Murottal Lengkap Surat Ar-Rahman Misyari Rasyid Al-Afasi
Dengarkan lantunan merdu seluruh ayat Surat Ar-Rahman secara berkesinambungan.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
55:1
اَلرَّحْمٰنُۙ
Ar-raḥmān(u).
"(Allah) Yang Maha Pengasih,"
Makna & Renungan Singkat
Uraian pada akhir Surah al-Qamar tentang keagungan kuasa Allah dan kesempurnaan kodrat-Nya disusul dengan penjelasan mengenai limpahan rahmat Allah kepada makhluk-Nya, yang disebutkan dalam Surah ar-Rahmàn. Surah ini diawali dengan nama-Nya yang indah. Dialah Allah Yang Maha Pengasih kepada makhluk, baik jin, manusia, hewan, tumbuhan, dan lainnya dalam kehidupan mereka di dunia.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Langit telah Dia tinggikan dan Dia telah menciptakan timbangan (keadilan dan keseimbangan)"
Makna & Renungan Singkat
Dan Dia telah menciptakan langit. Langit itu telah ditinggikan-Nya setelah sebelumnya menyatu dengan bumi dalam bentuk gumpalan, dan Dia ciptakan keseimbangan dengan mantap
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa aqīmul-wazna bil-qisṭi wa lā tukhsirul-mīzān(a).
"Tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi timbangan itu."
Makna & Renungan Singkat
dan karenanya tegakkanlah keseimbangan itu dalam segala bentuknya, termasuk kepada dirimu atau keluargamu, dengan adil sehingga menguntungkan semua pihak, dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu dengan cara dan bentuk apa pun.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Usai menjelaskan neraca keseimbangan di alam semesta, Allah kemudian berbicara tentang bumi. Dan di samping langit yang diatur dengan baik, bumi pun telah dibentangkan dan dihamparkan-Nya untuk kenyamanan semua makhluk yang menghuninya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?"
Makna & Renungan Singkat
Setelah memaparkan nikmat dan anugerah-Nya, Allah lalu menantang jin dan manusia, “Wahai manusia dan jin, nikmat-nikmat Allah begitu banyak, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan, Apakah nikmat yang sudah disebutkan ataukah yang lainnya?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Dia telah menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar."
Makna & Renungan Singkat
Setelah menjelaskan penciptaan langit dan bumi seisinya, Allah menjelaskan penciptaan manusia dan jin. Dia menciptakan jenis manusia dari tanah kering seperti tembikar,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(Dialah) Tuhan kedua tempat terbit (matahari pada musim panas dan musim dingin) dan Tuhan kedua tempat terbenam (matahari pada kedua musim itu)."
Makna & Renungan Singkat
Allah Yang Maha Pencipta itu adalah Tuhan yang memelihara dan mengendalikan dua timur, yaitu dua tempat terbit matahari pada musim panas dan musim dingin, dan Dia pula Tuhan yang memelihara dan mengendalikan dua barat, yaitu tempat terbenamnya matahari pada kedua musim tersebut.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Semua yang ada di atasnya (bumi) itu akan binasa."
Makna & Renungan Singkat
Usai menjelaskan anugerah-Nya bagi kelangsungan hidup makhluk di bumi, Allah mengingatkan bahwa semua itu tidak akan membuat mereka kekal. Semua yang ada di bumi itu akan binasa,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Yas'aluhū man fis-samāwāti wal-arḍ(i), kulla yaumin huwa fī sya'n(in).
"Siapa yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap hari Dia menangani urusan."
Makna & Renungan Singkat
Dalam kehidupan ini, apa saja yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya untuk memenuhi hajat hidup mereka. Karenanya, setiap waktu Dia terus berada dalam kesibukan mengatur dan memenuhi kebutuhan makhluk-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Kami akan mencurahkan perhatian kepadamu, wahai manusia dan jin."
Makna & Renungan Singkat
Kami bersama para malaikat akan memberi perhatian sepenuhnya kepadamu, wahai golongan manusia dan jin. Kami akan melakukan perhitungan secara cermat atas semua perbuatanmu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Yā ma‘syaral-jinni wal-insi inistaṭa‘tum an tanfużū min aqṭāris-samāwāti wal-arḍi fanfużū, lā tanfużūna illā bisulṭān(in).
"Wahai segenap jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya, kecuali dengan kekuatan (dari Allah)."
Makna & Renungan Singkat
Allah menegaskan bahwa manusia dan jin tidak akan dapat menghindar dari pertanggung jawaban. Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus atau melintasi penjuru langit dan bumi untuk menghindari pertanggung jawaban dan balasan yang akan menimpamu, maka keluar dan tembuslah keduanya. Ketauhilah, kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan, sedangkan kamu sama sekali tidak mempunyai kekuatan itu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Yursalu ‘alaikumā syuwāẓum min nār(in), wa nuḥāsun falā tantaṣirān(i).
"Kepadamu, (wahai jin dan manusia,) disemburkan nyala api dan (ditumpahkan) cairan tembaga panas sehingga kamu tidak dapat menyelamatkan diri."
Makna & Renungan Singkat
Wahai jin dan manusia, bila kamu berupaya menembus langit dan bumi, maka kepada kamu akan dikirim nyala api dan cairan tembaga panas yang meleleh sehingga kamu tidak dapat menyelamatkan diri dari-nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Fa iżansyaqqatis-samā'u fa kānat wardatan kad-dihān(i).
"Maka, apabila langit terbelah, lalu (warnanya) menjadi merah mawar seperti (kilauan) minyak, (terjadilah kengerian yang hebat)."
Makna & Renungan Singkat
Usai menjelaskan ketidakmampuan manusia menghindar dari pertanggung jawaban, Allah menguraikan keadaan pada hari kemudian. Maka apabila langit telah terbelah karena takut dengan balasan Allah dan menjadi merah mawar seperti kilauan minyak akibat panas yang menerpanya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Yu‘raful-mujrimūna bisīmāhum fa yu'khażu bin-nawāṣī wal-aqdām(i).
"Para pendosa dikenali dengan tanda-tandanya, lalu direnggut ubun-ubun dan kakinya."
Makna & Renungan Singkat
Orang-orang yang berdosa itu diketahui dengan tanda-tandanya, lalu dengan mudah mereka direnggut ubun-ubun dan kakinya untuk dilempar ke neraka. Ini merupakan peringatan keras Allah kepada para jin dan manusia.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Bagi siapa yang takut pada keagungan Tuhannya disediakan dua surga."
Makna & Renungan Singkat
Selain menyediakan siksa bagi pendurhaka, Allah juga menjanjikan pahala bagi orang yang bertakwa. Dan bagi siapa yang takut akan keagungan dan kekuasaan-Nya pada saat menghadap Tuhannya sehingga ia terdorong untuk beramal saleh, baginya ada dua surga.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Kedua surga itu mempunyai (pepohonan) yang bercabang-cabang."
Makna & Renungan Singkat
Kedua surga yang Allah janjikan kepada orang yang bertakwa itu mempunyai aneka pepohonan yang rindang dan buah-buahan yang beraneka ragam dan menyenangkan
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Di dalam kedua (surga) itu terdapat dua mata air yang memancar."
Makna & Renungan Singkat
Tidak hanya pepohonan dengan buahnya yang beraneka ragam, di dalam kedua surga itu ada pula dua buah mata air yang memancar, mengeluarkan air yang jernih.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Muttaki'īna ‘alā furusyim baṭā'inuhā min istabraq(in), wa janal-jannataini dān(in).
"Mereka berbaring di atas permadani yang bagian dalamnya (terbuat) dari sutera tebal. Buah-buahan di kedua surga itu (dapat) dipetik dari dekat."
Makna & Renungan Singkat
Para penghuni surga itu sangat menikmati anugerah Allah. Mereka bersandar dengan santai di atas permadani yang bagian dalamnya terbuat dari sutera tebal. Dan buah-buahan di kedua surga itu sangat dekat sehingga dapat dipetik dari dekat, tanpa perlu beranjak dari tempat mereka bersandar.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Fīhinna qāṣirātuṭ-ṭarf(i), lam yaṭmiṡhunna insun qablahum wa lā jānn(un).
"Di dalamnya ada (bidadari) yang membatasi pandangan (hanya untuk pasangannya) yang tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka dan tidak (pula) oleh jin."
Makna & Renungan Singkat
Tidak saja buah-buahan, di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang menjadi pasangan para pria penghuni surga, dan bagi wanita ada pula pasangannya, yang amat santun sehingga membatasi pandangan dan tidak menoleh kecuali kepada pasangannya. Mereka itu perawan yang tidak pernah disentuh oleh manusia maupun jin sebelumnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Selain dari kedua (surga) itu ada dua surga (lagi)."
Makna & Renungan Singkat
Bila pada ayat yang lalu Allah menjelaskan keadaan surga, pada ayat ini Dia menerangkan suasana surga yang lain lagi. Dan selain dari dua surga yang telah dijelaskan itu masih ada dua surga lagi.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Surat Ar Rahmaan terdiri atas 78 ayat, termasuk golongan surat- surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ar Ra'du. Dinamai Ar Rahmaan (Yang Maha Pemurah), diambil dari perkataan Ar Rahmaan yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Ar Rahmaan adalah salah satu dari nama-nama Allah. Sebagian besar dari surat ini menerangkan kepemurahan Allah s.w.t. kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti.
Rujukan Mushaf & Terjemahan: Standar Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) 2019 dan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ).
Rujukan Tafsir Ringkas: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, dikumpulkan melalui proyek data terbuka gadingnst/quran-api. Sebagian kecil ayat (11 dari 6.236) belum menampilkan tafsir ringkas karena data sumber tidak lengkap.
🌱 Doa & Renungan Terkait
Perkuat pemahaman ayat dengan doa dan amalan yang sejalan: