Daftar

An-Naba'

Berita Besar · 40 ayat · Mekah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
1 78:1
عَمَّ يَتَسَاۤءَلُوْنَۚ
‘Amma yatasā'alūn(a).
"Tentang apakah mereka saling bertanya?"
Makna & Renungan Singkat
Saat Nabi Muhammad diutus, kaum kafir Mekah bertanya-tanya tentang diri Nabi, dakwah, dan ajarannya, salah satunya adalah perihal hari kebangkitan. Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya di antara mereka?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
2 78:2
عَنِ النَّبَاِ الْعَظِيْمِۙ
‘Anin naba'il-‘aẓīm(i).
"Tentang berita yang besar (hari Kebangkitan)"
Makna & Renungan Singkat
Mereka bertanya-tanya tentang berita yang besar. Itulah hari dibangkitkannya manusia dari kubur untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di dunia.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
3 78:3
الَّذِيْ هُمْ فِيْهِ مُخْتَلِفُوْنَۗ
Allażī hum fīhi mukhtalifūn(a).
"yang dalam hal itu mereka berselisih."
Makna & Renungan Singkat
Itulah berita besar yang dalam hal itu mereka berselisih. Sebagian dari mereka mengingkarinya dan sebagian yang lain menyangsikannya. Mereka tidak percaya jasad manusia yang sudah hancur akan hidup kembali.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
4 78:4
كَلَّا سَيَعْلَمُوْنَۙ
Kallā saya‘lamūn(a).
"Sekali-kali tidak! Kelak mereka akan mengetahui."
Makna & Renungan Singkat
Tidak! Persoalan yang sebenarnya tidak seperti apa yang mereka duga. Kelak, pada hari kebangkitan itu benar-benar tiba, mereka akan mengetahui hakikat persoalan yang sebenarnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
5 78:5
ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُوْنَ
Ṡumma kallā saya‘lamūn(a).
"Sekali lagi, tidak! Kelak mereka akan mengetahui."
Makna & Renungan Singkat
Allah menegaskan sekali lagi. Sekali lagi tidak! Kelak mereka akan mengetahui hakikat persoalan yang sebenarnya ketika hari kebangkitan itu benar-benar tiba.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
6 78:6
اَلَمْ نَجْعَلِ الْاَرْضَ مِهٰدًاۙ
Alam naj‘alil-arḍa mihādā(n).
"Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan"
Makna & Renungan Singkat
Allah menjawab kesangsian mereka tentang hari kiamat dengan memperlihatkan sembilan tanda kebesaran-Nya. Bukankah Kami telah menjadikan bumi dengan segala isinya sebagai hamparan yang memungkinkan manusia hidup di atasnya dan memanfaatkan fasilitas yang ada?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
7 78:7
وَّالْجِبَالَ اَوْتَادًاۖ
Wal-jibāla autādā(n).
"dan gunung-gunung sebagai pasak?"
Makna & Renungan Singkat
Dan bukankah Kami telah pancangkan gunung-gunung sebagai pasak supaya bumi tidak bergoncang sehingga manusia dapat hidup tenang di atasnya?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
8 78:8
وَّخَلَقْنٰكُمْ اَزْوَاجًاۙ
Wa khalaqnākum azwājā(n).
"Kami menciptakan kamu berpasang-pasangan."
Makna & Renungan Singkat
Dan bukankah Kami telah menciptakan kamu, wahai manusia, berpasang-pasangan; lelaki dan perempuan agar kamu beranak pinak untuk terus mendiami bumi dan memakmurkannya?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
9 78:9
وَّجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًاۙ
Wa ja‘alnā naumakum subātā(n).
"Kami menjadikan tidurmu untuk beristirahat."
Makna & Renungan Singkat
Dan bukankah Kami telah pula menjadikan tidurmu untuk istirahat dari kepenatan bekerja di siang hari sehingga kamu bisa kembali bekerja esok hari dengan tenaga baru? Tidur laksana kematian sesaat. Bangun tidur merupakan permisalan kecil hari kebangkitan. Mengapa orang musyrik masih saja mengingkari hari kebangkitan?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
10 78:10
وَّجَعَلْنَا الَّيْلَ لِبَاسًاۙ
Wa ja‘alnal-laila libāsā(n).
"Kami menjadikan malam sebagai pakaian."
Makna & Renungan Singkat
Dan bukankah Kami telah menjadikan malam yang gelap gulita menutupi suatu wilayah di bumi sebagai-mana pakaian menutupi jasad manusia?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
11 78:11
وَّجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًاۚ
Wa ja‘alnan-nahāra ma‘āsyā(n).
"Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan."
Makna & Renungan Singkat
Dan bukankah Kami juga telah menjadikan siang yang terang benderang sebagai waktu bagi kamu untuk mencari penghidupan? Siang yang terang memudahkan kamu untuk bekerja, baik di daratan maupun di lautan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
12 78:12
وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًاۙ
Wa banainā fauqakum sab‘an syidādā(n).
"Kami membangun tujuh (langit) yang kukuh di atasmu."
Makna & Renungan Singkat
Dan bukankah Kami telah pula membangun di atas kamu tujuh langit yang kukuh, padahal tidak kau jumpai tiang-tiang yang menyangganya? Tidak kamu dapati keretakan di langit itu agar dapat menjadi atap kuat yang menanungi penghuni bumi.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
13 78:13
وَّجَعَلْنَا سِرَاجًا وَّهَّاجًاۖ
Wa ja‘alnā sirājaw wahhājā(n).
"Kami menjadikan pelita yang terang-benderang (matahari)."
Makna & Renungan Singkat
Dan bukankah Kami juga telah menjadikan matahari dengan sinarnya yang kuat sebagai pelita yang terang-benderang? Cahayanya yang terang, panasnya yang menyebar, dan bergesernya posisi matahari di langit dari musim ke musim membawa maanfaat sangat banyak bagi kehidupan manusia.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
14 78:14
وَّاَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرٰتِ مَاۤءً ثَجَّاجًاۙ
Wa anzalnā minal-mu‘ṣirāti mā'an ṡajjājā(n).
"Kami menurunkan dari awan air hujan yang tercurah dengan deras"
Makna & Renungan Singkat
Dan bukankah telah pula Kami turunkan dari sela-sela awan yang mengandung uap air yang pekat itu air hujan yang tercurah dengan hebatnya? Air sangat besar artinya bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya, baik flora maupun fauna.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
15 78:15
لِّنُخْرِجَ بِهٖ حَبًّا وَّنَبَاتًاۙ
Linukhrija bihī ḥabbaw wa nabātā(n).
"agar Kami menumbuhkan dengannya biji-bijian, tanam-tanaman,"
Makna & Renungan Singkat
Kami turunkan hujan untuk Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian, seperti padi dan gandum dan tanam-tanaman lainnya. Biji-bijian yang pada awalnya terlihat mati akan hidup dan tumbuh begitu tersiram air hujan. Begitulah gambaran kebangkitan manusia di hari kiamat.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
16 78:16
وَّجَنّٰتٍ اَلْفَافًاۗ
Wa jannātin alfāfā(n).
"dan kebun-kebun yang rindang."
Makna & Renungan Singkat
Dan dengan air hujan itu tumbuh kebun-kebun yang rindang. Kebun-kebun itu kemudian memproduksi oksigen, memberi kerindangan, dan menciptakan pemandangan yang indah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
17 78:17
اِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيْقَاتًاۙ
Inna yaumal-faṣli kāna mīqātā(n).
"Sesungguhnya hari Keputusan itu adalah waktu yang telah ditetapkan,"
Makna & Renungan Singkat
Beralih dari penyebutan sembilan tanda kekuasaan-Nya, Allah lalu menyatakan hari kebangkitan sebagai suatu keniscayaan. Sungguh, hari keputusan adalah suatu waktu yang telah ditetapkan. Hanya Allah yang tahu kapan hari kiamat terjadi. Pada hari itu semua persoalan manusia akan diputuskan oleh Allah dengan seadil-adilnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
18 78:18
يَّوْمَ يُنْفَخُ فِى الصُّوْرِ فَتَأْتُوْنَ اَفْوَاجًاۙ
Yauma yunfakhu fiṣ-ṣūri fa ta'tūna afwājā(n).
"(yaitu) hari (ketika) sangkakala ditiup, lalu kamu datang berbondong-bondong."
Makna & Renungan Singkat
Hari keputusan itu tiba pada hari ketika sangkakala ditiup oleh Israfil, lalu kamu akan bangkit dari kuburmu dan datang berbondong-bondong dan berduyun-duyun menuju tempat berkumpul, yaitu padang mahsyar untuk menanti keputusan Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
19 78:19
وَّفُتِحَتِ السَّمَاۤءُ فَكَانَتْ اَبْوَابًاۙ
Wa futiḥatis-samā'u fa kānat abwābā(n).
"Langit pun dibuka. Maka, terdapatlah beberapa pintu."
Makna & Renungan Singkat
Dan pada hari itu langit pun dibukalah, maka terdapatlah beberapa pintu akibat banyaknya rekahan di sana. Dari pintu-pintu itu para malaikat turun untuk melaksanakan tugas masing-masing.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
20 78:20
وَّسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًاۗ
Wa suyyiratil-jibālu fa kānat sarābā(n).
"Gunung-gunung pun dijalankan. Maka, ia menjadi (seperti) fatamorgana."
Makna & Renungan Singkat
Dan pada hari itu gunung-gunung pun yang tadinya kukuh dijalankan oleh Allah dengan terlebih dahulu dihancurluluhkan, lalu diempaskan menjadi abu, lalu menjadi seperti kapas yang beterbangan, lalu pada akhirnya terempas sehingga menjadi fatamorgana. Seperti halnya fatamorgana di gurun pasir, asap pekat yang menggumpal tampak seperti gunung padahal tidak ada gunung di sana (Lihat pula: Surah al-Kahf/18: 47, Tàhà/20: 105–107, an-Naml/27: 88, al-Qàri‘ah/101: 5).
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
21 78:21
اِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًاۙ
Inna jahannama kānat mirṣādā(n).
"Sesungguhnya (neraka) Jahanam itu (merupakan) tempat mengintai (bagi penjaga neraka)"
Makna & Renungan Singkat
Demikianlah fenomena hari kiamat yang sangat mencekam. Allah lalu beralih menjelaskan nasib orang kafir di akhirat. Sungguh, neraka Jahanam itu Kami jadikan sebagai tempat mengintai bagi para penjaga yang mengawasi neraka. Tidak ada satu orang kafir pun yang bisa lari dari siksa neraka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
22 78:22
لِّلطّٰغِيْنَ مَاٰبًاۙ
Liṭ-ṭāgīna ma'ābā(n).
"(dan) menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas."
Makna & Renungan Singkat
Neraka Jahanam itu menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas dengan menentang aturan agama dan mendustakan para rasul Allah. Kami akan siksa mereka di sana sebagai balasan atas perbuatan mereka, sebagaimana telah Kami peringatkan sebelumnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
23 78:23
لّٰبِثِيْنَ فِيْهَآ اَحْقَابًاۚ
Lābiṡīna fīhā aḥqābā(n).
"Mereka tinggal di sana dalam masa yang lama."
Makna & Renungan Singkat
Mereka yang melampaui batas itu tinggal di sana yakni neraka Jahanam dalam masa yang lama. Hanya Allah yang mengetahui berapa lama mereka akan tinggal di neraka secara pasti. Bagi orang yang menderita, masa yang sebentar akan terasa sangat lama, apalagi jika masa itu benar-benar lama hingga ribuan tahun atau lebih.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
24 78:24
لَا يَذُوْقُوْنَ فِيْهَا بَرْدًا وَّلَا شَرَابًاۙ
Lā yażūqūna fīhā bardaw wa lā syarābā(n).
"Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman,"
Makna & Renungan Singkat
Mereka mendiami neraka Jahanam dengan penuh penderitaan. Mereka tidak pernah merasakan kesejukan di dalamnya untuk sekadar menikmati udara segar atau keteduhan, dan tidak pula mendapat minuman untuk melepas dahaga yang sangat berat.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
25 78:25
اِلَّا حَمِيْمًا وَّغَسَّاقًاۙ
Illā ḥamīmaw wa gassāqā(n).
"selain air yang mendidih dan nanah,"
Makna & Renungan Singkat
Mereka tidak diberi minuman apa pun selain air yang mendidih yang menghancurkan usus mereka dan nanah yang keluar dari kulit-kulit mereka yang berbau busuk dan menjijikkan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
26 78:26
جَزَاۤءً وِّفَاقًاۗ
Jazā'aw wifāqā(n).
"sebagai pembalasan yang setimpal."
Makna & Renungan Singkat
Semua itu Kami sediakan sebagai pembalasan yang setimpal atas perbuatan buruk mereka. Ancaman Allah melalui para rasul-Nya terhadap mereka ketika di dunia benar-benar akan terbukti.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
27 78:27
اِنَّهُمْ كَانُوْا لَا يَرْجُوْنَ حِسَابًاۙ
Innahum kānū lā yarjūna ḥisābā(n).
"Sesungguhnya mereka tidak pernah mengharapkan perhitungan."
Makna & Renungan Singkat
Mereka pantas menerima siksa Jahanam karena sesungguhnya dahulu mereka tidak pernah mengharapkan perhitungan amal di akhirat, bahkan mereka mendustakan dan menertawakan hari perhitungan itu. Jika mereka meyakini hari perhitungan, pasti mereka akan berbuat kebajikan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
28 78:28
وَّكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا كِذَّابًاۗ
Wa każżabū bi'āyātinā kiżżābā(n).
"Mereka benar-benar mendustakan ayat-ayat Kami."
Makna & Renungan Singkat
Dan di samping itu, mereka benar-benar mendustakan ayat-ayat Kami tentang tauhid, kenabian, dan hari kebangkitan. Mereka mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah cerita usang yang penuh kebohongan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
29 78:29
وَكُلَّ شَيْءٍ اَحْصَيْنٰهُ كِتٰبًاۙ
Wa kulla syai'in aḥṣaināhu kitābā(n).
"Segala sesuatu telah Kami catat dalam kitab (catatan amal manusia)."
Makna & Renungan Singkat
Allah tidak pernah salah dalam menentukan siapa yang berhak mendapat siksa karena Dia mempunyai catatan amal setiap orang. Dan segala sesuatu tentang amal perbuatan manusia telah Kami catat dalam suatu Kitab, yaitu buku catatan amal manusia, baik amal kecil maupun besar. Catatan itu akan menjadi saksi atas pelanggaran-pelanggaran mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
30 78:30
فَذُوْقُوْا فَلَنْ نَّزِيْدَكُمْ اِلَّا عَذَابًا ࣖ
Fa żūqū falan nazīdakum illā ‘ażābā(n)
"Oleh karena itu, rasakanlah! Tidak akan Kami tambahkan kepadamu, kecuali azab."
Makna & Renungan Singkat
Setelah Allah menjelaskan tentang keburukan perbuatan mereka, Allah mengatakan kepada mereka, “Maka karena semua perbuatan buruk yang kamu kerjakan itu rasakanlah siksa api neraka ini! Maka tidak ada yang akan Kami tambahkan kepadamu selain azab. Mereka ditimpa azab demi azab yang sangat pedih, menyakitkan jiwa dan raga, tidak ada jeda sedikit pun antara satu azab dan azab berikutnya. Mereka merasakannya dalam rentang waktu yang sangat lama. Inilah siksaan bagi mereka yang durhaka kepada Allah dan rasul-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
31 78:31
اِنَّ لِلْمُتَّقِيْنَ مَفَازًاۙ
Inna lil-muttaqīna mafāzā(n).
"Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (ada) kemenangan (surga),"
Makna & Renungan Singkat
Usai menjelaskan nasib para pendurhaka, Allah beralih menguraikan nasib orang bertakwa. Sungguh, orang-orang yang bertakwa dan selalu berbuat baik serta menghindari perbuatan buruk akan mendapat kemenangan dan kebahagiaan di akhirat.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
32 78:32
حَدَاۤىِٕقَ وَاَعْنَابًاۙ
Ḥadā'iqa wa a‘nābā(n).
"(yaitu) kebun-kebun, buah anggur,"
Makna & Renungan Singkat
Kemenangan dan kebahagiaan yang akan mereka dapatkan di antaranya berupa kebun-kebun yang rindang, indah, damai, dan sejuk; dan buah anggur yang kelezatan rasanya sangat berbeda dari anggur dunia meski memiliki sebutan yang sama. Inilah bentuk kenikmatan lingkungan dan makanan di surga.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
33 78:33
وَّكَوَاعِبَ اَتْرَابًاۙ
Wa kawā‘iba atrābā(n).
"gadis-gadis molek yang sebaya,"
Makna & Renungan Singkat
Dan Allah sediakan pula bagi mereka sebagai kenikmatan seksual dan pemberi ketenteraman hati, bidadari surga yaitu gadis-gadis yang cantik jelita, berpayudara montok, yang umur mereka sebaya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
34 78:34
وَّكَأْسًا دِهَاقًاۗ
Wa ka'san dihāqā(n).
"dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman)."
Makna & Renungan Singkat
Dan bagi mereka Allah berikan kenikmatan lainnya, yaitu gelas-gelas yang penuh minuman. Minuman itu amat beragam, di antaranya susu, anggur, dan khamar yang tidak memabukkan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
35 78:35
لَا يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا وَّلَا كِذّٰبًا
Lā yasma‘ūna fīhā lagwaw wa lā kiżżābā(n).
"Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia dan tidak pula (perkataan) dusta."
Makna & Renungan Singkat
Suasana di surga itu amat damai dan menyenangkan. Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia, tidak bermanfaat, maupun perkataan dusta.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
36 78:36
جَزَاۤءً مِّنْ رَّبِّكَ عَطَاۤءً حِسَابًاۙ
Jazā'am mir rabbika ‘aṭā'an ḥisābā(n).
"(Hal itu) sebagai balasan (dan) pemberian yang banyak dari Tuhanmu,"
Makna & Renungan Singkat
Semua kenikmatan itu disediakan sebagai balasan dan pemberian yang cukup banyak dari Tuhanmu yang telah menuntunmu menuju jalan ketakwaan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
37 78:37
رَّبِّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الرَّحْمٰنِ لَا يَمْلِكُوْنَ مِنْهُ خِطَابًاۚ
Rabbis-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumar-raḥmāni lā yamlikūna minhu khiṭābā(n).
"(yaitu) Tuhan (pemelihara) langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Maha Pengasih. Mereka tidak memiliki (hak) berbicara dengan-Nya."
Makna & Renungan Singkat
Tuhan yang menganugerahkan semua itu adalah Tuhan Pemelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. Dialah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Mahakaya. Dia mempunyai rahmat yang sangat banyak. Mereka tidak mampu berbicara dengan Dia. Semua unduk dan patuh kepada-Nya, tidak ada yang mampu berbicara dengan-Nya kecuali atas seizin-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
38 78:38
يَوْمَ يَقُوْمُ الرُّوْحُ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ صَفًّاۙ لَّا يَتَكَلَّمُوْنَ اِلَّا مَنْ اَذِنَ لَهُ الرَّحْمٰنُ وَقَالَ صَوَابًا
Yauma yaqūmur-rūḥu wal-malā'ikatu ṣaffā(n), lā yatakallamūna illā man ażina lahur-raḥmānu wa qāla ṣawābā(n).
"Pada hari ketika Rūḥ dan malaikat berdiri bersaf-saf. Mereka tidak berbicara, kecuali yang diizinkan oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan dia mengatakan yang benar."
Makna & Renungan Singkat
Tidak ada yang mampu berbicara langsung dengan Allah pada hari ketika ruh, yaitu Jibril, dan para malaikat lain yang berdiri bersaf-saf secara teratur dengan penuh tunduk dan khusyuk. Mereka, baik Jibril atau lainnya, tidak berani berkata-kata karena khidmatnya situasi saat itu, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pengasih untuk berkata kepada-Nya, dan dia hanya mengatakan sesuatu yang benar dan diridai Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
39 78:39
ذٰلِكَ الْيَوْمُ الْحَقُّۚ فَمَنْ شَاۤءَ اتَّخَذَ اِلٰى رَبِّهٖ مَاٰبًا
Żālikal-yaumul-ḥaqq(u), faman syā'attakhaża ilā rabbihī ma'ābā(n).
"Itulah hari yang hak (pasti terjadi). Siapa yang menghendaki (keselamatan) niscaya menempuh jalan kembali kepada Tuhannya (dengan beramal saleh)."
Makna & Renungan Singkat
Itulah hari yang pasti terjadi sesuai janji Allah. Allah pasti menepati janji-Nya. Maka, barang siapa menghendaki agar mendapat keridaan Allah di akhirat nanti, niscaya dia harus senantiasa menempuh jalan kembali kepada Tuhannya dengan selalu berbuat baik.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
40 78:40
اِنَّآ اَنْذَرْنٰكُمْ عَذَابًا قَرِيْبًا ەۙ يَّوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُوْلُ الْكٰفِرُ يٰلَيْتَنِيْ كُنْتُ تُرٰبًا ࣖ
Innā anżarnākum ‘ażāban qarībā(n), yauma yanẓurul-mar'u mā qaddamat yadāhu wa yaqūlul-kāfiru yā laitanī kuntu turābā(n).
"Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kamu akan azab yang dekat pada hari (ketika) manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya dan orang kafir berkata, “Oh, seandainya saja aku menjadi tanah.”"
Makna & Renungan Singkat
Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu azab di akhirat yang waktunya sungguh sangat dekat dan segera tiba, yaitu pada hari ketika manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya, oleh dirinya sendiri, dan orang kafir berkata dengan penuh penyesalan, “Alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah, bukan menjadi manusia yang mendapat taklif agama, niscaya aku tidak dihadapkan pada pertanggungjawaban atas perbuatanku sebagaimana yang aku hadapi hari ini."
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan