Daftar

Al-Mutaffifin

Orang-Orang Curang · 36 ayat · Mekah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
1 83:1
وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِيْنَۙ
Wailul lil-muṭaffifīn(a).
"Celakalah orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)!"
Makna & Renungan Singkat
Pada permulaan surah ini Allah memberi peringatan keras kepada mereka yang berbuat curang dalam timbangan dan takaran. Celakalah bagi orang-orang yang berbuat curang dalam menimbang dan menakar sehingga merugikan banyak orang!
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
2 83:2
الَّذِيْنَ اِذَا اكْتَالُوْا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُوْنَۖ
Allażīna iżaktālū ‘alan-nāsi yastaufūn(a).
"(Mereka adalah) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka minta dipenuhi."
Makna & Renungan Singkat
Mereka yang berbuat curang itu adalah orang-orang yang apabila menerima takaran atau timbangan dari orang lain, mereka minta takaran itu dicukupkan dan dipenuhi sehingga tidak berkurang sedikit pun,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
3 83:3
وَاِذَا كَالُوْهُمْ اَوْ وَّزَنُوْهُمْ يُخْسِرُوْنَۗ
Wa iżā kālūhum au wazanūhum yukhsirūn(a).
"(Sebaliknya,) apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka kurangi."
Makna & Renungan Singkat
dan apabila mereka menakar sesuatu dengan alat takar, seperti beras, gandum, atau lainnya, atau menimbang suatu barang seperti emas, perak, atau lainnya untuk orang lain, mereka mengurangi takaran atau timbangannya secara sengaja dengan cara licik agar tidak diketahui oleh pembeli. Hal ini sangat merugikan orang lain, dan harta yang diperoleh dari upaya ini hukumnya haram, tidak berkah, dan mengantar pelakunya ke neraka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
4 83:4
اَلَا يَظُنُّ اُولٰۤىِٕكَ اَنَّهُمْ مَّبْعُوْثُوْنَۙ
Alā yaẓunnu ulā'ika annahum mab‘ūṡūn(a).
"Tidakkah mereka mengira (bahwa) sesungguhnya mereka akan dibangkitkan"
Makna & Renungan Singkat
Allah mengecam mereka, “Mengapa mereka berbuat curang? Tidaklah mereka itu mengira bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
5 83:5
لِيَوْمٍ عَظِيْمٍۙ
Liyaumin ‘aẓīm(in).
"pada suatu hari yang besar (Kiamat),"
Makna & Renungan Singkat
pada suatu hari yang besar, yaitu hari kebangkitan yang penuh kejadian mengerikan dan menegangkan?”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
6 83:6
يَّوْمَ يَقُوْمُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَۗ
Yauma yaqūmun-nāsu lirabbil-‘ālamīn(a).
"(yaitu) hari (ketika) manusia bangkit menghadap Tuhan seluruh alam?"
Makna & Renungan Singkat
Yaitu pada hari ketika semua orang bangkit dari kubur mereka untuk menghadap Tuhan seluruh alam. Tuhan akan menghisab perilaku mereka. Pada saat itu tidak ada kekuasaan selain kuasa Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
7 83:7
كَلَّآ اِنَّ كِتٰبَ الْفُجَّارِ لَفِيْ سِجِّيْنٍۗ
Kallā inna kitābal-fujjāri lafī sijjīn(in).
"Jangan sekali-kali begitu! Sesungguhnya catatan orang yang durhaka benar-benar (tersimpan) dalam Sijjīn."
Makna & Renungan Singkat
Allah menegur sekali lagi perilaku mereka, “Sekali-kali jangan begitu; jangan berbuat curang! Sesungguhnya catatan perbuatan orang yang durhaka, berbuat jahat, melanggar aturan agama, dan merugikan orang lain dalam bentuk apa pun, benar-benar tersimpan dengan baik dalam sijjin.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
8 83:8
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا سِجِّيْنٌۗ
Wa mā adrāka mā sijjīn(un).
"Tahukah engkau apakah Sijjīn itu?"
Makna & Renungan Singkat
Allah mengajukan pertanyaan untuk memberi kesan betapa besar dan serius persoalan ini, “Dan tahukah engkau apakah sijjin itu?”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
9 83:9
كِتٰبٌ مَّرْقُوْمٌۗ
Kitābum marqūm(un).
"(Ia adalah) kitab yang berisi catatan (amal)."
Makna & Renungan Singkat
Sijjin yaitu kitab yang berisi catatan perilaku orang yang melakukan kejahatan dan akan diperlihatkan kepada mereka pada hari kiamat nanti untuk menjadi bukti kejahatan mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
10 83:10
وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَۙ
Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
"Celakalah pada hari itu bagi para pendusta,"
Makna & Renungan Singkat
Celakalah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan hari kebangkitan, sebagaimana mereka yang berbuat curang dalam menimbang dan menakar.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
11 83:11
الَّذِيْنَ يُكَذِّبُوْنَ بِيَوْمِ الدِّيْنِۗ
Allażīna yukażżibūna biyaumid-dīn(i).
"yaitu orang-orang yang mendustakan hari Pembalasan."
Makna & Renungan Singkat
Merekalah orang-orang yang mendustakan hari pembalasan. Keingkaran pada hari kiamat membuat seseorang tega melakukan apa pun karena tidak ada rasa takut pada dirinya terhadap akibat perbuatannya yang merugikan orang lain.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
12 83:12
وَمَا يُكَذِّبُ بِهٖٓ اِلَّا كُلُّ مُعْتَدٍ اَثِيْمٍۙ
Wa mā yukażżibu bihī illā kullu mu‘tadin aṡīm(in).
"Tidak ada yang mendustakannya, kecuali setiap orang yang melampaui batas lagi sangat berdosa."
Makna & Renungan Singkat
Dan tidak ada yang mendustakannya, yakni hari pembalasan itu, melainkan setiap orang yang melampaui batas dalam aturan agama dan berdosa akibat melakukan perbuatan mungkar dan maksiat.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
13 83:13
اِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِ اٰيٰتُنَا قَالَ اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَۗ
Iżā tutlā ‘alaihi āyātunā qāla asāṭīrul-awwalīn(a).
"Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berkata, “(Itu adalah) dongeng orang-orang dahulu.”"
Makna & Renungan Singkat
Itulah orang yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, yaitu Al-Qur’an yang berisi ajaran Islam yang mulia, dia berkata sembari menertawakannya, “Itu adalah dongeng dan bualan orang-orang dahulu.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
14 83:14
كَلَّا بَلْ ۜرَانَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ مَّا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
Kallā bal…rāna ‘alā qulūbihim mā kānū yaksibūn(a).
"Sekali-kali tidak! Bahkan, apa yang selalu mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka."
Makna & Renungan Singkat
Sekali-kali tidak demikian! Al-Qur’an adalah kalam dan wahyu Allah kepada Nabi Muhammad. Bahkan apa yang mereka kerjakan itu, yaitu kekufuran dan maksiat, telah menutupi hati mereka sehingga tidak mampu membedakan antara yang hak dan batil.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
15 83:15
كَلَّآ اِنَّهُمْ عَنْ رَّبِّهِمْ يَوْمَىِٕذٍ لَّمَحْجُوْبُوْنَۗ
Kallā innahum ‘ar rabbihim yauma'iżil lamaḥjūbūn(a).
"Sekali-kali tidak! Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (rahmat) Tuhannya."
Makna & Renungan Singkat
Sekali-kali tidak! Sesungguhnya mereka yang kafir dan berbuat maksiat pada hari pembalasan itu benar-benar terhalang dari rahmat Tuhannya. Mereka tidak mendapatkan rahmat Allah dan tidak pula mampu melihat-Nya di akhirat nanti.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
16 83:16
ثُمَّ اِنَّهُمْ لَصَالُوا الْجَحِيْمِۗ
Ṡumma innahum laṣālul-jaḥīm(i).
"Sesungguhnya mereka kemudian benar-benar masuk (neraka) Jahim."
Makna & Renungan Singkat
Setelah terhalang dari rahmat Allah, kemudian sesungguhnya mereka yang ingkar dan berbuat maksiat itu benar-benar masuk neraka yang penuh siksa mengerikan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
17 83:17
ثُمَّ يُقَالُ هٰذَا الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تُكَذِّبُوْنَۗ
Ṡumma yuqālu hāżal-lażī kuntum bihī tukażżibūn(a).
"Lalu dikatakan (kepada mereka), “Inilah (azab) yang selalu kamu dustakan.”"
Makna & Renungan Singkat
Kemudian dikatakan kepada mereka dengan nada geram, “Inilah azab yang dahulu kamu dustakan.” Pada saat itulah mereka yang dahulu mendustakan hari akhirat merasakan sakitnya siksa, kerugian, dan penyesalan yang mendalam.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
18 83:18
كَلَّآ اِنَّ كِتٰبَ الْاَبْرَارِ لَفِيْ عِلِّيِّيْنَۗ
Kallā inna kitābal-abrāri lafī ‘illiyyīn(a).
"Sekali-kali tidak! Sesungguhnya catatan orang-orang yang berbakti benar-benar tersimpan dalam ‘Illiyyīn."
Makna & Renungan Singkat
Sekali-kali tidak! Tidaklah sama keadaan orang kafir dan orang mukmin di akhirat nanti. Sesungguhnya catatan perbuatan orang-orang yang berbakti, beriman, dan beramal saleh benar-benar tersimpan dalam ‘Illiyyin.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
19 83:19
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا عِلِّيُّوْنَۗ
Wa mā adrāka mā ‘illiyyūn(a).
"Tahukah engkau apakah ‘Illiyyīn itu?"
Makna & Renungan Singkat
Untuk menggugah perhatian manusia, Allah bertanya, “Dan tahukah engkau apakah ‘Illiyyin itu?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
20 83:20
كِتٰبٌ مَّرْقُوْمٌۙ
Kitābum marqūm(un).
"(Itulah) kitab yang berisi catatan (amal)"
Makna & Renungan Singkat
‘Illiyyin adalah kitab yang berisi catatan perbuatan yang tertulis dengan jelas sehingga mudah dibaca oleh mereka yang berhak mendapatkannya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
21 83:21
يَّشْهَدُهُ الْمُقَرَّبُوْنَۗ
Yasyhaduhul-muqarrabūn(a).
"yang disaksikan oleh (malaikat-malaikat) yang didekatkan (kepada Allah)."
Makna & Renungan Singkat
Itulah kitab yang berada di tempat yang luhur, yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan kepada Allah karena kepatuhan mereka. Kesaksian malaikat terhadap catatan amal orang-orag mukmin menunjukkan kebenaran isi kitab itu dan penghormatan kepada penerimanya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
22 83:22
اِنَّ الْاَبْرَارَ لَفِيْ نَعِيْمٍۙ
Innal-abrāra lafī na‘īm(in).
"Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan."
Makna & Renungan Singkat
Demikianlah buku catatan amal orang yang berbakti. Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan. Itulah surga yang penuh kenikmatan yang tidak terbayang sebelumnya dalam benak manusia mana pun. Kenikmatan itu abadi, tidak pernah membosankan apalagi berkurang.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
23 83:23
عَلَى الْاَرَاۤىِٕكِ يَنْظُرُوْنَۙ
‘Alal-arā'iki yanẓurūn(a).
"Mereka (duduk) di atas dipan-dipan (sambil) melepas pandangan."
Makna & Renungan Singkat
Mereka yang berbakti itu duduk di atas dipan-dipan melepas pandangan ke arah pemandangan yang indah, menenangkan, dan mendamaikan. Inilah kebahagiaan hakiki, balasan bagi orang yang taat dan patuh kepada Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
24 83:24
تَعْرِفُ فِيْ وُجُوْهِهِمْ نَضْرَةَ النَّعِيْمِۚ
Ta‘rifu fī wujūhihim naḍratan na‘īm(i).
"Engkau dapat mengetahui pada wajah mereka gemerlapnya kenikmatan."
Makna & Renungan Singkat
Wajah-wajah mereka berseri. Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup yang penuh kenikmatan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
25 83:25
يُسْقَوْنَ مِنْ رَّحِيْقٍ مَّخْتُوْمٍۙ
Yusqauna mir raḥīqim makhtūm(in).
"Mereka diberi minum dari khamar murni (tidak memabukkan) yang (tempatnya) masih diberi lak (sebagai jaminan keasliannya)."
Makna & Renungan Singkat
Mereka diberi minum dari khamar murni yang tidak memabukkan, yang tempatnya masih dilak dan disegel sehingga isinya terjaga keaslian serta kesegarannya, dan belum pernah ada yang meminum bahkan menyentuhnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
26 83:26
خِتٰمُهٗ مِسْكٌ ۗوَفِيْ ذٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنٰفِسُوْنَۗ
Khitāmuhū misk(un), wa fī żālika falyatanāfasil-mutanāfisūn(a).
"Laknya terbuat dari kasturi. Untuk (mendapatkan) yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba."
Makna & Renungan Singkat
Khamar itu dilak dengan rapat, di mana laknya berasal dari kasturi yang beraroma harum dan menyegarkan. Bagusnya lak menunjukkan khamr itu sangat baik dan berkualitas. Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba untuk mendapatkan kebahagiaan tersebut, yakni dengan banyak beribadah dan beramal saleh.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
27 83:27
وَمِزَاجُهٗ مِنْ تَسْنِيْمٍۙ
Wa mizājuhū min tasnīm(in).
"Campurannya terbuat dari tasnīm,"
Makna & Renungan Singkat
Dan tidak hanya dilak dengan kasturi, campurannya dari tasnim.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
28 83:28
عَيْنًا يَّشْرَبُ بِهَا الْمُقَرَّبُوْنَۗ
‘Ainay yasyrabu bihal-muqarrabūn(a).
"(yaitu) mata air yang diminum oleh mereka yang didekatkan (kepada Allah)."
Makna & Renungan Singkat
Tasnim adalah mata air surga yang berada di ketinggian dan berkualitas tinggi pula. Itulah mata air yang diminum oleh mereka yang dekat kepada Allah karena sungguh-sungguh beriman dan beramal saleh. Inilah salah satu penghargaan tertinggi yang Allah berikan kepada mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
29 83:29
اِنَّ الَّذِيْنَ اَجْرَمُوْا كَانُوْا مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يَضْحَكُوْنَۖ
Innal-lażīna ajramū kānū minal-lażīna āmanū yaḍḥakūn(a).
"Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang dahulu selalu mentertawakan orang-orang yang beriman."
Makna & Renungan Singkat
Berbeda dari orang-orang berbakti yang selalu beriman dan beramal saleh, sesungguhnya orang-orang yang berdosa dan kafir adalah mereka yang dahulu menertawakan orang-orang yang beriman, terutama yang fakir dan miskin. Mereka beranggapan bahwa agama yang benar adalah yang banyak diikuti oleh kaum bangsawan dan kaya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
30 83:30
وَاِذَا مَرُّوْا بِهِمْ يَتَغَامَزُوْنَۖ
Wa iżā marrū bihim yatagāmazūn(a).
"Apabila mereka (orang-orang yang beriman) melintas di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya."
Makna & Renungan Singkat
Dan apabila mereka, yakni orang-orang yang beriman, melintas di hadapan mereka yang berdosa dan kafir itu, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya sebagai tanda ejekan terhadap mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
31 83:31
وَاِذَا انْقَلَبُوْٓا اِلٰٓى اَهْلِهِمُ انْقَلَبُوْا فَكِهِيْنَۖ
Wa iżanqalabū ilā ahlihimunqalabū fakihīn(a).
"Apabila kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira ria (dan sombong)."
Makna & Renungan Singkat
Dan tidak hanya mengejek orang beriman di jalan, apabila orang-orang yang berdosa dan kafir kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira ria karena telah menertawakan orang beriman. Mereka dengan riang menceritakan kepada kaumnya hinaan dan ejekan yang telah mereka lakukan kepada kaum mukmin. dan apabila kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira ria.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
32 83:32
وَاِذَا رَاَوْهُمْ قَالُوْٓا اِنَّ هٰٓؤُلَاۤءِ لَضَاۤلُّوْنَۙ
Wa iżā ra'auhum qālū inna hā'ulā'i laḍāllūn(a).
"Apabila melihat (orang-orang mukmin), mereka mengatakan, “Sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang sesat,”"
Makna & Renungan Singkat
Dan apabila mereka yang berdosa dan kafir itu melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan, “Sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang sesat karena telah beriman kepada Muhammad dan meninggalkan keyakinan nenek moyang mereka.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
33 83:33
وَمَآ اُرْسِلُوْا عَلَيْهِمْ حٰفِظِيْنَۗ
Wa mā ursilū ‘alaihim ḥāfiẓīn(a).
"padahal mereka (orang-orang yang berdosa itu) tidak diutus sebagai penjaga (orang-orang mukmin)."
Makna & Renungan Singkat
Mereka menganggap sesat orang mukmin, padahal mereka yang kafir dan berdosa itu tidak diutus oleh Allah sebagai penjaga orang-orang mukmin. Mereka bukanlah pihak yang berhak menilai dan menentukan sesat-tidaknya satu kaum.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
34 83:34
فَالْيَوْمَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُوْنَۙ
Fal-yaumal-lażīna āmanū minal kuffāri yaḍḥakūn(a).
"Pada hari ini (hari Kiamat), orang-orang yang berimanlah yang mentertawakan orang-orang kafir."
Makna & Renungan Singkat
Sebagai balasan atas perilaku mereka yang kafir itu, maka pada hari pembalasan ini, giliran orang-orang yang beriman yang menertawakan orang-orang kafir yang dulu menertawakan mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
35 83:35
عَلَى الْاَرَاۤىِٕكِ يَنْظُرُوْنَۗ
‘Alal-arā'iki yanẓurūn(a).
"Mereka (duduk) di atas dipan-dipan (sambil) melepas pandangan."
Makna & Renungan Singkat
Mereka yang beriman itu duduk di atas dipan-dipan sambil melepas pandangan ke arah pemandangan yang indah, bersama orang yang mereka cintai, sembari menikmati makanan dan minuman yang sangat lezat.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
36 83:36
هَلْ ثُوِّبَ الْكُفَّارُ مَا كَانُوْا يَفْعَلُوْنَ ࣖ
Hal ṡuwwibal-kuffāru mā kānū yaf‘alūn(a).
"Apakah orang-orang kafir itu telah diberi balasan (hukuman) terhadap apa yang selalu mereka perbuat?"
Makna & Renungan Singkat
Saat orang-orang kafir itu di akhirat nanti mendapat siksa Jahim, tertutup dari rahmat Tuhan, dan mendapat hinaan dari orang mukmin yang dahulu mereka hina, apakah orang-orang kafir itu sudah diberi balasan dan hukuman setimpal terhadap apa yang telah mereka perbuat di dunia dulu, berupa kekafiran dan kemaksiatan? Tentu sudah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan