Murottal Lengkap Surat Al-Infitar Misyari Rasyid Al-Afasi
Dengarkan lantunan merdu seluruh ayat Surat Al-Infitar secara berkesinambungan.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
82:1
اِذَا السَّمَاۤءُ انْفَطَرَتْۙ
Iżas-samā'unfaṭarat.
"Apabila langit terbelah,"
Makna & Renungan Singkat
Ada empat peristiwa besar pada hari kiamat yang disebutkan di bagian awal surah ini, dari ayat 1 s.d. 4. Dua peristiwa yang pertama terjadi di langit dan sisanya di bumi. Apabila langit yang demikian besar dan kukuh terbelah, retak, kemudian digulung.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan, keluar dari garis edarnya, dan berhamburan secara acak akibat hilangnya gaya tarik-menarik antar-benda angkasa.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Dan apabila lautan dijadikan meluap, di mana batas antara satu laut dengan lainnya terbelah dan hancur sehingga air meluap. Air tawar dan asin pun menyatu, berkumpul menjadi lautan raksasa tak bertepi.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikan(-nya)."
Makna & Renungan Singkat
Maka pada saat itulah setiap jiwa akan mengetahui secara rinci amal baik atau buruk apa saja yang telah dikerjakan olehnya di dunia dan apa yang dilalaikan-nya. Dia kemudian akan mendapat balasan atas perbuatannya tersebut.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Wahai manusia, apakah yang telah memperdayakanmu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Mulia,"
Makna & Renungan Singkat
Malaikat menyeru penuh heran, “Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu sehingga berbuat durhaka terhadap Tuhanmu Yang Mahamulia, padahal Dialah yang telah menciptakanmu, memeliharamu, mendidikmu, dan menjadikanmu makhluk terbaik?”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"yang telah menciptakanmu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)-mu seimbang?"
Makna & Renungan Singkat
Mengapa kamu ingkar kepada Tuhan yang telah menciptakanmu dari tiada dalam ukuran yang tepat, lalu Dia menyempurnakan kejadianmu dengan anggota-anggota tubuh, dan Dia menjadikan susunan tubuh-mu seimbang?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Dalam bentuk apa saja yang dikehendaki, Dia menyusun (tubuh)-mu."
Makna & Renungan Singkat
Dalam bentuk apa saja yang dikehendaki, Dia menyusun tubuhmu dengan sempurna. Tidak ada manusia yang sama persis dengan lainnya. Karena mempunyai bentuk tubuh yang sempurna, semestinya manusia bersyukur kepada Allah dan tidak bermaksiat bahkan menyekutukanNya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Jangan sekali-kali begitu! Bahkan, kamu mendustakan hari Pembalasan."
Makna & Renungan Singkat
Sekali-kali jangan begitu; janganlah kamu berbuat durhaka! Bahkan kamu mendustakan hari pembalasan meski bukti-bukti yang menerangkan keniscayaannya telah kamu saksikan dengan nyata.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (amal perbuatanmu)."
Makna & Renungan Singkat
Mereka adalah makhluk yang mulia di sisi Allah karena kepatuhan dan ketaatan mereka, dan yang tidak pernah luput mencatat amal perbuatanmu, dari yang baik hingga yang buruk, dari yang kecil hingga yang besar.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan."
Makna & Renungan Singkat
Semua perbuatan manusia tercatat dalam buku catatan amal yang kelak akan diperlihatkan kepada mereka di akhirat. Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti, beriman, dan beramal saleh, benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan tiada tara, tak terbayangkan, apalagi terbandingkan dengan kenikmatan duniawi.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam (neraka) Jahim."
Makna & Renungan Singkat
Dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka kepada Allah, enggan menaati-Nya, bahkan mengingkari, mendurhakai, dan menyekutukan-Nya, benar-benar berada dalam neraka yang penuh siksaan yang sangat mengerikan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Dan mereka yang ingkar dan durhaka kepada Allah itu tidak mungkin keluar dari neraka itu dan tidak pula mati di dalamnya. Mereka menetap dan hidup di dalamnya selama-lamanya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(Itulah) hari (ketika) seseorang tidak berdaya (menolong) orang lain sedikit pun. Segala urusan pada hari itu adalah milik Allah."
Makna & Renungan Singkat
Hari pembalasan itu adalah pada hari ketika seseorang sama sekali tidak berdaya menolong orang lain. Setiap orang harus mempertanggungjawabkan amalnya sendiri. Hanya iman dan amal saleh yang mampu menyelamatkan seseorang dari siksa neraka. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah. Dialah penguasa tunggal; tidak ada penguasa lain selain Dia.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Surat ini terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah dan diturunkan sesudah surat An Naazi'aat. Al Infithaar yang dijadikan nama untuk surat ini adalah kata asal dari kata Infatharat (terbelah) yang terdapat pada ayat pertama.
Rujukan Mushaf & Terjemahan: Standar Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) 2019 dan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ).
Rujukan Tafsir Ringkas: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, dikumpulkan melalui proyek data terbuka gadingnst/quran-api. Sebagian kecil ayat (11 dari 6.236) belum menampilkan tafsir ringkas karena data sumber tidak lengkap.
🌱 Doa & Renungan Terkait
Perkuat pemahaman ayat dengan doa dan amalan yang sejalan: