Murottal Lengkap Surat An-Najm Misyari Rasyid Al-Afasi
Dengarkan lantunan merdu seluruh ayat Surat An-Najm secara berkesinambungan.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
53:1
وَالنَّجْمِ اِذَا هَوٰىۙ
Wan-najmi iżā hawā.
"Demi bintang ketika terbenam,"
Makna & Renungan Singkat
Surah at-Tùr diakhiri dengan perintah untuk bertasbih dan memuji Allah setiap saat, terutama pagi. Pada Surah an-Najm ini Allah memulai dengan bersumpah demi bintang. Demi bintang yang bertebaran di angkasa ketika hendak terbenam akibat terbitnya matahari di ufuk timur dengan sinarnya yang kuat.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"kawanmu (Nabi Muhammad) tidak sesat, tidak keliru,"
Makna & Renungan Singkat
Sesungguhnya kawanmu yang sangat kamu kenal kejujurannya, yaitu Nabi Muhammad, tidak sesat dalam perilakunya saat menyampaikan dakwah dan tidak pula keliru dalam ucapan-ucapan yang disampaikannya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"dan tidak pula berucap (tentang Al-Qur’an dan penjelasannya) berdasarkan hawa nafsu(-nya)."
Makna & Renungan Singkat
Apa saja yang dilakukan oleh Nabi Muhammad merupakan perintah Tuhannya, dan tidaklah pula yang diucapkannya itu, yaitu ayat-ayat Al-Qur’an, merupakan perkataan kosong dan menurut keinginannya saja.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Apakah patut kamu (orang-orang musyrik) menganggap (dua berhala) al-Lata dan al-‘Uzza,"
Makna & Renungan Singkat
Bila ayat-ayat yang lalu menjelaskan keteguhan sikap Nabi Muhammad dan kelurusan jalan yang ditempuhnya, maka pada ayat-ayat ini Allah menerangkan kecaman terhadap orang kafir yang tetap me-nyembah berhala. Wahai orang musyrik, maka apakah patut kamu menganggap Al-Làta dan Al-‘Uzzà,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Apakah (pantas) bagi kamu (anak) laki-laki dan bagi-Nya (anak) perempuan?"
Makna & Renungan Singkat
Apakah pantas bila kamu memilih untuk kamu sendiri anak yang laki-laki dan untuk-Nya kamu memilihkan anak yang perempuan, sedangkan kamu sendiri benci dan marah bila mendapatkan anak perempuan?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
In hiya illā asmā'un sammaitumūhā antum wa ābā'ukum mā anzalallāhu bihā min sulṭān(in), iy yattabi‘ūna illaẓ-ẓanna wa mā tahwal-anfus(u), wa laqad jā'ahum mir rabbihimul-hudā.
"(Berhala-berhala) itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu ada-adakan. Allah tidak menurunkan suatu keterangan apa pun untuk (menyembah)-nya. Mereka hanya mengikuti dugaan dan apa yang diinginkan oleh hawa nafsu. Padahal, sungguh, mereka benar-benar telah didatangi petunjuk dari Tuhan mereka."
Makna & Renungan Singkat
Wahai kaum musyrik, sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah itu tidak lain hanyalah nama-nama belaka, yang tidak memiliki sifat ketuhanan dan karenanya tidak layak disembah. Kamulah pada masa ini dan nenek moyangmu pada masa lalu yang mengada-adakan nama mereka, sedang Allah tidak menurunkan suatu keterangan apa pun terkait ketuhanannya sehingga kamu tidak punya alasan untuk menyembah-nya. Sesungguhnya mereka, yaitu kaum musyrik, hanya mengikuti dugaan yang tidak berdasar dan apa yang diingini oleh keinginannya. Padahal sungguh, telah datang petunjuk yang benar dari Tuhan mereka. Andai saja mereka mau memahami dan menerimanya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Apakah manusia akan mendapat segala yang diinginkannya?"
Makna & Renungan Singkat
Kaum musyrik mestinya menerima petunjuk Allah dan mendapatkan keselamatan atau apakah manusia yang musyrik itu akan mendapat segala yang dicita-citakannya,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(Tidak!) Milik Allahlah kehidupan akhirat dan dunia."
Makna & Renungan Singkat
yaitu yang terkait dengan harta, kedudukan, dan kesenangan hidup? Tidak! Mereka hanya makhluk yang telah ditetapkan oleh Allah, maka sesungguhnya milik Allahlah kehidupan akhirat yang abadi dan kehidupan dunia yang fana.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa kam mim malakin fis-samāwāti lā tugnī syafā‘atuhum syai'an illā mim ba‘di ay ya'żanallāhu limay yasyā'u wa yarḍā.
"Betapa banyak malaikat di langit yang syafaat (pertolongan) mereka sedikit pun tidak berguna, kecuali apabila Allah telah mengizinkan(-nya untuk diberikan) kepada siapa yang Dia kehendaki dan ridai."
Makna & Renungan Singkat
Berapa banyak manusia dengan kemampuan luar biasa nyatanya tidak dapat menggapai keinginannya, dan berapa banyak pula malaikat yang suci dan berkedudukan mulia di langit, tetapi syafa\'at dan pertolongan mereka sedikit pun tidak berguna bagi makhluk lain, kecuali apabila Allah Yang Mahakuasa telah mengizinkan mereka untuk memberi syafa\'at bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia ridai karena amal saleh dan keta\'atannya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat benar-benar menamai para malaikat dengan nama perempuan."
Makna & Renungan Singkat
Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, yaitu orang musyrik penyembah berhala, mereka benar-benar menamakan para malaikat dan menyifati mereka dengan nama dan sifat pe-rempuan. Selanjutnya, mereka mengatakan bahwa para malaikat itu adalah putri-putri Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa mā lahum bihī min ‘ilm(in), iy yattabi‘ūna illaẓ-ẓann(a), wa innaẓ-ẓanna lā yugnī minal-ḥaqqi syai'ā(n).
"Padahal, mereka tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti dugaan dan sesungguhnya dugaan itu tidak berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran."
Makna & Renungan Singkat
Orang-orang musyrik itu hanya menuruti keinginannya saat me-nyatakan bahwa para malaikat itu adalah putri-putri Allah, dan mereka tidak mempunyai ilmu yang mendasari keyakinannya tentang hal itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti dugaan yang hanya berdasar hawa nafsu, dan sesungguhnya dugaan yang tidak didukung kenyataan atau ilmu itu tidak berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran. Karena itu, dugaan demikian tidak dapat dijadikan sebagai dasar dalam keyakinan agama.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Fa a‘riḍ ‘am man tawallā, ‘an żikrinā wa lam yurid illal-ḥayātad-dun-yā.
"Tinggalkanlah (Nabi Muhammad) orang yang berpaling dari peringatan Kami (Al-Qur’an) dan hanya menginginkan kehidupan dunia!"
Makna & Renungan Singkat
Wahai Nabi Muhammad, jika orang-orang musyrik enggan meng-ikuti ajakanmu dan bersikeras menyembah berhala, maka tinggalkanlah orang yang berpaling dari peringatan Kami itu, dan ketahuilah bahwa dia hanya mengingini kehidupan dunia yang bersifat sementara seraya menolak kepastian hari akhirat.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Żālika mablaguhum minal-‘ilm(i), inna rabbaka huwa a‘lamu biman ḍalla ‘an sabīlih(ī), wa huwa a‘lamu bimanihtadā.
"Itulah kadar pengetahuan mereka. Sesungguhnya Tuhanmulah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pulalah yang mengetahui siapa yang mendapat petunjuk."
Makna & Renungan Singkat
Itulah, yaitu berpalingnya mereka dari kebenaran dan kecenderungan pada kenikmatan hidup duniawi, kadar ilmu mereka. Sungguh, Tuhanmu yang selalu membimbing dan menunjukimu, Dia lebih mengetahui siapa yang lebih memilih kekafiran dengan mengikuti potensi fujùr, sehingga tersesat dari jalan-Nya dan Dia pula yang mengetahui siapa di antara manu-sia yang memilih ketaatan dengan selalu mengikuti potensi takwanya sehingga ia selalu mendapat petunjuk ke jalan yang benar dan diridai-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), liyajziyal-lażīna asā'ū bimā ‘amilū wa yajziyal-lażīna aḥsanū bil-ḥusnā.
"Milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. (Dengan demikian,) Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga)."
Makna & Renungan Singkat
Menolak anggapan bahwa orang yang sesat dan ingkar itu seolah-olah di luar pengetahuan Allah, ditegaskan bahwa semua sifat kesempurnaan itu ada pada Zat-Nya. Dan hanya milik Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dia yang menciptakan semua makhluk dan yang mengaturnya sesuai kehendak-Nya. Bisa saja Dia membuat semua ma-nusia beriman, tetapi Dia tidak menginginkannya karena Dia telah membekali mereka dengan akal, petunjuk, dan kebebasan memilih. Dengan demikian, Dia akan memberi balasan dan hukuman kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan Dia akan memberi balasan dan anugerah kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik, yaitu surga dengan segala kenikmatan dan keindahannya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Allażīna yajtanibūna kabā'iral-iṡmi wal-fawāḥisya illal-lamam(a), inna rabbaka wāsi‘ul-magfirah(ti), huwa a‘lamu bikum iż ansya'akum minal-arḍi wa iż antum ajinnatun fī buṭūni ummahātikum, falā tuzakkū anfusakum, huwa a‘lamu bimanittaqā.
"(Mereka adalah) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji. Akan tetapi, mereka (memang) melakukan dosa-dosa kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dia lebih mengetahui dirimu sejak Dia menjadikanmu dari tanah dan ketika kamu masih berupa janin dalam perut ibumu. Maka, janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia lebih mengetahui siapa yang bertakwa."
Makna & Renungan Singkat
Orang-orang yang akan mendapat anugerah dan kebaikan adalah mereka yang sungguh-sungguh menjauhi dosa-dosa besar yang disebut secara khusus ancamannya, dan perbuatan keji yang dicela oleh akal dan tabiat manusia. Semua itu ada hukumannya, kecuali kesalahan-kesalahan kecil yang dilakukan sesekali dan tanpa sengaja. Sungguh, pengampunan atas dosa kecil itu karena Tuhanmu Mahaluas ampunan-Nya. Dia pun akan mengampuni dosa besar bila pelakunya bertobat dengan tulus. Janganlah kamu bangga karena telah berbuat baik. Sesungguhnya Dia mengetahui tentang keadaan kamu, bahkan sejak Dia menjadikan kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu yang berproses sesuai tahapannya. Maka dengan pengampunan dan pahala itu, janganlah kamu menganggap dirimu suci dengan memuji diri dan membanggakan amal-amalmu. Sungguh, Dia yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa dan benar-benar suci.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Tidakkah engkau melihat orang yang berpaling (dari Al-Qur’an)?"
Makna & Renungan Singkat
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa al-Walìd bin al-Mugìrah yang telah memeluk Islam kembali murtad akibat celaan teman-teman-nya ajakan mereka untuk kembali pada kemusyrikan. Wahai Nabi Muhammad, maka tidakkah engkau melihat orang yang berpaling dan menolak ajaran yang engkau sampaikan padahal sebelum itu dia telah menerimanya?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Apakah dia mempunyai pengetahuan tentang yang gaib, sehingga dia dapat melihat(-nya)?"
Makna & Renungan Singkat
Apakah dia merasa bahwa hanya dia yang mempunyai ilmu tentang yang gaib sehingga dia dapat melihat dan mengetahui kemaslahatan dan apa yang mendorongnya untuk berpaling dari kebenaran dan kikir dalam bersedekah?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Apakah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran (kitab suci yang diturunkan kepada) Musa"
Makna & Renungan Singkat
Ingkar dan kikir merupakan sifat tercela dan dia telah mendapat tuntunan untuk menghindarinya. Apakah dia memang ingkar ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran kitab suci yang diwahyukan kepada Nabi Musa?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"dan (lembaran-lembaran) Ibrahim yang telah memenuhi janji setianya?"
Makna & Renungan Singkat
Dan apakah dia juga mengingkari tuntunan wahyu yang terdapat pada lembaran-lembaran yang diwahyukan kepada Nabi Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji kepada Allah?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(Dalam lembaran-lembaran itu terdapat ketetapan) bahwa seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain,"
Makna & Renungan Singkat
Di antara ajaran dalam lembaran-lembaran kitab suci itu adalah bahwa seseorang yang berdosa karena perbuatan dan keingkarannya tidak akan memikul dosa orang lain dan tidak mendapat manfaat dari perbuat-an baik orang lain.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya,"
Makna & Renungan Singkat
Dan diajarkan pula dalam lembaran-lembaran kitab suci itu bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, dan usahanya yang baik atau buruk tidak akan dihilangkan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"bahwa sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu),"
Makna & Renungan Singkat
Amal yang baik akan mendapat balasan yang berlipat ganda, dan amal yang buruk akan dibalas sesuai kadar keburukannya. Dan selain itu, disebutkan pula dalam lembaran-lembaran kitab suci itu bahwa sesungguhnya hanya kepada Tuhanmu permulaan dan kesudahan segala sesuatu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"bahwa sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis,"
Makna & Renungan Singkat
Dan selain itu, diterangkan pula dalam lembaran-lembaran kitab suci itu bahwa sesungguhnya Dialah Yang Mahakuasa yang telah menjadikan orang tertawa dan menangis serta menciptakan faktor-faktor yang menyebabkannya,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"bahwa sesungguhnya Dialah yang menganugerahkan kekayaan dan kecukupan,"
Makna & Renungan Singkat
dan disebutkan pula bahwa sesungguhnya Dialah yang memberikan kepada semua makhluk kekayaan serta kepuasan hati dari kegiatan yang diusahakan dan memberikan kecukupan atas apa yang disimpan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"bahwa sesungguhnya Dialah Tuhan (yang memiliki) bintang Syi‘ra,"
Makna & Renungan Singkat
Dan selain itu, dalam kedua suhuf itu juga disebutkan bahwa sesungguhnya Dialah Tuhan yang menciptakan, memiliki, dan mengendalikan bintang Syi‘ra, bintang sembahan orang Arab pada masa Jahiliah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"dan bahwa sesungguhnya Dialah yang telah membinasakan (kaum) ‘Ad yang terdahulu"
Makna & Renungan Singkat
Setelah menjelaskan ajaran dan tuntunan Allah dalam suhuf Nabi Ibrahim dan Musa, pada ayat ini Allah menyebut azab yang telah ditimpakan-Nya kepada umat-umat masa lalu. Dan diterangkan bahwa sesungguhnya Dialah yang telah membinasakan umat Nabi Hud, yakni kaum ‘Ad pada zaman dahulu kala,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"dan (kaum) Samud. Tidak seorang pun ditinggalkan-Nya (hidup)."
Makna & Renungan Singkat
dan Allah pula yang telah membinasakan kaum Samud, umat Nabi Saleh. Karena kafir, mereka semua dibinasakan dan tidak seorang pun yang ditinggalkan-Nya dalam keadaan hidup.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa qauma nūḥim min qabl(u), innahum kānū hum aẓlama wa aṭgā.
"Sebelum itu kaum Nuh juga (dibinasakan). Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang lebih zalim dan lebih durhaka."
Makna & Renungan Singkat
dan karena keingkarannya pula kaum Nabi Nuh dibinasakan sebelum itu. Sungguh, mereka adalah orang-orang yang paling zalim dan paling durhaka dibanding kedua umat sebelumnya, ‘Ad dan Samud.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Itulah kisah umat yang durhaka kepada nabinya, dan selain mereka hukuman Allah yang berupa prahara angin telah meruntuhkan negeri kaum Nabi Lut yang ingkar dan menolak ajarannya,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang masih kamu ragukan?"
Makna & Renungan Singkat
Kehancuran umat-umat pengingkar pada masa lalu merupakan peringatan dari Allah untuk generasi sekarang dan mendatang. Merupakan salah satu bentuk nikmat-Nya bagaimana umat pada masa kini dapat mengambil pelajaran dan lebih berhati-hati dalam kehidupannya. Wahai manusia, jika umat-umat itu mendapat hukuman karena keingkaran mereka, maka terhadap nikmat Tuhanmu yang manakah yang masih kamu ragukan sehingga kamu mengingkarinya?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Ini (Nabi Muhammad) adalah salah seorang pemberi peringatan di antara para pemberi peringatan yang terdahulu."
Makna & Renungan Singkat
Wahai manusia, Nabi Muhammad ini adalah salah seorang pemberi peringatan yang diamanati untuk mengingatkan kamu dan ia termasuk di antara para pemberi peringatan yang telah terdahulu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Di antara peringatan Nabi Muhammad adalah kepastian akan datangnya hari kiamat yang semakin hari semakin dekat. Sesuatu yang dekat, yaitu hari kiamat, kedatangannya telah makin mendekat
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Dan tidak hanya menolaknya, kamu bahkan terus menertawakan berita ini dan tidak menangis sebagaimana orang yang sepenuhnya percaya dan takut karena merasa belum cukup bekal untuk menghadapi hari itu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wahai kaum kafir, saat sedang menertawakan berita tentang kiamat itu kamu berada dalam keadaan lengah dan lalai dari kedatangannya dan siksa di dalamnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Maka, demi keselamatanmu bersujudlah kepada Allah, patuhi ajaran-Nya, dan sembahlah Dia secara tulus, baik dengan ibadah yang diwajibkan maupun yang dianjurkan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Surat An Najm terdiri atas 62 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Ikhlash. Nama An Najm (bintang), diambil dari perkataan An Najm yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Allah bersumpah dengan An Najm (bintang) adalah karena bintang-bintang yang timbul dan tenggelam, amat besar manfaatnya bagi manusia, sebagai pedoman bagi manusia dalam melakukan pelayaran di lautan, dalam perjalanan di padang pasir, untuk menentukan peredaran musim dan sebagainya.
Rujukan Mushaf & Terjemahan: Standar Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) 2019 dan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ).
Rujukan Tafsir Ringkas: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, dikumpulkan melalui proyek data terbuka gadingnst/quran-api. Sebagian kecil ayat (11 dari 6.236) belum menampilkan tafsir ringkas karena data sumber tidak lengkap.
🌱 Doa & Renungan Terkait
Perkuat pemahaman ayat dengan doa dan amalan yang sejalan: