Singkat
Allah mengulangi sekali lagi pertanyaan-Nya guna memberi efek yang lebih menggetarkan jiwa, “Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
19 82:19
يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِّنَفْسٍ شَيْـًٔا ۗوَالْاَمْرُ يَوْمَىِٕذٍ لِّلّٰهِ ࣖ
Yauma lā tamliku nafsul linafsin syai'ā(n), wal-amru yauma'iżil lillāh(i).
"(Itulah) hari (ketika) seseorang tidak berdaya (menolong) orang lain sedikit pun. Segala urusan pada hari itu adalah milik Allah."
Makna & Renungan Singkat
Hari pembalasan itu adalah pada hari ketika seseorang sama sekali tidak berdaya menolong orang lain. Setiap orang harus mempertanggungjawabkan amalnya sendiri. Hanya iman dan amal saleh yang mampu menyelamatkan seseorang dari siksa neraka. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah. Dialah penguasa tunggal; tidak ada penguasa lain selain Dia.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan