Murottal Lengkap Surat Al-Insyiqaq Misyari Rasyid Al-Afasi
Dengarkan lantunan merdu seluruh ayat Surat Al-Insyiqaq secara berkesinambungan.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
84:1
اِذَا السَّمَاۤءُ انْشَقَّتْۙ
Iżas-samā'unsyaqqat.
"Apabila langit terbelah"
Makna & Renungan Singkat
Apabila langit yang kukuh itu terbelah ketika Allah menghilangkan keseimbangan di antara benda-benda langit. Terjadilah tabrakan antarbenda langit. Langit pun terbelah lalu digulung dan akhirnya terempas tidak berbekas.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"serta patuh kepada Tuhannya dan sudah semestinya patuh."
Makna & Renungan Singkat
Dan langit pada saat itu patuh kepada Tuhan Pencipta dan Pengatur-nya, dan sudah semestinya langit itu patuh, demikian pula alam raya, kepada Tuhan (Lihat: Surah Fussilat/41: 11).
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Dan apabila bumi diratakan setelah gunung-gunung tersapu dari tempatnya akibat dahsyatnya kekuatan yang menghempaskannya. Gunung yang besar dan kekar berubah menjadi pasir yang kemudian diterbangkan oleh tiupan angin yang dahsyat, menjadi abu yang beterbangan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong,"
Makna & Renungan Singkat
Dan apabila bumi memuntahkan apa saja yang ada di dalamnya, seperti manusia yang terkubur, batuan, dan sebagainya, dan karenanya menjadi kosong bagaikan ibu hamil yang telah melahirkan janinnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"serta patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh."
Makna & Renungan Singkat
Dan apabila bumi patuh kepada Tuhan yang telah menciptakan-nya, dan sudah semestinya bumi itu dan alam semesta tunduk patuh dalam kekuasaan dan genggaman-Nya. Ketika kejadian-kejadian luar biasa ini tiba, manusia akan mengetahui balasan atas semua perbuatannya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Yā ayyuhal-insānu innaka kādiḥun ilā rabbika kadḥan fa mulāqīh(i).
"Wahai manusia, sesungguhnya engkau telah bekerja keras menuju (pertemuan dengan) Tuhanmu. Maka, engkau pasti menemui-Nya."
Makna & Renungan Singkat
Wahai manusia! Sesungguhnya kamu ketika di dunia telah bekerja keras siang dan malam untuk terus berbuat baik maupun buruk guna menuju kepada Tuhanmu, maka pada akhirnya pasti kamu akan menemui-Nya. Tiap hari yang seseorang lalui pada hakikatnya adalah langkah menuju kematian, menuju pertemuan dengan Tuhannya, berbekal amal masing-masing, lalu Tuhan akan memberinya balasan yang setimpal.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya,"
Makna & Renungan Singkat
Di hadapan Allah manusia akan terbagi menjadi dua kelompok: kelompok yang berbahagia dan kelompok yang sengsara. Maka adapun orang yang catatan amal-nya diberikan dari sebelah kanannya—mereka adalah orang yang beriman dan berbuat baik,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"dan dia akan kembali kepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira."
Makna & Renungan Singkat
Dan dia akan kembali kepada keluarganya yang sama-sama beriman dengan riang gembira. Segala kecemasan yang mereka rasakan sebelum itu akan sirna. Mereka berbahagia bagaikan pahlawan yang memenangkan peperangan (Lihat: Surah al-Hàqqah/69: 19–20).
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
maka dia akan berteriak, “Celakalah aku!” (Lihat: Surah al-Hàqqah/69: 25–29). Dia merasa lebih baik mati daripada harus merasakan menghadapi azab yang akan menimpanya. Itulah balasan bagi mereka yang telah mendustakan rasul, mengingkari Allah, dan berbuat maksiat.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan keluarganya (yang sama-sama kafir)."
Makna & Renungan Singkat
Sungguh, dia yang menerima catatan amalnya dari arah belakang dahulu di dunia bergembira di kalangan keluarganya yang kafir. Mereka melampiaskan hawa nafsu dengan kufur dan berbuat maksiat, seakan mereka akan hidup selamanya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya dia mengira bahwa dia tidak akan kembali (kepada Tuhannya)."
Makna & Renungan Singkat
Sesungguhnya dia menikmati kekafirannya, merasa leluasa berbuat maksiat, dan mengira bahwa dia tidak akan kembali kepada Tuhan untuk dimintai pertanggungjawaban.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Tidak demikian. Sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya."
Makna & Renungan Singkat
Tidak demikian. Mereka pasti akan kembali kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatannya. Sesungguhnya Tuhannya selalu melihat dan mencatat perbuatan-nya, lalu Dia akan membalasnya dengan sangat adil. Perbuatan baik dibalas kebaikan dan perbuatan buruk dibalas dengan siksa.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Aku bersumpah demi cahaya merah pada waktu senja,"
Makna & Renungan Singkat
Tuhan Mahakuasa di alam semesta. Maka Aku bersumpah demi cahaya merah pada waktu senja, saat matahari akan terbenam dan cahayanya yang tampak kemerahan masih pendar ke sebagian penjuru langit.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Dan Aku bersumpah pula demi bulan apabila jadi purnama, ketika bulan bercahaya penuh sehingga suasana malam menjadi menawan. Perubahan suasana alam menunjukkan adanya kekuatan luar biasa yang mampu mengendalikannya. Dialah Allah Yang Mahakuasa.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"sungguh, kamu benar-benar akan menjalani tingkat demi tingkat (dalam kehidupan)."
Makna & Renungan Singkat
Sungguh, akan kamu jalani kehidupanmu tingkat demi tingkat. Kamu semula berupa nutfah, lalu menjadi alaqah, menjadi mudgah, lalu menerima ruh dari Tuhanmu, terlahir ke dunia, tumbuh dari kanak-kanak hingga dewasa dan tua. Akan kamu rasakan dalam hidupmu berbagai keadaan, dari yang mudah hingga yang sulit. Setelah itu kamu mati, dibangkitkan, dan dipisahkan menjadi dua kelompok: penghuni surga dan penghuni neraka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Setelah melihat tanda-tanda kekuasaan Allah yang begitu nyata, maka mengapa mereka yang kafir itu bersikeras tidak mau beriman kepada Allah, hari kebangkitan, Nabi Muhammad, dan Al-Qur’an?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Apabila Al-Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka tidak (mau) bersujud,"
Makna & Renungan Singkat
Dan mengapa pula apabila Al-Qur’an yang penuh nilai kebenaran dan sastra yang tinggi itu dibacakan kepada mereka, mereka tidak mau bersujud kepada Allah dan tunduk pada ajaran Al-Qur’an, padahal kaum kafir itu selalu menyanjung dan mengagumi karya sastra yang bernilai tinggi?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"bahkan orang-orang yang kufur itu mendustakan(-nya)."
Makna & Renungan Singkat
Mereka enggan beriman, bahkan orang-orang kafir itu mendustakan Al-Qur’an dan hari kebangkitan dengan berbagai alasan, seperti dengki kepada Nabi Muhammad, khawatir kehilangan status sosial, atau hanya merasa diri mulia.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka)."
Makna & Renungan Singkat
Dan mereka tetap ingkar, padahal Allah lebih mengetahui dengan pasti apa yang mereka sembunyikan dalam hati mereka. Allah akan membuka semua isi hati mereka kelak di hari kiamat.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Illal-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti lahum ajrun gairu mamnūn(in).
"Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan. Bagi merekalah pahala yang tidak putus-putus."
Makna & Renungan Singkat
Demikianlah, Allah akan mengazab orang-orang yang ingkar. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat pahala yang tidak putus-putusnya sebagai anugerah dari Allah dan penghargaan atas perbuatan baiknya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Surat Al Insyiqaaq, terdiri atas 25 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Infithaarr. Dinamai Al Insyiqaaq (terbelah), diambil dari perkataan Insyaqqat yang terdapat pada permulaan surat ini, yang pokok katanya ialah insyiqaaq.
Rujukan Mushaf & Terjemahan: Standar Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) 2019 dan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ).
Rujukan Tafsir Ringkas: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, dikumpulkan melalui proyek data terbuka gadingnst/quran-api. Sebagian kecil ayat (11 dari 6.236) belum menampilkan tafsir ringkas karena data sumber tidak lengkap.
🌱 Doa & Renungan Terkait
Perkuat pemahaman ayat dengan doa dan amalan yang sejalan: