Murottal Lengkap Surat As-Saffat Misyari Rasyid Al-Afasi
Dengarkan lantunan merdu seluruh ayat Surat As-Saffat secara berkesinambungan.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
37:1
وَالصّٰۤفّٰتِ صَفًّاۙ
Waṣ-ṣāffāti ṣaffā(n).
"Demi (rombongan malaikat) yang berbaris bersaf-saf, (untuk beribadah kepada Allah),"
Makna & Renungan Singkat
Bila pada akhir Surah Yàsìn Allah menjelaskan keesaan dan kekuasaan-Nya pada hari Kiamat, pada permulaan surah ini Allah menegaskan bukti kekuasaan-Nya di alam raya. Demi rombongan malaikat yang berbaris bersaf-saf dengan rapi dalam melaksanakan tugas dan perintah Allah;
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Rabbus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā wa rabbul-masyāriq(i).
"Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbitnya matahari."
Makna & Renungan Singkat
Dialah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan yang menciptakan tempat-tempat terbitnya matahari, bulan, bintang, planet, dan benda langit lainnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(Kami telah menjaganya dengan) penjagaan yang sempurna dari setiap setan yang durhaka."
Makna & Renungan Singkat
Dan Kami telah menjadikan bintang-bintang itu sebagai pelindung langit yang menjaganya dari setiap setan yang durhaka yang hendak mencuri dengar kabar-kabar masa depan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Lā yassammā‘ūna ilal-mala'il-a‘lā wa yuqżafūna min kulli jānib(in).
"Mereka (setan-setan) tidak dapat mendengar (percakapan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru"
Makna & Renungan Singkat
Dengan adanya penjagaan ketat terhadap setan-setan durhaka itu, mereka tidak dapat mendengar pembicaraan para malaikat yang akan menyampaikan wahyu kepada rasul-Nya. Dan mereka dilempari dengan benda langit yang menyala dari segala penjuru sehingga mereka tidak bisa menambah atau mengurangi wahyu yang akan diturunkan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"untuk mengusir mereka. Bagi mereka azab yang kekal (di akhirat),"
Makna & Renungan Singkat
Kami lemparkan benda langit ke arah setan-setan durhaka itu untuk mengusir mereka dan mereka pun kelak akan mendapat azab yang kekal dan pedih di akhirat.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Illā man khaṭifal-khaṭfata fa'atba‘ahū syihābun ṡāqib(un).
"kecuali (setan) yang menyambar pembicaraan dengan sekali sambar; maka ia dikejar oleh bintang yang menyala."
Makna & Renungan Singkat
Setan-setan itu tidak dapat mendengar pembicaraan para malaikat, kecuali setan yang berhasil mencuri pembicaraan dengan cepat, maka ia dikejar oleh bintang yang menyala sehingga mereka pun terbakar.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Fastaftihim ahum asyaddu khalqan am man khalaqnā, innā khalaqnāhum min ṭīnil lāzib(in).
"Maka, tanyakanlah kepada mereka (musyrik Makkah), “Apakah mereka (manusia) lebih sulit penciptaannya ataukah selainnya (langit, bumi, dan lainnya) yang telah Kami ciptakan?” Sesungguhnya Kami telah menciptakan (bapak) mereka (Adam) dari tanah liat."
Makna & Renungan Singkat
Usai menjelaskan bukti-bukti kekuasaan-Nya di alam raya, Allah beralih membuktikan kuasa-Nya dalam menciptakan manusia. Wahai Nabi Muhammad, maka tanyakanlah kepada mereka yang musyrik, “Apakah penciptaan mereka yang lebih sulit ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu yakni malaikat, langit, dan bumi seisinya?” Sesungguhnya Kami telah menciptakan Nabi Adam, yaitu nenek moyang mereka dari tanah liat.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Bahkan, engkau (Nabi Muhammad) menjadi heran (terhadap keingkaran mereka) dan mereka selalu menghinamu."
Makna & Renungan Singkat
Bahkan, wahai Nabi Muhammad, engkau menjadi heran atas keingkaran mereka terhadap risalahmu, hari kebangkitan, dan kekuasaan Allah, dan mereka menghinakan engkau karena keherananmu itu dan mereka pun menyepelekan hari kebangkitan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Apabila melihat suatu tanda (kebesaran Allah atau kebenaran Nabi Muhammad), mereka sangat menghina."
Makna & Renungan Singkat
Dan apabila mereka melihat suatu tanda kebesaran Allah berupa mukjizat yang diberikan kepada Nabi, seperti terbelahnya rembulan dan semisalnya, mereka memperolok-olokkan-nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
A'iżā mitnā wa kunnā turābaw wa ‘iẓāman a'innā lamab‘ūṡūn(a).
"Apabila kami telah mati, (lalu) menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan?"
Makna & Renungan Singkat
Mereka berkata pula, “Apabila kami telah mati dan jasad-jasad kami telah berubah menjadi tanah dan tulang-belulang yang lapuk dan hancur, apakah benar kami akan dibangkitkan kembali seperti semula?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Katakanlah (Nabi Muhammad), “Ya (kamu akan dibangkitkan) dan kamu akan terhina.”"
Makna & Renungan Singkat
Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada mereka, “Ya, Allah akan membangkitkan seluruh umat manusia, dan kamu akan dibangkitkan di hadapan-Nya dalam keadaan rendah dan terhina.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan (tiupan sangkakala kedua). Maka, seketika itu mereka (bangun dari kematiannya) melihat (apa yang terjadi)."
Makna & Renungan Singkat
Membangkitkan makhluk yang sudah mati bukanlah hal yang sulit bagi Allah. Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja, yaitu tiupan sangkakala Israfil, maka seketika itu pula mereka melihatnya. Mereka akan menyaksikan betapa dahsyat hari Kiamat dan azab Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Mereka berkata, “Alangkah celaka kami! (Kiranya) inilah hari Pembalasan itu.”"
Makna & Renungan Singkat
Bisa saja orang-orang musyrik dan kafir itu mengingkari hari kebangkitan, tetapi mereka pasti akan menyesalinya di akhirat nanti. Dan mereka berkata, “Alangkah celaka kami! Kiranya inilah hari pembalasan itu, di mana amal perbuatan kita akan diperhitungkan.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Inilah hari keputusan yang dahulu (selalu) kamu dustakan."
Makna & Renungan Singkat
Dikatakan kepada mereka, “Inilah hari keputusan yang dahulu kamu dustakan. Pada hari ini Allah akan memberi keputusan dan balasan atas semua keingkaranmu.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Uḥsyurul-lażīna ẓalamū wa azwājahum wa mā kānū ya‘budūn(a).
"(Lalu, diperintahkan kepada para malaikat,) “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka sembah"
Makna & Renungan Singkat
Allah menurunkan perintah kepada malaikat, “Kumpulkanlah orang-orang yang berbuat zalim kepada dirinya dengan berbuat syirik beserta teman sejawat mereka yang menjerumuskan ke dalam kekafiran, dan bawalah serta apa yang dahulu mereka sembah, yaitu patung dan sesembahan lainnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"selain Allah. Lalu, tunjukkanlah kepada mereka jalan ke (neraka) Jahim."
Makna & Renungan Singkat
Bawalah serta apa yang orang-orang musyrik itu sembah selain Allah, lalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka dan giringlah mereka masuk ke dalamnya.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Tahanlah mereka (di tempat perhentian). Sesungguhnya mereka akan ditanya (tentang keyakinan dan perilaku mereka).”"
Makna & Renungan Singkat
Allah memerintah malaikat, “Tahanlah mereka di tempat pemberhentian, sesungguhnya mereka akan ditanya tentang kebohongan dan dosa yang telah mereka lakukan di dunia.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(Mereka lalu dikecam,) “Mengapa kamu tidak tolong-menolong (sebagaimana kamu di dunia)?”"
Makna & Renungan Singkat
Orang-orang musyrik itu ditanya, “Mengapa kamu pada hari ini tidak saling tolong-menolong sesama kamu sebagaimana kamu saling bahu-membahu dalam berbuat ingkar?”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain saling bertanya (berbantah-bantahan)."
Makna & Renungan Singkat
Pada hari keputusan itu orang kafir dan musyrik tunduk menerima putusan Allah. Mereka saling bertengkar satu dengan lainnya. Dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain, saling berbantah-bantahan dan menyalahkan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(Pengikut) mereka berkata (kepada pemimpinnya), “Sesungguhnya kamulah yang dahulu selalu mendatangi kami dari arah kanan (untuk menghalangi kami dari kebajikan).”"
Makna & Renungan Singkat
Sesungguhnya para pengikut di antara mereka berkata kepada para pemimpinnya, “Kamulah yang dahulu datang kepada kami dari kanan, yakni arah yang kami sangka membawa kebaikan. Kamu justru datang membawa tipu muslihat yang melenakan dan mengaku sebagai pihak yang benar.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Fa ḥaqqa ‘alainā qaulu rabbinā, innā lażā'iqūn(a).
"Maka, putusan (azab) Tuhan (akan) benar-benar menimpa kita. Pasti kita akan merasakan (azab itu)."
Makna & Renungan Singkat
Maka, sebagai balasan atas kekafiran dan kedurhakaan kita bersama, pantas bila putusan dan azab Tuhan menimpa kita; dan pasti kita semua akan merasakan azab itu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Kami (mengakui) telah menyesatkan kamu. Sesungguhnya kami sendiri orang-orang yang sesat.”"
Makna & Renungan Singkat
Maka, kami telah menyesatkan kamu dengan mengajakmu menyekutukan Allah. Sesungguhnya kami sendiri adalah orang-orang yang sesat dan kamu pun rela mengikuti ajakan sesat kami.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya dahulu apabila dikatakan kepada mereka, “Lā ilāha illallāh” (Tidak ada tuhan selain Allah), mereka menyombongkan diri."
Makna & Renungan Singkat
Sungguh, dahulu apabila dikatakan kepada mereka untuk membenarkan kalimat “là ilàha illallàh” dengan mengakui keesaan Allah, mereka justru menentang sambil menyombongkan diri,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa yaqūlūna a'innā latārikū ālihatinā lisyā‘irim majnūn(in).
"Mereka berkata, “Apakah kami harus meninggalkan sesembahan kami karena seorang penyair gila?”"
Makna & Renungan Singkat
dan ketika diajak untuk menyembah dan mengesakan Allah, mereka berkata, “Apakah kami harus meninggalkan sesembahan kami hanya karena seorang penyair gila?”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya kamu pasti akan merasakan azab yang pedih."
Makna & Renungan Singkat
Wahai kaum musyrik, sungguh kamu pasti akan merasakan azab yang pedih di neraka akibat kekafiran, kesesatan, dan perlawananmu terhadap Allah dan rasul-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Kamu tidak diberi balasan, kecuali terhadap apa yang telah kamu kerjakan."
Makna & Renungan Singkat
Itulah azab bagimu, wahai kaum musyrik, dan kamu tidak diberi balasan dan azab di akhirat melainkan sebagai balasan terhadap kejahatan apa saja yang telah kamu kerjakan. Allah tidak menzalimimu sedikit pun.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Mereka berhadap-hadapan satu sama lain sambil bercakap-cakap."
Makna & Renungan Singkat
Para penghuni surga itu bertelekan di atas dipan, lalu mereka berhadap-hadapan satu sama lain sambil bercakap-cakap dan menceritakan keadaan mereka di dunia.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"yang berkata, ‘Apakah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang membenarkan (hari Kebangkitan)?"
Makna & Renungan Singkat
yang berkata kepadaku dengan penuh keingkaran, “Apakah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang membenarkan adanya hari kebangkitan pada hari Kiamat nanti?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Apabila kami telah mati (lalu) menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar (akan dibangkitkan untuk) diberi balasan?’”"
Makna & Renungan Singkat
Apabila kita telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kita benar-benar akan dibangkitkan dari kubur untuk diberi pembalasan atas perbuatan kita?”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Dia berkata, “Maukah kamu menengok (temanku itu)?”"
Makna & Renungan Singkat
Demikianlah cerita salah sorang penghuni surga kepada kawan-kawannya. Dia pun berkata, “Maukah kamu pergi bersamaku untuk meninjau temanku yang dulu mengingkari hari kebangkitan itu?”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa lau lā ni‘matu rabbī lakuntu minal-muḥḍarīn(a).
"Sekiranya bukan karena nikmat Tuhanku, pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka)."
Makna & Renungan Singkat
dan sekiranya bukan karena rahmat dan nikmat Tuhanku, yakni iman dan hidayah dari-Nya, pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret ke neraka bersamamu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Fa innahum la'ākilūna minhā fa māli'ūna minhal-buṭūn(a).
"Sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian darinya (buah pohon itu) dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya (zaqum)."
Makna & Renungan Singkat
Pohon zaqqum itulah makanan para penghuni neraka. Maka sungguh, mereka benar-benar memakan sebagian darinya dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya karena tidak ada makanan lain bagi mereka di sana.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(Setelah makan buah zaqum,) sesungguhnya bagi mereka minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas."
Makna & Renungan Singkat
Kemudian sungguh, setelah makan buah zaqqum yang pahit itu mereka mendapat minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas hingga merusak pencernaan (Lihat pula: Surah Muhammad/47: 15).
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya mereka mendapati nenek moyang mereka dalam keadaan sesat."
Makna & Renungan Singkat
Orang-orang kafir itu pantas mendapat sengsara dan siksa yang pedih di neraka karena sesungguhnya mereka di dunia dahulu mendapati nenek moyang mereka dalam keadaan sesat dan menyimpang dari ajaran agama para rasul,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sungguh, sebelum mereka (kaum Quraisy), benar-benar telah sesat sebagian besar dari orang-orang yang dahulu."
Makna & Renungan Singkat
Orang-orang kafir itu, tidak terkecuali kafir Mekah, mendapati nenek moyang mereka sesat dan mereka dengan serta-merta mengikuti kesesatan tersebut. Dan sungguh, sebelum mereka telah sesat dari hidayah Allah sebagian besar dari orang-orang yang dahulu,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"kecuali hamba-hamba Allah yang terpilih (karena keikhlasannya)."
Makna & Renungan Singkat
Mereka dibinasakan oleh Allah, kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan dari dosa. Mereka diselamatkan dari siksa dengan rahmat Allah karena mengikuti ajakan para rasul dan meminta ampunan atas kesalahan mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sungguh, Nuh benar-benar telah berdoa kepada Kami dan sungguh, Kamilah sebaik-baik yang memperkenankan doa."
Makna & Renungan Singkat
Bukti penghancuran para pendurhaka dan penyelamatan hamba-hamba Allah yang saleh tampak pada kisah Nabi Nuh dan kaumnya. Dan sungguh, Nuh telah berdoa kepada Kami perihal kaumnya yang membangkang, maka sungguh Kamilah sebaik-baik yang memperkenankan doa.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya Ibrahim termasuk golongannya (Nuh)."
Makna & Renungan Singkat
Di antara para rasul yang Kami utus kepada umat terdahulu adalah Nabi Ibrahim. Dan sungguh, Nabi Ibrahim adalah termasuk golongannya, yaitu penerus ajaran dan agama Nabi Nuh.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(Ingatlah) ketika dia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci,"
Makna & Renungan Singkat
Nabi Ibrahim adalah kekasih Allah. Ingatlah ketika dia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci bersih dari keyakinan batil dan akhlak tercela sehingga dalam hatinya hanya ada ketaatan dan kecintaan kepada Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Kemudian, dia langsung menuju ke berhala-berhala mereka (secara diam-diam), lalu berkata, “Mengapa kamu tidak makan?"
Makna & Renungan Singkat
Tidak lama kemudian dia, yakni Nabi Ibrahim, pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu dia berkata kepadanya dengan nada mengejek “Mengapa kamu tidak makan sajian yang mereka sediakan untukmu?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?"
Makna & Renungan Singkat
Nabi Ibrahim tidak gentar menghadapi amarah kaumnya. Dia dengan percaya diri berkata, “Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu? Bagaimana mungkin kalian menyembah buah karya kalian sendiri?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Mereka berkata, “Buatlah bangunan (perapian) untuk (membakar)-nya, lalu lemparkan dia ke dalam api yang menyala-nyala itu.”"
Makna & Renungan Singkat
Kaum yang kafir itu kalah dalam beradu argumen dengan Nabi Ibrahim, kemudian mereka berkata, “Buatlah bangunan perapian untuk kita membakar-nya; lalu lemparkan dia ke dalam api yang menyala-nyala itu.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Mereka bermaksud memperdayainya, (namun Allah menyelamatkannya), lalu Kami menjadikan mereka orang-orang yang hina."
Makna & Renungan Singkat
Maka mereka bermaksud memperdayainya dengan cara membakar-nya, namun Allah menyelamatkan dia dari kobaran api, lalu Kami jadikan mereka orang-orang yang hina dan kalah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku akan pergi (menghadap) kepada Tuhanku. Dia akan memberiku petunjuk.”"
Makna & Renungan Singkat
Nabi Ibrahim selamat dari upaya pembunuhan oleh kaumnya, dan dia berkata, “Sesungguhnya aku harus pergi berhijrah menuju tempat yang memungkinkan aku mendekatkan diri kepada Tuhanku dan mengajak umatku menuju tauhid. Dia pasti akan memberi petunjuk kepadaku dan orang-orang yang mengikuti jalan kebenaran. Ayat ini menganjurkan berhijrah dari suatu tempat ketika dakwah dan pengamalan agama mendapat tekanan dan penindasan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"100. (Ibrahim berdoa,) “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (keturunan) yang termasuk orang-orang saleh.”"
Makna & Renungan Singkat
100. Setelah menjelaskan dialog Nabi Ibrahim dengan kaumnya yang ingkar, pada ayat berikut Allah beralih mengisahkan dialog Nabi Ibrahim dengan putranya, Isma’il, tentang perintah Allah. Dia berdoa kepada Allah, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku seorang anak yang termasuk golongan orang yang saleh dan taat menjalankan perintah-Mu dan membela agama-Mu.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Maka, Kami memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak (Ismail) yang sangat santun."
Makna & Renungan Singkat
Kami kabulkan doa Nabi Ibrahim tersebut, maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan kelahiran seorang anak yang sangat sabar, cerdas, dan santun. Dialah Ismail.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.”"
Makna & Renungan Singkat
Maka ketika anak itu sampai pada usia sanggup berusaha bersamanya, Nabi Ibrahim berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku dalam mimpiku itu diperintah oleh Allah untuk menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dengan penuh kepasrahan kepada Allah dan ketaatan pada ayahnya, dia menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan oleh Allah kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar dalam melaksanakan perintah-Nya.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) meletakkan pelipis anaknya di atas gundukan (untuk melaksanakan perintah Allah),"
Makna & Renungan Singkat
Maka ketika keduanya telah berserah diri, patuh, dan bertawakal kepada Allah, dia pun membaringkan anaknya atas pelipis-nya ke tanah agar tidak melihat wajah anaknya saat dia menyembelihnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Nabi Ibrahim berbuat demikian supaya keteguhan hatinya dalam melaksanakan perintah Allah tidak terganggu. Ketika pisaunya dia ayunkan, lalu Kami panggil dia dari arah bukit, “Wahai Ibrahim!
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Qad ṣaddaqtar-ru'yā, innā każālika najzil-muḥsinīn(a).
"sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.” Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan."
Makna & Renungan Singkat
Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu sebagai perintah Allah yang wajib engkau laksanakan.” Sungguh, demikianlah tugas yang membutuhkan kesabaran dan pengorbanan tinggi. Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dan ikhlas dalam beramal.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Kami menebusnya dengan seekor (hewan) sembelihan yang besar."
Makna & Renungan Singkat
Dan ketika Nabi Ibrahim dan anaknya membuktikan keteguhan dan ketulusan mereka dalam menerima ujian Allah, Kami tebus anak itu dengan seekor domba sembelihan yang besar.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Kami mengabadikan untuknya (pujian) pada orang-orang yang datang kemudian,"
Makna & Renungan Singkat
Dan karena kepatuhannya pula Kami abadikan untuk Nabi Ibrahim buah tutur yang indah dan pujian yang baik di kalangan orang-orang yang datang kemudian hingga akhir zaman (Lihat pula: Surah asy-Syu‘arà’/26: 84).
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa basysyarnāhu bi'isḥāqa nabiyyam minaṣ-ṣāliḥīn(a).
"Kami telah memberinya kabar gembira tentang (akan dilahirkannya) Ishaq, seorang nabi yang termasuk orang-orang saleh."
Makna & Renungan Singkat
Dan di samping buah tutur dan pujian yang indah bagi Nabi Ibrahim sepanjang masa, Kami beri pula dia kabar gembira melalui malaikat dengan kelahiran putra keduanya, yaitu Nabi Ishak. Kelak dia juga menjadi seorang nabi yang termasuk golongan orang-orang yang saleh dan berilmu (Lihat pula: Surah Hùd/11: 69–73 dan až-Žàriyàt/51: 24–30).
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa bāraknā ‘alaihi wa ‘alā isḥāq(a), wa min żurriyyatihimā muḥsinuw wa ẓālimul linafsihī mubīn(un).
"Kami melimpahkan keberkahan kepadanya dan Ishaq. Sebagian keturunan keduanya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang terang-terangan berbuat zalim terhadap dirinya sendiri."
Makna & Renungan Singkat
Dan demikianlah Kami limpahkan keberkahan kepadanya dan kepada Nabi Ishak dengan nikmat kenabian. Dan di antara keturunan keduanya ada yang berbuat baik, menaati perintah Allah, dan menyeru ke jalan yang benar sehingga diangkat oleh Allah menjadi nabi dan rasul, dan ada pula dari keturunannya yang terang-terangan berbuat zalim terhadap dirinya sendiri dengan mengingkari nikmat Allah dan berbuat kerusakan sehingga Allah menurunkan kepada mereka azab yang sangat pedih.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sungguh, Kami benar-benar telah melimpahkan nikmat kepada Musa dan Harun."
Makna & Renungan Singkat
Dan kenikmatan serta keberkahan sungguh merupakan janji Allah bagi orang-orang yang berbuat kebajikan. Sebagaimana karunia itu Kami berikan kepada Nabi Ibrahim dan putra-putranya, Kami telah melimpahkan pula nikmat yang besar kepada Nabi Musa dan Nabi Harun. Kami jadikan keduanya rasul dan Kami dukung mereka untuk membebaskan Bani Israil dari perbudakan Fir'aun dan mengembalikan me-reka ke negeri asalnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa najjaināhumā wa qaumahumā minal-karbil-‘aẓīm(i).
"Kami telah menyelamatkan keduanya dan kaumnya dari bencana yang besar."
Makna & Renungan Singkat
Selain itu, Kami beri mereka enam kenikmatan lain. Kami selamatkan keduanya dan kaumnya dari Fir'aun yang menindas, memperbudak, dan membunuh bayi laki-laki mereka agar keturunan mereka punah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Kami telah menolong mereka sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang."
Makna & Renungan Singkat
Dan Kami tolong mereka dari kejaran Fir'aun dan tentaranya sehingga jadilah mereka orang-orang yang menang, selamat, dan kembali ke negeri asal mereka dengan merdeka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Kami telah menganugerahkan kepada keduanya Kitab yang sangat jelas (Taurat)."
Makna & Renungan Singkat
Dan kami berikan kepada keduanya Kitab Taurat yang berisi ketentuan dan petunjuk yang sangat jelas, baik untuk kebahagiaan dunia maupun akhirat (Lihat Surah al-Anbiya'/ 21: 48).
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Kami telah membimbing keduanya ke jalan yang lurus."
Makna & Renungan Singkat
Keduanya mewariskan kitab itu kepada Bani Israil untuk menjadi pegangan hidup (Lihat Surah Ghafir/ 40: 53-54). Dan Kami tunjukkan keduanya jalan yang lurus menuju kebahagiaan hakiki.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya Ilyas benar-benar termasuk para rasul."
Makna & Renungan Singkat
Dan sebagaimana Musa dan Harun, sungguh Nabi Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul dari kalangan Bani Israil yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan risalah kepada penduduk Baalbek (sekarang wilayah Lebanon).
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(Ingatlah) ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu tidak bertakwa?"
Makna & Renungan Singkat
Ingatlah ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu tidak bertakwa, mengesakan, dan menaati perintah Allah? Dialah Tuhan yang telah menciptakan kamu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Apakah kamu terus menyeru Ba‘l dan meninggalkan sebaik-baik pencipta,"
Makna & Renungan Singkat
Patutkah kamu menyembah Ba’l, seonggok benda mati yang tidak bisa memberi manfaat dan menolak malapetaka, dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta yang ciptaannya tidak bisa ditandingi oleh siapa pun?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Allah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yang terdahulu?”"
Makna & Renungan Singkat
Pencipta itu adalah Allah, Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yang terdahulu, yaitu Nabi Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, Yusuf, Musa, Harun, dan lainnya.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Mereka kemudian mendustakannya (Ilyas). Sesungguhnya mereka akan diseret (ke neraka),"
Makna & Renungan Singkat
Nabi Ilyas telah memberi penjelasan kepada kaumnya, tetapi mereka tetap mendustakannya dan memilih kemusyrikan. Maka, sebagai akibatnya, sungguh mereka akan diseret ke neraka,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"kecuali hamba-hamba Allah yang terpilih (karena keikhlasannya)."
Makna & Renungan Singkat
kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan dari dosa karena telah meninggalkan perbuatan syirik, menghiasi diri dengan amal saleh, dan ikhlas melaksanakan perintah-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Kami mengabadikan untuknya (pujian) pada orang-orang yang datang kemudian,"
Makna & Renungan Singkat
Dan karena kesabaran serta ketabahannya dalam menyampaikan agama tauhid, Kami abadikan untuk Nabi Ilyas suatu pujian yang mulia di kalangan orang-orang yang datang kemudian.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya Lut benar-benar termasuk para rasul."
Makna & Renungan Singkat
Bila nabi-nabi yang disebutkan sebelumnya berasal dari garis keturunan Nabi Ibrahim, nabi berikut ini merupakan anak paman Nabi Ibrahim yang berjuang bersamanya dalam menyampaikan risalah Allah. Dialah Nabi Lut. Dan sungguh, Nabi Lut benar-benar termasuk salah seorang yang Allah pilih menjadi rasul untuk berdakwah kepada penduduk Sodom.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Kemudian, Kami binasakan orang-orang yang lain yang tetap tinggal di kota itu akibat penolakan mereka terhadap ajakan Nabi Lut untuk menempuh jalan yang benar.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya kamu (penduduk Makkah) benar-benar akan melintasi (bekas-bekas kehancuran) mereka pada waktu pagi"
Makna & Renungan Singkat
Dan sesungguhnya kamu, wahai penduduk Mekah, benar-benar akan melalui sisa-sisa reruntuhan rumah-rumah mereka dalam perjalanan dagangmu ke Syam pada waktu pagi
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
dan pada waktu malam. Maka, mengapa kamu tidak mengerti dan memikirkan azab yang telah mereka terima akibat kekafiran mereka? Allah memberimu kesempatan menyaksikan peninggalan kaum yang durhaka itu agar kamu beriman dan takut akan azab-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya Yunus benar-benar termasuk para rasul."
Makna & Renungan Singkat
Usai menceritakan perjuangan dakwah Nabi Lut yang bukan berasal dari Bani Israil, Allah kembali menuturkan dakwah nabi dari Bani Israil, Nabi Yunus. Dan sungguh, Yunus benar-benar termasuk salah seorang rasul yang Allah utus untuk menyampaikan risalah kepada penduduk Ninawa (sekarang wilayah Irak) agar menyembah Allah dan meninggalkan berhala sesembahan mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(Ingatlah) ketika dia berlari ke kapal yang penuh muatan,"
Makna & Renungan Singkat
Ingatlah ketika dia lari dan pergi meninggalkan kaumnya padahal Allah tidak memperkenankan kepergiannya, lalu dia naik ke kapal yang penuh dengan muatan hingga hampir tenggelam.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"kemudian dia ikut diundi, maka dia termasuk orang-orang yang kalah (dalam undian)."
Makna & Renungan Singkat
Melihat kondisi ini kemudian para penumpang melakukan pengundian, di mana dia ikut diundi untuk menentukan penumpang yang kalah dan harus diceburkan ke laut.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Dia kemudian ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela."
Makna & Renungan Singkat
Ternyata dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian itu. Maka dia pun diceburkan hingga dia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela karena meninggalkan kaumnya tanpa izin Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Seandainya dia bukan golongan orang yang banyak bertasbih kepada Allah,"
Makna & Renungan Singkat
Menanggapi tindakan Nabi Yunus itu maka Allah menegaskan bahwa sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berzikir dan bertasbih terus-menurus kepada Allah,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Kami kemudian melemparkannya (dari mulut ikan) ke daratan yang tandus, sedang dia dalam keadaan sakit."
Makna & Renungan Singkat
Setelah Nabi Yunus beberapa lama berada di dalam perut ikan dalam kondisi gelap, sempit, dan sesak nafas, kemudian Kami keluarkan dan lemparkan dia ke daratan yang tandus tanpa pepohonan di sana, sedang dia dalam keadaan sakit dan tidak berdaya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Kami kemudian menumbuhkan tanaman sejenis labu untuknya."
Makna & Renungan Singkat
Dengan kemurahan-Ku, untuk dia Kami tumbuhkan sebatang pohon dari jenis labu sebagai makanan yang segar, lezat, dan bergizi sehingga kekuatan dan kesehatannya berangsur pulih.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Kami mengutusnya kepada seratus ribu (orang) atau lebih,"
Makna & Renungan Singkat
Dan setelah pulih, Kami utus dia kembali kepada kaumnya yang saat itu berjumlah seratus ribu orang atau lebih. Kedatangannya disambut gembira karena mereka menunggu seorang rasul yang membimbing mereka menuju keimanan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"lalu mereka beriman. Maka, Kami menganugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu."
Makna & Renungan Singkat
Mereka sadar bahwa Allah dengan kasih sayang-Nya telah menyelamatkan mereka dari azab yang tampak di depan mata, sehingga mereka benar-benar beriman kepada Allah dengan tulus. Karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu, yaitu akhir hayat mereka. Anugerah semacam ini hanya Allah karuniakan kepada umat Nabi Yunus (Lihat pula: Surah Yùnus/10: 98).
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Fastaftihim alirabbikal-banātu wa lahumul-banūn(a).
"(Wahai Nabi Muhammad,) tanyalah mereka (orang-orang kafir Makkah), “Apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan, sedangkan untuk mereka anak-anak laki-laki"
Makna & Renungan Singkat
Kisah para nabi ini menjadi pelajaran bagi generasi sesudahnya. Mereka, seperti halnya Nabi Muhammad, diutus untuk menyampaikan risalah tauhid kepada umatnya, mengajak mereka untuk mengesakan Allah dan menyucikan Allah dari hal-hal yang tidak patut. Maka tanyakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada mereka yang ingkar dari umatmu, apakah mereka menisbatkan anak-anak perempuan itu untuk Tuhanmu sedangkan untuk mereka sendiri mereka memilih anak-anak laki-laki?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Am khalaqnal-malā'ikata ināṡaw wa hum syāhidūn(a).
"atau Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan, sedangkan mereka menyaksikan(-nya)?”"
Makna & Renungan Singkat
Atau tanyakanlah kepada mereka apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat sebagai hamba Allah berupa makhluk berjenis kelamin perempuan, sedangkan mereka menyaksikan hal itu? Sungguh, mereka akan diminta pertanggungjawaban di akhirat atas tuduhan mereka itu (Lihat pula: Surah az-Zukhruf/43: 19).
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"“Allah mempunyai anak.” Sesungguhnya mereka benar-benar pendusta."
Makna & Renungan Singkat
“Allah mempunyai anak.” Mahasuci Allah. Tiada sekutu bagi-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan sungguh, mereka benar-benar pendusta karena tuduhan mereka tidak berdasar sama sekali.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Apakah Dia (Allah) lebih memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki?"
Makna & Renungan Singkat
Apakah untuk diri-Nya sendiri Dia lebih memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki? Mereka menuduh para malaikat sebagai anak-anak perempuan Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Apa yang telah terjadi pada kamu? Bagaimana kamu menetapkan(-nya)?"
Makna & Renungan Singkat
Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada mereka, “Mengapa kamu beranggapan buruk seperti ini kepada Allah? Bagaimana kamu bisa menetapkan bahwa Allah memilih anak perempuan, padahal kamu sendiri tidak menyukainya?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa ja‘alū bainahū wa bainal-jinnati nasabā(n), wa laqad ‘alimatil-jinnatu innahum lamuḥḍarūn(a).
"Mereka menjadikan (hubungan) nasab antara Dia dan jin. Sungguh, jin benar-benar telah mengetahui bahwa mereka (kaum musyrik) pasti akan diseret (ke neraka),"
Makna & Renungan Singkat
Dan mereka juga menganggap bahwa Allah mengadakan hubungan nasab antara Dia dan jin. Alangkah buruk anggapan tersebut, dan sungguh jin yang menyesatkan manusia telah mengetahui bahwa mereka pasti akan diseret ke neraka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Mahasuci dan Mahamulia Allah dari apa yang mereka sifatkan. Dia suci dari segala sifat-sifat yang menyamai makhluk-Nya. Mereka yang menyematkan sifat-sifat tersebut kepada Allah akan diseret ke neraka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"kecuali hamba-hamba Allah yang terpilih (karena keikhlasannya)."
Makna & Renungan Singkat
Demikianlah, kecuali hamba-hamba Allah yang dipilih; mereka disucikan dari dosa karena menyembah Allah dengan ikhlas dan tidak mempunyai pandangan salah tentang-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Maka, sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah itu"
Makna & Renungan Singkat
Maka ketahuilah wahai orang-orang musyrik, sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah itu, yaitu patung dan berhala, serta segala upayamu untuk menyesatkan orang lain,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"kecuali orang yang akan masuk ke (neraka) Jahim."
Makna & Renungan Singkat
kecuali menyesatkan orang-orang yang telah ditetapkan akan masuk ke neraka Jahim akibat langgeng dalam kekafirannya. Sementara itu, orang yang menempuh jalan kebenaran akan selamat dari tipu daya setan sehingga selamat dari siksa neraka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(Malaikat berkata,) “Tidak satu pun di antara kami, kecuali masing-masing mempunyai kedudukan tertentu."
Makna & Renungan Singkat
Malaikat bukanlah anak-anak perempuan Allah sebagaimana tuduhan orang musyrik. Mereka hanyalah hamba-hamba Allah yang patuh pada perintah-Nya. Malaikat berkata, “Dan tidak satu pun di antara kami melainkan masing-masing mempunyai kedudukan tertentu dalam melaksanakan tugas dan mengabdi kepada Allah,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya mereka (orang kafir Makkah) benar-benar berkata,"
Makna & Renungan Singkat
Orang-orang kafir selalu mencari pembenaran atas kekafiran mereka, tidak terkecuali mereka yang hidup sebelum Nabi Muhammad. Dan sesungguhnya mereka benar-benar pernah berkata,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"“Seandainya di sisi kami ada sebuah kitab dari (kitab-kitab yang diturunkan) kepada orang-orang terdahulu,"
Makna & Renungan Singkat
“Sekiranya di sisi kami ada sebuah kitab dari Allah yang dibawa oleh seorang rasul sebagaimana Taurat dan Injil yang diturunkan kepada orang-orang dahulu,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"niscaya kami akan menjadi hamba-hamba Allah yang terpilih."
Makna & Renungan Singkat
tentu kami akan menjadi hamba Allah yang disucikan dari dosa. Kami akan beriman kepada Allah, beribadah dengan ikhlas, dan tidak akan mengingkari syariat yang diturunkan kepada kami.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Akan tetapi, ternyata mereka mengingkarinya (Al-Qur’an). Maka, kelak mereka akan mengetahui (akibat keingkarannya itu)."
Makna & Renungan Singkat
Akan Tetapi, setelah Allah menurunkan Al-Qur’an kepada mereka sebagai pedoman untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, ternyata mereka mengingkarinya (Lihat pula: Surah Fàtir/35: 42), maka kelak mereka akan mengetahui akibat keingkaran mereka itu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa laqad sabaqat kalimatunā li‘ibādinal-mursalīn(a).
"Sungguh, janji Kami benar-benar telah tetap bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul."
Makna & Renungan Singkat
Sekalipun para rasul menghadapi rintangan berat dalam dakwahnya, pada akhirnya kebenaran akan menang, sesuai janji Allah. Dan sungguh, janji Kami telah tetap sejak semula bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"dan sesungguhnya bala tentara Kami itulah yang pasti menang."
Makna & Renungan Singkat
Dan benarlah, sesungguhnya bala tentara Kami, para rasul dan pengikut mereka, itulah yang pasti menang karena telah membela agama Allah (Lihat pula: Surah Gàfir/40: 51).
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Maka, berpalinglah engkau (Nabi Muhammad) dari mereka sampai waktu tertentu!"
Makna & Renungan Singkat
Wahai Nabi Muhammad, demikianlah janji Allah. Maka berpalinglah engkau dari mereka yang musyrik itu sampai waktu tertentu, yaitu waktu datangnya azab bagi mereka di dunia atau datangnya dukungan Allah yang menguatkan dan memenangkanmu atas mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Lihatlah mereka! Maka, kelak mereka akan melihat (azab itu)."
Makna & Renungan Singkat
Dan perlihatkanlah kepada mereka gambaran azab yang akan Allah timpakan kepada orang-orang yang ingkar, maka kelak mereka akan melihat dan merasakan azab itu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Maka, apakah mereka meminta agar azab Kami disegerakan?"
Makna & Renungan Singkat
Setelah engkau laksanakan perintah Allah tersebut, maka perhatikanlah apakah mereka merasa takut atau bergeming seraya meminta kepadamu, dengan nada mengejek, agar azab Kami disegerakan menimpa mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Fa iżā nazala bisāḥatihim fa sā'a ṣabāḥul-munżarīn(a).
"Apabila turun (siksaan itu) di halaman mereka, sangat buruklah pagi hari bagi orang-orang yang diperingatkan itu."
Makna & Renungan Singkat
Maka sungguh, apabila azab itu benar-benar turun di halaman atau pekarangan rumah mereka, maka sangat buruklah pagi hari tersebut bagi orang-orang yang diperingatkan itu. Mereka menyaksikan azab itu tetapi tidak mampu menyelamatkan diri dan harta mereka. Itulah hari kekalahan mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Berpalinglah engkau (Nabi Muhammad) dari mereka sampai waktu tertentu."
Makna & Renungan Singkat
Dan jika mereka tetap angkuh dan sombong setelah engkau peringatkan, berpalinglah engkau dari mereka sampai waktu tertentu ketika mereka menerima azab Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Dan ungkapan yang pantas ditujukan kepada Allah adalah pengakuan bahwa segala puji hanya layak bagi Allah Tuhan seluruh alam. Dia Mahakuasa, Maha Esa, dan Mahaperkasa. Dia menolong hamba-Nya yang berhak dan menyiksa siapa saja yang menentang risalah-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Surat Ash Shaaffaat terdiri atas 182 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al An'aam. Dinamai dengan Ash Shaaffaat (yang bershaf-shaf) ada hubungannya dengan perkataan Ash Shaaffaat yang terletak pada ayat permulaan surat ini yang mengemukakan bagaimana para malaikat yang berbaris di hadapan Tuhannya yang bersih jiwanya, tidak dapat digoda oleh syaitan. Hal ini hendaklah menjadi i'tibar bagi manusia dalam menghambakan dirinya kepada Allah.
Rujukan Mushaf & Terjemahan: Standar Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) 2019 dan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ).
Rujukan Tafsir Ringkas: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, dikumpulkan melalui proyek data terbuka gadingnst/quran-api. Sebagian kecil ayat (11 dari 6.236) belum menampilkan tafsir ringkas karena data sumber tidak lengkap.
🌱 Doa & Renungan Terkait
Perkuat pemahaman ayat dengan doa dan amalan yang sejalan: