Murottal Lengkap Surat Al-Ma'arij Misyari Rasyid Al-Afasi
Dengarkan lantunan merdu seluruh ayat Surat Al-Ma'arij secara berkesinambungan.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
70:1
سَاَلَ سَاۤىِٕلٌۢ بِعَذَابٍ وَّاقِعٍۙ
Sa'ala sā'ilum bi‘ażābiw wāqi‘(in).
"Seseorang (dengan nada mengejek) meminta (didatangkan) azab yang pasti akan terjadi"
Makna & Renungan Singkat
Surah al-Hàqqah menjelaskan sangat jelas tentang peristiwa Kiamat, pada awal surah ini dikemukakan adanya seseorang yang bertanya dengan tujuan untuk mengejek tentang Kiamat. Seseorang bertanya tentang tentang azab yang pasti terjadi,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Para malaikat dan Rūḥ (Jibril) naik (menghadap) kepada-Nya dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun."
Makna & Renungan Singkat
Para malaikat dan Jibril naik menghadap kepada Tuhan, dalam sehari yang kadarnya setara dengan lima puluh ribu tahun dari tahun-tahun di dunia, hal ini menunjukkan betapa dahsyatnya azab yang akan dialami oleh kaum kafir, karena terasa amat panjang.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Menghadapi cemoohan kaum kafir tersebut, Allah memerintahkan agar Rasulullah bersabar. Allah berfirman. Maka bersabarlah engkau wahai Nabi Muhammad dengan kesabaran yang baik yaitu tanpa keluh kesah atau mengadu kepada makhluk.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(Siksaan itu datang) pada hari (ketika) langit menjadi seperti luluhan perak,"
Makna & Renungan Singkat
Ingatlah siksa yang akan dialami oleh kaum kafir itu akan terjadi pada hari ketika langit yang sehari-harinya terlihat kokoh menjadi bagaikan cairan tembaga,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Yubaṣṣarūnahum, yawaddul-mujrimu lau yaftadī min ‘ażābi yaumi'iżim bibanīh(i).
"(padahal) mereka saling melihat. Orang yang berbuat durhaka itu menginginkan sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya,"
Makna & Renungan Singkat
Sedang mereka saling melihat, mereka semua sadar bahwa ketika itu, tidak berguna lagi bantuan teman dan kerabat. Pada hari itu, orang yang berdosa ingin sekiranya dia dapat menebus dirinya dari azab dengan menyerahkan anak-anaknya,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"dan seluruh orang di bumi. Kemudian, (dia mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya."
Makna & Renungan Singkat
Dan mereka berharap jika dapat menebus dirinya dengan orang-orang di bumi seluruhnya, kemudian mengharapkan kiranya tebusan itu dapat menyelamatkannya dari azab.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sekali-kali tidak! Sesungguhnya ia (neraka) itu adalah api yang bergejolak"
Makna & Renungan Singkat
Keinginan para pendurhaka untuk menebus dirinya dengan segala sesuatu direspons oleh ayat ini: Sama sekali tidak bisa dan tidak akan ada tebusan! Sungguh, neraka itu api yang bergejolak,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"serta mengumpulkan (harta benda), lalu menyimpannya."
Makna & Renungan Singkat
dan orang yang mengumpulkan harta benda tanpa menghiraukan hukum dan ketentuan Allah lalu menyimpannya, yakni harta yang dikumpulkannya itu, enggan menafkahkan di jalan Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya manusia diciptakan dengan sifat keluh kesah lagi kikir."
Makna & Renungan Singkat
Setelah diuraikan tentang orang-orang yang durhaka, kini diuraikan sebab-sebab kedurhakaan mereka, yaitu adanya sifat buruk pada manusia: Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh lagi kikir.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(Termasuk orang yang selamat dari azab adalah) orang-orang yang menjaga kemaluannya,"
Makna & Renungan Singkat
Setelah diuraikan sifat yang berfungsi untuk memelihara diri, kini diuraikan hal-hal yang harus dijauhi untuk menghindari keburuk-an. Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya secara mantap dan sungguh-sungguh,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Illā ‘alā azwājihim au mā malakat aimānuhum fa innahum gairu malūmīn(a).
"kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki. Sesungguhnya mereka tidak tercela (karena menggaulinya)."
Makna & Renungan Singkat
kecuali terhadap istri-istri pasangan-pasangan mereka yang sah menurut agama, atau hamba sahaya yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka tidak tercela selama mereka lakukan tidak melanggar ketentuan agama.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Fa manibtagā warā'a żālika fa ulā'ika humul-‘ādūn(a).
"Maka, siapa yang mencari (pelampiasan syahwat) selain itu, mereka itulah orang-orang yang melampaui batas."
Makna & Renungan Singkat
Maka barangsiapa mencari pelampiasan hawa nafsunya di luar itu seperti zina, homoseks, dan lesbian, mereka itulah orang-orang yang melampaui batas ajaran agama dan moral, maka wajar dicela atau disiksa.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wal-lażīna hum li'amānātihim wa ‘ahdihim rā'ūn(a).
"(Termasuk orang yang selamat dari azab adalah) orang-orang yang memelihara amanat dan janji mereka,"
Makna & Renungan Singkat
Setelah mengecam siapa yang melampaui batas, kini diteruskan dengan memuji orang yang akan meraih surg.. Dan orang-orang yang memelihara amanat yang dipikulkan atas mereka oleh Allah atau oleh manusia, dan yang memenuhi janjinya,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
dan mereka juga orang-orang yang berpegang teguh dengan sungguh-sungguh pada kesaksiannya, tanpa dipengaruhi oleh kepentingan diri, keluarga atau kelompok,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Mengapa orang-orang kafir itu bersegera datang ke arahmu (Nabi Muhammad)"
Makna & Renungan Singkat
Penjelasan telah disampaikan ayat-ayat telah dibacakan, tetapi kaum kafir tetap durhaka. Kelompok ayat ini mengecam sikap keras kepala mereka. Maka mengapa orang-orang kafir itu datang bergegas ke hadapanmu,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Ayaṭma‘u kullumri'im minhum ay yudkhala jannata na‘īm(in).
"Apakah setiap orang dari mereka (orang-orang kafir itu) ingin dimasukkan ke dalam surga yang penuh kenikmatan?"
Makna & Renungan Singkat
Apakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk surga yang penuh kenikmatan seperti kaum mukmin? Semestinya yang datang kepada Nabi Muhammad itu yang bersedia mengikuti ajarannya,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sekali-kali tidak! Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui (air mani)."
Makna & Renungan Singkat
Tidak mungkin, sekali-kali tidak akan masuk surga mereka itu! Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui yaitu dari setetes mani yang mereka jijik melihatnya. Faktor lahiriah tersebut tidak mungkin mengantar mereka masuk surga, tetapi keimananlah yang dapat mengantarkan mereka masuk surga.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Maka, Aku bersumpah dengan Tuhan yang mengatur tempat-tempat terbit dan terbenamnya (matahari, bulan, dan bintang), sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa"
Makna & Renungan Singkat
40-41. Ayat ini untuk menegaskan kemahakuasaan Allah. Maka Aku bersumpah demi Tuhan yang mengatur tempat-tempat terbit dan terbenamnya matahari, bulan dan bintang, sungguh Kami benar-benar Mahakuasa atas segala sesuatu,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
‘Alā an nubaddila khairam minhum, wa mā naḥnu bimasbūqīn(a).
"untuk mengganti (mereka) dengan (kaum) yang lebih baik daripada mereka. Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan."
Makna & Renungan Singkat
dan Kami pasti mampu untuk mengganti mereka yang kafir itu dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan oleh siapa pun.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Fa żarhum yakhūḍū wa yal‘abū ḥattā yulāqū yaumahumul-lażī yū‘adūn(a)
"Maka, biarkanlah mereka tenggelam (dalam kesesatan) dan bermain-main (di dunia) sampai mereka menjumpai hari yang dijanjikan kepada mereka,"
Makna & Renungan Singkat
Maka, wahai Nabi Muhammad, biarkanlah mereka tenggelam dan bermain-main dalam kesesatan dengan menghabiskan waktu melakukan aktifitas yang tidak bermanfaat sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(yaitu) pada hari ketika mereka keluar dari kubur dengan cepat seperti ketika mereka pergi dengan segera menuju berhala-berhala (sewaktu di dunia)."
Makna & Renungan Singkat
Hari yang diancamkan kepada mereka itu yaitu pada hari ketika mereka, orang-orang kafir yang meminta disegerakan azab, keluar dari kubur menyambut panggilan malaikat yang ditugaskan Allah dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala yang mereka sembah sewaktu di dunia,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Pandangan mereka tertunduk (serta) diliputi kehinaan. Itulah hari yang diancamkan kepada mereka."
Makna & Renungan Singkat
Mereka bergegas dan pandangan mereka tertunduk ke bawah diliputi kehinaan. Itulah hari yang diancamkan kepada mereka yang dahulu ketika di dunia selalu mereka olok-olokkan bahkan mereka meminta disege-rakan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Surat ini terdiri atas 44 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Haaqqah.Perkataan Al Ma'arij yang menjadi nama bagi surat ini adalah kata jamak dari Mi'raj, diambil dari perkataan Al Ma'arij yang terdapat pada ayat 3, yang artinya menurut bahasa tempat naik. Sedang para ahli tafsir memberi arti bermacam-macam, di antaranya langit, nikmat karunia dan derajat atau tingkatan yang diberikan Allah s.w.t kepada ahli surga.
Rujukan Mushaf & Terjemahan: Standar Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) 2019 dan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ).
Rujukan Tafsir Ringkas: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, dikumpulkan melalui proyek data terbuka gadingnst/quran-api. Sebagian kecil ayat (11 dari 6.236) belum menampilkan tafsir ringkas karena data sumber tidak lengkap.
🌱 Doa & Renungan Terkait
Perkuat pemahaman ayat dengan doa dan amalan yang sejalan: