Murottal Lengkap Surat Al-Lail Misyari Rasyid Al-Afasi
Dengarkan lantunan merdu seluruh ayat Surat Al-Lail secara berkesinambungan.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
92:1
وَالَّيْلِ اِذَا يَغْشٰىۙ
Wal-laili iżā yagsyā.
"Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),"
Makna & Renungan Singkat
Demi malam apabila menutupi cahaya siang. Malam yang gelap gulita dan hening menjadi waktu bagi manusia untuk beristirahat dari kepenatan kerja di siang hari.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Demi penciptaan laki-laki dan perempuan dari setetes mani. Manusia tidak mempunyai rekayasa apa pun dalam penciptaan kedua jenis ini. Semua diatur oleh Allah sesuai kebijaksanaan-Nya terhadap makhluk.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Demi ketiga hal itu, sungguh usahamu memang beraneka macam. Sebagian dari kamu memilih jalan ketaatan kepada Allah dan sebagian yang lain memilih durhaka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Siapa yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa"
Makna & Renungan Singkat
Maka barang siapa memberikan hartanya di jalan Allah, seperti ke-pada fakir miskin, anak yatim, dan kebajikan lainnya, dan bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan menghindari larangan-Nya,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Kami akan melapangkan baginya jalan kemudahan (kebahagiaan)."
Makna & Renungan Singkat
maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan dan kebahagiaan; menuju surga. Kami juga akan memudahkan jalannya untuk senantiasa beramal saleh dan taat kepada Kami.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah)"
Makna & Renungan Singkat
Dan adapun orang yang kikir terhadap hartanya dengan tidak memenuhi hak Allah dalam harta itu dan merasa dirinya cukup dengan apa yang dia punya sehingga tidak lagi memerlukan pahala dari Allah tidak mau beramal untuk kehidupan akhiratnya
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
serta mendustakan pahala yang terbaik, yaitu surga di akhirat; atau ingkar kepada Allah, hari akhir, dan apa yang Allah janjikan kepada mereka yang beramal saleh sehingga dia senantiasa melakukan maksiat,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Kami akan memudahkannya menuju jalan kesengsaraan."
Makna & Renungan Singkat
maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran dan kesengsaraan. Kami tutup hatinya dari keinginan untuk berbuat kebajikan dan Kami tahan langkahnya untuk taat kepada Kami.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Hartanya tidak bermanfaat baginya apabila dia telah binasa."
Makna & Renungan Singkat
Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila dia telah binasa dalam kemurkaan Allah. Allah tidak membutuhkan harta sebanyak apa pun. Hanya iman dan ketaatan, bukan harta, yang menyelamatkan seseorang dari azab Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya Kamilah yang (berhak) memberi petunjuk."
Makna & Renungan Singkat
Sesungguhnya Kamilah yang memberi petunjuk kepada manusia sesuai dengan kebijaksanaan Kami agar mereka berjalan pada jalan yang benar demi kebaikan mereka di dunia dan akhirat,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
dan sesungguhnya milik Kamilah kerajaan akhirat dan dunia. Kami yang mengatur urusan keduanya, sedangkan manusia tinggal menjalankan apa yang wajib baginya dan meninggalkan apa yang dilarang darinya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Aku memperingatkanmu dengan neraka yang menyala-nyala."
Makna & Renungan Singkat
Maka, Aku memperingatkan kamu, wahai manusia, dengan neraka yang menyala-nyala dan panas tiada tara; itulah neraka Jahanam. Demikianlah cara Allah mendidik manusia, dengan memberi sanksi kepada pelanggar dan penghargaan kepada penaat.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Tidak ada suatu nikmat pun yang diberikan seseorang kepadanya yang harus dibalas,"
Makna & Renungan Singkat
Dan tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat atau jasa padanya yang harus dibalasnya. Dia tidak berinfak hanya karena hendak membalas budi baik orang lain kepadanya, melainkan berinfak dengan tulus dan ikhlas.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"kecuali (dia memberikannya semata-mata) karena mencari keridaan Tuhannya Yang Maha Tinggi."
Makna & Renungan Singkat
Dia tidak berinfak demi manusia, tetapi berinfak semata karena mencari keridaan Tuhannya yang Mahatinggi. Allah sangat senang kepada orang yang tulus dan ikhlas dalam berinfak maupun ibadah lainnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sungguh, kelak dia akan mendapatkan kepuasan (menerima balasan amalnya)."
Makna & Renungan Singkat
Dan niscaya kelak dia akan mendapat kesenangan yang sempurna dari Allah sebagai balasan atas ketulusannya. Allah memperlakukannya dengan baik, memasukkanya ke surga yang penuh nikmat, dan mempersilakannya bertemu dan melihat Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Surat ini terdiri atas 21 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al A'laa. Surat ini dinamai Al Lail (malam), diambil dari perkataan Al Lail yang terdapat pada ayat pertama surat ini
Rujukan Mushaf & Terjemahan: Standar Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) 2019 dan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ).
Rujukan Tafsir Ringkas: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, dikumpulkan melalui proyek data terbuka gadingnst/quran-api. Sebagian kecil ayat (11 dari 6.236) belum menampilkan tafsir ringkas karena data sumber tidak lengkap.
🌱 Doa & Renungan Terkait
Perkuat pemahaman ayat dengan doa dan amalan yang sejalan: