Daftar

Al-Ma'arij

Tempat Naik · 44 ayat · Mekah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
1 70:1
سَاَلَ سَاۤىِٕلٌۢ بِعَذَابٍ وَّاقِعٍۙ
Sa'ala sā'ilum bi‘ażābiw wāqi‘(in).
"Seseorang (dengan nada mengejek) meminta (didatangkan) azab yang pasti akan terjadi"
Makna & Renungan Singkat
Surah al-Hàqqah menjelaskan sangat jelas tentang peristiwa Kiamat, pada awal surah ini dikemukakan adanya seseorang yang bertanya dengan tujuan untuk mengejek tentang Kiamat. Seseorang bertanya tentang tentang azab yang pasti terjadi,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
2 70:2
لِّلْكٰفِرِيْنَ لَيْسَ لَهٗ دَافِعٌۙ
Lil-kāfirīna laisa lahū dāfi‘(un).
"bagi orang-orang kafir. Tidak seorang pun yang dapat menolaknya (azab)"
Makna & Renungan Singkat
siksa yang pasti akan dijatuhkan Allah bagi orang-orang kafir, yang tidak seorang pun dapat menolaknya,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
3 70:3
مِّنَ اللّٰهِ ذِى الْمَعَارِجِۗ
Minallāhi żil-ma‘ārij(i).
"dari Allah, Pemilik tempat-tempat (untuk) naik."
Makna & Renungan Singkat
azab itu datangnya dari Allah, yang memiliki tempat-tempat naik yaitu tempat naiknya para malaikat atau amal-amal manusia
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
4 70:4
تَعْرُجُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ اِلَيْهِ فِيْ يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهٗ خَمْسِيْنَ اَلْفَ سَنَةٍۚ
Ta‘rujul-malā'ikatu war-rūḥu ilaihi fī yaumin kāna miqdāruhū khamsīna alfa sanah(tin).
"Para malaikat dan Rūḥ (Jibril) naik (menghadap) kepada-Nya dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun."
Makna & Renungan Singkat
Para malaikat dan Jibril naik menghadap kepada Tuhan, dalam sehari yang kadarnya setara dengan lima puluh ribu tahun dari tahun-tahun di dunia, hal ini menunjukkan betapa dahsyatnya azab yang akan dialami oleh kaum kafir, karena terasa amat panjang.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
5 70:5
فَاصْبِرْ صَبْرًا جَمِيْلًا
Faṣbir ṣabran jamīlā(n).
"Maka, bersabarlah dengan kesabaran yang baik."
Makna & Renungan Singkat
Menghadapi cemoohan kaum kafir tersebut, Allah memerintahkan agar Rasulullah bersabar. Allah berfirman. Maka bersabarlah engkau wahai Nabi Muhammad dengan kesabaran yang baik yaitu tanpa keluh kesah atau mengadu kepada makhluk.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
6 70:6
اِنَّهُمْ يَرَوْنَهٗ بَعِيْدًاۙ
Innahum yaraunahū ba‘īdā(n).
"Sesungguhnya mereka memandangnya (siksaan itu) jauh (mustahil terjadi),"
Makna & Renungan Singkat
Mereka kaum kafir itu memandang azab itu jauh yaitu mustahil terjadi.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
7 70:7
وَّنَرٰىهُ قَرِيْبًاۗ
Wa narāhu qarībā(n).
"sedangkan Kami memandangnya dekat (pasti terjadi)."
Makna & Renungan Singkat
Sedangkan Kami memandangnya dekat yaitu pasti terjadi dan mudah bagi Kami.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
8 70:8
يَوْمَ تَكُوْنُ السَّمَاۤءُ كَالْمُهْلِۙ
Yauma takūnus-samā'u kal-muhl(i).
"(Siksaan itu datang) pada hari (ketika) langit menjadi seperti luluhan perak,"
Makna & Renungan Singkat
Ingatlah siksa yang akan dialami oleh kaum kafir itu akan terjadi pada hari ketika langit yang sehari-harinya terlihat kokoh menjadi bagaikan cairan tembaga,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
9 70:9
وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِۙ
Wa takūnul-jibālu kal-‘ihn(i).
"gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang beterbangan),"
Makna & Renungan Singkat
dan gunung-gunung yang demikian berat menancap di bumi bagaikan bulu yang beterbangan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
10 70:10
وَلَا يَسْـَٔلُ حَمِيْمٌ حَمِيْمًاۚ
Wa lā yas'alu ḥamīmun ḥamīmā(n).
"dan tidak ada seorang pun teman setia yang menanyakan temannya,"
Makna & Renungan Singkat
Dan ketika itu tidak ada seorang teman karib pun menanyakan keadaan temannya, karena mencekamnya situasi dan kesibukan masing-masing dengan urusannya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
11 70:11
يُبَصَّرُوْنَهُمْۗ يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِيْ مِنْ عَذَابِ يَوْمِىِٕذٍۢ بِبَنِيْهِۙ
Yubaṣṣarūnahum, yawaddul-mujrimu lau yaftadī min ‘ażābi yaumi'iżim bibanīh(i).
"(padahal) mereka saling melihat. Orang yang berbuat durhaka itu menginginkan sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya,"
Makna & Renungan Singkat
Sedang mereka saling melihat, mereka semua sadar bahwa ketika itu, tidak berguna lagi bantuan teman dan kerabat. Pada hari itu, orang yang berdosa ingin sekiranya dia dapat menebus dirinya dari azab dengan menyerahkan anak-anaknya,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
12 70:12
وَصَاحِبَتِهٖ وَاَخِيْهِۙ
Wa ṣāḥibatihī wa akhīh(i).
"istrinya, saudaranya,"
Makna & Renungan Singkat
dan istri yang selalu menemaninya dan saudaranya yang merupakan darah dagingnya,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
13 70:13
وَفَصِيْلَتِهِ الَّتِيْ تُـْٔوِيْهِۙ
Wa faṣīlatihil-latī tu'wīh(i).
"keluarga yang melindunginya (di dunia),"
Makna & Renungan Singkat
dan bukan hanya itu bahkan keluarga seperti ayah ibu yang selalu melindunginya di dunia.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
14 70:14
وَمَنْ فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًاۙ ثُمَّ يُنْجِيْهِۙ
Wa man fil-arḍi jamī‘ā(n), ṡumma yunjīh(i).
"dan seluruh orang di bumi. Kemudian, (dia mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya."
Makna & Renungan Singkat
Dan mereka berharap jika dapat menebus dirinya dengan orang-orang di bumi seluruhnya, kemudian mengharapkan kiranya tebusan itu dapat menyelamatkannya dari azab.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
15 70:15
كَلَّاۗ اِنَّهَا لَظٰىۙ
Kallā, innahā laẓā.
"Sekali-kali tidak! Sesungguhnya ia (neraka) itu adalah api yang bergejolak"
Makna & Renungan Singkat
Keinginan para pendurhaka untuk menebus dirinya dengan segala sesuatu direspons oleh ayat ini: Sama sekali tidak bisa dan tidak akan ada tebusan! Sungguh, neraka itu api yang bergejolak,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
16 70:16
نَزَّاعَةً لِّلشَّوٰىۚ
Nazzā‘atal lisy-syawā.
"yang mengelupaskan kulit kepala,"
Makna & Renungan Singkat
yang mengelupaskan kulit kepala bahkan semua kulit tubuh.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
17 70:17
تَدْعُوْا مَنْ اَدْبَرَ وَتَوَلّٰىۙ
Tad‘ū man adbara wa tawallā.
"yang memanggil orang yang berpaling dan menjauh (dari agama),"
Makna & Renungan Singkat
Yang selalu memanggil orang yang membelakangi iman dan kebenaran dan yang berpaling dari petunjuk agama,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
18 70:18
وَجَمَعَ فَاَوْعٰى
Wa jama‘a fa'au‘ā.
"serta mengumpulkan (harta benda), lalu menyimpannya."
Makna & Renungan Singkat
dan orang yang mengumpulkan harta benda tanpa menghiraukan hukum dan ketentuan Allah lalu menyimpannya, yakni harta yang dikumpulkannya itu, enggan menafkahkan di jalan Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
19 70:19
۞ اِنَّ الْاِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوْعًاۙ
Innal-insāna khuliqa halu‘ā(n).
"Sesungguhnya manusia diciptakan dengan sifat keluh kesah lagi kikir."
Makna & Renungan Singkat
Setelah diuraikan tentang orang-orang yang durhaka, kini diuraikan sebab-sebab kedurhakaan mereka, yaitu adanya sifat buruk pada manusia: Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh lagi kikir.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
20 70:20
اِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوْعًاۙ
Iżā massahusy-syarru jazū‘ā(n).
"Apabila ditimpa keburukan (kesusahan), ia berkeluh kesah."
Makna & Renungan Singkat
Apabila dia ditimpa sedikit kesusahan atau musibah, dia berkeluh kesah,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
21 70:21
وَّاِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوْعًاۙ
Wa iżā massahul-khairu manū‘ā(n).
"Apabila mendapat kebaikan (harta), ia amat kikir,"
Makna & Renungan Singkat
dan apabila mendapat kebaikan harta yaitu keluasan rezeki, dia menjadi sangat kikir,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
22 70:22
اِلَّا الْمُصَلِّيْنَۙ
Illal-muṣallīn(a).
"kecuali orang-orang yang mengerjakan salat,"
Makna & Renungan Singkat
kecuali orang-orang yang melaksanakan salat dengan baik dan benar, sehingga dapat mengalahkan sifat negatif tersebut.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
23 70:23
الَّذِيْنَ هُمْ عَلٰى صَلَاتِهِمْ دَاۤىِٕمُوْنَۖ
Allażīna hum ‘alā ṣalātihim dā'imūn(a).
"yang selalu setia mengerjakan salatnya,"
Makna & Renungan Singkat
Mereka yang tetap setia melaksanakan salatnya secara istikamah,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
24 70:24
وَالَّذِيْنَ فِيْٓ اَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَّعْلُوْمٌۖ
Wal-lażīna fī amwālihim ḥaqqum ma‘lūm(un).
"yang di dalam hartanya ada bagian tertentu"
Makna & Renungan Singkat
dan orang-orang yang dalam hartanya yang diraihnya secara halal disiapkan bagian tertentu,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
25 70:25
لِّلسَّاۤىِٕلِ وَالْمَحْرُوْمِۖ
Lis-sā'ili wal-maḥrūm(i).
"untuk orang (miskin) yang meminta-minta dan orang (miskin) yang menahan diri dari meminta-minta,"
Makna & Renungan Singkat
Untuk diserahkan bagi orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta karena menjaga kehormatannya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
26 70:26
وَالَّذِيْنَ يُصَدِّقُوْنَ بِيَوْمِ الدِّيْنِۖ
Wal-lażīna yuṣaddiqūna biyaumid-dīn(i).
"yang memercayai hari Pembalasan,"
Makna & Renungan Singkat
dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan, mereka mengimaninya dengan hati dan perbuatan, sehingga mempersiapkan bekal menghadapinya,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
27 70:27
وَالَّذِيْنَ هُمْ مِّنْ عَذَابِ رَبِّهِمْ مُّشْفِقُوْنَۚ
Wal-lażīna hum min ‘ażābi rabbihim musyfiqūn(a).
"dan yang takut terhadap azab Tuhannya."
Makna & Renungan Singkat
dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya, sehingga selalu berusaha melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
28 70:28
اِنَّ عَذَابَ رَبِّهِمْ غَيْرُ مَأْمُوْنٍۖ
Inna ‘ażāba rabbihim gairu ma'mūn(in).
"Sesungguhnya tidak ada orang yang merasa aman dari azab Tuhan mereka."
Makna & Renungan Singkat
Karena sesungguhnya terhadap azab Tuhan mereka, tidak ada seseorang yang merasa aman dari kedatangannya, sebab azab tersebut pasti datang.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
29 70:29
وَّالَّذِيْنَ هُمْ لِفُرُوْجِهِمْ حٰفِظُوْنَۙ
Wal-lażīna hum lifurūjihim ḥāfiẓūn(a).
"(Termasuk orang yang selamat dari azab adalah) orang-orang yang menjaga kemaluannya,"
Makna & Renungan Singkat
Setelah diuraikan sifat yang berfungsi untuk memelihara diri, kini diuraikan hal-hal yang harus dijauhi untuk menghindari keburuk-an. Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya secara mantap dan sungguh-sungguh,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
30 70:30
اِلَّا عَلٰٓى اَزْوَاجِهِمْ اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُمْ فَاِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُوْمِيْنَۚ
Illā ‘alā azwājihim au mā malakat aimānuhum fa innahum gairu malūmīn(a).
"kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki. Sesungguhnya mereka tidak tercela (karena menggaulinya)."
Makna & Renungan Singkat
kecuali terhadap istri-istri pasangan-pasangan mereka yang sah menurut agama, atau hamba sahaya yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka tidak tercela selama mereka lakukan tidak melanggar ketentuan agama.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
31 70:31
فَمَنِ ابْتَغٰى وَرَاۤءَ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْعَادُوْنَۚ
Fa manibtagā warā'a żālika fa ulā'ika humul-‘ādūn(a).
"Maka, siapa yang mencari (pelampiasan syahwat) selain itu, mereka itulah orang-orang yang melampaui batas."
Makna & Renungan Singkat
Maka barangsiapa mencari pelampiasan hawa nafsunya di luar itu seperti zina, homoseks, dan lesbian, mereka itulah orang-orang yang melampaui batas ajaran agama dan moral, maka wajar dicela atau disiksa.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
32 70:32
وَالَّذِيْنَ هُمْ لِاَمٰنٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رٰعُوْنَۖ
Wal-lażīna hum li'amānātihim wa ‘ahdihim rā'ūn(a).
"(Termasuk orang yang selamat dari azab adalah) orang-orang yang memelihara amanat dan janji mereka,"
Makna & Renungan Singkat
Setelah mengecam siapa yang melampaui batas, kini diteruskan dengan memuji orang yang akan meraih surg.. Dan orang-orang yang memelihara amanat yang dipikulkan atas mereka oleh Allah atau oleh manusia, dan yang memenuhi janjinya,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
33 70:33
وَالَّذِيْنَ هُمْ بِشَهٰدٰتِهِمْ قَاۤىِٕمُوْنَۖ
Wal-lażīna hum bisyahādātihim qā'imūn(a).
"yang memberikan kesaksiannya (secara benar),"
Makna & Renungan Singkat
dan mereka juga orang-orang yang berpegang teguh dengan sungguh-sungguh pada kesaksiannya, tanpa dipengaruhi oleh kepentingan diri, keluarga atau kelompok,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
34 70:34
وَالَّذِيْنَ هُمْ عَلٰى صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُوْنَۖ
Wal-lażīna hum ‘alā ṣalātihim yuḥāfiẓūn(a).
"dan yang memelihara salatnya."
Makna & Renungan Singkat
dan juga orang-orang yang memelihara salatnya, baik menyangkut waktu pelaksanannya, syarat, rukun dan wajibnya serta sunah-sunahnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
35 70:35
اُولٰۤىِٕكَ فِيْ جَنّٰتٍ مُّكْرَمُوْنَ ۗ ࣖ
Ulā'ika fī jannātim mukramūn(a).
"Mereka itu (berada) di surga lagi dimuliakan."
Makna & Renungan Singkat
Mereka yang melaksanakan amal-amal itu dimuliakan di dalam surga dan mereka kekal di dalamnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
36 70:36
فَمَالِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا قِبَلَكَ مُهْطِعِيْنَۙ
Famālil-lażīna kafarū qibalaka muhṭi‘īn(a).
"Mengapa orang-orang kafir itu bersegera datang ke arahmu (Nabi Muhammad)"
Makna & Renungan Singkat
Penjelasan telah disampaikan ayat-ayat telah dibacakan, tetapi kaum kafir tetap durhaka. Kelompok ayat ini mengecam sikap keras kepala mereka. Maka mengapa orang-orang kafir itu datang bergegas ke hadapanmu,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
37 70:37
عَنِ الْيَمِيْنِ وَعَنِ الشِّمَالِ عِزِيْنَ
‘Anil-yamīni wa ‘anisy-syimāli ‘izīn(a).
"dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok?"
Makna & Renungan Singkat
wahai Muhammad, sambil terus menerus memandangmu dari arah kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
38 70:38
اَيَطْمَعُ كُلُّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ اَنْ يُّدْخَلَ جَنَّةَ نَعِيْمٍۙ
Ayaṭma‘u kullumri'im minhum ay yudkhala jannata na‘īm(in).
"Apakah setiap orang dari mereka (orang-orang kafir itu) ingin dimasukkan ke dalam surga yang penuh kenikmatan?"
Makna & Renungan Singkat
Apakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk surga yang penuh kenikmatan seperti kaum mukmin? Semestinya yang datang kepada Nabi Muhammad itu yang bersedia mengikuti ajarannya,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
39 70:39
كَلَّاۗ اِنَّا خَلَقْنٰهُمْ مِّمَّا يَعْلَمُوْنَ
Kallā, innā khalaqnāhum mimmā ya‘malūn(a).
"Sekali-kali tidak! Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui (air mani)."
Makna & Renungan Singkat
Tidak mungkin, sekali-kali tidak akan masuk surga mereka itu! Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui yaitu dari setetes mani yang mereka jijik melihatnya. Faktor lahiriah tersebut tidak mungkin mengantar mereka masuk surga, tetapi keimananlah yang dapat mengantarkan mereka masuk surga.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
40 70:40
فَلَآ اُقْسِمُ بِرَبِّ الْمَشٰرِقِ وَالْمَغٰرِبِ اِنَّا لَقٰدِرُوْنَۙ
Falā uqsimu birabbil-masyāriqi wal-magāribi innā laqādirūn(a).
"Maka, Aku bersumpah dengan Tuhan yang mengatur tempat-tempat terbit dan terbenamnya (matahari, bulan, dan bintang), sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa"
Makna & Renungan Singkat
40-41. Ayat ini untuk menegaskan kemahakuasaan Allah. Maka Aku bersumpah demi Tuhan yang mengatur tempat-tempat terbit dan terbenamnya matahari, bulan dan bintang, sungguh Kami benar-benar Mahakuasa atas segala sesuatu,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
41 70:41
عَلٰٓى اَنْ نُّبَدِّلَ خَيْرًا مِّنْهُمْۙ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوْقِيْنَ
‘Alā an nubaddila khairam minhum, wa mā naḥnu bimasbūqīn(a).
"untuk mengganti (mereka) dengan (kaum) yang lebih baik daripada mereka. Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan."
Makna & Renungan Singkat
dan Kami pasti mampu untuk mengganti mereka yang kafir itu dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan oleh siapa pun.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
42 70:42
فَذَرْهُمْ يَخُوْضُوْا وَيَلْعَبُوْا حَتّٰى يُلٰقُوْا يَوْمَهُمُ الَّذِيْ يُوْعَدُوْنَۙ
Fa żarhum yakhūḍū wa yal‘abū ḥattā yulāqū yaumahumul-lażī yū‘adūn(a)
"Maka, biarkanlah mereka tenggelam (dalam kesesatan) dan bermain-main (di dunia) sampai mereka menjumpai hari yang dijanjikan kepada mereka,"
Makna & Renungan Singkat
Maka, wahai Nabi Muhammad, biarkanlah mereka tenggelam dan bermain-main dalam kesesatan dengan menghabiskan waktu melakukan aktifitas yang tidak bermanfaat sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
43 70:43
يَوْمَ يَخْرُجُوْنَ مِنَ الْاَجْدَاثِ سِرَاعًا كَاَنَّهُمْ اِلٰى نُصُبٍ يُّوْفِضُوْنَۙ
Yauma yakhrujūna minal-ajdāṡi sirā‘an ka'annahum ilā nuṣubiy yūfiḍūn(a).
"(yaitu) pada hari ketika mereka keluar dari kubur dengan cepat seperti ketika mereka pergi dengan segera menuju berhala-berhala (sewaktu di dunia)."
Makna & Renungan Singkat
Hari yang diancamkan kepada mereka itu yaitu pada hari ketika mereka, orang-orang kafir yang meminta disegerakan azab, keluar dari kubur menyambut panggilan malaikat yang ditugaskan Allah dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala yang mereka sembah sewaktu di dunia,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
44 70:44
خَاشِعَةً اَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۗذٰلِكَ الْيَوْمُ الَّذِيْ كَانُوْا يُوْعَدُوْنَ ࣖ
Khāsyi‘atan abṣāruhum tarhaquhum żillah(tun), żālikal-yaumul-lażī kānū yū‘adūn(a).
"Pandangan mereka tertunduk (serta) diliputi kehinaan. Itulah hari yang diancamkan kepada mereka."
Makna & Renungan Singkat
Mereka bergegas dan pandangan mereka tertunduk ke bawah diliputi kehinaan. Itulah hari yang diancamkan kepada mereka yang dahulu ketika di dunia selalu mereka olok-olokkan bahkan mereka meminta disege-rakan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan