Daftar

An-Nazi'at

Malaikat Yang Mencabut · 46 ayat · Mekah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
1 79:1
وَالنّٰزِعٰتِ غَرْقًاۙ
Wan-nāzi‘āti garqā(n).
"Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa orang kafir) dengan keras,"
Makna & Renungan Singkat
Allah memulai surah ini dengan sumpah demi malaikat yang diberiNya tugas berat. Di antara tujuannya adalah agar manusia menghayati peran-peran tersebut dalam kehidupan. Demi malaikat yang mencabut nyawa kaum kafir dengan keras dan kasar sebagai tanda kegeraman para malaikat itu terhadap mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
2 79:2
وَّالنّٰشِطٰتِ نَشْطًاۙ
Wan-nāsyiṭāti nasyṭā(n).
"demi (malaikat) yang mencabut (nyawa orang mukmin) dengan lemah lembut,"
Makna & Renungan Singkat
Demi malaikat yang mencabut nyawa orang mukmin dengan halus dan lemah lembut sebagai tanda simpati para malaikat itu kepada mereka. Malaikat mencabut nyawa mereka sambil berkata, “Wahai jiwa yang tenang, kembalilah ke Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
3 79:3
وَّالسّٰبِحٰتِ سَبْحًاۙ
Was-sābiḥāti sabḥā(n).
"demi (malaikat) yang cepat (menunaikan tugasnya) dengan mudah,"
Makna & Renungan Singkat
Demi malaikat yang turun dari langit dengan cepat untuk melaksanakan tugas dari Allah sembari selalu bertasbih menyucikan Allah dan mengagungkanNya sepanjang waktu,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
4 79:4
فَالسّٰبِقٰتِ سَبْقًاۙ
Fas-sābiqāti sabqā(n).
"(malaikat) yang bergegas (melaksanakan perintah Allah) dengan cepat,"
Makna & Renungan Singkat
dan demi malaikat yang mendahului yang lain dengan kencang, cepat, dan cekatan untuk melakukan tugas-tugasnya tanpa mengulur waktu,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
5 79:5
فَالْمُدَبِّرٰتِ اَمْرًاۘ
Fal-mudabbirāti amrā(n).
"dan (malaikat) yang mengatur urusan (dunia),"
Makna & Renungan Singkat
dan demi malaikat yang mengatur urusan dunia, seperti pengisaran angin, turunnya hujan, dan sebagainya sesuai perintah Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
6 79:6
يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُۙ
Yauma tarjufur-rājifah(tu).
"(kamu benar-benar akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncang (alam semesta)."
Makna & Renungan Singkat
Sungguh, demi lima macam malaikat itu, kiamat pasti akan terjadi pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam, menghancurkan gunung, mengubah lautan menjadi api, dan sebagainya. Setelah tiupan pertama ini semua makhluk hidup akan mati.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
7 79:7
تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ ۗ
Tatba‘uhar-rādifah(tu).
"(Tiupan pertama) itu diiringi oleh tiupan kedua."
Makna & Renungan Singkat
Tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua, di mana manusia bangkit dari kubur untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di dunia.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
8 79:8
قُلُوْبٌ يَّوْمَىِٕذٍ وَّاجِفَةٌۙ
Qulūbuy yauma'iżiw wājifah(tun).
"Hati manusia pada hari itu merasa sangat takut;"
Makna & Renungan Singkat
Suasana pada hari itu sangat mencekam. Hati manusia pada waktu itu merasa sangat takut, jantung mereka berdegup kencang karena mereka akan dihadapkan ke pengadilan Allah untuk menunggu putusan Allah kepada mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
9 79:9
اَبْصَارُهَا خَاشِعَةٌ ۘ
Abṣāruhā khāsyi‘ah(tun).
"pandangannya tertunduk."
Makna & Renungan Singkat
Pandangannya tunduk karena merasa hina dina di hadapan Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
10 79:10
يَقُوْلُوْنَ ءَاِنَّا لَمَرْدُوْدُوْنَ فِى الْحَافِرَةِۗ
Yaqūlūna a'innā lamardūdūna fil-ḥāfirah(ti).
"Mereka (di dunia) berkata, “Apakah kita benar-benar akan dikembalikan pada kehidupan yang semula?"
Makna & Renungan Singkat
Orang-orang kafir yang mengingkari hari kebangkitan berkata dengan penuh pengingkaran, “Setelah kematian, apakah kita benar-benar akan dikembalikan kepada kehidupan yang semula?”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
11 79:11
ءَاِذَا كُنَّا عِظَامًا نَّخِرَةً ۗ
A'iżā kunnā ‘iẓāman nakhirah(tan).
"Apabila kita telah menjadi tulang-belulang yang hancur, apakah kita (akan dibangkitkan juga)?”"
Makna & Renungan Singkat
“Apakah kita akan dibangkitkan juga apabila kita telah menjadi tulang belulang yang hancur?” Mereka memandang persoalan hari kebangkitan hanya dengan pendekatan logika, padahal persoalan ini harus didekati dengan keimanan. Al-Qur’an banyak menyajikan dalil meyakinkan tentang keniscayaan hari kebangkitan.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
12 79:12
قَالُوْا تِلْكَ اِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ ۘ
Qālū tilka iżan karratun khāsirah(tun).
"Mereka berkata, “Kalau demikian, itu suatu pengembalian yang merugikan.”"
Makna & Renungan Singkat
Mereka yang ingkar itu berkata dengan nada mengejek, “Kalau hal yang demikian itu benar-benar terjadi, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan bagi kami. Hal itu tidak akan terjadi kepada kami.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
13 79:13
فَاِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَّاحِدَةٌۙ
Fa innamā hiya zajratuw wāḥidah(tun).
"(Jangan dianggap sulit,) pengembalian itu (dilakukan) hanyalah dengan sekali tiupan."
Makna & Renungan Singkat
Pengembalian dan pembangkitan itu bukanlah hal yang sulit bagi Allah. Maka pengembalian itu hanyalah dengan sekali tiupan saja oleh Malaikat Israfil melalui tiupan yang kedua.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
14 79:14
فَاِذَا هُمْ بِالسَّاهِرَةِۗ
Fa iżā hum bis-sāhirah(ti).
"Seketika itu, mereka hidup kembali di bumi (yang baru)."
Makna & Renungan Singkat
Maka seketika itu mereka hidup kembali di bumi yang baru. Dengan tiupan sangkakala kedua itu saja semua manusia akan bangkit dari kubur dan digiring ke Padang Mahsyar.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
15 79:15
هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ مُوْسٰىۘ
Hal atāka ḥadīṡu mūsā.
"Sudah sampaikah kepadamu (Nabi Muhammad) kisah Musa?"
Makna & Renungan Singkat
Wahai Nabi Muhammad, bersabarlah atas pengingkaran kaummu sebagaimana kesabaran nabi-nabi terdahulu. Sudahkah sampai kepadamu kisah Nabi Musa yang berdakwah kepada Fir‘aun yang zalim?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
16 79:16
اِذْ نَادٰىهُ رَبُّهٗ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًىۚ
Iż nādāhu rabbuhū bil-wādil-muqaddasi ṭuwā(n).
"(Ingatlah) ketika Tuhannya menyeru dia (Musa) di lembah suci, yaitu Lembah Tuwa,"
Makna & Renungan Singkat
Ingatlah kisah ketika Tuhan memanggilnya di lembah suci, yaitu Lembah Tuwa;
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
17 79:17
اِذْهَبْ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰىۖ
Iżhab ilā fir‘auna innahū ṭagā.
"“Pergilah engkau kepada Fir‘aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas."
Makna & Renungan Singkat
Di lembah itu Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa dan membekalinya dengan dua mukjizat: tongkat yang berubah menjadi ular dan telapak tangan yang bercahaya. Wahai Nabi Musa, pergilah engkau kepada Fir‘aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas, memperbudak bangsa Israel, membunuhi anak lelaki mereka, dan membiarkan hidup anak perempuan mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
18 79:18
فَقُلْ هَلْ لَّكَ اِلٰٓى اَنْ تَزَكّٰىۙ
Fa qul hal laka ilā an tazakkā.
"Lalu, katakanlah (kepada Fir‘aun), ‘Adakah keinginanmu untuk menyucikan diri (dari kesesatan)"
Makna & Renungan Singkat
Maka nasihati dan katakanlah kepada Fir‘aun dengan sopan dan lemah lembut, “Adakah keinginanmu untuk membersihkan diri dari kesesatan dan dosa?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
19 79:19
وَاَهْدِيَكَ اِلٰى رَبِّكَ فَتَخْشٰىۚ
Wa ahdiyaka ilā rabbika fa takhsyā.
"dan aku akan menunjukimu ke (jalan) Tuhanmu agar engkau takut (kepada-Nya)?’”"
Makna & Renungan Singkat
Dan engkau akan kupimpin dan kubimbing ke jalan Tuhanmu yang benar dan lurus agar engkau takut kepada-Nya dengan menyembah-Nya dan berbuat baik?”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
20 79:20
فَاَرٰىهُ الْاٰيَةَ الْكُبْرٰىۖ
Fa arāhul-āyatal-kubrā.
"Lalu, dia (Musa) memperlihatkan mukjizat yang besar kepadanya."
Makna & Renungan Singkat
Fir‘aun marah mendengar ajakan Nabi Musa dan memintanya memperlihatkan bukti kerasulannya. Nabi Musa lalu memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar, yaitu tongkat yang berubah menjadi ular dan tangan yang bercahaya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
21 79:21
فَكَذَّبَ وَعَصٰىۖ
Fa każżaba wa ‘aṣā.
"Akan tetapi, dia (Fir‘aun) mendustakan (kerasulan) dan mendurhakai (Allah)."
Makna & Renungan Singkat
Fir‘aun semakin marah karena merasa terhina dan harga dirinya terusik oleh kedatangan Nabi Musa. Bukan beriman, tetapi dia justru mendustakan Nabi Musa dan mendurhakai-nya dan menuduh beliau sebagai pesihir ulung.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
22 79:22
ثُمَّ اَدْبَرَ يَسْعٰىۖ
Ṡumma adbara yas‘ā.
"Kemudian, dia berpaling seraya berusaha (menantang Musa)."
Makna & Renungan Singkat
Kemudian dia berpaling dari kebenaran seraya berusaha menantang Nabi Musa untuk bertanding melawan para pesihir yang didatangkannya dari seluruh pelosok Mesir.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
23 79:23
فَحَشَرَ فَنَادٰىۖ
Fa ḥasyara fanādā.
"Maka, dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya), lalu berseru (memanggil kaumnya)."
Makna & Renungan Singkat
Kemudian dia mengumpulkan pembesar-pembesarnya yang setia lalu berseru memanggil kaumnya melalui petugas dan bala tentaranya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
24 79:24
فَقَالَ اَنَا۠ رَبُّكُمُ الْاَعْلٰىۖ
Fa qāla ana rabbukumul-a‘lā.
"Dia berkata, “Akulah Tuhanmu yang paling tinggi.”"
Makna & Renungan Singkat
Fir‘aun berkata dengan sombong dan angkuh, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi. Hanya aku yang berhak kamu taati, bukan Tuhan Nabi Musa. Akulah yang paling berkuasa di negeri Mesir ini.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
25 79:25
فَاَخَذَهُ اللّٰهُ نَكَالَ الْاٰخِرَةِ وَالْاُوْلٰىۗ
Fa akhażahullāhu nakālal-ākhirati wal-ūlā.
"Maka, Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan (siksaan) di dunia."
Makna & Renungan Singkat
Pertandingan melawan para pesihir akhirnya dihelat dan memunculkan Nabi Musa sebagai pemenang. Mereka lantas beriman kepada Nabi Musa. Merasa terancam, Fir‘aun mengejar Nabi Musa dan pengikutnya hingga pinggir Laut Merah. Maka Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dengan siksaan yang pedih dan siksaan di dunia dengan menenggelamkannya di Laut Merah bersama para prajuritnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
26 79:26
اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّمَنْ يَّخْشٰى ۗ ࣖ
Inna fī żālika la‘ibratal limay yakhsyā.
"Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Allah)."
Makna & Renungan Singkat
Demikianlah kisah dakwah dan ketabahan Nabi Musa menghadapi Fir‘aun. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang sangat berharga bagi orang yang takut kepada Allah. Kisah itu mengajarkan bahwa kebenaran pasti akan mengalahkan kebatilan dan jabatan yang tinggi seringkali menjerumuskan seseorang untuk melanggar baik terhadap aturan agama maupun etika.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
27 79:27
ءَاَنْتُمْ اَشَدُّ خَلْقًا اَمِ السَّمَاۤءُ ۚ بَنٰىهَاۗ
A'antum asyaddu khalqan amis-samā'u banāhā.
"Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya?"
Makna & Renungan Singkat
Menjelaskan keperkasaan Allah dan kelemahan manusia, Allah berfrman, “Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya? Secara logika, penciptaan langit yang demikian luas tentu lebih sulit daripada penciptaan manusia.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
28 79:28
رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوّٰىهَاۙ
Rafa‘a samkahā fa sawwāhā.
"Dia telah meninggikan bangunannya, lalu menyempurnakannya."
Makna & Renungan Singkat
Allah telah menciptakan langit. Dia telah meninggikan bangunannya sedemikian tinggi dan kukuh lalu Dia menyempurnakannya sehingga tidak kamu jumpai di sana keretakan atau bentuk-bentuk cacat lainnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
29 79:29
وَاَغْطَشَ لَيْلَهَا وَاَخْرَجَ ضُحٰىهَاۖ
Wa agṭasya lailahā wa akhraja ḍuḥāhā.
"Dia menjadikan malamnya (gelap gulita) dan menjadikan siangnya (terang benderang)."
Makna & Renungan Singkat
Dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang. Dia menyediakan malam sebagai waktu beristirahat dan siang sebagai waktu bekerja. Penciptaan siang dan malam bukan perkara mudah, melainkan melalui mekanisme yang amat rumit dalam pandangan manusia.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
30 79:30
وَالْاَرْضَ بَعْدَ ذٰلِكَ دَحٰىهَاۗ
Wal-arḍa ba‘da żālika daḥāhā.
"Setelah itu, bumi Dia hamparkan (untuk dihuni)."
Makna & Renungan Singkat
Dan setelah penciptaan langit itu bumi Dia hamparkan sebagai tempat tinggal yang nyaman bagi manusia dan makhluk lainnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
31 79:31
اَخْرَجَ مِنْهَا مَاۤءَهَا وَمَرْعٰىهَاۖ
Akhraja minhā mā'ahā wa mar‘āhā.
"Darinya (bumi) Dia mengeluarkan air dan (menyediakan) tempat penggembalaan."
Makna & Renungan Singkat
Dia hamparkan bumi dan darinya Dia pancarkan mata air dan Dia tumbuhkan tumbuh-tumbuhannya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi makhluk hidup di sana.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
32 79:32
وَالْجِبَالَ اَرْسٰىهَاۙ
Wal-jibāla arsāhā.
"Gunung-gunung Dia pancangkan dengan kukuh."
Makna & Renungan Singkat
Dan di bumi itu gunung-gunung Dia pancangkan dengan teguh agar bumi tidak bergoncang sehingga bisa ditempati dengan nyaman.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
33 79:33
مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِاَنْعَامِكُمْۗ
Matā‘al lakum wa li'an‘āmikum.
"(Semua itu disediakan) untuk kesenanganmu dan hewan ternakmu."
Makna & Renungan Singkat
Allah menciptakan itu semua untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu. Kamu bisa hidup di bumi dengan memanfaatkan apa yang ada, sebagai bukti kasih sayang Allah yang tak terhingga.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
34 79:34
فَاِذَا جَاۤءَتِ الطَّاۤمَّةُ الْكُبْرٰىۖ
Fa iżā jā'atiṭ-ṭāmmatul-kubrā.
"Maka, apabila malapetaka terbesar (hari Kiamat) telah datang,"
Makna & Renungan Singkat
Maka apabila malapetaka besar hari kiamat telah datang dengan hancurnya alam semesta.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
35 79:35
يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْاِنْسَانُ مَا سَعٰىۙ
Yauma yatażakkarul-insānu mā sa‘ā.
"pada hari (itu) manusia teringat apa yang telah dikerjakannya"
Makna & Renungan Singkat
yaitu pada hari ketika manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, yang selama ini mereka lupakan, baik berupa amal baik maupun buruk.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
36 79:36
وَبُرِّزَتِ الْجَحِيْمُ لِمَنْ يَّرٰى
Wa burrizatil-jaḥīmu limay yarā.
"dan (neraka) Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada orang yang melihat(-nya)."
Makna & Renungan Singkat
Dan nanti di akhirat, neraka dengan segala siksaan yang sangat mengerikan di dalamnya akan diperlihatkan dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
37 79:37
فَاَمَّا مَنْ طَغٰىۖ
Fa ammā man ṭagā.
"Adapun orang yang melampaui batas"
Makna & Renungan Singkat
Di akhirat Allah akan memberi putusan kepada manusia, memisahkan mereka menjadi dua kelompok besar. Maka adapun orang yang melampaui batas dengan berlaku musyrik, kafir, dan maksiat,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
38 79:38
وَاٰثَرَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۙ
Wa āṡaral-ḥayātad-dun-yā.
"dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,"
Makna & Renungan Singkat
dan lebih mengutamakan kehidupan dunia daripada akhirat,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
39 79:39
فَاِنَّ الْجَحِيْمَ هِيَ الْمَأْوٰىۗ
Fa innal-jaḥīma hiyal-ma'wā.
"sesungguhnya (neraka) Jahimlah tempat tinggal(-nya)."
Makna & Renungan Singkat
maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya untuk waktu yang sangat lama. Inilah bukti keadilan Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
40 79:40
وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰىۙ
Wa ammā man khāfa maqāma rabbihī wa nahan-nafsa ‘anil-hawā.
"Adapun orang-orang yang takut pada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya,"
Makna & Renungan Singkat
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dengan melakukan amal saleh dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya dengan menaati ajaran agama,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
41 79:41
فَاِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوٰىۗ
Fa innal-jannata hiyal-ma'wā.
"sesungguhnya surgalah tempat tinggal(-nya)."
Makna & Renungan Singkat
maka sungguh, surgalah tempat tinggal-nya untuk selama-lamanya dengan segala kenikmatan di dalamnya. Itulah anugerah agung Tuhan Yang Maha Pemurah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
42 79:42
يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسٰىهَاۗ
Yas'alūnaka ‘anis-sā‘ati ayyāna mursāhā.
"Mereka (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang hari Kiamat, “Kapankah terjadinya?”"
Makna & Renungan Singkat
Wahai Nabi Muhammad, orang-orang kafir akan mengingkari hari kiamat. Mereka bertanya kepadamu tentang hari Kiamat dengan penuh keingkaran, “Kapankah terjadinya?”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
43 79:43
فِيْمَ اَنْتَ مِنْ ذِكْرٰىهَاۗ
Fīma anta min żikrāhā.
"Untuk apa engkau perlu menyebutkan (waktu)-nya?"
Makna & Renungan Singkat
Untuk apa engkau perlu menyebutkan waktu-nya kepada mereka, sedang engkau sendiri tidak mengetahui hal itu?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
44 79:44
اِلٰى رَبِّكَ مُنْتَهٰىهَاۗ
Ilā rabbika muntahāhā.
"Kepada Tuhanmulah (dikembalikan) kesudahan (ketentuan waktu)-nya."
Makna & Renungan Singkat
Hanya kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya, yakni ketentuan waktunya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
45 79:45
اِنَّمَآ اَنْتَ مُنْذِرُ مَنْ يَّخْشٰىهَاۗ
Innamā anta munżiru may yakhsyāhā.
"Engkau (Nabi Muhammad) hanyalah pemberi peringatan kepada siapa yang takut padanya (hari Kiamat)."
Makna & Renungan Singkat
Wahai Nabi, engkau tidak tahu kapan kiamat akan terjadi. Engkau kami utus hanyalah sebagai pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya, lalu beriman dan berbuat baik untuk menghindari azab di akhirat.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
46 79:46
كَاَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوْٓا اِلَّا عَشِيَّةً اَوْ ضُحٰىهَا ࣖ
Ka'annahum yauma yaraunahā lam yalbaṡū illā ‘asyiyyatan au ḍuḥāhā.
"Pada hari ketika melihatnya (hari Kiamat itu), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar) tinggal (di dunia) pada waktu petang atau pagi."
Makna & Renungan Singkat
Hari kiamat itu penuh dengan huru-hara yang membuat manusia sangat tercengang. Pada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu, mereka merasa seakan-akan hanya sebentar saja tinggal di dunia, hidup di dunia seakan hanya pada waktu sore atau pagi hari.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan