"Diturunkannya Kitab (Al-Qur’an) ini (berasal) dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
Makna & Renungan Singkat
Kitab, yaitu Al-Qur’an ini diturunkan secara berangsur-angsur dari Allah Yang Mahaperkasa terhadap ketentuan-Nya, lagi Mahabijaksana terhadap semua keputusan dan ketentuan-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya di langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang mukmin."
Makna & Renungan Singkat
Sesungguhnya, pada penciptaan langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda ke-Esaan, kekuasaan, dan kebesaran Allah bagi orang-orang mukmin yang imannya mantap.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa fī khalqikum wa mā yabuṡṡu min dābbatin āyātul liqaumiy yūqinūn(a).
"Pada penciptaan kamu dan makhluk bergerak yang ditebarkan-Nya terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang meyakini."
Makna & Renungan Singkat
Dan juga pada penciptaan dirimu, wahai manusia, dengan bentuk yang fungsi yang sempurna dan pada apa yang di tebarkan-Nya di permukaan bumi dari aneka jenis binatang melata, terdapat tanda-tanda keesaan, kekuasaan, dan kebesaran Allah untuk kaum yang meyakini,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wakhtilāfil-laili wan-nahāri wa mā anzalallāhu minas-samā'i mir rizqin fa aḥyā bihil-arḍa ba‘da mautihā wa taṣrīfir-riyāḥi āyātul liqaumiy ya‘qilūn(a).
"(Pada) pergantian malam dan siang serta rezeki yang diturunkan Allah dari langit, lalu dihidupsuburkannya bumi (dengan air hujan) sesudah matinya, dan pada perkisaran angin terdapat (pula) tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengerti."
Makna & Renungan Singkat
dan pada perbedaan malam dan siang, yang datang silih berganti, malam datang lalu siang pergi, dan pada apa yang di turunkan Allah dari langit, seperti hujan sebagai rezeki lalu dengan air hujan itu di hidupkan-Nya bumi setelah matinya, yaitu kering, dan demikian pula pada perkisaran angin ke berbagai arah, perbedaan suhu dan kekuatannya serta manfaat dan bahayanya, terdapat pula tanda-tanda keesaan, kekuasaan, dan kebesaran Allah bagi kaum yang mengerti.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Tilka āyātullāhi natlūhā ‘alaika bil-ḥaqq(i), fa bi'ayyi ḥadīṡim ba‘dallāhi wa āyātihī yu'minūn(a).
"Itulah ayat-ayat Allah yang Kami bacakan kepadamu dengan benar. Maka, pada perkataan mana lagi mereka akan beriman setelah Allah dan ayat-ayat-Nya?"
Makna & Renungan Singkat
Itulah ayat-ayat Allah yang dihamparkan di alam ini untuk menggambarkan keesaan, kekuasaan, dan kebesaran-Nya yang Kami bacakan melalui malaikat Jibril kepadamu, wahai Nabi Muhammad, dengan sebenarnya untuk engkau sampaikan kepada umatmu; maka dengan perkataan mana lagi mereka akan beriman setelah firman Allah dan ayat-ayat-Nya itu? Kalau ayat-ayat Al-Qur’an dan tanda-tanda kekuasaan Allah di muka bumi tidak mereka percayai, maka yang lain pun mereka lebih tidak percaya lagi.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Celakalah setiap pembohong lagi bergelimang dosa"
Makna & Renungan Singkat
Kecelakaan yang amat besar bagi setiap orang yang banyak berdusta, yaitu mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, lagi banyak berdosa, yakni melakukan pelanggaran,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"yang mendengar ayat-ayat Allah dibacakan kepadanya, kemudian dia tetap menyombongkan diri seakan-akan tidak mendengarnya. Peringatkanlah dia (wahai Nabi Muhammad) dengan azab yang amat pedih."
Makna & Renungan Singkat
yaitu orang yang selalu mendengar ayat-ayat Allah dengan begitu jelas ketika di bacakan kepadanya dengan lisan, namun tetap saja dia tidak mempercayainya, bahkan kemudian dia tetap mengingkarinya sambil menyombongkan diri seakan-akan dia tidak pernah mendengarnya. Karena sikap dan tindakannya yang demikian itulah, maka wahai Nabi Muhammad, peringatkanlah dia dengan azab yang pedih akibat perbuatan buruknya
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa iżā ‘alima min āyātinā syai'anittakhażahā huzuwā(n), ulā'ika lahum ‘ażābum muhīn(un).
"Apabila dia mengetahui sesuatu tentang ayat-ayat Kami, dia menjadikannya bahan olok-olok. Merekalah yang akan menerima azab yang menghinakan."
Makna & Renungan Singkat
Dan apabila dia telah mengetahui dengan cara apa pun sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka dia menjadikannya sebagai bahan olok-olokan. Merekalah, yaitu para pembohong dan pendosa itu, yang akan menerima azab yang menghinakan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Miw warā'ihim jahannam(u), wa lā yugnī ‘anhum mā kasabū syai'aw wa lā mattakhażū min dūnillāhi auliyā'(a), wa lahum ‘ażābun ‘aẓīm(un).
"Di hadapan mereka ada (neraka) Jahanam. Tidak akan berguna sedikit pun bagi mereka apa yang telah mereka kerjakan dan tidak (pula bermanfaat) apa yang mereka jadikan sebagai sesembahan selain Allah. Bagi mereka azab yang sangat berat."
Makna & Renungan Singkat
Di hadapan mereka kini sudah disiapkan neraka Jahanam dan tidak akan berguna bagi mereka sedikit pun apa yang telah mereka kerjakan, dan tidak pula bermanfaat apa yang mereka jadikan sebagai pelindung-pelindung mereka, yaitu sesembahan mereka selain Allah. Dan mereka akan mendapat azab yang besar sebagai akibat dari perbuatan dosa yang mereka lakukan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Ini (Al-Qur’an) adalah petunjuk (yang agung). Orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Tuhannya akan mendapat azab berupa siksaan yang sangat pedih."
Makna & Renungan Singkat
Al-Qur\'an ini adalah petunjuk yang menunjukkan dan mengarahkan mereka ke jalan yang benar. Dan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Tuhan mereka akan mendapat azab berupa siksaan yang sangat pedih.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Allāhul-lażī sakhkhara lakumul-baḥra litajriyal-fulku fīhi bi'amrihī wa litabtagū min faḍlihī wa la‘allakum tasykurūn(a).
"Allahlah yang telah menundukkan laut untukmu agar kapal-kapal dapat berlayar di atasnya dengan perintah-Nya, agar kamu dapat mencari sebagian karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur."
Makna & Renungan Singkat
Tidakkah kalian perhatikan, wahai manusia, bahwa Allah Yang Maha Esa lagi Mahakuasa lah yang telah menundukkan laut, yakni memudahkannya untuk kemaslahatan kamu agar kapal-kapal dapat berlayar di atasnya membawa kamu dan barang-barang keperluanmu hingga ke tempat tujuan dengan izin dan perintah-Nya, dan agar kamu dapat mencari sebagian karunia-Nya, yang berupa hasil laut, seperti ikan dan hasil laut lainnya, dan juga agar kamu bersyukur atas nikmat-nikmat Allah yang di anugerahkan-Nya itu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa sakhkhara lakum mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍi jamī‘am minh(u), inna fī żālika la'āyātil liqaumiy yatafakkarūn(a).
"Dia telah menundukkan (pula) untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya (sebagai rahmat) dari-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir."
Makna & Renungan Singkat
Dan hanya Dia Yang Maha Esa lagi Mahakuasa yang dapat menundukkan bagi kemaslahatan kamu apa yang ada di langit, seperti bintang-bintang dan planet-planet serta apa yang ada di bumi, seperti tanah yang subur, air, dan lain-lainnya untuk kemaslahatan kamu semuanya sebagai rahmat dari-Nya. Sesungguhnya, dalam hal yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah bagi orang-orang yang berpikir dan merenungkan ayat-ayat-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Katakanlah (Nabi Muhammad) kepada orang-orang yang beriman, hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tidak mengharapkan akan hari-hari (pembalasan) Allah karena Dia akan memberi ganjaran kepada suatu kaum atas apa yang telah mereka usahakan."
Makna & Renungan Singkat
Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada orang-orang yang ber iman kepada Allah dan rasul-Nya, hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang melakukan perbuatan jahat yang tidak takut akan hari-hari di mana Allah menimpakan siksaan kepada mereka karena Dia akan membalas suatu kaum di akhirat nanti sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan di dunia ini.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Man ‘amila ṣāliḥan fa linafsih(ī), wa man asā'a fa ‘alaihā, ṡumma ilā rabbikum turja‘ūn(a).
"Siapa yang mengerjakan amal saleh, itu untuk dirinya sendiri dan siapa yang berbuat keburukan, itu akan menimpa dirinya sendiri. Kemudian, hanya kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan."
Makna & Renungan Singkat
Pembalasan yang mereka dapatkan ialah bahwa barang siapa mengerjakan kebajikan sekecil apa pun, maka pahala dan ganjarannya itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barang siapa mengerjakan kejahatan sekecil apa pun juga, maka dosa dan sanksi amalnya itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian setelah kehidupan dunia ini kepada Tuhanmu kamu di kembalikan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa laqad ātainā banī isrā'īlal-kitāba wal-ḥukma wan-nubuwwata wa razaqnāhum minaṭ-ṭayyibāti wa faḍḍalnāhum ‘alal-‘ālamīn(a).
"Sungguh, Kami benar-benar telah menganugerahkan kepada Bani Israil kitab suci, hukum, dan kenabian. Kami pun telah menganugerahkan kepada mereka rezeki yang baik dan Kami lebihkan mereka atas semua umat yang lain di alam ini (pada masa itu)."
Makna & Renungan Singkat
Dan sungguh, kepada Bani Israil telah Kami berikan Kitab, yaitu Taurat, Injil, dan Zabur masing-masing melalui Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Daud, kekuasaan, syariat dan ketetapan hukum, dan kenabian, yaitu Kami jadikan sebahagian di antara mereka sebagai nabi. Kami anugerahkan kepada mereka aneka macam rezeki yang baik-baik, seperti al-mann dan al-salwa, dan Kami lebihkan mereka atas seluruh alam, yakni atas bangsa-bangsa lain pada masa itu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Kami telah menganugerahkan pula kepada mereka keterangan-keterangan yang jelas tentang urusan (agama). Maka, mereka tidak berselisih, kecuali setelah datang ilmu kepada mereka karena kedengkian di antara mereka. Sesungguhnya Tuhanmu akan memutuskan di antara mereka pada hari Kiamat apa yang selalu mereka perselisihkan."
Makna & Renungan Singkat
Dan juga Kami telah berikan kepada mereka keterangan-keterangan, sebagai bukti-bukti yang jelas tentang urusan agama; maka sangat buruk sikap mereka karena mereka tidak berselisih kecuali setelah datang kepada mereka ilmu, pengetahuan yang sebenarnya dapat menyatukan mereka. Perselisihan mereka itu terjadi karena kedengkian yang ada di antara me-reka. Sungguh, Tuhanmu, yang memelihara dan membimbingmu, wahai Nabi Muhammad, akan memberi putusan kepada mereka pada hari Kiamat terhadap apa yang selalu mereka perselisihkan sewaktu mereka hidup di dunia.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Kemudian, Kami jadikan engkau (Nabi Muhammad) mengikuti syariat dari urusan (agama) itu. Maka, ikutilah ia (syariat itu) dan janganlah engkau ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui."
Makna & Renungan Singkat
Kemudian setelah terjadi perselisihan di antara mereka, Kami jadikan engkau, wahai Nabi Muhammad, mengikuti syariat peraturan dari agama itu yang mengantarkan engkau kepada kebenaran, maka ikutilah, yakni laksanakanlah syariat yang diturunkan kepadamu itu dan janganlah engkau ikuti keinginan orang-orang kafir Quraisy dan orang-orang yang ingkar seperti mereka yang tidak mengetahui kebenaran, ke-Esaan Allah, dan syariat yang di turunkan kepadamu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya mereka sekali-kali tidak akan dapat menghindarkan engkau sedikit pun dari (azab) Allah. Sesungguhnya orang-orang zalim itu sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Adapun Allah adalah pelindung orang-orang bertakwa."
Makna & Renungan Singkat
Sungguh, mereka yang kafir dan tidak mengikuti kebenaran itu tidak akan dapat menghindarkan engkau, wahai Nabi Muhammad, sedikit pun dari azab Allah. Dan sungguh, orang-orang yang zalim itu sebagian mereka menjadi pelindung atas sebagian yang lain dalam melakukan perbuatan dosa, sedangkan Allah pelindung bagi orang-orang yang bertakwa.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Hāżā baṣā'iru lin-nāsi wa hudaw wa raḥmatul liqaumiy yūqinūn(a).
"Ini (Al-Qur’an) adalah pedoman bagi manusia, petunjuk, dan rahmat bagi kaum yang meyakini(-nya)."
Makna & Renungan Singkat
Wahyu berupa Al-Qur’an ini dan tuntunan yang diturunkan kepadamu adalah pedoman dan bukti bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini adanya Tuhan Yang Maha Esa.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Am ḥasibal-lażīnajtaraḥus -sayyi'āti an naj‘alahum kal-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti sawā'am maḥyāhum wa mamātuhum, sā'a mā yaḥkumūn(a).
"Apakah orang-orang yang melakukan keburukan itu mengira bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, yaitu sama kehidupan dan kematian mereka? Alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu."
Makna & Renungan Singkat
Allah kemudian mempertanyakan sikap orang-orang kafir Apakah orang-orang yang melakukan kejahatan itu di dunia ini mengira bahwa Kami akan memperlakukan mereka di akhirat kelak sama seperti orang-orang yang ber iman dan yang mengerjakan kebajikan, yaitu sama dalam kehidupan dan kematian mereka? Tentulah tidak sama. Alangkah buruknya penilaian mereka itu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa khalaqallāhus-samāwāti wal-arḍa bil-ḥaqqi wa litujzā kullu nafsim bimā kasabat wa hum lā yuẓlamūn(a).
"Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak dan agar setiap jiwa diberi balasan (setimpal) dengan apa yang diusahakan serta mereka tidak akan dizalimi."
Makna & Renungan Singkat
Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar, yakni penuh hikmah dan aturan untuk menunjukkan ke-Esaan dan kekuasaan-Nya, dan agar setiap jiwa, yakni manusia, diberi balasan sesuai dengan apa, yakni amal yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan di rugikan dalam menerima balasan amalnya itu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Afa ra'aita manittakhaża ilāhahū hawāhu wa aḍallahullāhu ‘alā ‘ilmiw wa khatama ‘alā sam‘ihī wa qalbihī wa ja‘ala ‘alā baṣarihī gisyāwah(tan), famay yahdīhi mim ba‘dillāh(i), afalā tażakkarūn(a).
"Tahukah kamu (Nabi Muhammad), orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan dibiarkan sesat oleh Allah dengan pengetahuan-Nya, Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya, siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat)? Apakah kamu (wahai manusia) tidak mengambil pelajaran?"
Makna & Renungan Singkat
Maka pernahkah kamu, wahai Nabi Muhammad, melihat dan menyaksikan orang yang menyimpang dari fitrahnya dengan menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dengan mengikuti dan menurutinya dan Allah membiarkannya sesat dan larut dalam kesesatannya itu dengan sepengetahuan-Nya, yakni ilmu Allah Yang Mahaluas, dan Allah telah mengunci pendengaran sehingga mereka tidak dapat mendengar kebenaran dan mengunci hatinya sehingga dia enggan meyakini kebenaran serta meletakkan tutup atas penglihatannya sehingga tidak dapat melihat bukti-bukti ke-Esaan Allah di muka bumi ini? Maka siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah berpaling dan membiarkannya sesat? Mengapa kamu, wahai kaum musyrik atau siapa pun juga, tidak meng-ambil pelajaran dari apa yang terjadi pada orang-orang yang sesat itu?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa qālū mā hiya illā ḥayātunad-dun-yā namūtu wa naḥyā wa mā yuhlikunā illad-dahr(u), wa mā lahum biżālika min ‘ilmin in hum illā yaẓunnūn(a).
"Mereka berkata, “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup, dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa.” Padahal, mereka tidak mempunyai ilmu (sama sekali) tentang itu. Mereka hanyalah menduga-duga."
Makna & Renungan Singkat
Dan mereka, orang-orang musyrik dan yang mengingkari kebangkitan, berkata, “Ia, yakni kehidupan ini, tidak lain hanyalah kehidupan dunia kita saja, tidak ada kehidupan akhirat, sebahagian kita mati karena sampai ajalnya dan sebahagian kita hidup, yakni lahir lagi dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa, yakni akhir dari kehidupan kita.” Tetapi mereka tidak mempunyai ilmu, yakni pengetahuan yang pasti, tentang itu, mereka hanyalah menduga-duga saja.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa iżā tutlā ‘alaihim āyātunā bayyinātim mā kāna ḥujjatahum illā an qālu'tū bi'ābā'inā in kuntum ṣādiqīn(a).
"Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas, tidak ada bantahan mereka, kecuali mengatakan, “Hidupkanlah kembali nenek moyang kami jika kamu adalah orang-orang benar.”"
Makna & Renungan Singkat
Dan apabila kepada mereka dibacakan ayat-ayat Kami yang sangat jelas pembuktiannya, yaitu ayat-ayat Al-Qur’an atau tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah di alam ini, tidak ada bantahan mereka terhadap ayat-ayat itu selain mengatakan, “Datangkanlah atau hidupkanlah kembali, wahai para pembaca ayat-ayat itu, nenek moyang kami yang sudah mati, jika kamu orang yang benar meyakini bahwa di akhirat nanti ada kebangkitan.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Katakanlah, “Allah menghidupkan kamu lalu mematikan kamu kemudian mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak ada keraguan tentangnya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”"
Makna & Renungan Singkat
Keingkaran mereka terhadap kebangkitan ini dibantah oleh Allah, Wahai Nabi Muhammad, Katakanlah kepada mereka yang mengingkari kebangkitan itu, ‘Allah yang Mahakuasa yang menciptakan dan menghidupkan kamu padahal kamu sebelumnya tidak ada, kemudian Dia pulalah yang mematikan kamu pada saat ajalmu datang, setelah itu Dia mengumpulkan kamu untuk dihisab pada hari Kiamat yang tidak diragukan lagi, pasti akan terjadi; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui kekuasaan Allah untuk membangkitkan mereka.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa lillāhi mulkus-samāwāti wal-arḍ(i), wa yauma taqūmus-sā‘atu yauma'iżiy yakhsarul-mubṭilūn(a).
"Milik Allahlah kerajaan langit dan bumi. Pada hari terjadinya kiamat rugilah pada hari itu orang-orang yang mengerjakan kebatilan."
Makna & Renungan Singkat
Dan hanya milik Allah, bukan miliki siapa-siapa, kerajaan langit dan bumi, Dialah yang menciptakan dan mengatur wujud seluruh alam. Dan pada hari terjadinya Kiamat, akan rugilah pada hari itu orang-orang yang mengerjakan kebatilan, yakni perbuatan dosa.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(Pada hari itu) engkau akan melihat setiap umat berlutut. Setiap umat dipanggil untuk (melihat) buku (catatan amal)-nya. Pada hari itu kamu diberi balasan atas apa yang telah kamu kerjakan."
Makna & Renungan Singkat
Dan pada hari itu engkau, wahai Nabi Muhammad, akan melihat setiap umat, penganut agama dan kepercayaan apa pun, yang berbuat baik maupun yang berbuat jahat, berlutut di hadapan Allah untuk menghadapi hari yang dahsyat untuk di hisab dan di adili. Setiap umat dipanggil untuk menerima dan melihat buku catatan amalnya, yang baik dan yang buruk, yang besar maupun yang kecil, semuanya tercantum di dalamnya. Pada hari itu kamu di beri balasan sesuai dengan apa yang dahulu telah kamu kerjakan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(Allah berfirman,) “Inilah Kitab (catatan) Kami yang menuturkan kepadamu dengan hak. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan.”"
Makna & Renungan Singkat
Ketika kitab amal itu di serahkan kepada setiap umat, Allah berfirman, “Inilah kitab catatan Kami yang menuturkan kepadamu segala sesuatu yang telah kamu kerjakan di dunia dahulu dengan sebenar-benar-nya tanpa di kurangi dan di tambah sedikit pun. Sesungguhnya Kami telah menyuruh para malaikat pencatat amal untuk mencatat apa yang dahulu telah kamu kerjakan.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Fa'ammal-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti fayudkhiluhum rabbuhum fī raḥmatih(ī), żālika huwal-fauzul-mubīn(u).
"Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, Tuhan akan memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (surga). Itulah kemenangan yang nyata."
Makna & Renungan Singkat
Maka adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya serta mengerjakan kebajikan-kebajikan yang telah di perintahkan Allah dan rasul-Nya, maka Tuhan memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya, yakni surga. Demikian itulah kemenangan yang nyata yang di peroleh oleh orang-orang beriman.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa ammal-lażīna kafarū, falam takun āyātī tutlā ‘alaikum fastakbartum wa kuntum qaumam mujrimīn(a).
"Adapun orang-orang yang kufur (dikatakan kepada mereka,) “Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu, lalu kamu menyombongkan diri dan menjadi kaum pendurhaka?”"
Makna & Renungan Singkat
Dan adapun kepada orang-orang yang kafir, Allah mengatakan kepada mereka, “Bukankah dahulu sewaktu kamu di dunia ayat-ayat-Ku telah di bacakan kepadamu oleh para rasul utusan-Ku, tetapi kamu tetap membangkang, mengingkari, dan menyombongkan diri dari ayat-ayat-Ku dan kamu tetap menjadi orang-orang yang berbuat dosa?”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa iżā qīla inna wa‘dallāhi ḥaqquw was-sā‘atu lā raiba fīhā qultum mā nadrī mas-sā‘ah(tu), in naẓunnu illā ẓannaw wa mā naḥnu bimustaiqinīn(a).
"Apabila dikatakan (kepadamu), “Sesungguhnya janji Allah itu hak dan hari Kiamat itu tidak ada keraguan tentangnya,” kamu menjawab, “Kami tidak tahu apakah hari Kiamat itu, kami hanyalah menduga-duga, dan kami tidak berupaya meyakininya.”"
Makna & Renungan Singkat
Dan apabila di katakan kepadamu oleh siapa pun, “Sungguh, janji Allah Yang Mahakuasa itu adalah benar, dan hari Kiamat yang merupakan salah satu janji-Nya itu tidak di ragukan lagi adanya,” kamu menjawab, “Kami tidak tahu apakah hari Kiamat itu, persoalan hari Kiamat itu adalah sesuatu yang kami tidak mengerti, kami sekali-kali tidak lain hanyalah menduga-duga saja, pengetahuan kami tentang itu sangat terbatas dan kami tidak meyakininya.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa badā lahum sayyi'ātu mā ‘amilū wa ḥāqa bihim mā kānū bihī yastahzi'ūn(a).
"Tampak nyatalah kepada mereka keburukan-keburukan apa yang mereka kerjakan dan berlakulah terhadap mereka apa (azab) yang dahulu selalu mereka perolok-olokkan."
Makna & Renungan Singkat
Dan apa yang mereka nyatakan di dalam ayat di atas maka nyatalah bagi mereka keburukan-keburukan yang mereka kerjakan, dan berlakulah azab terhadap mereka yang dahulu mereka perolok-olokkan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa qīlal-yauma nansākum kamā nasītum liqā'a yaumikum hāżā, wa ma'wākumun nāru wa mā lakum min nāṣirīn(a).
"(Kepada mereka) dikatakan, “Pada hari ini Kami melupakan kamu sebagaimana kamu telah melupakan pertemuan (dengan) harimu ini. Tempat kembalimu hanyalah neraka dan sama sekali tidak ada penolong bagimu."
Makna & Renungan Singkat
Dan ketika itu kepada mereka di katakan, “Pada hari ini Kami memperlakukan kamu dengan perlakuan orang yang melupakan kamu sebagaimana kamu dahulu ketika di dunia telah melupakan pertemuanmu dengan harimu ini, yakni hari yang amat celaka bagimu; dan akibat dari perbuatan dosa yang kamu lakukan dahulu di dunia maka tempat kembalimu sekarang ialah neraka dan sekali-kali tidak akan ada penolong bagimu dalam menghadapi semua siksaan di neraka itu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Żālikum bi'annakumuttakhażtum āyātillāhi huzuwaw wa garratkumul-ḥayātud-dun-yā, fal-yauma lā yukhrajūna minhā wa lā hum yusta‘tabūn(a).
"Yang demikian itu (terjadi) karena sesungguhnya kamu telah menjadikan ayat-ayat Allah sebagai (bahan) olok-olok dan kamu telah diperdaya oleh kehidupan dunia.” Maka, pada hari ini mereka tidak dikeluarkan darinya (neraka) dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertobat."
Makna & Renungan Singkat
Yang demikian itu, yakni apa yang kamu alami sekarang ini, karena sesungguhnya kamu telah menjadikan ayat-ayat Allah yang telah di bacakan kepadamu sewaktu di dunia dahulu sebagai olok-olokan dan kamu telah di tipu oleh kehidupan dunia.” Maka untuk menjalani siksaan yang amat pedih pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka di beri kesempatan untuk bertobat karena masa untuk bertobat telah berlalu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa lahul-kibriyā'u fis-samāwāti wal-arḍ(i), wa huwal-‘azīzul-ḥakīm(u).
"Hanya bagi-Nya segala kebesaran di langit dan bumi. Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
Makna & Renungan Singkat
Dan hanya bagi-Nya segala kebesaran dan ke agungan di langit dan di bumi, dan Dialah Yang Mahaperkasa dalam kekuasaan-Nya, Mahabijaksana dalam pengaturan-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Surat Al Jaatsiyah terdiri atas 37 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ad Dukhaan. Dinamai dengan Al Jaatsiyah (yang berlutut) diambil dari perkataan Jaatsiyah yang terdapat pada ayat 28 surat ini. Ayat tersebut menerangkan tentang keadaan manusia pada hari kiamat, yaitu semua manusia dikumpulkan ke hadapan mahkamah Allah Yang Maha Tinggi yang memberikan keputusan terhadap perbuatan yang telah mereka lakukan di dunia. Pada hari itu semua manusia berlutut di hadapan Allah. Dinamai juga dengan Asy Syari'ah diambil dari perkataan Syari'ah (Syari'at) yang terdapat pada ayat 18 surat ini.
Rujukan Mushaf & Terjemahan: Standar Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) 2019 dan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ).
Rujukan Tafsir Ringkas: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, dikumpulkan melalui proyek data terbuka gadingnst/quran-api. Sebagian kecil ayat (11 dari 6.236) belum menampilkan tafsir ringkas karena data sumber tidak lengkap.
🌱 Doa & Renungan Terkait
Perkuat pemahaman ayat dengan doa dan amalan yang sejalan: