Daftar

Al-Waqi'ah

Hari Kiamat · 96 ayat · Mekah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
1 56:1
اِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُۙ
Iżā waqa‘atil-wāqi‘ah(tu).
"Apabila terjadi hari Kiamat (yang pasti terjadi),"
Makna & Renungan Singkat
Allah mengawali surah ini dengan penjelasan tentang hari akhir yang Dia tetapkan sebagai tanda dimulainya balasan bagi hamba. Apabila terjadi hari kiamat pada akhir kehidupan dunia kelak
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
2 56:2
لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ ۘ
Laisa liwaq‘atihā kāżibah(tun).
"tidak ada seorang pun yang (dapat) mendustakan terjadinya."
Makna & Renungan Singkat
terjadinya peristiwa dahsyat ini tidak dapat didustakan atau disangkal oleh siapa pun. Peristiwa ini merupakan ketetapan Allah yang pasti terjadi.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
3 56:3
خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ
Khāfiḍatur rāfi‘ah(tun).
"(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain)."
Makna & Renungan Singkat
Peristiwa itu akan merendahkan golongan yang ingkar kepada Allah dan meninggikan golongan lain yang beriman, melaksanakan perintah Allah, dan meninggalkan larangan-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
4 56:4
اِذَا رُجَّتِ الْاَرْضُ رَجًّاۙ
Iżā rujjatil-arḍu rajjā(n).
"Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya"
Makna & Renungan Singkat
Apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya pada saat kiamat dan gempa hebat di seluruh penjuru bumi menghancurkan apa saja yang ada di atasnya (lihat pula: Surah az-Zalzalah/99: 1),
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
5 56:5
وَّبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّاۙ
Wa bussatil-jibālu bassā(n).
"dan gunung-gunung dihancurkan sehancur-hancurnya,"
Makna & Renungan Singkat
dan ketika itu gunung-gunung dihancur-luluhkan seluluh-luluhnya,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
6 56:6
فَكَانَتْ هَبَاۤءً مُّنْۢبَثًّاۙ
Fa kānat habā'am mumbaṡṡā(n).
"jadilah ia debu yang beterbangan."
Makna & Renungan Singkat
maka jadilah ia debu yang beterbangan bagai bulu tertiup angin ke segala arah (lihat pula: Su-rah al-Qàri‘ah/101: 5).
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
7 56:7
وَّكُنْتُمْ اَزْوَاجًا ثَلٰثَةً ۗ
Wa kuntum azwājan ṡalāṡah(tan).
"Kamu menjadi tiga golongan,"
Makna & Renungan Singkat
Dan pada saat kiamat itu kamu, wahai manusia, akan terbagi menjadi tiga golongan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
8 56:8
فَاَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ ۗ
Fa aṣḥābul-maimanah(ti), mā aṣḥābul-maimanah(ti).
"yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu"
Makna & Renungan Singkat
Yaitu golongan kanan; mereka itulah orang yang beriman kepada Allah, melaksanakan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya. Alangkah mulianya golongan kanan itu karena mereka akan mendapat karunia yang Dia janjikan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
9 56:9
وَاَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِ ۗ
Wa aṣḥābul-masy'amah(ti), mā aṣḥābul-masy'amah(ti).
"dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu."
Makna & Renungan Singkat
Dan yang kedua adalah golongan kiri, yaitu mereka yang ingkar dan berbuat kemaksiatan. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu karena mereka akan mendapat hukuman akibat kemungkarannya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
10 56:10
وَالسّٰبِقُوْنَ السّٰبِقُوْنَۙ
Was-sābiqūnas-sābiqūn(a).
"Selain itu, (golongan ketiga adalah) orang-orang yang paling dahulu (beriman). Merekalah yang paling dahulu (masuk surga)."
Makna & Renungan Singkat
Dan yang ketiga adalah orang-orang yang paling dahulu beriman pada dakwah Rasulullah. Karena itu, merekalah yang paling dulu masuk surga sebagai balasan atas keimanan dan ketaatannya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
11 56:11
اُولٰۤىِٕكَ الْمُقَرَّبُوْنَۚ
Ulā'ikal-muqarrabūn(a).
"Mereka itulah orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)."
Makna & Renungan Singkat
Mereka yang pertama beriman itu adalah orang-orang yang dekat kepada Allah. Sebagai balasan, mereka akan mendapat rahmat-Nya,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
12 56:12
فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ
Fī jannātin-na‘īm(i).
"(Mereka) berada dalam surga (yang penuh) kenikmatan."
Makna & Renungan Singkat
yaitu berada dalam surga yang penuh kenikmatan sebagaimana yang Dia janjikan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
13 56:13
ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ
Ṡullatum minal-awwalīn(a).
"(Mereka adalah) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu"
Makna & Renungan Singkat
Ayat-ayat ini menerangkan kenikmatan yang akan mereka terima di surga tersebut. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu beriman kepada Allah
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
14 56:14
وَقَلِيْلٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ
Wa qalīlum minal-ākhirīn(a).
"dan sedikit dari orang-orang yang (datang) kemudian."
Makna & Renungan Singkat
dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian yang tetap teguh dalam ketaatan dan tauhid akan mendapat balasan yang Dia janjikan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
15 56:15
عَلٰى سُرُرٍ مَّوْضُوْنَةٍۙ
‘Alā sururim mauḍūnah(tin).
"(Mereka berada) di atas dipan-dipan yang bertatahkan emas dan permata"
Makna & Renungan Singkat
Mereka berada di atas dipan yang kukuh dan indah karena bertahta emas dan permata,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
16 56:16
مُّتَّكِـِٕيْنَ عَلَيْهَا مُتَقٰبِلِيْنَ
Muttaki'īna ‘alaihā mutaqābilīn(a).
"seraya bersandar di atasnya saling berhadapan."
Makna & Renungan Singkat
seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan sambil mensyukuri nikmat yang mereka terima.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
17 56:17
يَطُوْفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُوْنَۙ
Yaṭūfu ‘alaihim wildānum mukhalladūn(a).
"Mereka dikelilingi oleh anak-anak yang selalu muda"
Makna & Renungan Singkat
Di surga itu mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dan selalu menyenangkan bila dipandang.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
18 56:18
بِاَكْوَابٍ وَّاَبَارِيْقَۙ وَكَأْسٍ مِّنْ مَّعِيْنٍۙ
Bi'akwābiw wa abārīq(a), wa ka'sim mim ma‘īn(in).
"dengan (membawa) gelas, kendi, dan seloki (berisi minuman yang diambil) dari sumber yang mengalir."
Makna & Renungan Singkat
Anak-anak muda itu melayani mereka dengan membawa gelas, cerek, dan minuman segar yang diambil dari air yang mengalir dari sumber yang tidak pernah kering.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
19 56:19
لَّا يُصَدَّعُوْنَ عَنْهَا وَلَا يُنْزِفُوْنَۙ
Lā yuṣadda‘ūna ‘anhā wa lā yunzifūn(a).
"Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk."
Makna & Renungan Singkat
Mereka juga mendapat minuman anggur yang tidak memabukkan sehingga mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
20 56:20
وَفَاكِهَةٍ مِّمَّا يَتَخَيَّرُوْنَۙ
Wa fākihatim mimmā yatakhayyarūn(a).
"(Mereka menyuguhkan pula) buah-buahan yang mereka pilih"
Makna & Renungan Singkat
Di sana disediakan pula makanan dan buah-buahan yang beragam sehingga mereka mendapatkan buah apa pun yang mereka pilih.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
21 56:21
وَلَحْمِ طَيْرٍ مِّمَّا يَشْتَهُوْنَۗ
Wa laḥmi ṭairim mimmā yasytahūn(a).
"dan daging burung yang mereka sukai."
Makna & Renungan Singkat
Dan dihidangkan pula kepada mereka daging burung apa pun yang menggugah selera, seperti yang mereka inginkan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
22 56:22
وَحُوْرٌ عِيْنٌۙ
Wa ḥūrun ‘īn(un).
"Ada bidadari yang bermata indah"
Makna & Renungan Singkat
Orang-orang yang beriman itu mendapat karunia dan nikmat saat di surga, dan di sekeliling mereka ada bidadari-bidadari yang cantik jelita dan bermata jeli.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
23 56:23
كَاَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُوْنِۚ
Ka'amṡālil-lu'lu'il-maknūn(i).
"laksana mutiara yang tersimpan dengan baik"
Makna & Renungan Singkat
Mereka laksana mutiara yang tersimpan baik dan tidak ternoda oleh apa pun.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
24 56:24
جَزَاۤءًۢ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Jazā'am bimā kānū ya‘malūn(a).
"sebagai balasan atas apa yang selama ini mereka kerjakan."
Makna & Renungan Singkat
Kami berikan kenikmatan itu sebagai balasan atas keimanan mereka kepada Allah dan kebaikan apa saja yang mereka kerjakan di dunia.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
25 56:25
لَا يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا وَّلَا تَأْثِيْمًاۙ
Lā yasma‘ūna fīhā lagwaw wa lā ta'ṡīmā(n).
"Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia dan tidak (pula) percakapan yang menimbulkan dosa,"
Makna & Renungan Singkat
Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia, seperti gurauan atau perkataan yang tidak bermanfaat, dan tidak pula mereka mendengar perkataan yang menimbulkan dosa.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
26 56:26
اِلَّا قِيْلًا سَلٰمًا سَلٰمًا
Illā qīlan salāman salāmā(n).
"kecuali (yang mereka dengar hanyalah) ucapan, “Salam… salam.”"
Makna & Renungan Singkat
Tetapi, di dalam sana mereka hanya mendengar ucapan salam hangat dan doa yang menyejukkan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
27 56:27
وَاَصْحٰبُ الْيَمِيْنِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْيَمِيْنِۗ
Wa aṣḥābul-yamīn(i), mā aṣḥābul-yamīn(i).
"Golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu."
Makna & Renungan Singkat
Usai menguraikan nikmat bagi orang beriman, pada ayat-ayat ini Allah menjelaskan siapakah golongan kanan itu. Dan sebagian manusia termasuk golongan kanan, yaitu mereka yang beriman dan menaati ajaran Allah. Alangkah bahagianya mereka yang termasuk golongan kanan itu. Mereka pasti akan mendapat balasan surga yang penuh kenikmatan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
28 56:28
فِيْ سِدْرٍ مَّخْضُوْدٍۙ
Fī sidrim makhḍūd(in).
"(Mereka) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,"
Makna & Renungan Singkat
Orang yang termasuk golongan kanan itu berada di antara pohon bidara yang tak berduri dengan penuh kegembiraan,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
29 56:29
وَّطَلْحٍ مَّنْضُوْدٍۙ
Wa ṭalḥim manḍūd(in).
"pohon pisang yang (buahnya) bersusun-susun,"
Makna & Renungan Singkat
dan di sekeliling mereka terdapat pohon pisang yang bersusun-susun buahnya dan telah masak.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
30 56:30
وَّظِلٍّ مَّمْدُوْدٍۙ
Wa ẓillim mamdūd(in).
"naungan yang terbentang luas,"
Makna & Renungan Singkat
Suasana di tempat itu sangat menyenangkan. Dan di bagian atasnya terdapat naungan yang terbentang luas,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
31 56:31
وَّمَاۤءٍ مَّسْكُوْبٍۙ
Wa mā'im maskūb(in).
"air yang tercurah,"
Makna & Renungan Singkat
menjadikannya terasa sejuk, dan selain itu terdapat pula air jernih yang tercurah di sana.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
32 56:32
وَّفَاكِهَةٍ كَثِيْرَةٍۙ
Wa fākihatin kaṡīrah(tin).
"buah-buahan yang banyak"
Makna & Renungan Singkat
Di surga terdapat beragam sayuran dan buah-buahan yang sudah masak dan banyak macamnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
33 56:33
لَّا مَقْطُوْعَةٍ وَّلَا مَمْنُوْعَةٍۙ
Lā maqṭū‘atiw wa lā mamnū‘ah(tin).
"yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang memetiknya,"
Makna & Renungan Singkat
Pepohonan di dalamnya merupakan tumbuhan yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang pula bagi penghuni surga untuk mengambilnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
34 56:34
وَّفُرُشٍ مَّرْفُوْعَةٍۗ
Wa furusyim marfū‘ah(tin).
"dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk."
Makna & Renungan Singkat
Bagi mereka disediakan pula tempat istirahat yang dilengkapi pembaringan, dan di atasnya terdapat kasur-kasur yang tebal lagi empuk.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
35 56:35
اِنَّآ اَنْشَأْنٰهُنَّ اِنْشَاۤءًۙ
Innā ansya'nāhunna insyā'ā(n).
"Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari itu) secara langsung,"
Makna & Renungan Singkat
Selain kenikmatan yang telah diuraikan, sesungguhnya di surga juga terdapat bidadari-bidadari cantik yang Kami ciptakan mereka secara langsung.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
36 56:36
فَجَعَلْنٰهُنَّ اَبْكَارًاۙ
Faja‘alnāhunna abkārā(n).
"lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan"
Makna & Renungan Singkat
Kami jadikan mereka sebagai gadis-gadis perawan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
37 56:37
عُرُبًا اَتْرَابًاۙ
‘Uruban atrābā(n).
"yang penuh cinta (lagi) sebaya umurnya,"
Makna & Renungan Singkat
Mereka selalu penuh dengan cinta lagi sebaya umurnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
38 56:38
لِّاَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗ
Li'aṣḥābil-yamīn(i).
"(diperuntukkan)bagi golongan kanan,"
Makna & Renungan Singkat
Kami ciptakan mereka khusus untuk golongan kanan yang teguh imannya dan selalu menaati aturan Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
39 56:39
ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ
Ṡullatum minal-awwalīn(a).
"(yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu"
Makna & Renungan Singkat
Karunia dan kenikmatan itu diperuntukkan bagi kelompok kanan, yaitu segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu beriman dan menaati ajaran Allah,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
40 56:40
وَثُلَّةٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ ࣖ
Wa ṡullatum minal-ākhirīn(a).
"dan segolongan besar (pula) dari orang-orang yang kemudian."
Makna & Renungan Singkat
dan disiapkan pula bagi segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian dalam memeluk Islam.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
41 56:41
وَاَصْحٰبُ الشِّمَالِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الشِّمَالِۗ
Wa aṣḥābusy-syimāl(i), mā aṣḥābusy-syimāl(i).
"Golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu."
Makna & Renungan Singkat
Beralih dari uraian tentang golongan kanan, Allah pada ayat-ayat berikut menerangkan golongan kiri. Dan orang-orang yang termasuk golongan kiri adalah mereka yang ingkar pada Allah dan selalu berbuat menyimpang. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu karena mereka akan menerima azab sesuai dengan perilakunya di dunia.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
42 56:42
فِيْ سَمُوْمٍ وَّحَمِيْمٍۙ
Fī samūmiw wa ḥamīm(in).
"(Mereka berada) dalam siksaan angin yang sangat panas, air yang mendidih,"
Makna & Renungan Singkat
Mereka disiksa dalam pusaran angin yang membawa udara amat panas hingga membuat seluruh tubuh mereka melepuh, dan bagi mereka disediakan pula minuman dari air panas yang mendidih sehingga lidah mereka terbakar saat meminumnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
43 56:43
وَّظِلٍّ مِّنْ يَّحْمُوْمٍۙ
Wa ẓillim miy yaḥmūm(in).
"dan naungan asap hitam"
Makna & Renungan Singkat
Demikian pedih azab bagi golongan kiri itu, dan mereka selalu dalam naungan asap yang hitam dari api neraka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
44 56:44
لَّا بَارِدٍ وَّلَا كَرِيْمٍ
Lā bāridiw wa lā karīm(in).
"yang tidak sejuk dan tidak menyenangkan."
Makna & Renungan Singkat
Asap hitam itu membuat suasana di neraka sama sekali tidak sejuk dan tidak pula menyenangkan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
45 56:45
اِنَّهُمْ كَانُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُتْرَفِيْنَۚ
Innahum kānū qabla żālika mutrafīn(a).
"Sesungguhnya mereka sebelum ituhidup bermewah-mewah."
Makna & Renungan Singkat
Golongan kiri itu mendapat azab yang sangat pedih karena sesungguhnya mereka sebelum itu selalu hidup bermewahan dari harta yang tidak halal,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
46 56:46
وَكَانُوْا يُصِرُّوْنَ عَلَى الْحِنْثِ الْعَظِيْمِۚ
Wa kānū yuṣirrūna ‘alal-ḥinṡil-‘aẓīm(i).
"Mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar."
Makna & Renungan Singkat
dan di samping itu mereka terus menerus mengerjakan dosa besar.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
47 56:47
وَكَانُوْا يَقُوْلُوْنَ ەۙ اَىِٕذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَۙ
Wa kānū yaqūlūn(a), a'iżā mitnā wa kunnā turābaw wa ‘iẓāman a'innā lamab‘ūṡūn(a).
"Mereka berkata, “Apabila kami telahmati menjadi tanah dan tulang-belulang,apakah kami benar-benar akan dibangkitkan (kembali)?"
Makna & Renungan Singkat
Golongan kiri itu tidak mempercayai adanya hari kebangkitan, dan mereka selalu mengatakan, “Apakah bila kami mati, dikubur, dan menjadi tanah dan tulang belulang kami hancur, apakah sesungguhnya kami akan benar-benar dibangkitkan kembali seperti saat di dunia ini?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
48 56:48
اَوَاٰبَاۤؤُنَا الْاَوَّلُوْنَ
Awa'ābā'unal-awwalūn(a).
"Apakah nenek moyang kami yang terdahulu (akan dibangkitkan pula)?”"
Makna & Renungan Singkat
Apakah bapak-bapak kami yang sudah meninggal terdahulu juga akan dibangkitkan seperti halnya kami?”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
49 56:49
قُلْ اِنَّ الْاَوَّلِيْنَ وَالْاٰخِرِيْنَۙ
Qul innal-awwalīna wal-ākhirīn(a).
"Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian"
Makna & Renungan Singkat
49-50. Wahai Nabi, katakanlah untuk meyakinkan mereka, “Sesungguhnya orang-orang yang sudah meninggal terdahulu, termasuk kakek moyang mereka, dan orang-orang yang terkemudian, seperti anak cucu mereka, benar-benar akan dikumpulkan di Padang Mahsyar pada waktu tertentu pada hari yang telah dikenal dan ditetapkan.49-50. Wahai Nabi, katakanlah untuk meyakinkan mereka, “Sesungguhnya orang-orang yang sudah meninggal terdahulu, termasuk kakek moyang mereka, dan orang-orang yang terkemudian, seperti anak cucu mereka, benar-benar akan dikumpulkan di Padang Mahsyar pada waktu tertentu pada hari yang telah dikenal dan ditetapkan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
50 56:50
لَمَجْمُوْعُوْنَۙ اِلٰى مِيْقَاتِ يَوْمٍ مَّعْلُوْمٍ
Lamajmū‘ūn(a), ilā mīqāti yaumim ma‘lūm(in).
"benar-benar akan dikumpulkan pada waktu tertentu, yaitu hari yang sudah diketahui."
Makna & Renungan Singkat
49-50. Wahai Nabi, katakanlah untuk meyakinkan mereka, “Sesungguhnya orang-orang yang sudah meninggal terdahulu, termasuk kakek moyang mereka, dan orang-orang yang terkemudian, seperti anak cucu mereka, benar-benar akan dikumpulkan di Padang Mahsyar pada waktu tertentu pada hari yang telah dikenal dan ditetapkan.51-53. Kemudian pada kehidupan di akhirat itu, sesungguhnya kamu wahai orang-orang yang sesat dan selalu berbuat dosa dan maksiat lagi mendustakan ayat-ayat Allah dan dakwah Nabi, pasti kamu akan memakan buah pohon zaqqum yang sangat pahit dan tidak enak, dan ketahuilah bahwa kamu tidak hanya memakan satu buah, melainkan akan penuh perutmu dengannya akibat makan dalam jumlah banyak.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
51 56:51
ثُمَّ اِنَّكُمْ اَيُّهَا الضَّاۤ لُّوْنَ الْمُكَذِّبُوْنَۙ
Ṡumma innakum ayyuhaḍ-ḍāllūnal-mukażżibūn(a).
"Kemudian, sesungguhnya kamu, wahai orang-orang sesat lagi pendusta,"
Makna & Renungan Singkat
51-53. Kemudian pada kehidupan di akhirat itu, sesungguhnya kamu wahai orang-orang yang sesat dan selalu berbuat dosa dan maksiat lagi mendustakan ayat-ayat Allah dan dakwah Nabi, pasti kamu akan memakan buah pohon zaqqum yang sangat pahit dan tidak enak, dan ketahuilah bahwa kamu tidak hanya memakan satu buah, melainkan akan penuh perutmu dengannya akibat makan dalam jumlah banyak.51-53. Kemudian pada kehidupan di akhirat itu, sesungguhnya kamu wahai orang-orang yang sesat dan selalu berbuat dosa dan maksiat lagi mendustakan ayat-ayat Allah dan dakwah Nabi, pasti kamu akan memakan buah pohon zaqqum yang sangat pahit dan tidak enak, dan ketahuilah bahwa kamu tidak hanya memakan satu buah, melainkan akan penuh perutmu dengannya akibat makan dalam jumlah banyak.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
52 56:52
لَاٰكِلُوْنَ مِنْ شَجَرٍ مِّنْ زَقُّوْمٍۙ
La'ākilūna min syajarim min zaqqūm(in).
"pasti akan memakan pohon zaqum."
Makna & Renungan Singkat
51-53. Kemudian pada kehidupan di akhirat itu, sesungguhnya kamu wahai orang-orang yang sesat dan selalu berbuat dosa dan maksiat lagi mendustakan ayat-ayat Allah dan dakwah Nabi, pasti kamu akan memakan buah pohon zaqqum yang sangat pahit dan tidak enak, dan ketahuilah bahwa kamu tidak hanya memakan satu buah, melainkan akan penuh perutmu dengannya akibat makan dalam jumlah banyak.51-53. Kemudian pada kehidupan di akhirat itu, sesungguhnya kamu wahai orang-orang yang sesat dan selalu berbuat dosa dan maksiat lagi mendustakan ayat-ayat Allah dan dakwah Nabi, pasti kamu akan memakan buah pohon zaqqum yang sangat pahit dan tidak enak, dan ketahuilah bahwa kamu tidak hanya memakan satu buah, melainkan akan penuh perutmu dengannya akibat makan dalam jumlah banyak.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
53 56:53
فَمَالِـُٔوْنَ مِنْهَا الْبُطُوْنَۚ
Fa māli'ūna minhal-buṭūn(a).
"Lalu, kamu akan memenuhi perut-perutmu dengannya."
Makna & Renungan Singkat
51-53. Kemudian pada kehidupan di akhirat itu, sesungguhnya kamu wahai orang-orang yang sesat dan selalu berbuat dosa dan maksiat lagi mendustakan ayat-ayat Allah dan dakwah Nabi, pasti kamu akan memakan buah pohon zaqqum yang sangat pahit dan tidak enak, dan ketahuilah bahwa kamu tidak hanya memakan satu buah, melainkan akan penuh perutmu dengannya akibat makan dalam jumlah banyak.54-56. Wahai orang yang sesat, sesudah memenuhi perut dengan buah zaqqum yang sangat tidak enak itu, kamu akan meminum air yang sangat panas dan membakar lidah. Meski demikian, karena dahaga yang sangat mencekik maka kamu minum air panas itu seperti unta yang sangat haus minum. Itulah beragam hidangan menyakitkan yang Kami sediakan untuk mereka yang selalu ingkar dan berbuat maksiat, pada hari pembalasan”.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
54 56:54
فَشٰرِبُوْنَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيْمِۚ
Fasyāribūna ‘alaihi minal-ḥamīm(i).
"Setelah itu, untuk penawarnya (zaqum) kamu akan meminum air yang sangat panas."
Makna & Renungan Singkat
54-56. Wahai orang yang sesat, sesudah memenuhi perut dengan buah zaqqum yang sangat tidak enak itu, kamu akan meminum air yang sangat panas dan membakar lidah. Meski demikian, karena dahaga yang sangat mencekik maka kamu minum air panas itu seperti unta yang sangat haus minum. Itulah beragam hidangan menyakitkan yang Kami sediakan untuk mereka yang selalu ingkar dan berbuat maksiat, pada hari pembalasan”.54-56. Wahai orang yang sesat, sesudah memenuhi perut dengan buah zaqqum yang sangat tidak enak itu, kamu akan meminum air yang sangat panas dan membakar lidah. Meski demikian, karena dahaga yang sangat mencekik maka kamu minum air panas itu seperti unta yang sangat haus minum. Itulah beragam hidangan menyakitkan yang Kami sediakan untuk mereka yang selalu ingkar dan berbuat maksiat, pada hari pembalasan”.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
55 56:55
فَشٰرِبُوْنَ شُرْبَ الْهِيْمِۗ
Fa syāribūna syurbal-hīm(i).
"Maka, kamu minum bagaikan unta yang sangat haus."
Makna & Renungan Singkat
54-56. Wahai orang yang sesat, sesudah memenuhi perut dengan buah zaqqum yang sangat tidak enak itu, kamu akan meminum air yang sangat panas dan membakar lidah. Meski demikian, karena dahaga yang sangat mencekik maka kamu minum air panas itu seperti unta yang sangat haus minum. Itulah beragam hidangan menyakitkan yang Kami sediakan untuk mereka yang selalu ingkar dan berbuat maksiat, pada hari pembalasan”.54-56. Wahai orang yang sesat, sesudah memenuhi perut dengan buah zaqqum yang sangat tidak enak itu, kamu akan meminum air yang sangat panas dan membakar lidah. Meski demikian, karena dahaga yang sangat mencekik maka kamu minum air panas itu seperti unta yang sangat haus minum. Itulah beragam hidangan menyakitkan yang Kami sediakan untuk mereka yang selalu ingkar dan berbuat maksiat, pada hari pembalasan”.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
56 56:56
هٰذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّيْنِۗ
Hāżā nuzuluhum yaumad-dīn(i).
"Inilah hidangan (untuk) mereka pada hari Pembalasan.”"
Makna & Renungan Singkat
54-56. Wahai orang yang sesat, sesudah memenuhi perut dengan buah zaqqum yang sangat tidak enak itu, kamu akan meminum air yang sangat panas dan membakar lidah. Meski demikian, karena dahaga yang sangat mencekik maka kamu minum air panas itu seperti unta yang sangat haus minum. Itulah beragam hidangan menyakitkan yang Kami sediakan untuk mereka yang selalu ingkar dan berbuat maksiat, pada hari pembalasan”.57. Setelah menjelaskan azab bagi orang yang mengingkari hari kebangkitan, pada ayat-ayat ini Allah menguraikan tanda-tanda kekuasaan-Nya yang terkait kiamat tersebut. Wahai manusia, Kami Yang Mahakuasa telah menciptakan kamu, maka saat kamu mengetahui hal itu, mengapa kamu tidak membenarkan adanya penciptaan dan kebangkitan?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
57 56:57
نَحْنُ خَلَقْنٰكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُوْنَ
Naḥnu khalaqnākum falau lā tuṣaddiqūn(a).
"Kami telah menciptakanmu. Mengapa kamu tidak membenarkan (hari Kebangkitan)?"
Makna & Renungan Singkat
Setelah menjelaskan azab bagi orang yang mengingkari hari kebangkitan, pada ayat-ayat ini Allah menguraikan tanda-tanda kekuasaan-Nya yang terkait kiamat tersebut. Wahai manusia, Kami Yang Mahakuasa telah menciptakan kamu, maka saat kamu mengetahui hal itu, mengapa kamu tidak membenarkan adanya penciptaan dan kebangkitan?58-59. Maka adakah kamu perhatikan, wahai manusia yang ingkar, tentang benih manusia yang kamu pancarkan? Kamukah yang menciptakannya untuk kemudian menjadi manusia utuh, atau Kami yang menciptakannya?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
58 56:58
اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تُمْنُوْنَۗ
Afa ra'aitum mā tumnūn(a).
"Apakah kamu memperhatikan apa yang kamu pancarkan (sperma)?"
Makna & Renungan Singkat
58-59. Maka adakah kamu perhatikan, wahai manusia yang ingkar, tentang benih manusia yang kamu pancarkan? Kamukah yang menciptakannya untuk kemudian menjadi manusia utuh, atau Kami yang menciptakannya?58-59. Maka adakah kamu perhatikan, wahai manusia yang ingkar, tentang benih manusia yang kamu pancarkan? Kamukah yang menciptakannya untuk kemudian menjadi manusia utuh, atau Kami yang menciptakannya?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
59 56:59
ءَاَنْتُمْ تَخْلُقُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الْخٰلِقُوْنَ
A'antum takhluqūnahū am naḥnul-khāliqūn(a).
"Apakah kamu yang menciptakannya atau Kami Penciptanya?"
Makna & Renungan Singkat
58-59. Maka adakah kamu perhatikan, wahai manusia yang ingkar, tentang benih manusia yang kamu pancarkan? Kamukah yang menciptakannya untuk kemudian menjadi manusia utuh, atau Kami yang menciptakannya?60-61. Wahai orang yang ingkar, ketahuilah bahwa Kami telah menentukan kematian masing-masing di antara kamu sesuai kehendak Kami, dan Kami sekali-kali tidak pernah merasa lemah untuk menggantikan kamu yang ingkar dengan orang-orang yang seperti kamu di dunia ini, dan Kami berkuasa pula untuk membangkitkan kamu kelak di akhirat dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
60 56:60
نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوْقِيْنَۙ
Naḥnu qaddarnā bainakumul-mauta wa mā naḥnu bimasbūqīn(a).
"Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami tidak lemah"
Makna & Renungan Singkat
60-61. Wahai orang yang ingkar, ketahuilah bahwa Kami telah menentukan kematian masing-masing di antara kamu sesuai kehendak Kami, dan Kami sekali-kali tidak pernah merasa lemah untuk menggantikan kamu yang ingkar dengan orang-orang yang seperti kamu di dunia ini, dan Kami berkuasa pula untuk membangkitkan kamu kelak di akhirat dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.60-61. Wahai orang yang ingkar, ketahuilah bahwa Kami telah menentukan kematian masing-masing di antara kamu sesuai kehendak Kami, dan Kami sekali-kali tidak pernah merasa lemah untuk menggantikan kamu yang ingkar dengan orang-orang yang seperti kamu di dunia ini, dan Kami berkuasa pula untuk membangkitkan kamu kelak di akhirat dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
61 56:61
عَلٰٓى اَنْ نُّبَدِّلَ اَمْثَالَكُمْ وَنُنْشِئَكُمْ فِيْ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
‘Alā an nubaddila amṡālakum wa nunsyi'akum fī mā lā ta‘lamūn(a).
"untuk mengubah bentukmu (di hari Kiamat) dan menciptakanmu kelak dalam keadaan yang tidak kamu ketahui."
Makna & Renungan Singkat
60-61. Wahai orang yang ingkar, ketahuilah bahwa Kami telah menentukan kematian masing-masing di antara kamu sesuai kehendak Kami, dan Kami sekali-kali tidak pernah merasa lemah untuk menggantikan kamu yang ingkar dengan orang-orang yang seperti kamu di dunia ini, dan Kami berkuasa pula untuk membangkitkan kamu kelak di akhirat dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.62. Allah pencipta seluruh makhluk, termasuk manusia. Dan sungguh, wahai orang yang mengingkari kebangkitan, kamu telah mengetahui bahwa Allah Yang Mahakuasa telah melakukan penciptaan manusia yang pertama, maka tentu Dia kuasa pula untuk menghidupkan kembali mereka yang sudah mati pada penciptaan kedua. Maka, mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran dari kekuasaan-Nya itu untuk meyakini adanya kebangkitan?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
62 56:62
وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ النَّشْاَةَ الْاُوْلٰى فَلَوْلَا تَذَكَّرُوْنَ
Wa laqad ‘alimtumun-nasy'atal-ūlā falau lā tażakkarūn(a).
"Sungguh, kamu benar-benar telah mengetahui penciptaan yang pertama. Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?"
Makna & Renungan Singkat
Allah pencipta seluruh makhluk, termasuk manusia. Dan sungguh, wahai orang yang mengingkari kebangkitan, kamu telah mengetahui bahwa Allah Yang Mahakuasa telah melakukan penciptaan manusia yang pertama, maka tentu Dia kuasa pula untuk menghidupkan kembali mereka yang sudah mati pada penciptaan kedua. Maka, mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran dari kekuasaan-Nya itu untuk meyakini adanya kebangkitan? 63-64. Maka terangkanlah kepadaku, wahai pengingkar, tentang benih yang kamu tanam di ladang. Kamukah yang menumbuhkannya hingga menjadi tanaman atau Kamikah yang menumbuhkannya hingga menjadi besar dan berbuah?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
63 56:63
اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تَحْرُثُوْنَۗ
Afara'aitum mā taḥruṡūn(a).
"Apakah kamu memperhatikan benih yang kamu tanam?"
Makna & Renungan Singkat
63-64. Maka terangkanlah kepadaku, wahai pengingkar, tentang benih yang kamu tanam di ladang. Kamukah yang menumbuhkannya hingga menjadi tanaman atau Kamikah yang menumbuhkannya hingga menjadi besar dan berbuah?63-64. Maka terangkanlah kepadaku, wahai pengingkar, tentang benih yang kamu tanam di ladang. Kamukah yang menumbuhkannya hingga menjadi tanaman atau Kamikah yang menumbuhkannya hingga menjadi besar dan berbuah?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
64 56:64
ءَاَنْتُمْ تَزْرَعُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الزّٰرِعُوْنَ
A'antum tazra‘ūnahū am naḥnuz-zāri‘ūn(a).
"Apakah kamu yang menumbuhkannya atau Kami yang menumbuhkan?"
Makna & Renungan Singkat
63-64. Maka terangkanlah kepadaku, wahai pengingkar, tentang benih yang kamu tanam di ladang. Kamukah yang menumbuhkannya hingga menjadi tanaman atau Kamikah yang menumbuhkannya hingga menjadi besar dan berbuah?65-67. Sekiranya Kami kehendaki, pepohonan subur dan berbuah lebat yang Kami tumbuhkan itu dapat Kami hancurkan sampai kering dan lumat sehingga tidak lagi bermanfaat. Bila hal ini terjadi maka kamu akan heran dan tercengang sambil berkata, “Sesungguhnya, akibat peristiwa tidak terduga itu, kami benar-benar menderita kerugian yang sangat besar, bahkan kami benar-benar akan menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
65 56:65
لَوْ نَشَاۤءُ لَجَعَلْنٰهُ حُطَامًا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُوْنَۙ
Lau nasyā'u laja‘alnāhu ḥuṭāman fa ẓaltum tafakkahūn(a).
"Seandainya Kami berkehendak, Kami benar-benar menjadikannya hancur sehingga kamu menjadi heran tercengang,"
Makna & Renungan Singkat
65-67. Sekiranya Kami kehendaki, pepohonan subur dan berbuah lebat yang Kami tumbuhkan itu dapat Kami hancurkan sampai kering dan lumat sehingga tidak lagi bermanfaat. Bila hal ini terjadi maka kamu akan heran dan tercengang sambil berkata, “Sesungguhnya, akibat peristiwa tidak terduga itu, kami benar-benar menderita kerugian yang sangat besar, bahkan kami benar-benar akan menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa.”65-67. Sekiranya Kami kehendaki, pepohonan subur dan berbuah lebat yang Kami tumbuhkan itu dapat Kami hancurkan sampai kering dan lumat sehingga tidak lagi bermanfaat. Bila hal ini terjadi maka kamu akan heran dan tercengang sambil berkata, “Sesungguhnya, akibat peristiwa tidak terduga itu, kami benar-benar menderita kerugian yang sangat besar, bahkan kami benar-benar akan menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
66 56:66
اِنَّا لَمُغْرَمُوْنَۙ
Innā lamugramūn(a).
"(sambil berkata,) “Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian."
Makna & Renungan Singkat
65-67. Sekiranya Kami kehendaki, pepohonan subur dan berbuah lebat yang Kami tumbuhkan itu dapat Kami hancurkan sampai kering dan lumat sehingga tidak lagi bermanfaat. Bila hal ini terjadi maka kamu akan heran dan tercengang sambil berkata, “Sesungguhnya, akibat peristiwa tidak terduga itu, kami benar-benar menderita kerugian yang sangat besar, bahkan kami benar-benar akan menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa.”65-67. Sekiranya Kami kehendaki, pepohonan subur dan berbuah lebat yang Kami tumbuhkan itu dapat Kami hancurkan sampai kering dan lumat sehingga tidak lagi bermanfaat. Bila hal ini terjadi maka kamu akan heran dan tercengang sambil berkata, “Sesungguhnya, akibat peristiwa tidak terduga itu, kami benar-benar menderita kerugian yang sangat besar, bahkan kami benar-benar akan menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
67 56:67
بَلْ نَحْنُ مَحْرُوْمُوْنَ
Bal naḥnu maḥrūmūn(a).
"Bahkan, kami tidak mendapat hasil apa pun.”"
Makna & Renungan Singkat
65-67. Sekiranya Kami kehendaki, pepohonan subur dan berbuah lebat yang Kami tumbuhkan itu dapat Kami hancurkan sampai kering dan lumat sehingga tidak lagi bermanfaat. Bila hal ini terjadi maka kamu akan heran dan tercengang sambil berkata, “Sesungguhnya, akibat peristiwa tidak terduga itu, kami benar-benar menderita kerugian yang sangat besar, bahkan kami benar-benar akan menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa.”68-70. Pernahkah pula kamu memperhatikan air yang kamu minum tiap hari? Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan air itu? Ketahuilah, kalau Kami kehendaki niscaya Kami menjadikannya asin sehingga tidak layak minum. Maka, mengapakah kamu tidak bersyukur atas anugerah Allah yang besar itu?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
68 56:68
اَفَرَءَيْتُمُ الْمَاۤءَ الَّذِيْ تَشْرَبُوْنَۗ
Afa ra'aitumul-mā'al-lażī tasyrabūn(a).
"Apakah kamu memperhatikan air yang kamu minum?"
Makna & Renungan Singkat
68-70. Pernahkah pula kamu memperhatikan air yang kamu minum tiap hari? Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan air itu? Ketahuilah, kalau Kami kehendaki niscaya Kami menjadikannya asin sehingga tidak layak minum. Maka, mengapakah kamu tidak bersyukur atas anugerah Allah yang besar itu?68-70. Pernahkah pula kamu memperhatikan air yang kamu minum tiap hari? Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan air itu? Ketahuilah, kalau Kami kehendaki niscaya Kami menjadikannya asin sehingga tidak layak minum. Maka, mengapakah kamu tidak bersyukur atas anugerah Allah yang besar itu?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
69 56:69
ءَاَنْتُمْ اَنْزَلْتُمُوْهُ مِنَ الْمُزْنِ اَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُوْنَ
A'antum anzaltumūhu minal-muzni am naḥnul-munzilūn(a).
"Apakah kamu yang menurunkannya dari awan atau Kami yang menurunkan?"
Makna & Renungan Singkat
68-70. Pernahkah pula kamu memperhatikan air yang kamu minum tiap hari? Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan air itu? Ketahuilah, kalau Kami kehendaki niscaya Kami menjadikannya asin sehingga tidak layak minum. Maka, mengapakah kamu tidak bersyukur atas anugerah Allah yang besar itu?68-70. Pernahkah pula kamu memperhatikan air yang kamu minum tiap hari? Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan air itu? Ketahuilah, kalau Kami kehendaki niscaya Kami menjadikannya asin sehingga tidak layak minum. Maka, mengapakah kamu tidak bersyukur atas anugerah Allah yang besar itu?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
70 56:70
لَوْ نَشَاۤءُ جَعَلْنٰهُ اُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُوْنَ
Lau nasyā'u ja‘alnāhu ujājan falau lā tasykurūn(a).
"Seandainya Kami berkehendak, Kami menjadikannya asin. Mengapa kamu tidak bersyukur?"
Makna & Renungan Singkat
68-70. Pernahkah pula kamu memperhatikan air yang kamu minum tiap hari? Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan air itu? Ketahuilah, kalau Kami kehendaki niscaya Kami menjadikannya asin sehingga tidak layak minum. Maka, mengapakah kamu tidak bersyukur atas anugerah Allah yang besar itu?71-74. Bila kamu sudah memahami siapa yang menurunkan air, maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan dari kayu bakar? Kamukah yang menumbuhkan pohon penghasil kayu bakar itu ataukah Kami yang menumbuhkannya? Ketahuilah, Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan bakar yang berguna bagi musafir di padang pasir. Dengan anugerah ini, maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahabesar.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
71 56:71
اَفَرَءَيْتُمُ النَّارَ الَّتِيْ تُوْرُوْنَۗ
Afa ra'aitumun-nāral-latī tūrūn(a).
"Apakah kamu memperhatikan api yang kamu nyalakan?"
Makna & Renungan Singkat
71-74. Bila kamu sudah memahami siapa yang menurunkan air, maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan dari kayu bakar? Kamukah yang menumbuhkan pohon penghasil kayu bakar itu ataukah Kami yang menumbuhkannya? Ketahuilah, Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan bakar yang berguna bagi musafir di padang pasir. Dengan anugerah ini, maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahabesar.”71-74. Bila kamu sudah memahami siapa yang menurunkan air, maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan dari kayu bakar? Kamukah yang menumbuhkan pohon penghasil kayu bakar itu ataukah Kami yang menumbuhkannya? Ketahuilah, Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan bakar yang berguna bagi musafir di padang pasir. Dengan anugerah ini, maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahabesar.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
72 56:72
ءَاَنْتُمْ اَنْشَأْتُمْ شَجَرَتَهَآ اَمْ نَحْنُ الْمُنْشِـُٔوْنَ
A'antum ansya'tum syajaratahā am naḥnul-munsyi'ūn(a).
"Apakah kamu yang menumbuhkan kayunya atau Kami yang menumbuhkan?"
Makna & Renungan Singkat
71-74. Bila kamu sudah memahami siapa yang menurunkan air, maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan dari kayu bakar? Kamukah yang menumbuhkan pohon penghasil kayu bakar itu ataukah Kami yang menumbuhkannya? Ketahuilah, Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan bakar yang berguna bagi musafir di padang pasir. Dengan anugerah ini, maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahabesar.”71-74. Bila kamu sudah memahami siapa yang menurunkan air, maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan dari kayu bakar? Kamukah yang menumbuhkan pohon penghasil kayu bakar itu ataukah Kami yang menumbuhkannya? Ketahuilah, Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan bakar yang berguna bagi musafir di padang pasir. Dengan anugerah ini, maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahabesar.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
73 56:73
نَحْنُ جَعَلْنٰهَا تَذْكِرَةً وَّمَتَاعًا لِّلْمُقْوِيْنَۚ
Naḥnu ja‘alnāhā tażkirataw wa matā‘al lil-muqwīn(a).
"Kami menjadikannya (api itu) sebagai peringatan dan manfaat bagi para musafir."
Makna & Renungan Singkat
71-74. Bila kamu sudah memahami siapa yang menurunkan air, maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan dari kayu bakar? Kamukah yang menumbuhkan pohon penghasil kayu bakar itu ataukah Kami yang menumbuhkannya? Ketahuilah, Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan bakar yang berguna bagi musafir di padang pasir. Dengan anugerah ini, maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahabesar.”71-74. Bila kamu sudah memahami siapa yang menurunkan air, maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan dari kayu bakar? Kamukah yang menumbuhkan pohon penghasil kayu bakar itu ataukah Kami yang menumbuhkannya? Ketahuilah, Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan bakar yang berguna bagi musafir di padang pasir. Dengan anugerah ini, maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahabesar.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
74 56:74
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ ࣖ
Fa sabbiḥ bismi rabbikal-‘aẓīm(i).
"Maka, bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Agung."
Makna & Renungan Singkat
71-74. Bila kamu sudah memahami siapa yang menurunkan air, maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan dari kayu bakar? Kamukah yang menumbuhkan pohon penghasil kayu bakar itu ataukah Kami yang menumbuhkannya? Ketahuilah, Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan bakar yang berguna bagi musafir di padang pasir. Dengan anugerah ini, maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahabesar.”75-76. Usai menjelaskan tanda-tanda kekuasan-Nya, Allah beralih menguraikan kemuliaan Al-Qur’an. Kemudian Aku bersumpah dengan salah satu tanda kekuasaan-Ku, yaitu tempat beredarnya bintang-bintang. Dan sesungguhnya, bila manusia mau memikirkan betapa teraturnya bintang-bintang yang beredar pada posisinya itu, mereka akan tahu bahwa sumpah ini benar-benar sumpah yang besar, kalau kamu mengetahui.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
75 56:75
۞ فَلَآ اُقْسِمُ بِمَوٰقِعِ النُّجُوْمِ
Falā uqsimu bimawāqi‘in-nujūm(i).
"Aku bersumpah demi tempat beredarnya bintang-bintang."
Makna & Renungan Singkat
75-76. Usai menjelaskan tanda-tanda kekuasan-Nya, Allah beralih menguraikan kemuliaan Al-Qur’an. Kemudian Aku bersumpah dengan salah satu tanda kekuasaan-Ku, yaitu tempat beredarnya bintang-bintang. Dan sesungguhnya, bila manusia mau memikirkan betapa teraturnya bintang-bintang yang beredar pada posisinya itu, mereka akan tahu bahwa sumpah ini benar-benar sumpah yang besar, kalau kamu mengetahui.”75-76. Usai menjelaskan tanda-tanda kekuasan-Nya, Allah beralih menguraikan kemuliaan Al-Qur’an. Kemudian Aku bersumpah dengan salah satu tanda kekuasaan-Ku, yaitu tempat beredarnya bintang-bintang. Dan sesungguhnya, bila manusia mau memikirkan betapa teraturnya bintang-bintang yang beredar pada posisinya itu, mereka akan tahu bahwa sumpah ini benar-benar sumpah yang besar, kalau kamu mengetahui.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
76 56:76
وَاِنَّهٗ لَقَسَمٌ لَّوْ تَعْلَمُوْنَ عَظِيْمٌۙ
Wa innahū laqasamul lau ta‘lamūna ‘aẓīm(un).
"Sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang sangat besar seandainya kamu mengetahui."
Makna & Renungan Singkat
75-76. Usai menjelaskan tanda-tanda kekuasan-Nya, Allah beralih menguraikan kemuliaan Al-Qur’an. Kemudian Aku bersumpah dengan salah satu tanda kekuasaan-Ku, yaitu tempat beredarnya bintang-bintang. Dan sesungguhnya, bila manusia mau memikirkan betapa teraturnya bintang-bintang yang beredar pada posisinya itu, mereka akan tahu bahwa sumpah ini benar-benar sumpah yang besar, kalau kamu mengetahui.”77-80. Allah bersumpah bahwa sesungguhnya Al-Qur’an yang berisi tuntunan-Nya ini adalah bacaan yang sangat mulia. Wahyu Allah ini tertulis pada kitab yang terpelihara, yaitu Lauh Mahfuz yang selalu terjaga, sehingga tidak ada yang dapat menyentuhnya kecuali hamba-hamba-Nya yang disucikan. Sungguh, Al-Qur’an ini diturunkan dari Tuhan seluruh alam.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
77 56:77
اِنَّهٗ لَقُرْاٰنٌ كَرِيْمٌۙ
Innahū laqur'ānun karīm(un).
"Sesungguhnya ia benar-benar Al-Qur’an yang sangat mulia,"
Makna & Renungan Singkat
77-80. Allah bersumpah bahwa sesungguhnya Al-Qur’an yang berisi tuntunan-Nya ini adalah bacaan yang sangat mulia. Wahyu Allah ini tertulis pada kitab yang terpelihara, yaitu Lauh Mahfuz yang selalu terjaga, sehingga tidak ada yang dapat menyentuhnya kecuali hamba-hamba-Nya yang disucikan. Sungguh, Al-Qur’an ini diturunkan dari Tuhan seluruh alam.77-80. Allah bersumpah bahwa sesungguhnya Al-Qur’an yang berisi tuntunan-Nya ini adalah bacaan yang sangat mulia. Wahyu Allah ini tertulis pada kitab yang terpelihara, yaitu Lauh Mahfuz yang selalu terjaga, sehingga tidak ada yang dapat menyentuhnya kecuali hamba-hamba-Nya yang disucikan. Sungguh, Al-Qur’an ini diturunkan dari Tuhan seluruh alam.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
78 56:78
فِيْ كِتٰبٍ مَّكْنُوْنٍۙ
Fī kitābim maknūn(in).
"dalam Kitab yang terpelihara."
Makna & Renungan Singkat
77-80. Allah bersumpah bahwa sesungguhnya Al-Qur’an yang berisi tuntunan-Nya ini adalah bacaan yang sangat mulia. Wahyu Allah ini tertulis pada kitab yang terpelihara, yaitu Lauh Mahfuz yang selalu terjaga, sehingga tidak ada yang dapat menyentuhnya kecuali hamba-hamba-Nya yang disucikan. Sungguh, Al-Qur’an ini diturunkan dari Tuhan seluruh alam.77-80. Allah bersumpah bahwa sesungguhnya Al-Qur’an yang berisi tuntunan-Nya ini adalah bacaan yang sangat mulia. Wahyu Allah ini tertulis pada kitab yang terpelihara, yaitu Lauh Mahfuz yang selalu terjaga, sehingga tidak ada yang dapat menyentuhnya kecuali hamba-hamba-Nya yang disucikan. Sungguh, Al-Qur’an ini diturunkan dari Tuhan seluruh alam.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
79 56:79
لَّا يَمَسُّهٗٓ اِلَّا الْمُطَهَّرُوْنَۗ
Lā yamassuhū illal-muṭahharūn(a).
"Tidak ada yang menyentuhnya, kecuali para hamba (Allah) yang disucikan."
Makna & Renungan Singkat
77-80. Allah bersumpah bahwa sesungguhnya Al-Qur’an yang berisi tuntunan-Nya ini adalah bacaan yang sangat mulia. Wahyu Allah ini tertulis pada kitab yang terpelihara, yaitu Lauh Mahfuz yang selalu terjaga, sehingga tidak ada yang dapat menyentuhnya kecuali hamba-hamba-Nya yang disucikan. Sungguh, Al-Qur’an ini diturunkan dari Tuhan seluruh alam.77-80. Allah bersumpah bahwa sesungguhnya Al-Qur’an yang berisi tuntunan-Nya ini adalah bacaan yang sangat mulia. Wahyu Allah ini tertulis pada kitab yang terpelihara, yaitu Lauh Mahfuz yang selalu terjaga, sehingga tidak ada yang dapat menyentuhnya kecuali hamba-hamba-Nya yang disucikan. Sungguh, Al-Qur’an ini diturunkan dari Tuhan seluruh alam.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
80 56:80
تَنْزِيْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ
Tanzīlum mir rabbil-‘ālamīn(a).
"(Al-Qur’an) diturunkan dari Tuhan seluruh alam."
Makna & Renungan Singkat
77-80. Allah bersumpah bahwa sesungguhnya Al-Qur’an yang berisi tuntunan-Nya ini adalah bacaan yang sangat mulia. Wahyu Allah ini tertulis pada kitab yang terpelihara, yaitu Lauh Mahfuz yang selalu terjaga, sehingga tidak ada yang dapat menyentuhnya kecuali hamba-hamba-Nya yang disucikan. Sungguh, Al-Qur’an ini diturunkan dari Tuhan seluruh alam.81-82. Bila kamu mengetahui bahwa Al-Qur’an berasal dari Allah, maka apakah kamu masih menganggap remeh berita tentang wahyu-Nya ini? Masihkah kamu berani menjadikan rezeki yang kamu terima dari Allah justru untuk mendustakan ajaran dan mengingkari kekuasaan-Nya?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
81 56:81
اَفَبِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَنْتُمْ مُّدْهِنُوْنَۙ
Afa biḥāżal-ḥadīṡi antum mudhinūn(a).
"Apakah kamu menganggap remeh berita ini (Al-Qur’an)"
Makna & Renungan Singkat
81-82. Bila kamu mengetahui bahwa Al-Qur’an berasal dari Allah, maka apakah kamu masih menganggap remeh berita tentang wahyu-Nya ini? Masihkah kamu berani menjadikan rezeki yang kamu terima dari Allah justru untuk mendustakan ajaran dan mengingkari kekuasaan-Nya?81-82. Bila kamu mengetahui bahwa Al-Qur’an berasal dari Allah, maka apakah kamu masih menganggap remeh berita tentang wahyu-Nya ini? Masihkah kamu berani menjadikan rezeki yang kamu terima dari Allah justru untuk mendustakan ajaran dan mengingkari kekuasaan-Nya?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
82 56:82
وَتَجْعَلُوْنَ رِزْقَكُمْ اَنَّكُمْ تُكَذِّبُوْنَ
Wa taj‘alūna rizqakum annakum tukażżibūn(a).
"dan kamu menjadikan rezeki yang kamu terima (dari Allah) justru untuk mendustakan (Al-Qur’an)?"
Makna & Renungan Singkat
81-82. Bila kamu mengetahui bahwa Al-Qur’an berasal dari Allah, maka apakah kamu masih menganggap remeh berita tentang wahyu-Nya ini? Masihkah kamu berani menjadikan rezeki yang kamu terima dari Allah justru untuk mendustakan ajaran dan mengingkari kekuasaan-Nya?83-85. Pada ayat-ayat ini Allah memberi peringatan kepada mereka yang mendustakan-Nya, terlebih lagi saat sakaratul maut tiba. Bila telah tiba waktunya, semua manusia akan meninggal, maka kalau begitu mengapa kamu tidak mencegah kedatangan kematian, ketika nyawa yang menjadi tanda kehidupan telah sampai di kerongkongan, dan kamu ketika itu melihat bagaimana penderitaan orang yang sekarat itu, dan Kami serta para malaikat lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu ketika itu tidak melihat keberadaan Kami?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
83 56:83
فَلَوْلَآ اِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُوْمَۙ
Falau lā iżā balagatil-ḥulqūm(a).
"Kalau begitu, mengapa (kamu) tidak (menahan nyawa) ketika telah sampai di kerongkongan,"
Makna & Renungan Singkat
83-85. Pada ayat-ayat ini Allah memberi peringatan kepada mereka yang mendustakan-Nya, terlebih lagi saat sakaratul maut tiba. Bila telah tiba waktunya, semua manusia akan meninggal, maka kalau begitu mengapa kamu tidak mencegah kedatangan kematian, ketika nyawa yang menjadi tanda kehidupan telah sampai di kerongkongan, dan kamu ketika itu melihat bagaimana penderitaan orang yang sekarat itu, dan Kami serta para malaikat lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu ketika itu tidak melihat keberadaan Kami?83-85. Pada ayat-ayat ini Allah memberi peringatan kepada mereka yang mendustakan-Nya, terlebih lagi saat sakaratul maut tiba. Bila telah tiba waktunya, semua manusia akan meninggal, maka kalau begitu mengapa kamu tidak mencegah kedatangan kematian, ketika nyawa yang menjadi tanda kehidupan telah sampai di kerongkongan, dan kamu ketika itu melihat bagaimana penderitaan orang yang sekarat itu, dan Kami serta para malaikat lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu ketika itu tidak melihat keberadaan Kami?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
84 56:84
وَاَنْتُمْ حِيْنَىِٕذٍ تَنْظُرُوْنَۙ
Wa antum ḥīna'iżin tanẓurūn(a).
"padahal kamu ketika itu melihat (orang yang sedang sekarat)?"
Makna & Renungan Singkat
83-85. Pada ayat-ayat ini Allah memberi peringatan kepada mereka yang mendustakan-Nya, terlebih lagi saat sakaratul maut tiba. Bila telah tiba waktunya, semua manusia akan meninggal, maka kalau begitu mengapa kamu tidak mencegah kedatangan kematian, ketika nyawa yang menjadi tanda kehidupan telah sampai di kerongkongan, dan kamu ketika itu melihat bagaimana penderitaan orang yang sekarat itu, dan Kami serta para malaikat lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu ketika itu tidak melihat keberadaan Kami?83-85. Pada ayat-ayat ini Allah memberi peringatan kepada mereka yang mendustakan-Nya, terlebih lagi saat sakaratul maut tiba. Bila telah tiba waktunya, semua manusia akan meninggal, maka kalau begitu mengapa kamu tidak mencegah kedatangan kematian, ketika nyawa yang menjadi tanda kehidupan telah sampai di kerongkongan, dan kamu ketika itu melihat bagaimana penderitaan orang yang sekarat itu, dan Kami serta para malaikat lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu ketika itu tidak melihat keberadaan Kami?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
85 56:85
وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْكُمْ وَلٰكِنْ لَّا تُبْصِرُوْنَ
Wa naḥnu aqrabu ilaihi minkum wa lākil lā tubṣirūn(a).
"Kami lebih dekat kepadanya (orang yang sedang sekarat) daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat."
Makna & Renungan Singkat
83-85. Pada ayat-ayat ini Allah memberi peringatan kepada mereka yang mendustakan-Nya, terlebih lagi saat sakaratul maut tiba. Bila telah tiba waktunya, semua manusia akan meninggal, maka kalau begitu mengapa kamu tidak mencegah kedatangan kematian, ketika nyawa yang menjadi tanda kehidupan telah sampai di kerongkongan, dan kamu ketika itu melihat bagaimana penderitaan orang yang sekarat itu, dan Kami serta para malaikat lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu ketika itu tidak melihat keberadaan Kami?86-87. Setelah mengetahui keadaan orang yang sekarat, maka mengapa jika kamu memang benar tidak dikuasai oleh Allah dan bisa melakukan apa saja, kamu tidak mengembalikan nyawa itu ke tempatnya jika kamu, seperti pengakuanmu, adalah orang-orang yang benar?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
86 56:86
فَلَوْلَآ اِنْ كُنْتُمْ غَيْرَ مَدِيْنِيْنَۙ
Falau lā in kuntum gaira madīnīn(a).
"Maka, mengapa jika kamu tidak diberi balasan,"
Makna & Renungan Singkat
86-87. Setelah mengetahui keadaan orang yang sekarat, maka mengapa jika kamu memang benar tidak dikuasai oleh Allah dan bisa melakukan apa saja, kamu tidak mengembalikan nyawa itu ke tempatnya jika kamu, seperti pengakuanmu, adalah orang-orang yang benar?86-87. Setelah mengetahui keadaan orang yang sekarat, maka mengapa jika kamu memang benar tidak dikuasai oleh Allah dan bisa melakukan apa saja, kamu tidak mengembalikan nyawa itu ke tempatnya jika kamu, seperti pengakuanmu, adalah orang-orang yang benar?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
87 56:87
تَرْجِعُوْنَهَآ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Tarji‘ūnahā in kuntum ṣādiqīn(a).
"kamu tidak mengembalikannya (nyawa itu) jika kamu orang-orang yang benar?"
Makna & Renungan Singkat
86-87. Setelah mengetahui keadaan orang yang sekarat, maka mengapa jika kamu memang benar tidak dikuasai oleh Allah dan bisa melakukan apa saja, kamu tidak mengembalikan nyawa itu ke tempatnya jika kamu, seperti pengakuanmu, adalah orang-orang yang benar?88-89. Adapun jika dia yang mati itu termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah karena ketaatan dan amal baiknya, maka dia pasti akan memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga yang penuh kenikmatan sebagai balasan atas semua yang telah mereka perbuat di dunia.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
88 56:88
فَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِيْنَۙ
Fa ammā in kāna minal-muqarrabīn(a).
"Jika dia (orang yang mati) itu termasuk yang didekatkan (kepada Allah),"
Makna & Renungan Singkat
88-89. Adapun jika dia yang mati itu termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah karena ketaatan dan amal baiknya, maka dia pasti akan memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga yang penuh kenikmatan sebagai balasan atas semua yang telah mereka perbuat di dunia.88-89. Adapun jika dia yang mati itu termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah karena ketaatan dan amal baiknya, maka dia pasti akan memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga yang penuh kenikmatan sebagai balasan atas semua yang telah mereka perbuat di dunia.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
89 56:89
فَرَوْحٌ وَّرَيْحَانٌ ەۙ وَّجَنَّتُ نَعِيْمٍ
Fa rauḥuw wa raiḥān(un), wa jannatu na‘īm(in).
"dia memperoleh ketenteraman, rezeki, dan surga (yang penuh) kenikmatan."
Makna & Renungan Singkat
88-89. Adapun jika dia yang mati itu termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah karena ketaatan dan amal baiknya, maka dia pasti akan memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga yang penuh kenikmatan sebagai balasan atas semua yang telah mereka perbuat di dunia.90-91. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan kanan, yaitu orang yang selalu berbuat baik dan menaati ajaran Allah, maka keselamatanlah yang akan dikaruniakan bagimu karena kamu adalah bagian dari golongan kanan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
90 56:90
وَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۙ
Wa ammā in kāna min aṣḥābil-yamīn(i).
"Jika dia (termasuk) golongan kanan,"
Makna & Renungan Singkat
90-91. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan kanan, yaitu orang yang selalu berbuat baik dan menaati ajaran Allah, maka keselamatanlah yang akan dikaruniakan bagimu karena kamu adalah bagian dari golongan kanan.90-91. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan kanan, yaitu orang yang selalu berbuat baik dan menaati ajaran Allah, maka keselamatanlah yang akan dikaruniakan bagimu karena kamu adalah bagian dari golongan kanan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
91 56:91
فَسَلٰمٌ لَّكَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗ
Fa salāmul laka min aṣḥābil-yamīn(i).
"“Salam bagimu” dari (sahabatmu,) golongan kanan."
Makna & Renungan Singkat
90-91. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan kanan, yaitu orang yang selalu berbuat baik dan menaati ajaran Allah, maka keselamatanlah yang akan dikaruniakan bagimu karena kamu adalah bagian dari golongan kanan.92-94. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan yang mendustakan ayat-ayat Allah lagi sesat akidah dan ibadahnya, maka dia akan mendapat hidangan air yang mendidih sebagai minumannya, dan dia akan mendapat hukuman yang pedih karena dibakar di dalam Jahanam.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
92 56:92
وَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنَ الْمُكَذِّبِيْنَ الضَّاۤلِّيْنَۙ
Wa ammā in kāna minal-mukażżibīnaḍ-ḍāllīn(a).
"Jika dia termasuk golongan para pendusta lagi sesat,"
Makna & Renungan Singkat
92-94. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan yang mendustakan ayat-ayat Allah lagi sesat akidah dan ibadahnya, maka dia akan mendapat hidangan air yang mendidih sebagai minumannya, dan dia akan mendapat hukuman yang pedih karena dibakar di dalam Jahanam.92-94. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan yang mendustakan ayat-ayat Allah lagi sesat akidah dan ibadahnya, maka dia akan mendapat hidangan air yang mendidih sebagai minumannya, dan dia akan mendapat hukuman yang pedih karena dibakar di dalam Jahanam.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
93 56:93
فَنُزُلٌ مِّنْ حَمِيْمٍۙ
Fa nuzulum min ḥamīm(in).
"jamuannya berupa air mendidih"
Makna & Renungan Singkat
92-94. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan yang mendustakan ayat-ayat Allah lagi sesat akidah dan ibadahnya, maka dia akan mendapat hidangan air yang mendidih sebagai minumannya, dan dia akan mendapat hukuman yang pedih karena dibakar di dalam Jahanam.92-94. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan yang mendustakan ayat-ayat Allah lagi sesat akidah dan ibadahnya, maka dia akan mendapat hidangan air yang mendidih sebagai minumannya, dan dia akan mendapat hukuman yang pedih karena dibakar di dalam Jahanam.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
94 56:94
وَّتَصْلِيَةُ جَحِيْمٍ
Wa taṣliyatu jaḥīm(in).
"dan dibakar oleh (neraka) Jahim."
Makna & Renungan Singkat
92-94. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan yang mendustakan ayat-ayat Allah lagi sesat akidah dan ibadahnya, maka dia akan mendapat hidangan air yang mendidih sebagai minumannya, dan dia akan mendapat hukuman yang pedih karena dibakar di dalam Jahanam.95-96. Sungguh, semua yang disebutkan ini adalah suatu keyakinan yang benar. Maka, setelah kamu mengetahui dan memahami dengan benar, bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu yang Mahabesar lagi Mahaagung.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
95 56:95
اِنَّ هٰذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَقِيْنِۚ
Inna hāżā lahuwal-ḥaqqul-yaqīn(i).
"Sesungguhnya ini benar-benar merupakan hakulyakin."
Makna & Renungan Singkat
95-96. Sungguh, semua yang disebutkan ini adalah suatu keyakinan yang benar. Maka, setelah kamu mengetahui dan memahami dengan benar, bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu yang Mahabesar lagi Mahaagung.95-96. Sungguh, semua yang disebutkan ini adalah suatu keyakinan yang benar. Maka, setelah kamu mengetahui dan memahami dengan benar, bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu yang Mahabesar lagi Mahaagung.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
96 56:96
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ ࣖ
Fa sabbiḥ bismi rabbikal-‘aẓīm(i).
"Maka, bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Agung."
Makna & Renungan Singkat
95-96. Sungguh, semua yang disebutkan ini adalah suatu keyakinan yang benar. Maka, setelah kamu mengetahui dan memahami dengan benar, bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu yang Mahabesar lagi Mahaagung.1. Apa yang di langit, baik makhluk hidup seperti burung maupun makhluk mati semisal planet, bintang, bulan, dan matahari, dan demi-kian juga makhluk di bumi; mereka bertasbih kepada Allah untuk mengakui kebesaran dan kesucian-Nya. Dialah yang Mahaperkasa atas semua makhluk, lagi Mahabijaksana dalam menetapkan ketentuan dan hukum bagi mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan