Murottal Lengkap Surat Al-Qamar Misyari Rasyid Al-Afasi
Dengarkan lantunan merdu seluruh ayat Surat Al-Qamar secara berkesinambungan.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
54:1
اِقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ
Iqtarabatis-sā‘atu wansyaqqal-qamar(u).
"Hari Kiamat makin dekat dan bulan terbelah."
Makna & Renungan Singkat
Terdapat keterkaitan erat antara Surah an-Najm dengan Surah al-Qamar. Bila Surah an-Najm ditutup dengan ancaman terhadap orang kafir tentang hari kiamat yang makin dekat, Surah al-Qamar diawali dengan penegasan bahwa kiamat itu benar-benar telah dekat. Allah juga menunjukkan kuasa-Nya terhadap bulan. Saat kedatangan hari kiamat yang telah ditetapkan semakin dekat, bulan pun terbelah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa iy yarau āyatay yu‘riḍū wa yaqūlū siḥrum mustamirr(un).
"Jika mereka (kaum musyrik Makkah) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, “(Ini adalah) sihir yang terus-menerus.”"
Makna & Renungan Singkat
Orang musyrik selalu enggan memercayai berita yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Dan jika mereka melihat dengan mata kepala satu tanda dan mukjizat yang membuktikan kebenaran ajaran beliau, mereka tetap berpaling seraya menolak kebenaran itu dan berkata, “Semua yang terjadi ini sesungguhnya hanya sihir yang bersifat terus-menerus.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa każżabū wattaba‘ū ahwā'ahum wa kullu amrim mustaqirr(un).
"Mereka mendustakan (Nabi Muhammad) dan mengikuti keinginan mereka, padahal setiap urusan telah ada ketetapannya."
Makna & Renungan Singkat
Demikianlah sikap orang musyrik, dan mereka memang senantiasa mendustakan kebenaran dari-Nya. Mereka cenderung menyimpang dari fitrah dan mengikuti keinginannya yang menjerumuskan mereka pada kesesatan, padahal setiap urusan yang terjadi pasti telah ada ketetapannya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(Berita-berita itu adalah) hikmah yang sempurna, tetapi peringatan-peringatan itu tidak berguna (bagi mereka)."
Makna & Renungan Singkat
Wahai Nabi Muhammad, peristiwa-peristiwa yang engkau sam-paikan kepada umatmu adalah hikmah, yaitu ilmu amaliah dan amal ilmiah, yang sempurna kebenaran dan kejelasannya. Tetapi, sesungguhnya peringatan-peringatan itu tidak berguna bagi mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Fa tawalla ‘anhum, yauma yad‘ud-dā‘i ilā syai'in nukur(in).
"Maka, berpalinglah (Nabi Muhammad) dari mereka. Pada hari (ketika) penyeru (malaikat) mengajak (mereka) pada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari Pembalasan),"
Makna & Renungan Singkat
Maka, berpalinglah engkau dari mereka! Orang musyrik itu akan menghadapi masa yang mengerikan, yaitu pada hari ketika penyeru, ketika malaikat atau utusan-Nya, mengajak mereka kepada sesuatu yang tidak menyenangkan, yaitu datangnya kiamat dan keharusan setiap orang mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"pandangan mereka tertunduk. Mereka keluar (berhamburan) dari kubur seperti belalang yang beterbangan."
Makna & Renungan Singkat
Orang yang diseru itu akan datang pandangan mereka tertunduk, ketika mereka keluar dari kuburan dengan ketakutan. Keadaan ini menyebabkan mereka berjalan serampangan, seakan-akan mereka belalang yang beterbangan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Mereka bersegera datang kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, “Ini adalah hari yang sulit.”"
Makna & Renungan Singkat
Dengan patuh dan penuh rasa takut mereka segera datang kepada penyeru itu. Dalam keadaan seperti ini orang-orang kafir terus saja berkata, “Ini adalah hari yang sangat sulit dihadapi.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Każżabat qablahum qaumu nūḥin fakażżabū ‘abdanā wa qālū majnūnuw wazdujir(a).
"Sebelum mereka, kaum Nuh juga telah mendustakan (rasul). Mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, “(Dia) orang gila!” Dia pun dibentak (dengan cacian dan lainnya)."
Makna & Renungan Singkat
Ayat-ayat berikut menguraikan siksaan duniawi atas orang-orang yang mengingkari para rasul. Sebelum mereka, yaitu kaum musyrik Mekah, sebagian besar kaum Nabi Nuh juga telah mendustakan dan menolak dakwah hamba Kami. Maka mereka mendustakan Nabi Nuh, hamba Kami yang terpilih, dan mengatakan, “Dia adalah orang gila!” Lalu diusirnya dengan ancaman, ejekan, dan makian dari hampir seluruh kaumnya.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Dia (Nuh) lalu mengadu kepada Tuhannya, “Sesungguhnya aku telah dikalahkan, maka tolonglah (aku).”"
Makna & Renungan Singkat
Pembangkangan kaum Nabi Nuh makin menjadi. Meski sudah didakwahi sekian ratus tahun, hanya segelintir kaumnya yang beriman. Maka dia menengadahkan tangan, mengadu kepada Tuhannya, “Sesungguhnya aku telah dikalahkan dengan keingkaran dan perlakuan buruk kaumku, maka tolonglah aku, wahai Tuhan Pemeliharaku.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Lalu, Kami membukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah."
Makna & Renungan Singkat
Allah meperkenankan doa Nabi Nuh, lalu Kami bukakan pintu-pintu langit, yaitu awan yang mencurahkan hujan dan membanjiri permukiman kaum Nabi Nuh dengan air yang tercurah deras,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa fajjarnal-arḍa ‘uyūnan faltaqal-mā'u ‘alā amrin qad qudir(a).
"Kami pun menjadikan bumi menyemburkan banyak mata air. Maka, berkumpullah semua air itu sehingga (meluap dan menimbulkan) bencana yang telah ditetapkan."
Makna & Renungan Singkat
dan selain itu Kami jadikan bumi menyemburkan mata-mata air. Karena dahsyatnya peristiwa itu, maka bertemulah air-air yang tercurah dari langit dan tersembur dari bumi itu sehingga meluap dan menimbulkan keadaan dan bencana yang telah ditetapkan untuk menghukum kaum yang mengingkari rasulnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Kami mengangkut dia (Nuh) ke atas (kapal) yang terbuat dari papan dan pasak"
Makna & Renungan Singkat
Limpahan air dari langit dan pancarannya dari bumi merupakan azab bagi kaum Nabi Nuh yang ingkar. Dan Kami angkut serta selamatkan dia bersama orang-orang yang beriman ke atas kapal yang terbuat dari papan yang disusun dan diikat dengan pasak,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sungguh, Kami benar-benar telah menjadikan (kapal) itu sebagai tanda (pelajaran). Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?"
Makna & Renungan Singkat
Dan sungguh, kapal itu telah Kami awetkan dan Kami jadikan sebagai tanda dan pelajaran bagi kaum yang datang kemudian. Maka, adakah orang yang mau dan bersungguh-sungguh mengambil pelajaran dari peristiwa itu? Bila hal itu tidak menyadarkannya untuk menaati ajakan rasul,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa laqad yassarnal-qur'āna liż-żikri fahal mim muddakir(in).
"Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?"
Makna & Renungan Singkat
Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi semua manusia, maka adakah di antara mereka yang mau mengambil pelajaran sehingga Allah melimpahkan karunia kepada-nya dan membantunya memahami kitab suci ini?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(Kaum) ‘Ad pun telah mendustakan (rasul mereka). Maka, betapa dahsyatnya azab dan peringatan-Ku!"
Makna & Renungan Singkat
Sebagaimana kaum Nabi Nuh, kaum ‘Ad pun mengingkari dakwah nabi mereka, Nabi Hud. Kaum ‘Ad pun telah mendustakan Nabi Hud yang telah Kami utus kepada mereka. Kami binasakan mereka, maka lihatlah betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku yang telah Kusampaikan melalui rasul-rasul-Ku.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya Kami telah mengembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari nahas yang terus-menerus,"
Makna & Renungan Singkat
Sebagai hukuman atas keingkaran kaum ‘Ad, sesungguhnya Kami telah mengembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari yang mereka anggap sebagai hari nahas. Embusan yang tidak ada bandingannya itu terjadi secara terus-menerus.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"yang membuat manusia bergelimpangan, seakan-akan mereka itu pohon-pohon kurma yang tumbang dengan akar-akarnya."
Makna & Renungan Singkat
Allah mengembuskan angin mahadahsyat yang membuat manusia durhaka itu bergelimpangan seakan-akan mereka bagaikan pohon-pohon kurma yang tumbang dengan akar-akarnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa laqad yassarnal-qur'āna liż-żikri fahal mim muddakir(in).
"Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?"
Makna & Renungan Singkat
Peristiwa yang menimpa kaum ‘Ad merupakan pelajaran berharga bagi orang yang mau memperhatikan. Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi semua manusia. Maka, adakah di antara mereka orang yang mau mengambil pelajaran sehingga Allah melimpahkan karunia kepadanya dan membantunya memahami kitab suci ini?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(Kaum) Samud pun telah mendustakan peringatan-peringatan."
Makna & Renungan Singkat
Seperti kaum Nabi Nuh dan kaum ‘Ad, kaum Samud pun mengingkari dakwah nabi mereka, Nabi Saleh. Kaum Samud pun telah mendustakan rasul Allah dan peringatan itu
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Fa qālū abasyaram minnā wāḥidan nattabi‘uh(ū), innā iżal lafī ḍalāliw wa su‘ur(in).
"Mereka berkata, “Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita? Sesungguhnya kalau begitu kita benar-benar telah sesat dan gila."
Makna & Renungan Singkat
Maka mereka berkata, “Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia biasa di antara kita yang tidak memiliki keistimewaan dan pengikut, sedang dia mengajarkan sesuatu yang bertentangan dengan keyakinan nenek moyang kita? Sungguh, kalau begitu kita benar-benar telah sesat dan gila.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
A'ulqiyaż-żikru ‘alaihi mim baininā bal huwa każżābun asyir(un).
"Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Pastilah dia (Saleh) seorang yang sangat pendusta lagi sombong.”"
Makna & Renungan Singkat
Apakah wahyu itu justru diturunkan kepadanya, bukan kepada orang lain di antara kita yang lebih istimewa dan berpengaruh? Pastilah dia seorang pendusta besar lagi sombong.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Kelak mereka akan mengetahui siapa yang sebenarnya sangat pendusta lagi sombong itu."
Makna & Renungan Singkat
Allah membantah, “Kelak, saat bukti-bukti yang menguatkan kenabiannya ditampakkan, mereka akan mengetahui siapa yang sebenarnya layak disebut sangat pendusta dan sombong itu.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai ujian bagi mereka, maka tunggulah mereka dan bersabarlah (wahai Saleh)."
Makna & Renungan Singkat
Sesungguhnya Kami akan menciptakan dan mengirimkan seekor unta betina sebagai mukjizat yang membuktikan kebenaran Nabi Saleh dan sebagai cobaan bagi mereka, apakah mereka beriman atau tidak. Maka sesudah kami kirimkan unta itu, tunggulah tindakan mereka kepadanya dan bersabarlah menanti tindakan Kami terhadap mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa nabbi'hum annal-mā'a qismatum bainahum, kullu syirbim muḥtaḍar(un).
"Beri tahulah mereka bahwa air itu dibagi di antara mereka (dengan unta betina itu). Setiap pihak berhak mendapat giliran minum."
Makna & Renungan Singkat
Wahai Nabi Saleh, dan beritahukanlah kepada mereka, yaitu kaum Samud, bahwa air sumur yang menjadi sumber minum mereka itu dibagi di antara mereka dengan unta betina itu; setiap orang berhak mendapat giliran minum dan hanya bisa mengambil jatah sesuai giliran tersebut.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Mereka memanggil kawannya, lalu dia menangkap (unta itu) dan menyembelihnya."
Makna & Renungan Singkat
Mereka merasa kecewa dengan pembagian jatah air itu. Maka mereka memanggil kawannya yang dikenal kuat dan kejam untuk membunuh unta itu, lalu dia menangkap unta itu dan memotongnya. Akibat kedurhakaan ini,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Innā arsalnā ‘alaihim ṣaiḥataw wāḥidatan fa kānū kahasyīmil-muḥtaẓir(i).
"Kami mengirimkan atas mereka suara menggelegar satu kali. Maka, jadilah mereka seperti batang-batang kering yang lapuk milik pembuat kandang ternak."
Makna & Renungan Singkat
Begitu unta tersebut dibunuh, datanglah azab Allah kepada mereka. Kami kirimkan atas mereka satu suara yang keras dan mengguntur, maka dengan sangat cepat jadilah mereka seperti batang-batang kering yang lapuk.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa laqad yassarnal-qur'āna liż-żikri fahal mim muddakir(in).
"Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Adakah orang yang mau mengambil pelajaran?"
Makna & Renungan Singkat
Uraian pada ayat-ayat sebelumnya menjadi pelajaran bagi mereka mau berpikir dan mengambil ibrah. Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk dijadikan peringatan, maka adakah orang yang secara sungguh-sungguh mau mengambil pelajaran darinya sehingga Allah melimpahkan karunia dan membantu dia memahami isinya?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Kaum Lut pun telah mendustakan peringatan-peringatan."
Makna & Renungan Singkat
Beralih dari kisah Kaum Samud dan azab yang menimpa mereka, Allah lalu bertutur tentang kisah Nabi Lut. Kaum Lut pun telah mendustakan peringatan nabinya itu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka badai batu, kecuali pengikut Lut. Kami menyelamatkan mereka sebelum fajar menyingsing"
Makna & Renungan Singkat
Akibat keingkaran mereka, sesungguhnya Kami kirimkan kepada mereka badai yang berembus amat kencang dan membawa batu-batu untuk kami timpakan kepada mereka, kecuali keluarga Lut. Kami selamatkan mereka dari bencana itu sebelum fajar menyingsing.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa laqad anżarahum baṭsyatanā fa tamārau bin-nużur(i).
"Sungguh, dia (Lut) benar-benar telah memperingatkan mereka akan hukuman Kami, tetapi mereka membantah peringatan itu."
Makna & Renungan Singkat
Allah tidak menimpakan azab itu kepada kaum Nabi Lut secara tiba-tiba karena sebelumnya mereka telah diberi peringatan. Dan sungguh, dia telah memperingatkan mereka agar berhenti dari kedurhakaan yang akan menyebabkan jatuhnya hukuman Kami, tetapi mereka tetap mendustakan peringatan-Ku.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa laqad rāwadūhu ‘an ḍaifihī fa ṭamasnā a‘yunahum fa żūqū ‘ażābī wa nużur(i).
"Sungguh, mereka benar-benar telah membujuknya berkali-kali (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka). Lalu, Kami butakan mata mereka. Maka, rasakanlah azab-Ku dan peringatan-peringatan-Ku!"
Makna & Renungan Singkat
Puncak keingkaran kaum Nabi Lut adalah kebiasaan mereka berhubungan seksual sesama jenis. Suatu hari Nabi Lut kedatangan tamu pria. Mereka pun bergegas ke rumah Nabi Lut. Dan sungguh, mereka telah membujuknya agar menyerahkan tamunya itu kepada mereka untuk diajak berhubungan seksual, lalu Kami butakan mata mereka akibat kedurhakaan ini, maka rasakanlah betapa pedih azab-Ku dan peringatan-Ku!
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa laqad ṣabbaḥahum bukratan ‘ażābum mustaqirr(un).
"Sungguh, pada esok harinya mereka benar-benar ditimpa azab yang terus-menerus."
Makna & Renungan Singkat
Tidak hanya membutakan mata mereka, Allah juga menimpakan kepada mereka azab yang lebih pedih. Dan sungguh, pada esok harinya mereka benar-benar ditimpa azab yang tetap sehingga binasalah mereka semua.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa laqad yassarnal-qur'āna liż-żikri fahal mim muddakir(in).
"Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?"
Makna & Renungan Singkat
Allah menuturkan kisah ini untuk mengingatkan betapa besar nikmat-Nya kepada manusia. Allah ingin agar manusia mau mengambil dari kisah itu pelajaran bagi kehidupannya. Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk dijadikan peringatan, maka adakah orang yang secara sungguh-sungguh mau mengambil pelajaran darinya sehingga Allah melimpahkan karunia dan membantunya memahami isinya?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sungguh, berbagai peringatan benar-benar telah datang kepada pengikut Fir‘aun."
Makna & Renungan Singkat
Dari kisah kaum Nabi Lut Allah beralih menyebut kisah Fira‘un dan kaumnya. Dan sungguh, peringatan Kami telah datang kepada keluarga Fira‘un dan kaumnya agar mereka beriman kepada Allah Yang Esa.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Mereka mendustakan semua tanda-tanda (kebesaran) Kami. Maka, Kami mengazab mereka dengan azab (Tuhan) Yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa."
Makna & Renungan Singkat
Namun, mereka mendustakan mukjizat-mukjizat Kami semuanya yang ditunjukkan oleh Nabi Musa, maka Kami azab mereka dengan azab dari Allah Yang Mahaperkasa, lagi Mahakuasa.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Akuffārukum khairum min ulā'ikum am lakum barā'atun fiz-zubur(i).
"Apakah orang-orang kafir di lingkunganmu (kaum Quraisy) lebih baik daripada mereka (kaum terdahulu) ataukah kamu telah mempunyai (jaminan) kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab terdahulu?"
Makna & Renungan Singkat
Allah kemudian mengalihkan arah komunikasi kepada kaum musyrik Mekah. Wahai kaum musyrik, apakah orang-orang kafir di lingkunganmu yang lebih baik daripada mereka yang telah dikisahkan itu, ataukah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan dari azab seperti yang tercantum dalam kitab-kitab terdahulu, sehingga kamu bersikeras untuk ingkar?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Bahkan, apakah mereka mengatakan, “Kami adalah golongan yang pasti menang.”"
Makna & Renungan Singkat
Peringatan itu tidak diperhatikan oleh kaum musyrik Mekah. Atau mereka mengatakan dengan penuh kesombongan, “Kami ini golongan yang sangat kompak dan selalu bersatu. Kami adalah golongan yang pasti menang dalam menghadapi siapa saja.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka berbalik ke belakang (mundur)."
Makna & Renungan Singkat
Allah menegasikan keyakinan kaum kafir itu . Golongan itu pasti akan dikalahkan oleh kaum yang beriman dan mereka akan mundur ke belakang sambil berlari pontang-panting.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Balis-sā‘atu mau‘iduhum was-sā‘atu adhā wa amarr(u).
"Bahkan hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka. Hari Kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit."
Makna & Renungan Singkat
Kekalahan mereka di dunia bukan akhir segalanya karena di akhirat mereka juga akan menerima azab atas kekafirannya. Bahkan, hari Kiamat itulah hari paling sulit yang dijanjikan oleh Allah kepada mereka, dan hari Kiamat itu lebih dahsyat daripada semua bencana dunia dan lebih pahit karena siksa itu berlanjut tanpa akhir.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya para pendurhaka berada dalam kesesatan dan akan berada dalam (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala)."
Makna & Renungan Singkat
Uraian tentang peringatan terhadap kaum kafir Mekah diikuti oleh penjelasan mengenai siksa bagi pendosa dan pahala bagi orang yang bertakwa. Sungguh, orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan saat di dunia, dan di akhirat kelak akan berada dalam neraka yang penuh siksa pedih.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu sesuai dengan ukuran."
Makna & Renungan Singkat
Apa yang terjadi pada semua makhluk sudah ditetapkan oleh Allah. Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran, yaitu suatu sistem dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa mā amrunā illā wāḥidatun kalamḥim bil-baṣar(i).
"Perintah Kami (ketika menghendaki sesuatu) hanyalah (dengan perkataan) sekali saja seperti kejapan mata."
Makna & Renungan Singkat
Dan ketahuilah bahwa semua perintah Kami yang menyangkut apa pun hanyalah diungkapkan dengan satu perkataan yang mudah dan cepat, seperti kejapan mata.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa laqad ahlaknā asy-yā‘akum fahal mim muddakir(in).
"Sungguh, Kami benar-benar telah membinasakan orang yang (kekafirannya) serupa dengan kamu. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?"
Makna & Renungan Singkat
Azab atas kaum-kaum terdahulu membuktikan betapa Allah Mahakuasa. Dan sungguh, telah Kami binasakan orang yang kekafirannya serupa dengan kamu, wahai kaum musyrik Mekah. Maka, adakah di antara kamu orang yang mau mengambil pelajaran dari peristiwa-peristiwa itu?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Segala sesuatu yang telah mereka perbuat (tertulis) dalam buku-buku catatan (amal)."
Makna & Renungan Singkat
Kami juga mengetahui apa saja yang berkaitan dengan mereka. Dan untuk membuktikan perilaku mereka, segala sesuatu yang telah mereka perbuat kapan dan di mana pun tercatat dengan rinci oleh malaikat Kami dalam buku-buku catatan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di taman-taman dan sungai"
Makna & Renungan Singkat
Bila orang-orang musyrik diseret pada wajahnya ke arah neraka, maka sungguh, orang-orang yang benar-benar bertakwa secara tulus berada di taman-taman dan sungai-sungai yang beragam.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Surat Al Qamar terdiri atas 55 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesedah surat Ath Thaariq. Nama Al Qamar (bulan) diambil dari perkataan Al Qamar yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Pada ayat ini diterangkan tentang terbelahnya bulan sebagai mukjizat Nabi Muhammad s.a.w.
Rujukan Mushaf & Terjemahan: Standar Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) 2019 dan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ).
Rujukan Tafsir Ringkas: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, dikumpulkan melalui proyek data terbuka gadingnst/quran-api. Sebagian kecil ayat (11 dari 6.236) belum menampilkan tafsir ringkas karena data sumber tidak lengkap.
🌱 Doa & Renungan Terkait
Perkuat pemahaman ayat dengan doa dan amalan yang sejalan: