Murottal Lengkap Surat Al-Waqi'ah Misyari Rasyid Al-Afasi
Dengarkan lantunan merdu seluruh ayat Surat Al-Waqi'ah secara berkesinambungan.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
56:1
اِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُۙ
Iżā waqa‘atil-wāqi‘ah(tu).
"Apabila terjadi hari Kiamat (yang pasti terjadi),"
Makna & Renungan Singkat
Allah mengawali surah ini dengan penjelasan tentang hari akhir yang Dia tetapkan sebagai tanda dimulainya balasan bagi hamba. Apabila terjadi hari kiamat pada akhir kehidupan dunia kelak
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain)."
Makna & Renungan Singkat
Peristiwa itu akan merendahkan golongan yang ingkar kepada Allah dan meninggikan golongan lain yang beriman, melaksanakan perintah Allah, dan meninggalkan larangan-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya pada saat kiamat dan gempa hebat di seluruh penjuru bumi menghancurkan apa saja yang ada di atasnya (lihat pula: Surah az-Zalzalah/99: 1),
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu"
Makna & Renungan Singkat
Yaitu golongan kanan; mereka itulah orang yang beriman kepada Allah, melaksanakan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya. Alangkah mulianya golongan kanan itu karena mereka akan mendapat karunia yang Dia janjikan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa aṣḥābul-masy'amah(ti), mā aṣḥābul-masy'amah(ti).
"dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu."
Makna & Renungan Singkat
Dan yang kedua adalah golongan kiri, yaitu mereka yang ingkar dan berbuat kemaksiatan. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu karena mereka akan mendapat hukuman akibat kemungkarannya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Selain itu, (golongan ketiga adalah) orang-orang yang paling dahulu (beriman). Merekalah yang paling dahulu (masuk surga)."
Makna & Renungan Singkat
Dan yang ketiga adalah orang-orang yang paling dahulu beriman pada dakwah Rasulullah. Karena itu, merekalah yang paling dulu masuk surga sebagai balasan atas keimanan dan ketaatannya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"dengan (membawa) gelas, kendi, dan seloki (berisi minuman yang diambil) dari sumber yang mengalir."
Makna & Renungan Singkat
Anak-anak muda itu melayani mereka dengan membawa gelas, cerek, dan minuman segar yang diambil dari air yang mengalir dari sumber yang tidak pernah kering.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Orang-orang yang beriman itu mendapat karunia dan nikmat saat di surga, dan di sekeliling mereka ada bidadari-bidadari yang cantik jelita dan bermata jeli.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia dan tidak (pula) percakapan yang menimbulkan dosa,"
Makna & Renungan Singkat
Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia, seperti gurauan atau perkataan yang tidak bermanfaat, dan tidak pula mereka mendengar perkataan yang menimbulkan dosa.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu."
Makna & Renungan Singkat
Usai menguraikan nikmat bagi orang beriman, pada ayat-ayat ini Allah menjelaskan siapakah golongan kanan itu. Dan sebagian manusia termasuk golongan kanan, yaitu mereka yang beriman dan menaati ajaran Allah. Alangkah bahagianya mereka yang termasuk golongan kanan itu. Mereka pasti akan mendapat balasan surga yang penuh kenikmatan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu."
Makna & Renungan Singkat
Beralih dari uraian tentang golongan kanan, Allah pada ayat-ayat berikut menerangkan golongan kiri. Dan orang-orang yang termasuk golongan kiri adalah mereka yang ingkar pada Allah dan selalu berbuat menyimpang. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu karena mereka akan menerima azab sesuai dengan perilakunya di dunia.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(Mereka berada) dalam siksaan angin yang sangat panas, air yang mendidih,"
Makna & Renungan Singkat
Mereka disiksa dalam pusaran angin yang membawa udara amat panas hingga membuat seluruh tubuh mereka melepuh, dan bagi mereka disediakan pula minuman dari air panas yang mendidih sehingga lidah mereka terbakar saat meminumnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa kānū yaqūlūn(a), a'iżā mitnā wa kunnā turābaw wa ‘iẓāman a'innā lamab‘ūṡūn(a).
"Mereka berkata, “Apabila kami telahmati menjadi tanah dan tulang-belulang,apakah kami benar-benar akan dibangkitkan (kembali)?"
Makna & Renungan Singkat
Golongan kiri itu tidak mempercayai adanya hari kebangkitan, dan mereka selalu mengatakan, “Apakah bila kami mati, dikubur, dan menjadi tanah dan tulang belulang kami hancur, apakah sesungguhnya kami akan benar-benar dibangkitkan kembali seperti saat di dunia ini?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian"
Makna & Renungan Singkat
49-50. Wahai Nabi, katakanlah untuk meyakinkan mereka, “Sesungguhnya orang-orang yang sudah meninggal terdahulu, termasuk kakek moyang mereka, dan orang-orang yang terkemudian, seperti anak cucu mereka, benar-benar akan dikumpulkan di Padang Mahsyar pada waktu tertentu pada hari yang telah dikenal dan ditetapkan.49-50. Wahai Nabi, katakanlah untuk meyakinkan mereka, “Sesungguhnya orang-orang yang sudah meninggal terdahulu, termasuk kakek moyang mereka, dan orang-orang yang terkemudian, seperti anak cucu mereka, benar-benar akan dikumpulkan di Padang Mahsyar pada waktu tertentu pada hari yang telah dikenal dan ditetapkan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"benar-benar akan dikumpulkan pada waktu tertentu, yaitu hari yang sudah diketahui."
Makna & Renungan Singkat
49-50. Wahai Nabi, katakanlah untuk meyakinkan mereka, “Sesungguhnya orang-orang yang sudah meninggal terdahulu, termasuk kakek moyang mereka, dan orang-orang yang terkemudian, seperti anak cucu mereka, benar-benar akan dikumpulkan di Padang Mahsyar pada waktu tertentu pada hari yang telah dikenal dan ditetapkan.51-53. Kemudian pada kehidupan di akhirat itu, sesungguhnya kamu wahai orang-orang yang sesat dan selalu berbuat dosa dan maksiat lagi mendustakan ayat-ayat Allah dan dakwah Nabi, pasti kamu akan memakan buah pohon zaqqum yang sangat pahit dan tidak enak, dan ketahuilah bahwa kamu tidak hanya memakan satu buah, melainkan akan penuh perutmu dengannya akibat makan dalam jumlah banyak.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Kemudian, sesungguhnya kamu, wahai orang-orang sesat lagi pendusta,"
Makna & Renungan Singkat
51-53. Kemudian pada kehidupan di akhirat itu, sesungguhnya kamu wahai orang-orang yang sesat dan selalu berbuat dosa dan maksiat lagi mendustakan ayat-ayat Allah dan dakwah Nabi, pasti kamu akan memakan buah pohon zaqqum yang sangat pahit dan tidak enak, dan ketahuilah bahwa kamu tidak hanya memakan satu buah, melainkan akan penuh perutmu dengannya akibat makan dalam jumlah banyak.51-53. Kemudian pada kehidupan di akhirat itu, sesungguhnya kamu wahai orang-orang yang sesat dan selalu berbuat dosa dan maksiat lagi mendustakan ayat-ayat Allah dan dakwah Nabi, pasti kamu akan memakan buah pohon zaqqum yang sangat pahit dan tidak enak, dan ketahuilah bahwa kamu tidak hanya memakan satu buah, melainkan akan penuh perutmu dengannya akibat makan dalam jumlah banyak.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
51-53. Kemudian pada kehidupan di akhirat itu, sesungguhnya kamu wahai orang-orang yang sesat dan selalu berbuat dosa dan maksiat lagi mendustakan ayat-ayat Allah dan dakwah Nabi, pasti kamu akan memakan buah pohon zaqqum yang sangat pahit dan tidak enak, dan ketahuilah bahwa kamu tidak hanya memakan satu buah, melainkan akan penuh perutmu dengannya akibat makan dalam jumlah banyak.51-53. Kemudian pada kehidupan di akhirat itu, sesungguhnya kamu wahai orang-orang yang sesat dan selalu berbuat dosa dan maksiat lagi mendustakan ayat-ayat Allah dan dakwah Nabi, pasti kamu akan memakan buah pohon zaqqum yang sangat pahit dan tidak enak, dan ketahuilah bahwa kamu tidak hanya memakan satu buah, melainkan akan penuh perutmu dengannya akibat makan dalam jumlah banyak.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Lalu, kamu akan memenuhi perut-perutmu dengannya."
Makna & Renungan Singkat
51-53. Kemudian pada kehidupan di akhirat itu, sesungguhnya kamu wahai orang-orang yang sesat dan selalu berbuat dosa dan maksiat lagi mendustakan ayat-ayat Allah dan dakwah Nabi, pasti kamu akan memakan buah pohon zaqqum yang sangat pahit dan tidak enak, dan ketahuilah bahwa kamu tidak hanya memakan satu buah, melainkan akan penuh perutmu dengannya akibat makan dalam jumlah banyak.54-56. Wahai orang yang sesat, sesudah memenuhi perut dengan buah zaqqum yang sangat tidak enak itu, kamu akan meminum air yang sangat panas dan membakar lidah. Meski demikian, karena dahaga yang sangat mencekik maka kamu minum air panas itu seperti unta yang sangat haus minum. Itulah beragam hidangan menyakitkan yang Kami sediakan untuk mereka yang selalu ingkar dan berbuat maksiat, pada hari pembalasan”.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Setelah itu, untuk penawarnya (zaqum) kamu akan meminum air yang sangat panas."
Makna & Renungan Singkat
54-56. Wahai orang yang sesat, sesudah memenuhi perut dengan buah zaqqum yang sangat tidak enak itu, kamu akan meminum air yang sangat panas dan membakar lidah. Meski demikian, karena dahaga yang sangat mencekik maka kamu minum air panas itu seperti unta yang sangat haus minum. Itulah beragam hidangan menyakitkan yang Kami sediakan untuk mereka yang selalu ingkar dan berbuat maksiat, pada hari pembalasan”.54-56. Wahai orang yang sesat, sesudah memenuhi perut dengan buah zaqqum yang sangat tidak enak itu, kamu akan meminum air yang sangat panas dan membakar lidah. Meski demikian, karena dahaga yang sangat mencekik maka kamu minum air panas itu seperti unta yang sangat haus minum. Itulah beragam hidangan menyakitkan yang Kami sediakan untuk mereka yang selalu ingkar dan berbuat maksiat, pada hari pembalasan”.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Maka, kamu minum bagaikan unta yang sangat haus."
Makna & Renungan Singkat
54-56. Wahai orang yang sesat, sesudah memenuhi perut dengan buah zaqqum yang sangat tidak enak itu, kamu akan meminum air yang sangat panas dan membakar lidah. Meski demikian, karena dahaga yang sangat mencekik maka kamu minum air panas itu seperti unta yang sangat haus minum. Itulah beragam hidangan menyakitkan yang Kami sediakan untuk mereka yang selalu ingkar dan berbuat maksiat, pada hari pembalasan”.54-56. Wahai orang yang sesat, sesudah memenuhi perut dengan buah zaqqum yang sangat tidak enak itu, kamu akan meminum air yang sangat panas dan membakar lidah. Meski demikian, karena dahaga yang sangat mencekik maka kamu minum air panas itu seperti unta yang sangat haus minum. Itulah beragam hidangan menyakitkan yang Kami sediakan untuk mereka yang selalu ingkar dan berbuat maksiat, pada hari pembalasan”.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Inilah hidangan (untuk) mereka pada hari Pembalasan.”"
Makna & Renungan Singkat
54-56. Wahai orang yang sesat, sesudah memenuhi perut dengan buah zaqqum yang sangat tidak enak itu, kamu akan meminum air yang sangat panas dan membakar lidah. Meski demikian, karena dahaga yang sangat mencekik maka kamu minum air panas itu seperti unta yang sangat haus minum. Itulah beragam hidangan menyakitkan yang Kami sediakan untuk mereka yang selalu ingkar dan berbuat maksiat, pada hari pembalasan”.57. Setelah menjelaskan azab bagi orang yang mengingkari hari kebangkitan, pada ayat-ayat ini Allah menguraikan tanda-tanda kekuasaan-Nya yang terkait kiamat tersebut. Wahai manusia, Kami Yang Mahakuasa telah menciptakan kamu, maka saat kamu mengetahui hal itu, mengapa kamu tidak membenarkan adanya penciptaan dan kebangkitan?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Kami telah menciptakanmu. Mengapa kamu tidak membenarkan (hari Kebangkitan)?"
Makna & Renungan Singkat
Setelah menjelaskan azab bagi orang yang mengingkari hari kebangkitan, pada ayat-ayat ini Allah menguraikan tanda-tanda kekuasaan-Nya yang terkait kiamat tersebut. Wahai manusia, Kami Yang Mahakuasa telah menciptakan kamu, maka saat kamu mengetahui hal itu, mengapa kamu tidak membenarkan adanya penciptaan dan kebangkitan?58-59. Maka adakah kamu perhatikan, wahai manusia yang ingkar, tentang benih manusia yang kamu pancarkan? Kamukah yang menciptakannya untuk kemudian menjadi manusia utuh, atau Kami yang menciptakannya?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Apakah kamu memperhatikan apa yang kamu pancarkan (sperma)?"
Makna & Renungan Singkat
58-59. Maka adakah kamu perhatikan, wahai manusia yang ingkar, tentang benih manusia yang kamu pancarkan? Kamukah yang menciptakannya untuk kemudian menjadi manusia utuh, atau Kami yang menciptakannya?58-59. Maka adakah kamu perhatikan, wahai manusia yang ingkar, tentang benih manusia yang kamu pancarkan? Kamukah yang menciptakannya untuk kemudian menjadi manusia utuh, atau Kami yang menciptakannya?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Apakah kamu yang menciptakannya atau Kami Penciptanya?"
Makna & Renungan Singkat
58-59. Maka adakah kamu perhatikan, wahai manusia yang ingkar, tentang benih manusia yang kamu pancarkan? Kamukah yang menciptakannya untuk kemudian menjadi manusia utuh, atau Kami yang menciptakannya?60-61. Wahai orang yang ingkar, ketahuilah bahwa Kami telah menentukan kematian masing-masing di antara kamu sesuai kehendak Kami, dan Kami sekali-kali tidak pernah merasa lemah untuk menggantikan kamu yang ingkar dengan orang-orang yang seperti kamu di dunia ini, dan Kami berkuasa pula untuk membangkitkan kamu kelak di akhirat dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Naḥnu qaddarnā bainakumul-mauta wa mā naḥnu bimasbūqīn(a).
"Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami tidak lemah"
Makna & Renungan Singkat
60-61. Wahai orang yang ingkar, ketahuilah bahwa Kami telah menentukan kematian masing-masing di antara kamu sesuai kehendak Kami, dan Kami sekali-kali tidak pernah merasa lemah untuk menggantikan kamu yang ingkar dengan orang-orang yang seperti kamu di dunia ini, dan Kami berkuasa pula untuk membangkitkan kamu kelak di akhirat dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.60-61. Wahai orang yang ingkar, ketahuilah bahwa Kami telah menentukan kematian masing-masing di antara kamu sesuai kehendak Kami, dan Kami sekali-kali tidak pernah merasa lemah untuk menggantikan kamu yang ingkar dengan orang-orang yang seperti kamu di dunia ini, dan Kami berkuasa pula untuk membangkitkan kamu kelak di akhirat dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
‘Alā an nubaddila amṡālakum wa nunsyi'akum fī mā lā ta‘lamūn(a).
"untuk mengubah bentukmu (di hari Kiamat) dan menciptakanmu kelak dalam keadaan yang tidak kamu ketahui."
Makna & Renungan Singkat
60-61. Wahai orang yang ingkar, ketahuilah bahwa Kami telah menentukan kematian masing-masing di antara kamu sesuai kehendak Kami, dan Kami sekali-kali tidak pernah merasa lemah untuk menggantikan kamu yang ingkar dengan orang-orang yang seperti kamu di dunia ini, dan Kami berkuasa pula untuk membangkitkan kamu kelak di akhirat dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.62. Allah pencipta seluruh makhluk, termasuk manusia. Dan sungguh, wahai orang yang mengingkari kebangkitan, kamu telah mengetahui bahwa Allah Yang Mahakuasa telah melakukan penciptaan manusia yang pertama, maka tentu Dia kuasa pula untuk menghidupkan kembali mereka yang sudah mati pada penciptaan kedua. Maka, mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran dari kekuasaan-Nya itu untuk meyakini adanya kebangkitan?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa laqad ‘alimtumun-nasy'atal-ūlā falau lā tażakkarūn(a).
"Sungguh, kamu benar-benar telah mengetahui penciptaan yang pertama. Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?"
Makna & Renungan Singkat
Allah pencipta seluruh makhluk, termasuk manusia. Dan sungguh, wahai orang yang mengingkari kebangkitan, kamu telah mengetahui bahwa Allah Yang Mahakuasa telah melakukan penciptaan manusia yang pertama, maka tentu Dia kuasa pula untuk menghidupkan kembali mereka yang sudah mati pada penciptaan kedua. Maka, mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran dari kekuasaan-Nya itu untuk meyakini adanya kebangkitan? 63-64. Maka terangkanlah kepadaku, wahai pengingkar, tentang benih yang kamu tanam di ladang. Kamukah yang menumbuhkannya hingga menjadi tanaman atau Kamikah yang menumbuhkannya hingga menjadi besar dan berbuah?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Apakah kamu memperhatikan benih yang kamu tanam?"
Makna & Renungan Singkat
63-64. Maka terangkanlah kepadaku, wahai pengingkar, tentang benih yang kamu tanam di ladang. Kamukah yang menumbuhkannya hingga menjadi tanaman atau Kamikah yang menumbuhkannya hingga menjadi besar dan berbuah?63-64. Maka terangkanlah kepadaku, wahai pengingkar, tentang benih yang kamu tanam di ladang. Kamukah yang menumbuhkannya hingga menjadi tanaman atau Kamikah yang menumbuhkannya hingga menjadi besar dan berbuah?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Apakah kamu yang menumbuhkannya atau Kami yang menumbuhkan?"
Makna & Renungan Singkat
63-64. Maka terangkanlah kepadaku, wahai pengingkar, tentang benih yang kamu tanam di ladang. Kamukah yang menumbuhkannya hingga menjadi tanaman atau Kamikah yang menumbuhkannya hingga menjadi besar dan berbuah?65-67. Sekiranya Kami kehendaki, pepohonan subur dan berbuah lebat yang Kami tumbuhkan itu dapat Kami hancurkan sampai kering dan lumat sehingga tidak lagi bermanfaat. Bila hal ini terjadi maka kamu akan heran dan tercengang sambil berkata, “Sesungguhnya, akibat peristiwa tidak terduga itu, kami benar-benar menderita kerugian yang sangat besar, bahkan kami benar-benar akan menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Lau nasyā'u laja‘alnāhu ḥuṭāman fa ẓaltum tafakkahūn(a).
"Seandainya Kami berkehendak, Kami benar-benar menjadikannya hancur sehingga kamu menjadi heran tercengang,"
Makna & Renungan Singkat
65-67. Sekiranya Kami kehendaki, pepohonan subur dan berbuah lebat yang Kami tumbuhkan itu dapat Kami hancurkan sampai kering dan lumat sehingga tidak lagi bermanfaat. Bila hal ini terjadi maka kamu akan heran dan tercengang sambil berkata, “Sesungguhnya, akibat peristiwa tidak terduga itu, kami benar-benar menderita kerugian yang sangat besar, bahkan kami benar-benar akan menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa.”65-67. Sekiranya Kami kehendaki, pepohonan subur dan berbuah lebat yang Kami tumbuhkan itu dapat Kami hancurkan sampai kering dan lumat sehingga tidak lagi bermanfaat. Bila hal ini terjadi maka kamu akan heran dan tercengang sambil berkata, “Sesungguhnya, akibat peristiwa tidak terduga itu, kami benar-benar menderita kerugian yang sangat besar, bahkan kami benar-benar akan menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
65-67. Sekiranya Kami kehendaki, pepohonan subur dan berbuah lebat yang Kami tumbuhkan itu dapat Kami hancurkan sampai kering dan lumat sehingga tidak lagi bermanfaat. Bila hal ini terjadi maka kamu akan heran dan tercengang sambil berkata, “Sesungguhnya, akibat peristiwa tidak terduga itu, kami benar-benar menderita kerugian yang sangat besar, bahkan kami benar-benar akan menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa.”65-67. Sekiranya Kami kehendaki, pepohonan subur dan berbuah lebat yang Kami tumbuhkan itu dapat Kami hancurkan sampai kering dan lumat sehingga tidak lagi bermanfaat. Bila hal ini terjadi maka kamu akan heran dan tercengang sambil berkata, “Sesungguhnya, akibat peristiwa tidak terduga itu, kami benar-benar menderita kerugian yang sangat besar, bahkan kami benar-benar akan menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
65-67. Sekiranya Kami kehendaki, pepohonan subur dan berbuah lebat yang Kami tumbuhkan itu dapat Kami hancurkan sampai kering dan lumat sehingga tidak lagi bermanfaat. Bila hal ini terjadi maka kamu akan heran dan tercengang sambil berkata, “Sesungguhnya, akibat peristiwa tidak terduga itu, kami benar-benar menderita kerugian yang sangat besar, bahkan kami benar-benar akan menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa.”68-70. Pernahkah pula kamu memperhatikan air yang kamu minum tiap hari? Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan air itu? Ketahuilah, kalau Kami kehendaki niscaya Kami menjadikannya asin sehingga tidak layak minum. Maka, mengapakah kamu tidak bersyukur atas anugerah Allah yang besar itu?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
68-70. Pernahkah pula kamu memperhatikan air yang kamu minum tiap hari? Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan air itu? Ketahuilah, kalau Kami kehendaki niscaya Kami menjadikannya asin sehingga tidak layak minum. Maka, mengapakah kamu tidak bersyukur atas anugerah Allah yang besar itu?68-70. Pernahkah pula kamu memperhatikan air yang kamu minum tiap hari? Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan air itu? Ketahuilah, kalau Kami kehendaki niscaya Kami menjadikannya asin sehingga tidak layak minum. Maka, mengapakah kamu tidak bersyukur atas anugerah Allah yang besar itu?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
A'antum anzaltumūhu minal-muzni am naḥnul-munzilūn(a).
"Apakah kamu yang menurunkannya dari awan atau Kami yang menurunkan?"
Makna & Renungan Singkat
68-70. Pernahkah pula kamu memperhatikan air yang kamu minum tiap hari? Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan air itu? Ketahuilah, kalau Kami kehendaki niscaya Kami menjadikannya asin sehingga tidak layak minum. Maka, mengapakah kamu tidak bersyukur atas anugerah Allah yang besar itu?68-70. Pernahkah pula kamu memperhatikan air yang kamu minum tiap hari? Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan air itu? Ketahuilah, kalau Kami kehendaki niscaya Kami menjadikannya asin sehingga tidak layak minum. Maka, mengapakah kamu tidak bersyukur atas anugerah Allah yang besar itu?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Lau nasyā'u ja‘alnāhu ujājan falau lā tasykurūn(a).
"Seandainya Kami berkehendak, Kami menjadikannya asin. Mengapa kamu tidak bersyukur?"
Makna & Renungan Singkat
68-70. Pernahkah pula kamu memperhatikan air yang kamu minum tiap hari? Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan air itu? Ketahuilah, kalau Kami kehendaki niscaya Kami menjadikannya asin sehingga tidak layak minum. Maka, mengapakah kamu tidak bersyukur atas anugerah Allah yang besar itu?71-74. Bila kamu sudah memahami siapa yang menurunkan air, maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan dari kayu bakar? Kamukah yang menumbuhkan pohon penghasil kayu bakar itu ataukah Kami yang menumbuhkannya? Ketahuilah, Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan bakar yang berguna bagi musafir di padang pasir. Dengan anugerah ini, maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahabesar.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Apakah kamu memperhatikan api yang kamu nyalakan?"
Makna & Renungan Singkat
71-74. Bila kamu sudah memahami siapa yang menurunkan air, maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan dari kayu bakar? Kamukah yang menumbuhkan pohon penghasil kayu bakar itu ataukah Kami yang menumbuhkannya? Ketahuilah, Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan bakar yang berguna bagi musafir di padang pasir. Dengan anugerah ini, maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahabesar.”71-74. Bila kamu sudah memahami siapa yang menurunkan air, maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan dari kayu bakar? Kamukah yang menumbuhkan pohon penghasil kayu bakar itu ataukah Kami yang menumbuhkannya? Ketahuilah, Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan bakar yang berguna bagi musafir di padang pasir. Dengan anugerah ini, maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahabesar.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
A'antum ansya'tum syajaratahā am naḥnul-munsyi'ūn(a).
"Apakah kamu yang menumbuhkan kayunya atau Kami yang menumbuhkan?"
Makna & Renungan Singkat
71-74. Bila kamu sudah memahami siapa yang menurunkan air, maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan dari kayu bakar? Kamukah yang menumbuhkan pohon penghasil kayu bakar itu ataukah Kami yang menumbuhkannya? Ketahuilah, Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan bakar yang berguna bagi musafir di padang pasir. Dengan anugerah ini, maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahabesar.”71-74. Bila kamu sudah memahami siapa yang menurunkan air, maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan dari kayu bakar? Kamukah yang menumbuhkan pohon penghasil kayu bakar itu ataukah Kami yang menumbuhkannya? Ketahuilah, Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan bakar yang berguna bagi musafir di padang pasir. Dengan anugerah ini, maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahabesar.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Naḥnu ja‘alnāhā tażkirataw wa matā‘al lil-muqwīn(a).
"Kami menjadikannya (api itu) sebagai peringatan dan manfaat bagi para musafir."
Makna & Renungan Singkat
71-74. Bila kamu sudah memahami siapa yang menurunkan air, maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan dari kayu bakar? Kamukah yang menumbuhkan pohon penghasil kayu bakar itu ataukah Kami yang menumbuhkannya? Ketahuilah, Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan bakar yang berguna bagi musafir di padang pasir. Dengan anugerah ini, maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahabesar.”71-74. Bila kamu sudah memahami siapa yang menurunkan air, maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan dari kayu bakar? Kamukah yang menumbuhkan pohon penghasil kayu bakar itu ataukah Kami yang menumbuhkannya? Ketahuilah, Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan bakar yang berguna bagi musafir di padang pasir. Dengan anugerah ini, maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahabesar.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Maka, bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Agung."
Makna & Renungan Singkat
71-74. Bila kamu sudah memahami siapa yang menurunkan air, maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan dari kayu bakar? Kamukah yang menumbuhkan pohon penghasil kayu bakar itu ataukah Kami yang menumbuhkannya? Ketahuilah, Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan bakar yang berguna bagi musafir di padang pasir. Dengan anugerah ini, maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahabesar.”75-76. Usai menjelaskan tanda-tanda kekuasan-Nya, Allah beralih menguraikan kemuliaan Al-Qur’an. Kemudian Aku bersumpah dengan salah satu tanda kekuasaan-Ku, yaitu tempat beredarnya bintang-bintang. Dan sesungguhnya, bila manusia mau memikirkan betapa teraturnya bintang-bintang yang beredar pada posisinya itu, mereka akan tahu bahwa sumpah ini benar-benar sumpah yang besar, kalau kamu mengetahui.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Aku bersumpah demi tempat beredarnya bintang-bintang."
Makna & Renungan Singkat
75-76. Usai menjelaskan tanda-tanda kekuasan-Nya, Allah beralih menguraikan kemuliaan Al-Qur’an. Kemudian Aku bersumpah dengan salah satu tanda kekuasaan-Ku, yaitu tempat beredarnya bintang-bintang. Dan sesungguhnya, bila manusia mau memikirkan betapa teraturnya bintang-bintang yang beredar pada posisinya itu, mereka akan tahu bahwa sumpah ini benar-benar sumpah yang besar, kalau kamu mengetahui.”75-76. Usai menjelaskan tanda-tanda kekuasan-Nya, Allah beralih menguraikan kemuliaan Al-Qur’an. Kemudian Aku bersumpah dengan salah satu tanda kekuasaan-Ku, yaitu tempat beredarnya bintang-bintang. Dan sesungguhnya, bila manusia mau memikirkan betapa teraturnya bintang-bintang yang beredar pada posisinya itu, mereka akan tahu bahwa sumpah ini benar-benar sumpah yang besar, kalau kamu mengetahui.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang sangat besar seandainya kamu mengetahui."
Makna & Renungan Singkat
75-76. Usai menjelaskan tanda-tanda kekuasan-Nya, Allah beralih menguraikan kemuliaan Al-Qur’an. Kemudian Aku bersumpah dengan salah satu tanda kekuasaan-Ku, yaitu tempat beredarnya bintang-bintang. Dan sesungguhnya, bila manusia mau memikirkan betapa teraturnya bintang-bintang yang beredar pada posisinya itu, mereka akan tahu bahwa sumpah ini benar-benar sumpah yang besar, kalau kamu mengetahui.”77-80. Allah bersumpah bahwa sesungguhnya Al-Qur’an yang berisi tuntunan-Nya ini adalah bacaan yang sangat mulia. Wahyu Allah ini tertulis pada kitab yang terpelihara, yaitu Lauh Mahfuz yang selalu terjaga, sehingga tidak ada yang dapat menyentuhnya kecuali hamba-hamba-Nya yang disucikan. Sungguh, Al-Qur’an ini diturunkan dari Tuhan seluruh alam.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya ia benar-benar Al-Qur’an yang sangat mulia,"
Makna & Renungan Singkat
77-80. Allah bersumpah bahwa sesungguhnya Al-Qur’an yang berisi tuntunan-Nya ini adalah bacaan yang sangat mulia. Wahyu Allah ini tertulis pada kitab yang terpelihara, yaitu Lauh Mahfuz yang selalu terjaga, sehingga tidak ada yang dapat menyentuhnya kecuali hamba-hamba-Nya yang disucikan. Sungguh, Al-Qur’an ini diturunkan dari Tuhan seluruh alam.77-80. Allah bersumpah bahwa sesungguhnya Al-Qur’an yang berisi tuntunan-Nya ini adalah bacaan yang sangat mulia. Wahyu Allah ini tertulis pada kitab yang terpelihara, yaitu Lauh Mahfuz yang selalu terjaga, sehingga tidak ada yang dapat menyentuhnya kecuali hamba-hamba-Nya yang disucikan. Sungguh, Al-Qur’an ini diturunkan dari Tuhan seluruh alam.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
77-80. Allah bersumpah bahwa sesungguhnya Al-Qur’an yang berisi tuntunan-Nya ini adalah bacaan yang sangat mulia. Wahyu Allah ini tertulis pada kitab yang terpelihara, yaitu Lauh Mahfuz yang selalu terjaga, sehingga tidak ada yang dapat menyentuhnya kecuali hamba-hamba-Nya yang disucikan. Sungguh, Al-Qur’an ini diturunkan dari Tuhan seluruh alam.77-80. Allah bersumpah bahwa sesungguhnya Al-Qur’an yang berisi tuntunan-Nya ini adalah bacaan yang sangat mulia. Wahyu Allah ini tertulis pada kitab yang terpelihara, yaitu Lauh Mahfuz yang selalu terjaga, sehingga tidak ada yang dapat menyentuhnya kecuali hamba-hamba-Nya yang disucikan. Sungguh, Al-Qur’an ini diturunkan dari Tuhan seluruh alam.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Tidak ada yang menyentuhnya, kecuali para hamba (Allah) yang disucikan."
Makna & Renungan Singkat
77-80. Allah bersumpah bahwa sesungguhnya Al-Qur’an yang berisi tuntunan-Nya ini adalah bacaan yang sangat mulia. Wahyu Allah ini tertulis pada kitab yang terpelihara, yaitu Lauh Mahfuz yang selalu terjaga, sehingga tidak ada yang dapat menyentuhnya kecuali hamba-hamba-Nya yang disucikan. Sungguh, Al-Qur’an ini diturunkan dari Tuhan seluruh alam.77-80. Allah bersumpah bahwa sesungguhnya Al-Qur’an yang berisi tuntunan-Nya ini adalah bacaan yang sangat mulia. Wahyu Allah ini tertulis pada kitab yang terpelihara, yaitu Lauh Mahfuz yang selalu terjaga, sehingga tidak ada yang dapat menyentuhnya kecuali hamba-hamba-Nya yang disucikan. Sungguh, Al-Qur’an ini diturunkan dari Tuhan seluruh alam.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
77-80. Allah bersumpah bahwa sesungguhnya Al-Qur’an yang berisi tuntunan-Nya ini adalah bacaan yang sangat mulia. Wahyu Allah ini tertulis pada kitab yang terpelihara, yaitu Lauh Mahfuz yang selalu terjaga, sehingga tidak ada yang dapat menyentuhnya kecuali hamba-hamba-Nya yang disucikan. Sungguh, Al-Qur’an ini diturunkan dari Tuhan seluruh alam.81-82. Bila kamu mengetahui bahwa Al-Qur’an berasal dari Allah, maka apakah kamu masih menganggap remeh berita tentang wahyu-Nya ini? Masihkah kamu berani menjadikan rezeki yang kamu terima dari Allah justru untuk mendustakan ajaran dan mengingkari kekuasaan-Nya?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Apakah kamu menganggap remeh berita ini (Al-Qur’an)"
Makna & Renungan Singkat
81-82. Bila kamu mengetahui bahwa Al-Qur’an berasal dari Allah, maka apakah kamu masih menganggap remeh berita tentang wahyu-Nya ini? Masihkah kamu berani menjadikan rezeki yang kamu terima dari Allah justru untuk mendustakan ajaran dan mengingkari kekuasaan-Nya?81-82. Bila kamu mengetahui bahwa Al-Qur’an berasal dari Allah, maka apakah kamu masih menganggap remeh berita tentang wahyu-Nya ini? Masihkah kamu berani menjadikan rezeki yang kamu terima dari Allah justru untuk mendustakan ajaran dan mengingkari kekuasaan-Nya?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"dan kamu menjadikan rezeki yang kamu terima (dari Allah) justru untuk mendustakan (Al-Qur’an)?"
Makna & Renungan Singkat
81-82. Bila kamu mengetahui bahwa Al-Qur’an berasal dari Allah, maka apakah kamu masih menganggap remeh berita tentang wahyu-Nya ini? Masihkah kamu berani menjadikan rezeki yang kamu terima dari Allah justru untuk mendustakan ajaran dan mengingkari kekuasaan-Nya?83-85. Pada ayat-ayat ini Allah memberi peringatan kepada mereka yang mendustakan-Nya, terlebih lagi saat sakaratul maut tiba. Bila telah tiba waktunya, semua manusia akan meninggal, maka kalau begitu mengapa kamu tidak mencegah kedatangan kematian, ketika nyawa yang menjadi tanda kehidupan telah sampai di kerongkongan, dan kamu ketika itu melihat bagaimana penderitaan orang yang sekarat itu, dan Kami serta para malaikat lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu ketika itu tidak melihat keberadaan Kami?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Kalau begitu, mengapa (kamu) tidak (menahan nyawa) ketika telah sampai di kerongkongan,"
Makna & Renungan Singkat
83-85. Pada ayat-ayat ini Allah memberi peringatan kepada mereka yang mendustakan-Nya, terlebih lagi saat sakaratul maut tiba. Bila telah tiba waktunya, semua manusia akan meninggal, maka kalau begitu mengapa kamu tidak mencegah kedatangan kematian, ketika nyawa yang menjadi tanda kehidupan telah sampai di kerongkongan, dan kamu ketika itu melihat bagaimana penderitaan orang yang sekarat itu, dan Kami serta para malaikat lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu ketika itu tidak melihat keberadaan Kami?83-85. Pada ayat-ayat ini Allah memberi peringatan kepada mereka yang mendustakan-Nya, terlebih lagi saat sakaratul maut tiba. Bila telah tiba waktunya, semua manusia akan meninggal, maka kalau begitu mengapa kamu tidak mencegah kedatangan kematian, ketika nyawa yang menjadi tanda kehidupan telah sampai di kerongkongan, dan kamu ketika itu melihat bagaimana penderitaan orang yang sekarat itu, dan Kami serta para malaikat lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu ketika itu tidak melihat keberadaan Kami?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"padahal kamu ketika itu melihat (orang yang sedang sekarat)?"
Makna & Renungan Singkat
83-85. Pada ayat-ayat ini Allah memberi peringatan kepada mereka yang mendustakan-Nya, terlebih lagi saat sakaratul maut tiba. Bila telah tiba waktunya, semua manusia akan meninggal, maka kalau begitu mengapa kamu tidak mencegah kedatangan kematian, ketika nyawa yang menjadi tanda kehidupan telah sampai di kerongkongan, dan kamu ketika itu melihat bagaimana penderitaan orang yang sekarat itu, dan Kami serta para malaikat lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu ketika itu tidak melihat keberadaan Kami?83-85. Pada ayat-ayat ini Allah memberi peringatan kepada mereka yang mendustakan-Nya, terlebih lagi saat sakaratul maut tiba. Bila telah tiba waktunya, semua manusia akan meninggal, maka kalau begitu mengapa kamu tidak mencegah kedatangan kematian, ketika nyawa yang menjadi tanda kehidupan telah sampai di kerongkongan, dan kamu ketika itu melihat bagaimana penderitaan orang yang sekarat itu, dan Kami serta para malaikat lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu ketika itu tidak melihat keberadaan Kami?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa naḥnu aqrabu ilaihi minkum wa lākil lā tubṣirūn(a).
"Kami lebih dekat kepadanya (orang yang sedang sekarat) daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat."
Makna & Renungan Singkat
83-85. Pada ayat-ayat ini Allah memberi peringatan kepada mereka yang mendustakan-Nya, terlebih lagi saat sakaratul maut tiba. Bila telah tiba waktunya, semua manusia akan meninggal, maka kalau begitu mengapa kamu tidak mencegah kedatangan kematian, ketika nyawa yang menjadi tanda kehidupan telah sampai di kerongkongan, dan kamu ketika itu melihat bagaimana penderitaan orang yang sekarat itu, dan Kami serta para malaikat lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu ketika itu tidak melihat keberadaan Kami?86-87. Setelah mengetahui keadaan orang yang sekarat, maka mengapa jika kamu memang benar tidak dikuasai oleh Allah dan bisa melakukan apa saja, kamu tidak mengembalikan nyawa itu ke tempatnya jika kamu, seperti pengakuanmu, adalah orang-orang yang benar?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
86-87. Setelah mengetahui keadaan orang yang sekarat, maka mengapa jika kamu memang benar tidak dikuasai oleh Allah dan bisa melakukan apa saja, kamu tidak mengembalikan nyawa itu ke tempatnya jika kamu, seperti pengakuanmu, adalah orang-orang yang benar?86-87. Setelah mengetahui keadaan orang yang sekarat, maka mengapa jika kamu memang benar tidak dikuasai oleh Allah dan bisa melakukan apa saja, kamu tidak mengembalikan nyawa itu ke tempatnya jika kamu, seperti pengakuanmu, adalah orang-orang yang benar?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"kamu tidak mengembalikannya (nyawa itu) jika kamu orang-orang yang benar?"
Makna & Renungan Singkat
86-87. Setelah mengetahui keadaan orang yang sekarat, maka mengapa jika kamu memang benar tidak dikuasai oleh Allah dan bisa melakukan apa saja, kamu tidak mengembalikan nyawa itu ke tempatnya jika kamu, seperti pengakuanmu, adalah orang-orang yang benar?88-89. Adapun jika dia yang mati itu termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah karena ketaatan dan amal baiknya, maka dia pasti akan memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga yang penuh kenikmatan sebagai balasan atas semua yang telah mereka perbuat di dunia.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Jika dia (orang yang mati) itu termasuk yang didekatkan (kepada Allah),"
Makna & Renungan Singkat
88-89. Adapun jika dia yang mati itu termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah karena ketaatan dan amal baiknya, maka dia pasti akan memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga yang penuh kenikmatan sebagai balasan atas semua yang telah mereka perbuat di dunia.88-89. Adapun jika dia yang mati itu termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah karena ketaatan dan amal baiknya, maka dia pasti akan memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga yang penuh kenikmatan sebagai balasan atas semua yang telah mereka perbuat di dunia.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"dia memperoleh ketenteraman, rezeki, dan surga (yang penuh) kenikmatan."
Makna & Renungan Singkat
88-89. Adapun jika dia yang mati itu termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah karena ketaatan dan amal baiknya, maka dia pasti akan memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga yang penuh kenikmatan sebagai balasan atas semua yang telah mereka perbuat di dunia.90-91. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan kanan, yaitu orang yang selalu berbuat baik dan menaati ajaran Allah, maka keselamatanlah yang akan dikaruniakan bagimu karena kamu adalah bagian dari golongan kanan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
90-91. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan kanan, yaitu orang yang selalu berbuat baik dan menaati ajaran Allah, maka keselamatanlah yang akan dikaruniakan bagimu karena kamu adalah bagian dari golongan kanan.90-91. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan kanan, yaitu orang yang selalu berbuat baik dan menaati ajaran Allah, maka keselamatanlah yang akan dikaruniakan bagimu karena kamu adalah bagian dari golongan kanan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"“Salam bagimu” dari (sahabatmu,) golongan kanan."
Makna & Renungan Singkat
90-91. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan kanan, yaitu orang yang selalu berbuat baik dan menaati ajaran Allah, maka keselamatanlah yang akan dikaruniakan bagimu karena kamu adalah bagian dari golongan kanan.92-94. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan yang mendustakan ayat-ayat Allah lagi sesat akidah dan ibadahnya, maka dia akan mendapat hidangan air yang mendidih sebagai minumannya, dan dia akan mendapat hukuman yang pedih karena dibakar di dalam Jahanam.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Jika dia termasuk golongan para pendusta lagi sesat,"
Makna & Renungan Singkat
92-94. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan yang mendustakan ayat-ayat Allah lagi sesat akidah dan ibadahnya, maka dia akan mendapat hidangan air yang mendidih sebagai minumannya, dan dia akan mendapat hukuman yang pedih karena dibakar di dalam Jahanam.92-94. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan yang mendustakan ayat-ayat Allah lagi sesat akidah dan ibadahnya, maka dia akan mendapat hidangan air yang mendidih sebagai minumannya, dan dia akan mendapat hukuman yang pedih karena dibakar di dalam Jahanam.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
92-94. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan yang mendustakan ayat-ayat Allah lagi sesat akidah dan ibadahnya, maka dia akan mendapat hidangan air yang mendidih sebagai minumannya, dan dia akan mendapat hukuman yang pedih karena dibakar di dalam Jahanam.92-94. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan yang mendustakan ayat-ayat Allah lagi sesat akidah dan ibadahnya, maka dia akan mendapat hidangan air yang mendidih sebagai minumannya, dan dia akan mendapat hukuman yang pedih karena dibakar di dalam Jahanam.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
92-94. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan yang mendustakan ayat-ayat Allah lagi sesat akidah dan ibadahnya, maka dia akan mendapat hidangan air yang mendidih sebagai minumannya, dan dia akan mendapat hukuman yang pedih karena dibakar di dalam Jahanam.95-96. Sungguh, semua yang disebutkan ini adalah suatu keyakinan yang benar. Maka, setelah kamu mengetahui dan memahami dengan benar, bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu yang Mahabesar lagi Mahaagung.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya ini benar-benar merupakan hakulyakin."
Makna & Renungan Singkat
95-96. Sungguh, semua yang disebutkan ini adalah suatu keyakinan yang benar. Maka, setelah kamu mengetahui dan memahami dengan benar, bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu yang Mahabesar lagi Mahaagung.95-96. Sungguh, semua yang disebutkan ini adalah suatu keyakinan yang benar. Maka, setelah kamu mengetahui dan memahami dengan benar, bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu yang Mahabesar lagi Mahaagung.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Maka, bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Agung."
Makna & Renungan Singkat
95-96. Sungguh, semua yang disebutkan ini adalah suatu keyakinan yang benar. Maka, setelah kamu mengetahui dan memahami dengan benar, bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu yang Mahabesar lagi Mahaagung.1. Apa yang di langit, baik makhluk hidup seperti burung maupun makhluk mati semisal planet, bintang, bulan, dan matahari, dan demi-kian juga makhluk di bumi; mereka bertasbih kepada Allah untuk mengakui kebesaran dan kesucian-Nya. Dialah yang Mahaperkasa atas semua makhluk, lagi Mahabijaksana dalam menetapkan ketentuan dan hukum bagi mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Surat Al Waaqi'ah terdiri atas 96 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Thaa Haa. Dinamai dengan Al Waaqi'ah (Hari Kiamat), diambil dari perkataan Al Waaqi'ah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Rujukan Mushaf & Terjemahan: Standar Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) 2019 dan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ).
Rujukan Tafsir Ringkas: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, dikumpulkan melalui proyek data terbuka gadingnst/quran-api. Sebagian kecil ayat (11 dari 6.236) belum menampilkan tafsir ringkas karena data sumber tidak lengkap.
🌱 Doa & Renungan Terkait
Perkuat pemahaman ayat dengan doa dan amalan yang sejalan: