Murottal Lengkap Surat An-Nazi'at Misyari Rasyid Al-Afasi
Dengarkan lantunan merdu seluruh ayat Surat An-Nazi'at secara berkesinambungan.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
79:1
وَالنّٰزِعٰتِ غَرْقًاۙ
Wan-nāzi‘āti garqā(n).
"Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa orang kafir) dengan keras,"
Makna & Renungan Singkat
Allah memulai surah ini dengan sumpah demi malaikat yang diberiNya tugas berat. Di antara tujuannya adalah agar manusia menghayati peran-peran tersebut dalam kehidupan. Demi malaikat yang mencabut nyawa kaum kafir dengan keras dan kasar sebagai tanda kegeraman para malaikat itu terhadap mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"demi (malaikat) yang mencabut (nyawa orang mukmin) dengan lemah lembut,"
Makna & Renungan Singkat
Demi malaikat yang mencabut nyawa orang mukmin dengan halus dan lemah lembut sebagai tanda simpati para malaikat itu kepada mereka. Malaikat mencabut nyawa mereka sambil berkata, “Wahai jiwa yang tenang, kembalilah ke Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"demi (malaikat) yang cepat (menunaikan tugasnya) dengan mudah,"
Makna & Renungan Singkat
Demi malaikat yang turun dari langit dengan cepat untuk melaksanakan tugas dari Allah sembari selalu bertasbih menyucikan Allah dan mengagungkanNya sepanjang waktu,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(kamu benar-benar akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncang (alam semesta)."
Makna & Renungan Singkat
Sungguh, demi lima macam malaikat itu, kiamat pasti akan terjadi pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam, menghancurkan gunung, mengubah lautan menjadi api, dan sebagainya. Setelah tiupan pertama ini semua makhluk hidup akan mati.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Suasana pada hari itu sangat mencekam. Hati manusia pada waktu itu merasa sangat takut, jantung mereka berdegup kencang karena mereka akan dihadapkan ke pengadilan Allah untuk menunggu putusan Allah kepada mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Mereka (di dunia) berkata, “Apakah kita benar-benar akan dikembalikan pada kehidupan yang semula?"
Makna & Renungan Singkat
Orang-orang kafir yang mengingkari hari kebangkitan berkata dengan penuh pengingkaran, “Setelah kematian, apakah kita benar-benar akan dikembalikan kepada kehidupan yang semula?”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Apabila kita telah menjadi tulang-belulang yang hancur, apakah kita (akan dibangkitkan juga)?”"
Makna & Renungan Singkat
“Apakah kita akan dibangkitkan juga apabila kita telah menjadi tulang belulang yang hancur?” Mereka memandang persoalan hari kebangkitan hanya dengan pendekatan logika, padahal persoalan ini harus didekati dengan keimanan. Al-Qur’an banyak menyajikan dalil meyakinkan tentang keniscayaan hari kebangkitan.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Mereka berkata, “Kalau demikian, itu suatu pengembalian yang merugikan.”"
Makna & Renungan Singkat
Mereka yang ingkar itu berkata dengan nada mengejek, “Kalau hal yang demikian itu benar-benar terjadi, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan bagi kami. Hal itu tidak akan terjadi kepada kami.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(Jangan dianggap sulit,) pengembalian itu (dilakukan) hanyalah dengan sekali tiupan."
Makna & Renungan Singkat
Pengembalian dan pembangkitan itu bukanlah hal yang sulit bagi Allah. Maka pengembalian itu hanyalah dengan sekali tiupan saja oleh Malaikat Israfil melalui tiupan yang kedua.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Seketika itu, mereka hidup kembali di bumi (yang baru)."
Makna & Renungan Singkat
Maka seketika itu mereka hidup kembali di bumi yang baru. Dengan tiupan sangkakala kedua itu saja semua manusia akan bangkit dari kubur dan digiring ke Padang Mahsyar.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wahai Nabi Muhammad, bersabarlah atas pengingkaran kaummu sebagaimana kesabaran nabi-nabi terdahulu. Sudahkah sampai kepadamu kisah Nabi Musa yang berdakwah kepada Fir‘aun yang zalim?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"“Pergilah engkau kepada Fir‘aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas."
Makna & Renungan Singkat
Di lembah itu Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa dan membekalinya dengan dua mukjizat: tongkat yang berubah menjadi ular dan telapak tangan yang bercahaya. Wahai Nabi Musa, pergilah engkau kepada Fir‘aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas, memperbudak bangsa Israel, membunuhi anak lelaki mereka, dan membiarkan hidup anak perempuan mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Lalu, dia (Musa) memperlihatkan mukjizat yang besar kepadanya."
Makna & Renungan Singkat
Fir‘aun marah mendengar ajakan Nabi Musa dan memintanya memperlihatkan bukti kerasulannya. Nabi Musa lalu memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar, yaitu tongkat yang berubah menjadi ular dan tangan yang bercahaya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Akan tetapi, dia (Fir‘aun) mendustakan (kerasulan) dan mendurhakai (Allah)."
Makna & Renungan Singkat
Fir‘aun semakin marah karena merasa terhina dan harga dirinya terusik oleh kedatangan Nabi Musa. Bukan beriman, tetapi dia justru mendustakan Nabi Musa dan mendurhakai-nya dan menuduh beliau sebagai pesihir ulung.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Kemudian, dia berpaling seraya berusaha (menantang Musa)."
Makna & Renungan Singkat
Kemudian dia berpaling dari kebenaran seraya berusaha menantang Nabi Musa untuk bertanding melawan para pesihir yang didatangkannya dari seluruh pelosok Mesir.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Dia berkata, “Akulah Tuhanmu yang paling tinggi.”"
Makna & Renungan Singkat
Fir‘aun berkata dengan sombong dan angkuh, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi. Hanya aku yang berhak kamu taati, bukan Tuhan Nabi Musa. Akulah yang paling berkuasa di negeri Mesir ini.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Maka, Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan (siksaan) di dunia."
Makna & Renungan Singkat
Pertandingan melawan para pesihir akhirnya dihelat dan memunculkan Nabi Musa sebagai pemenang. Mereka lantas beriman kepada Nabi Musa. Merasa terancam, Fir‘aun mengejar Nabi Musa dan pengikutnya hingga pinggir Laut Merah. Maka Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dengan siksaan yang pedih dan siksaan di dunia dengan menenggelamkannya di Laut Merah bersama para prajuritnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Allah)."
Makna & Renungan Singkat
Demikianlah kisah dakwah dan ketabahan Nabi Musa menghadapi Fir‘aun. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang sangat berharga bagi orang yang takut kepada Allah. Kisah itu mengajarkan bahwa kebenaran pasti akan mengalahkan kebatilan dan jabatan yang tinggi seringkali menjerumuskan seseorang untuk melanggar baik terhadap aturan agama maupun etika.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya?"
Makna & Renungan Singkat
Menjelaskan keperkasaan Allah dan kelemahan manusia, Allah berfrman, “Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya? Secara logika, penciptaan langit yang demikian luas tentu lebih sulit daripada penciptaan manusia.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Dia telah meninggikan bangunannya, lalu menyempurnakannya."
Makna & Renungan Singkat
Allah telah menciptakan langit. Dia telah meninggikan bangunannya sedemikian tinggi dan kukuh lalu Dia menyempurnakannya sehingga tidak kamu jumpai di sana keretakan atau bentuk-bentuk cacat lainnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Dia menjadikan malamnya (gelap gulita) dan menjadikan siangnya (terang benderang)."
Makna & Renungan Singkat
Dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang. Dia menyediakan malam sebagai waktu beristirahat dan siang sebagai waktu bekerja. Penciptaan siang dan malam bukan perkara mudah, melainkan melalui mekanisme yang amat rumit dalam pandangan manusia.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(Semua itu disediakan) untuk kesenanganmu dan hewan ternakmu."
Makna & Renungan Singkat
Allah menciptakan itu semua untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu. Kamu bisa hidup di bumi dengan memanfaatkan apa yang ada, sebagai bukti kasih sayang Allah yang tak terhingga.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"dan (neraka) Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada orang yang melihat(-nya)."
Makna & Renungan Singkat
Dan nanti di akhirat, neraka dengan segala siksaan yang sangat mengerikan di dalamnya akan diperlihatkan dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Di akhirat Allah akan memberi putusan kepada manusia, memisahkan mereka menjadi dua kelompok besar. Maka adapun orang yang melampaui batas dengan berlaku musyrik, kafir, dan maksiat,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa ammā man khāfa maqāma rabbihī wa nahan-nafsa ‘anil-hawā.
"Adapun orang-orang yang takut pada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya,"
Makna & Renungan Singkat
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dengan melakukan amal saleh dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya dengan menaati ajaran agama,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Mereka (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang hari Kiamat, “Kapankah terjadinya?”"
Makna & Renungan Singkat
Wahai Nabi Muhammad, orang-orang kafir akan mengingkari hari kiamat. Mereka bertanya kepadamu tentang hari Kiamat dengan penuh keingkaran, “Kapankah terjadinya?”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Engkau (Nabi Muhammad) hanyalah pemberi peringatan kepada siapa yang takut padanya (hari Kiamat)."
Makna & Renungan Singkat
Wahai Nabi, engkau tidak tahu kapan kiamat akan terjadi. Engkau kami utus hanyalah sebagai pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya, lalu beriman dan berbuat baik untuk menghindari azab di akhirat.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Ka'annahum yauma yaraunahā lam yalbaṡū illā ‘asyiyyatan au ḍuḥāhā.
"Pada hari ketika melihatnya (hari Kiamat itu), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar) tinggal (di dunia) pada waktu petang atau pagi."
Makna & Renungan Singkat
Hari kiamat itu penuh dengan huru-hara yang membuat manusia sangat tercengang. Pada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu, mereka merasa seakan-akan hanya sebentar saja tinggal di dunia, hidup di dunia seakan hanya pada waktu sore atau pagi hari.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Surat An Naazi´aat terdiri atas 46 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat An Naba´. Dinamai An Naazi´aat diambil dari perkataan An Naazi´aat yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Dinamai pula as Saahirah yang diambil dari ayat 14, dinamai juga Ath Thaammah diambil dari ayat 34.
Rujukan Mushaf & Terjemahan: Standar Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) 2019 dan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ).
Rujukan Tafsir Ringkas: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, dikumpulkan melalui proyek data terbuka gadingnst/quran-api. Sebagian kecil ayat (11 dari 6.236) belum menampilkan tafsir ringkas karena data sumber tidak lengkap.
🌱 Doa & Renungan Terkait
Perkuat pemahaman ayat dengan doa dan amalan yang sejalan: