Murottal Lengkap Surat Al-Qalam Misyari Rasyid Al-Afasi
Dengarkan lantunan merdu seluruh ayat Surat Al-Qalam secara berkesinambungan.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
68:1
نۤ ۚوَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُوْنَۙ
Nūn, wal-qalami wa mā yasṭurūn(a).
"Nūn. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan,"
Makna & Renungan Singkat
Akhir surah sebelumnya, berbicara tentang dua kelompok yang saling bertolak belakang. satu dibinasakan dan satu diselamatkan. Di awal surah ini dijelaskan sifat siapa yang akan mendapat keselamatan dan siapa yang akan mendapat azab. Nùn. Demi pena yang biasa digunakan untuk menulis oleh malaikat atau oleh siapa pun, dan juga demi apa yang mereka tuliskan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"berkat karunia Tuhanmu engkau (Nabi Muhammad) bukanlah orang gila."
Makna & Renungan Singkat
Dengan karunia Tuhanmu yang berupa risalah dan nubuwah, engkau, wahai Nabi Muhammad sekali-kali bukanlah orang gila sebagaimana yang dituduhkan oleh kaum musyrik.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Kelak engkau akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat,"
Makna & Renungan Singkat
Maka kelak engkau wahai Nabi Muhammad akan melihat dan me-ngetahui, dan mereka yaitu orang-orang kafir itu pun akan melihat dan mengetahui ketika telah jelas kebenaran pada hari Kiamat,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Inna rabbaka huwa a‘lamu biman ḍalla ‘an sabīlih(ī), wa huwa a‘lamu bil-muhtadīn(a).
"Sesungguhnya Tuhanmulah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya. Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang mendapat petunjuk."
Makna & Renungan Singkat
Sungguh, Tuhan yang memelihara dan membimbing-mu, wahai Nabi Muhammad, Dialah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya serta siapa yang gila. dan Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang mendapat petunjuk serta mengamalkan dengan mantap dan istikamah petunjuk tersebut.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Maka, janganlah engkau patuhi orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah)."
Makna & Renungan Singkat
Karena sudah jelas siapa yang sesat dan siapa yang lurus, Maka janganlah engkau patuhi orang-orang kafir yang menuduhmu gila, yaitu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Mereka menginginkan agar engkau bersikap lunak. Maka, mereka bersikap lunak (pula)."
Makna & Renungan Singkat
Mereka sangat menginginkan dengan keinginan yang kuat agar engkau bersikap lunak terhadap tuhan-tuhan mereka, maka dengan sikap lunakmu itu mereka akan bersikap lunak pula kepadamu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah lagi berkepribadian hina,"
Makna & Renungan Singkat
Untuk mengukuhkan larangan tersebut, Allah menyifati me-reka dengan sifat-sifat buruk seperti yang dirinci dalam ayat ini. Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah baik dalam kebenaran maupun kebatilan, dan berkepribadian buruk karena suka menghina, lagi suka mencela, yang kian ke mari menyebarkan fitnah untuk memecah belah anggota masyarakat,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
dan yang suka merintangi segala bentuk perbuatan yang baik dengan bersikap kikir, selain itu dia juga gemar bersikap melampaui batas dan banyak dosa baik terhadap Tuhan maupun terhadap sesama manusia,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"merintangi segala yang baik, melampaui batas dan banyak dosa,"
Makna & Renungan Singkat
yang bertabiat kasar, selain itu juga yang lebih buruk lagi adalah ia terkenal dengan kejahatannya. Di antara tokoh yang dimaksud pada ayat ini adalah al-Walid bin al-Mugirah atau Abu Jahl bin Hisyam.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"bertabiat kasar, dan selain itu juga terkenal kejahatannya,"
Makna & Renungan Singkat
10-13. Untuk mengukuhkan larangan tersebut, Allah menyifati me-reka dengan sifat-sifat buruk seperti yang dirinci dalam ayat ini. Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah baik dalam kebenaran maupun kebatilan, dan berkepribadian buruk karena suka menghina, lagi suka mencela, yang kian ke mari menyebarkan fitnah untuk memecah belah anggota masyarakat, dan yang suka merintangi segala bentuk perbuatan yang baik dengan bersikap kikir, selain itu dia juga gemar bersikap melampaui batas dan banyak dosa baik terhadap Tuhan maupun terhadap sesama manusia, yang bertabiat kasar, selain itu juga yang lebih buruk lagi adalah ia terkenal dengan kejahatannya. Di antara tokoh yang dimaksud pada ayat ini adalah al-Walid bin al-Mugirah atau Abu Jahl bin Hisyam.14-16. Di antara faktor yang menyebabkan orang tersebut berperangai buruk adalah karena dia merasa diri sebagai pemilik harta yang banyak, kaya dan juga memiliki banyak anak. Namun dia mengingkari ajaran Allah, maka apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepadanya, dia berkata, “lni adalah dongeng-dongeng orang dahulu.” Sungguh buruk sifat orang ini! Kelak dia akan Kami beri tanda pada belalai yaitu hidung-nya, diberikan tanda tersebut sebagai bentuk penghinaan kepadanya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Di antara faktor yang menyebabkan orang tersebut berperangai buruk adalah karena dia merasa diri sebagai pemilik harta yang banyak, kaya dan juga memiliki banyak anak.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Kelak dia akan Kami beri tanda pada belalai (hidung)-nya."
Makna & Renungan Singkat
Sungguh buruk sifat orang ini! Kelak dia akan Kami beri tanda pada belalai yaitu hidung-nya, diberikan tanda tersebut sebagai bentuk penghinaan kepadanya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Innā balaunāhum kamā balaunā aṣḥābal-jannah(ti), iż aqsamū layaṣrimunnahā muṣbiḥīn(a).
"Sesungguhnya Kami telah menguji mereka (orang musyrik Makkah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun ketika mereka bersumpah bahwa mereka pasti akan memetik (hasil)-nya pada pagi hari,"
Makna & Renungan Singkat
Apa yang dialami oleh para pengingkar ayat-ayat Allah yaitu kaum musyrik Mekah itu memiliki kesamaan dengan kisah sekelompok pemilik kebun yang juga angkuh lagi kikir. Sungguh, Kami telah menguji mereka, yaitu orang musyrik Mekah, sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika dua dari tiga di antara mereka itu bersumpah pasti akan memetik hasilnya pada pagi hari, agar fakir miskin tidak melihatnya,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Maka, jadilah kebun itu hitam (karena terbakar) seperti malam yang gelap gulita."
Makna & Renungan Singkat
Maka jadilah kebun itu hitam karena terbakar hangus, seperti malam yang gelap gulita, atau pohon itu telah menjadi gundul setelah dipetik semua buahnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"“Pada hari ini jangan sampai ada orang miskin yang masuk ke dalam kebunmu.”"
Makna & Renungan Singkat
“Pada hari ini jangan sampai ada seorang miskin pun masuk ke dalam kebunmu.” Khususnya pada saat sedang memetik hasilnya. Kalau sampai ada, itu akan merusak rencana.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Berangkatlah mereka pada pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin). Mereka mengira mampu (melakukan hal itu)."
Makna & Renungan Singkat
Dan setelah semuanya siap termasuk segala peralatan yang dibutuhkan, maka berangkatlah mereka pada pagi hari dengan niat menghalangi orang-orang miskin mendapatkan pemberian hasil kebun mereka, padahal mereka mampu menolongnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Ketika melihat kebun itu, mereka berkata, “Sesungguhnya kita benar-benar orang sesat."
Makna & Renungan Singkat
Maka betapa terkejutnya ketika mereka melihat kebun itu ternyata telah binasa, mereka pun berkata, “Sungguh, kita ini benar-benar orang-orang yang sesat dengan merencanakan sesuatu yang buruk, akhirnya rusaklah kebun kita,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Qāla ausaṭuhum alam aqul lakum lau lā tusabbiḥūn(a).
"Seorang yang paling bijak di antara mereka berkata, “Bukankah aku telah mengatakan kepadamu hendaklah kamu bertasbih (kepada Tuhanmu)?”"
Makna & Renungan Singkat
Setelah melihat kenyataan tersebut, berkatalah salah seorang yang paling bijak di antara mereka, “Bukankah aku telah mengatakan kepadamu bahwa rencana kamu itu sungguh buruk, semestinya kamu merencanakan hal yang baik lagi terpuji, tapi mengapa kamu malah tidak bertasbih kepada Tuhanmu dengan mengucapkan \'lnsya Allah\'? Rupanya ketika itu para pemilik kebun tersebut sadar,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Mereka mengucapkan, “Maha Suci Tuhan kami. Sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim.”"
Makna & Renungan Singkat
karena itu mereka mengucapkan,”Mahasuci Tuhan kami, sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim dengan rencana buruk tersebut, semestinya kami bersyukur dengan berbagi kepada fakir miskin atas hasil kebun kami.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Setelah pemilik kebun tersebut sadar, lalu mulailah mereka saling berhadapan dan saling menyalahkan. Ada yang mengatakan, “Ini gara-gara kamu!” Yang lain lagi menjawab,“Kenapa aku yang disalahkan?”. Setelah beberapa saat berlalu pada akhirnya semua mengaku bersalah,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Mereka berkata, “Aduh celaka kita! Sesungguhnya kita adalah orang-orang yang melampaui batas."
Makna & Renungan Singkat
kemudian mereka berkata, “Celaka kita! Sesungguhnya kita orang-orang yang melampaui batas yaitu dengan bersumpah tidak akan memberi hasil panen kepada fakir miskin.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
‘Asā rabbunā ay yubdilanā khairam minhā innā ilā rabbinā rāgibūn(a).
"Mudah-mudahan Tuhan memberikan ganti kepada kita dengan yang lebih baik daripadanya. Sesungguhnya kita mengharapkan (ampunan dan kebaikan) Tuhan kita.”"
Makna & Renungan Singkat
Setelah menyadari kekeliruannya, mereka pun berharap, Mudah-mudahan Tuhan memberikan ganti kepada kita dengan kebun atau apa saja yang lebih baik daripada kebun yang telah rusak ini, sungguh, kita mengharapkan ampunan dan karunia dari Tuhan kita.” Setelah selesai menguraikan kisah para pemilik kebun tersebut,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Każālikal-‘ażāb(u), wa la‘ażābul-ākhirati akbar(u), lau kānū ya‘lamūn(a).
"Seperti itulah azab (di dunia). Sungguh, azab akhirat lebih besar sekiranya mereka mengetahui."
Makna & Renungan Singkat
Allah memperingatkan kepada siapa saja dengan menyatakan bahwa seperti itulah azab di dunia. Dan sungguh, azab akhirat lebih besar dibandingkan azab dunia itu, karena azab akhirat, di samping lebih dahsyat juga da-lam waktu yang tidak terbayangkan. Semestinya manusia menyadari hal itu sekiranya mereka mengetahui.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapatkan surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya."
Makna & Renungan Singkat
34-35.Bagi yang durhaka maka azab yang pedih akan menjadi balasannya, sedangkan bagi yang bertakwa balasannya seperti yang diuraikan pada ayat ini. Sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa disediakan surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Apakah patut Kami memperlakukan orang-orang Islam (orang yang tunduk kepada Allah) seperti orang-orang yang pendurhaka (orang kafir)?"
Makna & Renungan Singkat
Kaum kafir merasa bahwa mereka akan memperoleh yang lebih baik dari yang dijanjikan kepada kaum muslim tersebut, maka ayat ini menyanggah anggapan tersebut. Apakah patut Kami memperlakukan orang-orang lslam itu seperti orang-orang yang berdosa yaitu orang-orang kafir? Tentu saja tidak mungkin keduanya dipersamakan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimana kamu mengambil putusan?"
Makna & Renungan Singkat
Kecaman atas anggapan kaum musyrik itu masih dilanjutkan dalam ayat ini. Mengapa kamu berbuat demikian, mempersamakan antara kaum muslim dengan orang kafir? Bagaimana kamu mengambil keputusan yang tidak adil itu?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Atau, apakah kamu mempunyai kitab (yang diturunkan Allah) yang kamu pelajari?"
Makna & Renungan Singkat
Logika apa yang kamu gunakan? Kalau kamu tidak memiliki dalil aqli yang dapat diterima akal sehat, atau apakah kamu mempunyai kitab yang diturunkan Allah yang kamu pelajari,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Atau, apakah kamu memperoleh (janji-janji yang diperkuat dengan) sumpah dari Kami, yang tetap berlaku sampai hari Kiamat, (yakni) bahwa kamu dapat mengambil putusan (sekehendakmu)?"
Makna & Renungan Singkat
Dalil aqli tidak ada demikian juga dalil naqli pun juga tidak ada, maka ayat ini membuka kemungkinan lain atas sikap kaum musyrik itu, sekaligus untuk dinafikan, Atau apakah kamu memperoleh janji-janji yang diperkuat dengan sumpah dari Kami, yang tetap berlaku sampai hari Kiamat. bahwa kamu dapat mengambil keputusan sekehendakmu dan memperoleh apa yang kamu inginkan?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Tanyakanlah kepada mereka (kaum musyrik) siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab terhadap (putusan yang diambil itu)."
Makna & Renungan Singkat
Apa yang dinyatakan di atas pun jelas tidak ada. Kalau begitu tanyakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada mereka, “Siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil itu?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Am lahum syurakā'(u), falya'tū bisyurakā'ihim in kānū ṣādiqīn(a).
"Atau, apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu? Kalau begitu, hendaklah mereka mendatangkan sekutu-sekutunya jika mereka orang-orang benar."
Makna & Renungan Singkat
Atau apakah mungkin mereka mempunyai sekutu-sekutu? Kalau begitu hendaklah mereka mendatangkan sekutu-sekutunya jika mereka orang-orang yang benar dalam ucapan mereka bahwa mereka akan memperoleh sama bahkan lebih dari perolehan kaum muslim.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Yauma yuksyafu ‘an sāqiw wa yud‘auna ilas-sujūdi falā yastaṭī‘ūn(a).
"(Ingatlah) pada hari ketika betis disingkapkan (yakni huru-hara di hari Kiamat) dan mereka diseru untuk bersujud. Namun, mereka tidak mampu."
Makna & Renungan Singkat
Setelah tidak ditemukan lagi alasan atas anggapan mereka, ini berarti sikap mereka itu semata-mata sebagai bentuk pembangkangan terhadap Allah dan Rasul-Nya. lngatlah pada hari ketika betis disingkapkan, yaitu menggambarkan keadaan orang yang sedang ketakutan yang hendak lari karena hebatnya huru-hara hari Kiamat dan mereka diseru untuk bersujud. maka mereka tidak mampu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Khāsyi‘atan abṣāruhum tarhaquhum żillah(tun), wa qad kānū yud‘auna ilas-sujūdi wa hum sālimun(a).
"Pandangan mereka tertunduk dan diliputi kehinaan. Sungguh, dahulu (di dunia) mereka telah diseru untuk bersujud pada waktu mereka sehat (tetapi mereka enggan)."
Makna & Renungan Singkat
Dan pandangan mereka tertunduk ke bawah pertanda penyesalan dan rasa takut yang menyelimuti hati mereka, dan mereka juga diliputi kehinaan. Dan, sungguh, dahulu di dunia mereka telah diseru untuk bersujud pada waktu mereka sehat tetapi mereka tidak melakukan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Fażarnī wa may yukażżibu bihāżal-ḥadīṡi sanastadrijuhum min ḥaiṡu lā ya‘lamūn(a).
"Biarkan Aku bersama orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al-Qur’an). Kelak akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (menuju kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui."
Makna & Renungan Singkat
Setelah menjelaskan sanksi yang akan diterima para pembangkang, kini Allah menasihati Nabi Muhammad, Maka serahkanlah kepada-Ku wahai Nabi urusannya dan orang-orang yang mendustakan AI-Qur’an ini. Kelak akan Kami hukum mereka berangsur-angsur menuju kebinasaan dari arah yang tidak mereka ketahui,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Aku memberi tenggang waktu kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku sangat teguh."
Makna & Renungan Singkat
dan Aku sendiri yang memutuskan untuk memberi tenggang waktu kepada mereka, dan Aku pula yang menetapkan jatuhnya siksa atas mereka. Sungguh, rencana-Ku sangat teguh.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Am tas'aluhum ajran fahum mim magramim muṡqalūn(a).
"Ataukah engkau (Nabi Muhammad) meminta imbalan kepada mereka sehingga mereka dibebani utang?"
Makna & Renungan Singkat
Apakah ada yang meragukan dengan ajaran Al-Qur\'an ataukah engkau, wahai Nabi Muhammad, meminta imbalan kepada mereka, sehingga mereka dibebani dengan hutang?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Faṣbir liḥukmi rabbika wa lā takun kaṣāḥibil-ḥūt(i), iż nādā wa huwa makẓūm(un).
"Oleh karena itu, bersabarlah (Nabi Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu dan janganlah seperti orang yang berada dalam (perut) ikan (Yunus) ketika dia berdoa dengan hati sedih."
Makna & Renungan Singkat
Tidak ada satu pun alasan logis yang menjadikan kaum musyrik menolak Al-Qur\'an. Jika demikian, maka bersabarlah engkau, wahai Nabi Muhammad, terhadap ketetapan Tuhanmu di antaranya menyangkut kendala dalam berdakwah, dan janganlah engkau menjadi seperti Yunus orang yang berada dalam perut ikan, ketika dia berdoa dengan hati sedih.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Lau lā an tadārakahū ni‘matum mir rabbihī lanubiża bil-‘arā'i wa huwa mażmūm(un).
"Seandainya dia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, pastilah dia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela."
Makna & Renungan Singkat
Sekiranya Nabi Yunus tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, yaitu di antaranya berupa petunjuk untuk bertobat pastilah dia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela. Tetapi Tuhannya menerima tobatnya,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa iy yakādul-lażīna kafarū layuzliqūnaka bi'abṣārihim lammā sami‘uż żikra wa yaqūlūna innahū lamajnūn(un).
"Sesungguhnya orang-orang yang kufur itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan matanya ketika mereka mendengar Al-Qur’an dan berkata, “Sesungguhnya dia (Nabi Muhammad) benar-benar orang gila.”"
Makna & Renungan Singkat
Setelah perintah bersabar kepada Nabi Muhammad ayat ini melanjutkan penjelasannya mengapa Nabi Muhammad harus tabah dan menguatkan kesabarannya. Dan sungguh, orang-orang kafir itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan mata mereka yang penuh kedengkian dan kebencian kepadamu, khususnya ketika mereka mendengar Al-Qur’an dan mereka berkata, “ Dia Nabi Muhammad itu benar-benar orang gila. ltu dilakukan agar masyarakat menolak ajaran Al-Qur’an,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Surat ini terdiri atas 52 ayat,termasuk golongan surat-surat Makkiyah,diturunkan sesudah surat Al Alaq. Nama Al Qalam diambil dari kata Al Qalam yang terdapat pada ayat pertama surat iniyang artinya pena. Surat ini dinamai pula dengan surat Nun (huruf nun).
Rujukan Mushaf & Terjemahan: Standar Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) 2019 dan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ).
Rujukan Tafsir Ringkas: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, dikumpulkan melalui proyek data terbuka gadingnst/quran-api. Sebagian kecil ayat (11 dari 6.236) belum menampilkan tafsir ringkas karena data sumber tidak lengkap.
🌱 Doa & Renungan Terkait
Perkuat pemahaman ayat dengan doa dan amalan yang sejalan: