Daftar

An-Nas

Manusia · 6 ayat · Madinah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
1 114:1
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ
Qul a‘ūżu birabbin-nās(i).
"Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia,"
Makna & Renungan Singkat
Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada umatmu, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menciptakan, memelihara, dan mengurus manusia.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
2 114:2
مَلِكِ النَّاسِۙ
Malikin-nās(i).
"raja manusia,"
Makna & Renungan Singkat
Raja manusia, yang mengatur semua urusan mereka, dan Dia Mahakaya sehingga tidak membutuhkan mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
3 114:3
اِلٰهِ النَّاسِۙ
Ilāhin-nās(i).
"sembahan manusia"
Makna & Renungan Singkat
Sembahan manusia, Tuhan yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Itulah Tuhan yang patut disembah dan dimintai perlindungan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
4 114:4
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ
Min syarril-waswāsil-khannās(i).
"dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi"
Makna & Renungan Singkat
Aku berlindung kepada-Nya dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi pada diri manusia dan selalu bersamanya layaknya darah yang mengalir di dalam tubuhnya,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
5 114:5
الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ
Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās(i).
"yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,"
Makna & Renungan Singkat
yang membisikkan kejahatan dan kesesatan ke dalam dada manusia dengan cara yang halus, lihai, licik, dan menjanjikan secara terus-menerus.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
6 114:6
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ
Minal jinnati wan-nās(i).
"dari (golongan) jin dan manusia.”"
Makna & Renungan Singkat
Aku berlindung kepada-Nya dari setan pembisik kejahatan dan kesesatan yang berasal dari golongan jin, yakni makhluk halus yang tercipta dari api, dan juga dari golongan manusia yang telah menjadi budak setan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan