apakah hari kiamat itu? Allah mengulang penyebutan kata “al-Qàri‘ah” untuk menggugah perhatian manusia tentang kengeriannya dan peristiwa-peristiwa dahsyat yang terjadi pada hari itu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan"
Makna & Renungan Singkat
Allah menggambarkan dahsyatnya hari kiamat melalui dua hal, yaitu keadaan manusia dan gunung-gunung. Pada hari kiamat itu manusia seperti laron yang beterbangan. Mereka berlarian tidak tentu arah, kacau balau, dan tidak lagi menghiraukan sekelilingnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"dan gunung-gunung seperti bulu yang berhamburan."
Makna & Renungan Singkat
Dan pada hari kiamat itu pula gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Gunung yang demikian kekar diempaskan sehingga menjadi abu, kemudian disapu oleh angin dahsyat hingga beterbangan, menjadikan bumi terhampar rata.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)-nya,"
Makna & Renungan Singkat
Dan adapun orang yang ringan timbangan kebaikan-nya dan kalah berat dibanding timbangan keburukannya karena lebih banyak berbuat maksiat dan kebatilan daripada taat dan kebajikan,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Surat ini terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Quraisy. Nama Al Qaari'ah diambil dari kata Al Qaari'ah yang terdapat pada ayat pertama, artinya mengetok dengan keras, kemudian kata ini dipakai untuk nama hari kiamat.
Rujukan Mushaf & Terjemahan: Standar Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) 2019 dan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ).
Rujukan Tafsir Ringkas: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, dikumpulkan melalui proyek data terbuka gadingnst/quran-api. Sebagian kecil ayat (11 dari 6.236) belum menampilkan tafsir ringkas karena data sumber tidak lengkap.
🌱 Doa & Renungan Terkait
Perkuat pemahaman ayat dengan doa dan amalan yang sejalan: