Daftar

As-Saffat

Barisan-Barisan · 182 ayat · Mekah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
1 37:1
وَالصّٰۤفّٰتِ صَفًّاۙ
Waṣ-ṣāffāti ṣaffā(n).
"Demi (rombongan malaikat) yang berbaris bersaf-saf, (untuk beribadah kepada Allah),"
Makna & Renungan Singkat
Bila pada akhir Surah Yàsìn Allah menjelaskan keesaan dan kekuasaan-Nya pada hari Kiamat, pada permulaan surah ini Allah menegaskan bukti kekuasaan-Nya di alam raya. Demi rombongan malaikat yang berbaris bersaf-saf dengan rapi dalam melaksanakan tugas dan perintah Allah;
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
2 37:2
فَالزّٰجِرٰتِ زَجْرًاۙ
Faz-zājirāti zajrā(n).
"demi (rombongan malaikat) yang mencegah (segala sesuatu) dengan sungguh-sungguh,"
Makna & Renungan Singkat
Demi rombongan malaikat yang mencegah dengan sungguh-sungguh pelaku tindakan menyimpang, dalam rangka menegakkan aturan dan keseimbangan alam;
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
3 37:3
فَالتّٰلِيٰتِ ذِكْرًاۙ
Fat-tāliyāti żikrā(n).
"demi (rombongan malaikat) yang membacakan peringatan,"
Makna & Renungan Singkat
Demi rombongan malaikat yang membacakan ayat-ayat yang berisi peringatan dan pelajaran yang agung,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
4 37:4
اِنَّ اِلٰهَكُمْ لَوَاحِدٌۗ
Inna ilāhakum lawāḥid(un).
"sungguh, Tuhanmu benar-benar Esa."
Makna & Renungan Singkat
Sungguh, Tuhanmu yang berhak disembah benar-benar Esa. Tidak ada sekutu bagi-Nya baik dalam pekerjaan maupun sifat-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
5 37:5
رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ الْمَشَارِقِۗ
Rabbus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā wa rabbul-masyāriq(i).
"Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbitnya matahari."
Makna & Renungan Singkat
Dialah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan yang menciptakan tempat-tempat terbitnya matahari, bulan, bintang, planet, dan benda langit lainnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
6 37:6
اِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاۤءَ الدُّنْيَا بِزِيْنَةِ ِۨالْكَوَاكِبِۙ
Innā zayyannas-samā'ad-dun-yā bizīnatinil-kawākib(i).
"Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit dunia (yang terdekat) dengan hiasan (berupa) bintang-bintang."
Makna & Renungan Singkat
Sesungguhnya Kami telah menghias langit dunia yang terdekat dengan bumi dengan hiasan bintang-bintang dan planet-planet yang begitu indah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
7 37:7
وَحِفْظًا مِّنْ كُلِّ شَيْطٰنٍ مَّارِدٍۚ
Wa ḥifẓam min kulli syaiṭānim mārid(in).
"(Kami telah menjaganya dengan) penjagaan yang sempurna dari setiap setan yang durhaka."
Makna & Renungan Singkat
Dan Kami telah menjadikan bintang-bintang itu sebagai pelindung langit yang menjaganya dari setiap setan yang durhaka yang hendak mencuri dengar kabar-kabar masa depan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
8 37:8
لَا يَسَّمَّعُوْنَ اِلَى الْمَلَاِ الْاَعْلٰى وَيُقْذَفُوْنَ مِنْ كُلِّ جَانِبٍۖ
Lā yassammā‘ūna ilal-mala'il-a‘lā wa yuqżafūna min kulli jānib(in).
"Mereka (setan-setan) tidak dapat mendengar (percakapan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru"
Makna & Renungan Singkat
Dengan adanya penjagaan ketat terhadap setan-setan durhaka itu, mereka tidak dapat mendengar pembicaraan para malaikat yang akan menyampaikan wahyu kepada rasul-Nya. Dan mereka dilempari dengan benda langit yang menyala dari segala penjuru sehingga mereka tidak bisa menambah atau mengurangi wahyu yang akan diturunkan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
9 37:9
دُحُوْرًا وَّلَهُمْ عَذَابٌ وَّاصِبٌ
Duḥūraw wa lahum ‘ażābuw wāṣib(un).
"untuk mengusir mereka. Bagi mereka azab yang kekal (di akhirat),"
Makna & Renungan Singkat
Kami lemparkan benda langit ke arah setan-setan durhaka itu untuk mengusir mereka dan mereka pun kelak akan mendapat azab yang kekal dan pedih di akhirat.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
10 37:10
اِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَاَتْبَعَهٗ شِهَابٌ ثَاقِبٌ
Illā man khaṭifal-khaṭfata fa'atba‘ahū syihābun ṡāqib(un).
"kecuali (setan) yang menyambar pembicaraan dengan sekali sambar; maka ia dikejar oleh bintang yang menyala."
Makna & Renungan Singkat
Setan-setan itu tidak dapat mendengar pembicaraan para malaikat, kecuali setan yang berhasil mencuri pembicaraan dengan cepat, maka ia dikejar oleh bintang yang menyala sehingga mereka pun terbakar.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
11 37:11
فَاسْتَفْتِهِمْ اَهُمْ اَشَدُّ خَلْقًا اَمْ مَّنْ خَلَقْنَا ۗاِنَّا خَلَقْنٰهُمْ مِّنْ طِيْنٍ لَّازِبٍ
Fastaftihim ahum asyaddu khalqan am man khalaqnā, innā khalaqnāhum min ṭīnil lāzib(in).
"Maka, tanyakanlah kepada mereka (musyrik Makkah), “Apakah mereka (manusia) lebih sulit penciptaannya ataukah selainnya (langit, bumi, dan lainnya) yang telah Kami ciptakan?” Sesungguhnya Kami telah menciptakan (bapak) mereka (Adam) dari tanah liat."
Makna & Renungan Singkat
Usai menjelaskan bukti-bukti kekuasaan-Nya di alam raya, Allah beralih membuktikan kuasa-Nya dalam menciptakan manusia. Wahai Nabi Muhammad, maka tanyakanlah kepada mereka yang musyrik, “Apakah penciptaan mereka yang lebih sulit ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu yakni malaikat, langit, dan bumi seisinya?” Sesungguhnya Kami telah menciptakan Nabi Adam, yaitu nenek moyang mereka dari tanah liat.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
12 37:12
بَلْ عَجِبْتَ وَيَسْخَرُوْنَ ۖ
Bal ‘ajibta wa yaskharūn(a).
"Bahkan, engkau (Nabi Muhammad) menjadi heran (terhadap keingkaran mereka) dan mereka selalu menghinamu."
Makna & Renungan Singkat
Bahkan, wahai Nabi Muhammad, engkau menjadi heran atas keingkaran mereka terhadap risalahmu, hari kebangkitan, dan kekuasaan Allah, dan mereka menghinakan engkau karena keherananmu itu dan mereka pun menyepelekan hari kebangkitan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
13 37:13
وَاِذَا ذُكِّرُوْا لَا يَذْكُرُوْنَ ۖ
Wa iżā żukkirū lā yażkurūn(a).
"Apabila diberi peringatan, mereka tidak mengingat (mengindahkannya)."
Makna & Renungan Singkat
Dan apabila mereka diberi peringatan sebagimana yang dijelaskan dalam Al-Qur'an, mereka tidak mengindahkannya, bahkan berpaling darinya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
14 37:14
وَاِذَا رَاَوْا اٰيَةً يَّسْتَسْخِرُوْنَۖ
Wa iżā ra'au āyatay yastaskhirūn(a).
"Apabila melihat suatu tanda (kebesaran Allah atau kebenaran Nabi Muhammad), mereka sangat menghina."
Makna & Renungan Singkat
Dan apabila mereka melihat suatu tanda kebesaran Allah berupa mukjizat yang diberikan kepada Nabi, seperti terbelahnya rembulan dan semisalnya, mereka memperolok-olokkan-nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
15 37:15
وَقَالُوْٓا اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ ۚ
Wa qālū in hāżā illā siḥrum mubīn(un).
"Mereka berkata, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata."
Makna & Renungan Singkat
Dan mereka berkata dengan nada sinis, “Wahai Muhammad, apa yang engkau tunjukkan ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
16 37:16
ءَاِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَۙ
A'iżā mitnā wa kunnā turābaw wa ‘iẓāman a'innā lamab‘ūṡūn(a).
"Apabila kami telah mati, (lalu) menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan?"
Makna & Renungan Singkat
Mereka berkata pula, “Apabila kami telah mati dan jasad-jasad kami telah berubah menjadi tanah dan tulang-belulang yang lapuk dan hancur, apakah benar kami akan dibangkitkan kembali seperti semula?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
17 37:17
اَوَاٰبَاۤؤُنَا الْاَوَّلُوْنَۗ
Awa ābā'unal-awwalūn(a).
"Apakah nenek moyang kami yang terdahulu (akan dibangkitkan pula)?”"
Makna & Renungan Singkat
dan apakah nenek moyang kami yang telah terdahulu mati akan dibangkitkan pula?”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
18 37:18
قُلْ نَعَمْ وَاَنْتُمْ دٰخِرُوْنَۚ
Qul na‘am wa antum dākhirūn(a).
"Katakanlah (Nabi Muhammad), “Ya (kamu akan dibangkitkan) dan kamu akan terhina.”"
Makna & Renungan Singkat
Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada mereka, “Ya, Allah akan membangkitkan seluruh umat manusia, dan kamu akan dibangkitkan di hadapan-Nya dalam keadaan rendah dan terhina.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
19 37:19
فَاِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَّاحِدَةٌ فَاِذَا هُمْ يَنْظُرُوْنَ
Fa'innamā hiya zajratuw wāḥidatun fa'iżā hum yanẓurūn(a).
"Sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan (tiupan sangkakala kedua). Maka, seketika itu mereka (bangun dari kematiannya) melihat (apa yang terjadi)."
Makna & Renungan Singkat
Membangkitkan makhluk yang sudah mati bukanlah hal yang sulit bagi Allah. Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja, yaitu tiupan sangkakala Israfil, maka seketika itu pula mereka melihatnya. Mereka akan menyaksikan betapa dahsyat hari Kiamat dan azab Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
20 37:20
وَقَالُوْا يٰوَيْلَنَا هٰذَا يَوْمُ الدِّيْنِ
Wa qālū yā wailanā hāżā yaumud-dīn(i).
"Mereka berkata, “Alangkah celaka kami! (Kiranya) inilah hari Pembalasan itu.”"
Makna & Renungan Singkat
Bisa saja orang-orang musyrik dan kafir itu mengingkari hari kebangkitan, tetapi mereka pasti akan menyesalinya di akhirat nanti. Dan mereka berkata, “Alangkah celaka kami! Kiranya inilah hari pembalasan itu, di mana amal perbuatan kita akan diperhitungkan.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
21 37:21
هٰذَا يَوْمُ الْفَصْلِ الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تُكَذِّبُوْنَ ࣖ
Hāżā yaumul-faṣlil-lażī kuntum bihī tukażżibūn(a).
"Inilah hari keputusan yang dahulu (selalu) kamu dustakan."
Makna & Renungan Singkat
Dikatakan kepada mereka, “Inilah hari keputusan yang dahulu kamu dustakan. Pada hari ini Allah akan memberi keputusan dan balasan atas semua keingkaranmu.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
22 37:22
اُحْشُرُوا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا وَاَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوْا يَعْبُدُوْنَ ۙ
Uḥsyurul-lażīna ẓalamū wa azwājahum wa mā kānū ya‘budūn(a).
"(Lalu, diperintahkan kepada para malaikat,) “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka sembah"
Makna & Renungan Singkat
Allah menurunkan perintah kepada malaikat, “Kumpulkanlah orang-orang yang berbuat zalim kepada dirinya dengan berbuat syirik beserta teman sejawat mereka yang menjerumuskan ke dalam kekafiran, dan bawalah serta apa yang dahulu mereka sembah, yaitu patung dan sesembahan lainnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
23 37:23
مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَاهْدُوْهُمْ اِلٰى صِرَاطِ الْجَحِيْمِ
Min dūnillāhi fahdūhum ilā ṣirāṭil-jaḥīm(i).
"selain Allah. Lalu, tunjukkanlah kepada mereka jalan ke (neraka) Jahim."
Makna & Renungan Singkat
Bawalah serta apa yang orang-orang musyrik itu sembah selain Allah, lalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka dan giringlah mereka masuk ke dalamnya.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
24 37:24
وَقِفُوْهُمْ اِنَّهُمْ مَّسْـُٔوْلُوْنَ ۙ
Waqifūhum innahum mas'ūlūn(a).
"Tahanlah mereka (di tempat perhentian). Sesungguhnya mereka akan ditanya (tentang keyakinan dan perilaku mereka).”"
Makna & Renungan Singkat
Allah memerintah malaikat, “Tahanlah mereka di tempat pemberhentian, sesungguhnya mereka akan ditanya tentang kebohongan dan dosa yang telah mereka lakukan di dunia.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
25 37:25
مَا لَكُمْ لَا تَنَاصَرُوْنَ
Mā lakum lā tanāṣarūn(a).
"(Mereka lalu dikecam,) “Mengapa kamu tidak tolong-menolong (sebagaimana kamu di dunia)?”"
Makna & Renungan Singkat
Orang-orang musyrik itu ditanya, “Mengapa kamu pada hari ini tidak saling tolong-menolong sesama kamu sebagaimana kamu saling bahu-membahu dalam berbuat ingkar?”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
26 37:26
بَلْ هُمُ الْيَوْمَ مُسْتَسْلِمُوْنَ
Bal humul-yauma mustaslimūn(a).
"Bahkan, mereka pada hari itu menyerah (kepada putusan Allah)."
Makna & Renungan Singkat
Pada hari keputusan itu mereka tidak dapat saling membantu. Bahkan, mereka pada hari itu menyerah dan patuh pada keputusan Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
27 37:27
وَاَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ يَّتَسَاۤءَلُوْنَ
Wa aqbala ba‘ḍuhum ‘alā ba‘ḍiy yatasā'alūn(a).
"Sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain saling bertanya (berbantah-bantahan)."
Makna & Renungan Singkat
Pada hari keputusan itu orang kafir dan musyrik tunduk menerima putusan Allah. Mereka saling bertengkar satu dengan lainnya. Dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain, saling berbantah-bantahan dan menyalahkan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
28 37:28
قَالُوْٓا اِنَّكُمْ كُنْتُمْ تَأْتُوْنَنَا عَنِ الْيَمِيْنِ
Qālū innakum kuntum ta'tūnanā ‘anil-yamīn(i).
"(Pengikut) mereka berkata (kepada pemimpinnya), “Sesungguhnya kamulah yang dahulu selalu mendatangi kami dari arah kanan (untuk menghalangi kami dari kebajikan).”"
Makna & Renungan Singkat
Sesungguhnya para pengikut di antara mereka berkata kepada para pemimpinnya, “Kamulah yang dahulu datang kepada kami dari kanan, yakni arah yang kami sangka membawa kebaikan. Kamu justru datang membawa tipu muslihat yang melenakan dan mengaku sebagai pihak yang benar.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
29 37:29
قَالُوْا بَلْ لَّمْ تَكُوْنُوْا مُؤْمِنِيْنَۚ
Qālū bal lam takūnū mu'minīn(a).
"(Pemimpin) mereka menjawab, “(Tidak,) bahkan kamulah yang tidak (mau) menjadi orang mukmin."
Makna & Renungan Singkat
Para pemimpin mereka enggan disalahkan. Mereka menjawab, “Tidak, bahkan kamu sendiri-lah yang sejak dahulu tidak ingin menjadi orang mukmin.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
30 37:30
وَمَا كَانَ لَنَا عَلَيْكُمْ مِّنْ سُلْطٰنٍۚ بَلْ كُنْتُمْ قَوْمًا طٰغِيْنَ
Wa mā kāna lanā ‘alaikum min sulṭān(in), bal kuntum qauman ṭāgīn(a).
"(Sebenarnya,) kami sedikit pun tidak berkuasa terhadapmu (untuk menghalang-halangimu), bahkan kamulah kaum yang melampaui batas."
Makna & Renungan Singkat
sedangkan kami tidak berkuasa apalagi memaksa terhadapmu, bahkan kamu sendiri yang memilih menjadi kaum yang melampaui batas dalam kesesatanmu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
31 37:31
فَحَقَّ عَلَيْنَا قَوْلُ رَبِّنَآ ۖاِنَّا لَذَاۤىِٕقُوْنَ
Fa ḥaqqa ‘alainā qaulu rabbinā, innā lażā'iqūn(a).
"Maka, putusan (azab) Tuhan (akan) benar-benar menimpa kita. Pasti kita akan merasakan (azab itu)."
Makna & Renungan Singkat
Maka, sebagai balasan atas kekafiran dan kedurhakaan kita bersama, pantas bila putusan dan azab Tuhan menimpa kita; dan pasti kita semua akan merasakan azab itu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
32 37:32
فَاَغْوَيْنٰكُمْ اِنَّا كُنَّا غٰوِيْنَ
Fa agwainākum innā kunnā gāwīn(a).
"Kami (mengakui) telah menyesatkan kamu. Sesungguhnya kami sendiri orang-orang yang sesat.”"
Makna & Renungan Singkat
Maka, kami telah menyesatkan kamu dengan mengajakmu menyekutukan Allah. Sesungguhnya kami sendiri adalah orang-orang yang sesat dan kamu pun rela mengikuti ajakan sesat kami.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
33 37:33
فَاِنَّهُمْ يَوْمَىِٕذٍ فِى الْعَذَابِ مُشْتَرِكُوْنَ
Fa innahum yauma'iżin fil-‘ażābi musytarikūn(a).
"Sesungguhnya mereka pada hari itu bersama-sama merasakan azab."
Makna & Renungan Singkat
Maka sesungguhnya mereka, baik para pemimpin maupun pengikut, pada hari itu bersama-sama merasakan azab sebagaimana mereka bersekutu dalam kesesatan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
34 37:34
اِنَّا كَذٰلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِيْنَ
Innā każālika naf‘alu bil-mujrimīn(a).
"Sesungguhnya demikianlah Kami memperlakukan orang-orang yang berbuat dosa."
Makna & Renungan Singkat
Sungguh, demikianlah ketetapan Kami dalam memperlakukan dan memutuskan hukuman terhadap orang-orang yang berbuat dosa.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
35 37:35
اِنَّهُمْ كَانُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَهُمْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ يَسْتَكْبِرُوْنَ ۙ
Innahum kānū iżā qīla lahum lā ilāha illallāhu yastakbirūn(a).
"Sesungguhnya dahulu apabila dikatakan kepada mereka, “Lā ilāha illallāh” (Tidak ada tuhan selain Allah), mereka menyombongkan diri."
Makna & Renungan Singkat
Sungguh, dahulu apabila dikatakan kepada mereka untuk membenarkan kalimat “là ilàha illallàh” dengan mengakui keesaan Allah, mereka justru menentang sambil menyombongkan diri,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
36 37:36
وَيَقُوْلُوْنَ اَىِٕنَّا لَتَارِكُوْٓا اٰلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَّجْنُوْنٍ ۗ
Wa yaqūlūna a'innā latārikū ālihatinā lisyā‘irim majnūn(in).
"Mereka berkata, “Apakah kami harus meninggalkan sesembahan kami karena seorang penyair gila?”"
Makna & Renungan Singkat
dan ketika diajak untuk menyembah dan mengesakan Allah, mereka berkata, “Apakah kami harus meninggalkan sesembahan kami hanya karena seorang penyair gila?”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
37 37:37
بَلْ جَاۤءَ بِالْحَقِّ وَصَدَّقَ الْمُرْسَلِيْنَ
Bal jā'a bil-ḥaqqi wa ṣaddaqal-mursalīn(a).
"Padahal dia (Nabi Muhammad) datang dengan membawa kebenaran dan membenarkan para rasul (sebelumnya)."
Makna & Renungan Singkat
Mereka menuduh Nabi Muhammad sebagai penyair gila, padahal dia datang kepada mereka dengan membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul sebelumnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
38 37:38
اِنَّكُمْ لَذَاۤىِٕقُوا الْعَذَابِ الْاَلِيْمِ ۚ
Innakum lażā'iqul-‘ażābil-alīm(i).
"Sesungguhnya kamu pasti akan merasakan azab yang pedih."
Makna & Renungan Singkat
Wahai kaum musyrik, sungguh kamu pasti akan merasakan azab yang pedih di neraka akibat kekafiran, kesesatan, dan perlawananmu terhadap Allah dan rasul-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
39 37:39
وَمَا تُجْزَوْنَ اِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۙ
Wa mā tujzauna illā mā kuntum ta‘malūn(a).
"Kamu tidak diberi balasan, kecuali terhadap apa yang telah kamu kerjakan."
Makna & Renungan Singkat
Itulah azab bagimu, wahai kaum musyrik, dan kamu tidak diberi balasan dan azab di akhirat melainkan sebagai balasan terhadap kejahatan apa saja yang telah kamu kerjakan. Allah tidak menzalimimu sedikit pun.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
40 37:40
اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ
Illā ‘ibādallāhil-mukhlaṣīn(a).
"Akan tetapi, hamba-hamba Allah yang terpilih (karena keikhlasannya),"
Makna & Renungan Singkat
Demikianlah siksa pedih yang Allah siapkan bagi orang-orang musyrik, tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan dari dosa,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
41 37:41
اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ رِزْقٌ مَّعْلُوْمٌۙ
Ulā'ika lahum rizqum ma‘lūm(un).
"mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan,"
Makna & Renungan Singkat
mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan tanpa henti,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
42 37:42
فَوَاكِهُ ۚوَهُمْ مُّكْرَمُوْنَۙ
Fawākihu wa hum mukramūn(a).
"(yaitu) buah-buahan. Mereka adalah orang-orang yang dimuliakan"
Makna & Renungan Singkat
yaitu buah-buahan yang beraneka ragam dan rasa. Dan mereka itulah orang yang dimuliakan di sisi Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
43 37:43
فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِۙ
Fī jannātin na‘īm(i).
"di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan."
Makna & Renungan Singkat
Mereka dimuliakan di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan dan diiringi kegembiraan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
44 37:44
عَلٰى سُرُرٍ مُّتَقٰبِلِيْنَ
‘Alā sururim mutaqābilīn(a).
"(Mereka duduk) berhadap-hadapan di atas dipan-dipan."
Makna & Renungan Singkat
Mereka duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan sambil bercengkerama.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
45 37:45
يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِكَأْسٍ مِّنْ مَّعِيْنٍۢ ۙ
Yuṭāfu ‘alaihim bika'sim mim ma‘īn(in).
"Kepada mereka diedarkan gelas (yang berisi minuman) dari mata air (surga)."
Makna & Renungan Singkat
Dalam keadaan demikian, kepada mereka diedarkan gelas yang berisi air khamar dari mata air surga.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
46 37:46
بَيْضَاۤءَ لَذَّةٍ لِّلشّٰرِبِيْنَۚ
Baiḍā'a lażżatil lisy-syāribīn(a).
"(Warnanya) putih bersih dan lezat rasanya bagi orang-orang yang meminum(-nya)."
Makna & Renungan Singkat
Air khamar itu berwarna putih bersih lagi sedap rasanya bagi orang-orang yang minum.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
47 37:47
لَا فِيْهَا غَوْلٌ وَّلَا هُمْ عَنْهَا يُنْزَفُوْنَ
Lā fīhā gauluw wa lā hum ‘anhā yunzafūn(a).
"Tidak ada di dalamnya (unsur) yang membahayakan dan mereka tidak mabuk karenanya."
Makna & Renungan Singkat
Tidak ada di dalamnya unsur yang memabukkan sebagaimana khamar dunia dan mereka tidak mabuk karenanya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
48 37:48
وَعِنْدَهُمْ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِ عِيْنٌ ۙ
Wa ‘indahum qāṣirātuṭ-ṭarfi ‘īn(un).
"Di sisi mereka ada (bidadari-bidadari) yang bermata indah dan membatasi pandangannya (dari selain pasangan mereka)."
Makna & Renungan Singkat
Dan di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang bermata indah dan membatasi pandangannya hanya kepada pasangannya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
49 37:49
كَاَنَّهُنَّ بَيْضٌ مَّكْنُوْنٌ
Ka'annahum baiḍum maknūn(un).
"(Warna kulit) mereka seperti (warna) telur yang tersimpan dengan baik."
Makna & Renungan Singkat
Bidadari-bidadari itu sangat elok, seakan-akan mereka adalah telur yang tersimpan dan terjaga dengan baik dari tangan-tangan yang hendak menyentuh.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
50 37:50
فَاَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ يَّتَسَاۤءَلُوْنَ
Fa'aqbala ba‘ḍuhum ‘alā ba‘ḍiy yatasā'alūn(a).
"Mereka berhadap-hadapan satu sama lain sambil bercakap-cakap."
Makna & Renungan Singkat
Para penghuni surga itu bertelekan di atas dipan, lalu mereka berhadap-hadapan satu sama lain sambil bercakap-cakap dan menceritakan keadaan mereka di dunia.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
51 37:51
قَالَ قَاۤىِٕلٌ مِّنْهُمْ اِنِّيْ كَانَ لِيْ قَرِيْنٌۙ
Qāla qā'ilum minhum innī kāna lī qarīn(un).
"Berkatalah salah seorang di antara mereka, “Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) pernah mempunyai seorang teman"
Makna & Renungan Singkat
Berkatalah salah seorang di antara mereka, “Sesungguhnya aku di dunia dahulu pernah mempunyai seorang teman dekat,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
52 37:52
يَّقُوْلُ اَءِنَّكَ لَمِنَ الْمُصَدِّقِيْنَ
Yaqūlu a'innaka laminal-muṣaddiqīn(a).
"yang berkata, ‘Apakah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang membenarkan (hari Kebangkitan)?"
Makna & Renungan Singkat
yang berkata kepadaku dengan penuh keingkaran, “Apakah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang membenarkan adanya hari kebangkitan pada hari Kiamat nanti?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
53 37:53
ءَاِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَدِيْنُوْنَ
A'iżā mitnā wa kunnā turāban a'innā lamadīnūn(a).
"Apabila kami telah mati (lalu) menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar (akan dibangkitkan untuk) diberi balasan?’”"
Makna & Renungan Singkat
Apabila kita telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kita benar-benar akan dibangkitkan dari kubur untuk diberi pembalasan atas perbuatan kita?”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
54 37:54
قَالَ هَلْ اَنْتُمْ مُّطَّلِعُوْنَ
Qāla hal antum muṭṭali‘ūn(a).
"Dia berkata, “Maukah kamu menengok (temanku itu)?”"
Makna & Renungan Singkat
Demikianlah cerita salah sorang penghuni surga kepada kawan-kawannya. Dia pun berkata, “Maukah kamu pergi bersamaku untuk meninjau temanku yang dulu mengingkari hari kebangkitan itu?”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
55 37:55
فَاطَّلَعَ فَرَاٰهُ فِيْ سَوَاۤءِ الْجَحِيْمِ
Faṭṭala‘a fa ra'āhu fī sawā'il-jaḥīm(i).
"Maka, dia menengoknya. Lalu, dia melihat (teman)-nya itu di tengah-tengah (neraka) Jahim."
Makna & Renungan Singkat
Maka dia bersama temannya meninjaunya, lalu dia melihat teman-nya itu tersiksa di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
56 37:56
قَالَ تَاللّٰهِ اِنْ كِدْتَّ لَتُرْدِيْنِ ۙ
Qāla tallāhi in kitta laturdīn(i).
"Dia berkata, “Demi Allah, engkau hampir saja mencelakakanku."
Makna & Renungan Singkat
Dia pun berkata kepada temannya yang diazab itu, “Demi Allah, engkau hampir saja mencelakakanku dengan bujuk rayumu,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
57 37:57
وَلَوْلَا نِعْمَةُ رَبِّيْ لَكُنْتُ مِنَ الْمُحْضَرِيْنَ
Wa lau lā ni‘matu rabbī lakuntu minal-muḥḍarīn(a).
"Sekiranya bukan karena nikmat Tuhanku, pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka)."
Makna & Renungan Singkat
dan sekiranya bukan karena rahmat dan nikmat Tuhanku, yakni iman dan hidayah dari-Nya, pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret ke neraka bersamamu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
58 37:58
اَفَمَا نَحْنُ بِمَيِّتِيْنَۙ
Afamā naḥnu bimayyitīn(a).
"Apakah kita tidak akan mati,"
Makna & Renungan Singkat
Maka apakah kita tidak akan mati di surga ini dan tinggal selamanya dengan penuh kenikmatan?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
59 37:59
اِلَّا مَوْتَتَنَا الْاُوْلٰى وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِيْنَ
Illā mautatunal-ūlā wa mā naḥnu bimu‘ażżabīn(a).
"kecuali kematian kita yang pertama saja (di dunia) dan kita tidak akan diazab (di akhirat ini)?”"
Makna & Renungan Singkat
Kematian yang kita rasakan hanyalah kematian yang pertama saja di dunia, dan kita tidak akan diazab di akhirat ini setelah masuk surga?”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
60 37:60
اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
Inna hāżā lahuwal-fauzul-‘aẓīm(u).
"Sesungguhnya ini benar-benar kemenangan yang agung."
Makna & Renungan Singkat
Sungguh kenikmatan surga ini benar-benar kemenangan yang agung, keberuntungan yang besar, dan kebahagiaan abadi.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
61 37:61
لِمِثْلِ هٰذَا فَلْيَعْمَلِ الْعٰمِلُوْنَ
Limiṡli hāżā falya‘malil-‘āmilūn(a).
"Untuk (kemenangan) seperti ini, hendaklah beramal (di dunia) orang-orang yang mampu beramal."
Makna & Renungan Singkat
Untuk memperoleh kemenangan dan kebahagiaan serupa ini, hendaklah beramal orang-orang yang mampu beramal semasa hidup di dunia.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
62 37:62
اَذٰلِكَ خَيْرٌ نُّزُلًا اَمْ شَجَرَةُ الزَّقُّوْمِ
Ażālika khairun nuzulan am syajaratuz-zaqqūm(i).
"Apakah (makanan surga) itu hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqum?"
Makna & Renungan Singkat
Apakah makanan surga itu hidangan yang lebih baik bagi ahli surga, ataukah pohon zaqqum yang pahit dan berbau tidak sedap?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
63 37:63
اِنَّا جَعَلْنٰهَا فِتْنَةً لِّلظّٰلِمِيْنَ
Innā ja‘alnāhā fitnatal liẓ-ẓālimīn(a).
"Sesungguhnya Kami menjadikannya (pohon zaqum itu) sebagai azab bagi orang-orang zalim."
Makna & Renungan Singkat
Sungguh, Kami menjadikannya, yakni pohon zaqqum itu, makanan penduduk neraka sebagai azab bagi orang-orang zalim.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
64 37:64
اِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِيْٓ اَصْلِ الْجَحِيْمِۙ
Innahā syajaratun takhruju fī aṣlil-jaḥīm(i).
"Sesungguhnya itu adalah pohon yang keluar dari dasar (neraka) Jahim."
Makna & Renungan Singkat
Sungguh, itu adalah pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim. Dahan pohon itu menjulur hingga dasar jurang neraka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
65 37:65
طَلْعُهَا كَاَنَّهٗ رُءُوْسُ الشَّيٰطِيْنِ
Ṭal‘uhā ka'annahū ru'ūsusy-syayāṭīn(i).
"Mayangnya seperti kepala-kepala setan."
Makna & Renungan Singkat
Mayangnya sangat buruk dan menyeramkan seperti kepala-kepala setan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
66 37:66
فَاِنَّهُمْ لَاٰكِلُوْنَ مِنْهَا فَمَالِـُٔوْنَ مِنْهَا الْبُطُوْنَۗ
Fa innahum la'ākilūna minhā fa māli'ūna minhal-buṭūn(a).
"Sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian darinya (buah pohon itu) dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya (zaqum)."
Makna & Renungan Singkat
Pohon zaqqum itulah makanan para penghuni neraka. Maka sungguh, mereka benar-benar memakan sebagian darinya dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya karena tidak ada makanan lain bagi mereka di sana.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
67 37:67
ثُمَّ اِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْبًا مِّنْ حَمِيْمٍۚ
Ṡumma inna lahum ‘alaihā lasyaubam min ḥamīm(in).
"(Setelah makan buah zaqum,) sesungguhnya bagi mereka minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas."
Makna & Renungan Singkat
Kemudian sungguh, setelah makan buah zaqqum yang pahit itu mereka mendapat minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas hingga merusak pencernaan (Lihat pula: Surah Muhammad/47: 15).
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
68 37:68
ثُمَّ اِنَّ مَرْجِعَهُمْ لَاِلَى الْجَحِيْمِ
Ṡumma inna marji‘ahum la'ilal-jaḥīm(i).
"Kemudian, tempat kembali mereka pasti ke (neraka) Jahim."
Makna & Renungan Singkat
Kemudian, sudah pasti tempat kembali mereka adalah ke neraka Jahim untuk selama-lamanya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
69 37:69
اِنَّهُمْ اَلْفَوْا اٰبَاۤءَهُمْ ضَاۤلِّيْنَۙ
Innahum alfau ābā'ahum ḍāllīn(a).
"Sesungguhnya mereka mendapati nenek moyang mereka dalam keadaan sesat."
Makna & Renungan Singkat
Orang-orang kafir itu pantas mendapat sengsara dan siksa yang pedih di neraka karena sesungguhnya mereka di dunia dahulu mendapati nenek moyang mereka dalam keadaan sesat dan menyimpang dari ajaran agama para rasul,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
70 37:70
فَهُمْ عَلٰٓى اٰثٰرِهِمْ يُهْرَعُوْنَ
Fahum ‘alā āṡārihim yuhra‘ūn(a).
"Mereka tergesa-gesa mengikuti jejak (nenek moyang) mereka."
Makna & Renungan Singkat
lalu mereka tergesa-gesa mengikuti jejak nenek moyang mereka tanpa berpikir dan merenung untuk mencari tahu kebenarannya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
71 37:71
وَلَقَدْ ضَلَّ قَبْلَهُمْ اَكْثَرُ الْاَوَّلِيْنَۙ
Wa laqad ḍalla qablahum akṡarul-awwalīn(a).
"Sungguh, sebelum mereka (kaum Quraisy), benar-benar telah sesat sebagian besar dari orang-orang yang dahulu."
Makna & Renungan Singkat
Orang-orang kafir itu, tidak terkecuali kafir Mekah, mendapati nenek moyang mereka sesat dan mereka dengan serta-merta mengikuti kesesatan tersebut. Dan sungguh, sebelum mereka telah sesat dari hidayah Allah sebagian besar dari orang-orang yang dahulu,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
72 37:72
وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا فِيْهِمْ مُّنْذِرِيْنَ
Wa laqad arsalnā fīhim munżirīn(a).
"Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus (rasul) pemberi peringatan di kalangan mereka."
Makna & Renungan Singkat
dan sungguh, Kami telah mengutus para rasul pemberi peringatan di kalangan mereka tentang ancaman murka dan siksa Allah, namun mereka mendustakannya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
73 37:73
فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُنْذَرِيْنَۙ
Fanẓur kaifa kāna ‘āqibatul-munżarīn(a).
"Maka, perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu,"
Makna & Renungan Singkat
Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu ketika mendustakan para rasul.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
74 37:74
اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ ࣖ
Illā ‘ibādallāhil-mukhlaṣīn(a).
"kecuali hamba-hamba Allah yang terpilih (karena keikhlasannya)."
Makna & Renungan Singkat
Mereka dibinasakan oleh Allah, kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan dari dosa. Mereka diselamatkan dari siksa dengan rahmat Allah karena mengikuti ajakan para rasul dan meminta ampunan atas kesalahan mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
75 37:75
وَلَقَدْ نَادٰىنَا نُوْحٌ فَلَنِعْمَ الْمُجِيْبُوْنَۖ
Wa laqad nādānā nūḥun falani‘mal-mujībūn(a).
"Sungguh, Nuh benar-benar telah berdoa kepada Kami dan sungguh, Kamilah sebaik-baik yang memperkenankan doa."
Makna & Renungan Singkat
Bukti penghancuran para pendurhaka dan penyelamatan hamba-hamba Allah yang saleh tampak pada kisah Nabi Nuh dan kaumnya. Dan sungguh, Nuh telah berdoa kepada Kami perihal kaumnya yang membangkang, maka sungguh Kamilah sebaik-baik yang memperkenankan doa.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
76 37:76
وَنَجَّيْنٰهُ وَاَهْلَهٗ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيْمِۖ
Wa najjaināhu wa ahlahū minal-karbil-‘aẓīm(i).
"Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya dari bencana yang besar."
Makna & Renungan Singkat
Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya dari bencana yang besar, yaitu banjir yang sangat dahsyat.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
77 37:77
وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهٗ هُمُ الْبَاقِيْنَ
Wa ja‘alnā żurriyyatahū humul-bāqīn(a).
"Kami menjadikan keturunannya orang-orang yang bertahan (di bumi)."
Makna & Renungan Singkat
Dan Kami muliakan Nabi Nuh dengan men-jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan setelah peristiwa banjir itu surut.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
78 37:78
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۖ
Wa taraknā ‘alaihi fil-ākhirīn(a).
"Kami mengabadikan untuknya (pujian) pada orang-orang yang datang kemudian,"
Makna & Renungan Singkat
Dan Kami abadikan untuk Nabi Nuh pujian yang bagus dan buah tutur yang indah di kalangan orang-orang yang datang kemudian.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
79 37:79
سَلٰمٌ عَلٰى نُوْحٍ فِى الْعٰلَمِيْنَ
Salāmun ‘alā nūḥin fil-‘ālamīn(a).
"“Kesejahteraan (Kami limpahkan) atas Nuh di semesta alam.”"
Makna & Renungan Singkat
Kesejahteraan Kami limpahkan atas Nuh di seluruh alam.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
80 37:80
اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
Innā każālika najzil-muḥsinīn(a).
"Sesungguhnya, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan."
Makna & Renungan Singkat
Sungguh, demikianlah imbalan itu Kami berikan kepada Nabi Nuh, dan Kami pun akan memberi balasan dan imbalan kepada orang-orang yang berbuat baik.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
81 37:81
اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ
Innahū min ‘ibādinal-mu'minīn(a).
"Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang mukmin."
Makna & Renungan Singkat
Nabi Nuh adalah orang yang berbuat baik karena sungguh, dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman, jujur, dan ikhlas.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
82 37:82
ثُمَّ اَغْرَقْنَا الْاٰخَرِيْنَ
Ṡumma agraqnal-ākharīn(a).
"Kemudian, Kami menenggelamkan yang lain."
Makna & Renungan Singkat
Kemudian Kami tenggelamkan yang lain akibat kekafiran mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
83 37:83
۞ وَاِنَّ مِنْ شِيْعَتِهٖ لَاِبْرٰهِيْمَ ۘ
Wa inna min syī‘atihī la'ibrāhīm(a).
"Sesungguhnya Ibrahim termasuk golongannya (Nuh)."
Makna & Renungan Singkat
Di antara para rasul yang Kami utus kepada umat terdahulu adalah Nabi Ibrahim. Dan sungguh, Nabi Ibrahim adalah termasuk golongannya, yaitu penerus ajaran dan agama Nabi Nuh.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
84 37:84
اِذْ جَاۤءَ رَبَّهٗ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۙ
Iż jā'a rabbahū biqalbin salīm(in).
"(Ingatlah) ketika dia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci,"
Makna & Renungan Singkat
Nabi Ibrahim adalah kekasih Allah. Ingatlah ketika dia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci bersih dari keyakinan batil dan akhlak tercela sehingga dalam hatinya hanya ada ketaatan dan kecintaan kepada Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
85 37:85
اِذْ قَالَ لِاَبِيْهِ وَقَوْمِهٖ مَاذَا تَعْبُدُوْنَ ۚ
Iż qāla li'abīhi wa qaumihī māżā ta‘budūn(a).
"ketika dia berkata kepada ayahnya dan kaumnya, “Apa yang kamu sembah itu?"
Makna & Renungan Singkat
Ingatlah ketika dia dengan maksud mengingatkan berkata kepada ayah dan kaumnya, “Apakah yang kamu sembah itu?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
86 37:86
اَىِٕفْكًا اٰلِهَةً دُوْنَ اللّٰهِ تُرِيْدُوْنَۗ
A'ifkan ālihatan dūnallāhi turīdūn(a).
"Apakah kamu menghendaki kebohongan dengan sesembahan selain Allah?"
Makna & Renungan Singkat
Apakah kamu menghendaki kebohongan dengan sesembahan selain Allah itu sehingga kamu menganggap benar apa yang kamu lakukan?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
87 37:87
فَمَا ظَنُّكُمْ بِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
Famā ẓannukum birabbil-‘ālamīn(a).
"Maka, bagaimana anggapanmu terhadap Tuhan semesta alam?”"
Makna & Renungan Singkat
Hanya Allah yang patut disembah. Maka, bagaimana anggapanmu terhadap Tuhan seluruh alam jika kalian mengingkari-Nya, bahkan menyembah selain Dia?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
88 37:88
فَنَظَرَ نَظْرَةً فِى النُّجُوْمِۙ
Fa naẓara naẓratan fin-nujūm(i).
"Lalu, dia (Ibrahim) memandang sekilas ke arah bintang-bintang,"
Makna & Renungan Singkat
Demikianlah Nabi Ibrahim mengingatkan ayah dan kaumnya agar meninggalkan kemusyrikan, lalu dia memandang sekilas ke bintang-bintang untuk berpikir,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
89 37:89
فَقَالَ اِنِّيْ سَقِيْمٌ
Fa qāla innī saqīm(un).
"kemudian dia berkata, “Sesungguhnya aku sakit.”"
Makna & Renungan Singkat
kemudian dia menemukan alasan untuk tidak pergi bersama kaumnya dalam acara perayaan, lalu dia berkata, “Sesungguhnya aku sakit.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
90 37:90
فَتَوَلَّوْا عَنْهُ مُدْبِرِيْنَ
Fa tawallau ‘anhu mudbirīn(a).
"Mereka lalu berpaling darinya seraya meninggalkannya."
Makna & Renungan Singkat
Mendengar jawaban Nabi Ibrahim, lalu mereka berpaling dari dia dan pergi meninggalkannya menuju tempat perayaan sesat itu berlangsung.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
91 37:91
فَرَاغَ اِلٰٓى اٰلِهَتِهِمْ فَقَالَ اَلَا تَأْكُلُوْنَۚ
Farāga ilā ālihatihim faqāla alā ta'kulūn(a).
"Kemudian, dia langsung menuju ke berhala-berhala mereka (secara diam-diam), lalu berkata, “Mengapa kamu tidak makan?"
Makna & Renungan Singkat
Tidak lama kemudian dia, yakni Nabi Ibrahim, pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu dia berkata kepadanya dengan nada mengejek “Mengapa kamu tidak makan sajian yang mereka sediakan untukmu?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
92 37:92
مَا لَكُمْ لَا تَنْطِقُوْنَ
Mā lakum lā tanṭiqūn(a).
"Mengapa kamu tidak menjawab?”"
Makna & Renungan Singkat
Mengapa kamu tidak menjawab sepatah kata pun?”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
93 37:93
فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًا ۢبِالْيَمِيْنِ
Farāga ‘alaihim ḍarbam bil-yamīn(i).
"Dia lalu menghadap ke (berhala-berhala) itu sambil memukul dengan tangan kanan(-nya)."
Makna & Renungan Singkat
Lalu dihadapinya berhala-berhala itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya hingga hancur.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
94 37:94
فَاَقْبَلُوْٓا اِلَيْهِ يَزِفُّوْنَ
Fa aqbalū ilaihi yaziffūn(a).
"Kemudian, mereka (kaumnya) datang bergegas kepadanya."
Makna & Renungan Singkat
Hancurnya berhala-berhala itu diketahui oleh kaum Nabi Ibrahim, kemudian mereka datang bergegas kepadanya dengan penuh amarah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
95 37:95
قَالَ اَتَعْبُدُوْنَ مَا تَنْحِتُوْنَۙ
Qāla ata‘budūna mā tanḥitūn(a).
"Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?"
Makna & Renungan Singkat
Nabi Ibrahim tidak gentar menghadapi amarah kaumnya. Dia dengan percaya diri berkata, “Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu? Bagaimana mungkin kalian menyembah buah karya kalian sendiri?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
96 37:96
وَاللّٰهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُوْنَ
Wallāhu khalaqakum wa mā ta‘malūn(a).
"Padahal Allahlah yang menciptakanmu dan apa yang kamu perbuat itu.”"
Makna & Renungan Singkat
Mengapa kamu tidak menyembah Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu?”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
97 37:97
قَالُوا ابْنُوْا لَهٗ بُنْيَانًا فَاَلْقُوْهُ فِى الْجَحِيْمِ
Qālubnū lahū bun-yānan fa'alqūhu fil-jaḥīm(i).
"Mereka berkata, “Buatlah bangunan (perapian) untuk (membakar)-nya, lalu lemparkan dia ke dalam api yang menyala-nyala itu.”"
Makna & Renungan Singkat
Kaum yang kafir itu kalah dalam beradu argumen dengan Nabi Ibrahim, kemudian mereka berkata, “Buatlah bangunan perapian untuk kita membakar-nya; lalu lemparkan dia ke dalam api yang menyala-nyala itu.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
98 37:98
فَاَرَادُوْا بِهٖ كَيْدًا فَجَعَلْنٰهُمُ الْاَسْفَلِيْنَ
Fa arādū bihī kaidan faja‘alnāhumul-asfalīn(a).
"Mereka bermaksud memperdayainya, (namun Allah menyelamatkannya), lalu Kami menjadikan mereka orang-orang yang hina."
Makna & Renungan Singkat
Maka mereka bermaksud memperdayainya dengan cara membakar-nya, namun Allah menyelamatkan dia dari kobaran api, lalu Kami jadikan mereka orang-orang yang hina dan kalah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
99 37:99
وَقَالَ اِنِّيْ ذَاهِبٌ اِلٰى رَبِّيْ سَيَهْدِيْنِ
Wa qāla innī żāhibun ilā rabbī sayahdīn(i).
"Dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku akan pergi (menghadap) kepada Tuhanku. Dia akan memberiku petunjuk.”"
Makna & Renungan Singkat
Nabi Ibrahim selamat dari upaya pembunuhan oleh kaumnya, dan dia berkata, “Sesungguhnya aku harus pergi berhijrah menuju tempat yang memungkinkan aku mendekatkan diri kepada Tuhanku dan mengajak umatku menuju tauhid. Dia pasti akan memberi petunjuk kepadaku dan orang-orang yang mengikuti jalan kebenaran. Ayat ini menganjurkan berhijrah dari suatu tempat ketika dakwah dan pengamalan agama mendapat tekanan dan penindasan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
100 37:100
رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
Rabbi hab lī minaṣ-ṣāliḥīn(a).
"100. (Ibrahim berdoa,) “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (keturunan) yang termasuk orang-orang saleh.”"
Makna & Renungan Singkat
100. Setelah menjelaskan dialog Nabi Ibrahim dengan kaumnya yang ingkar, pada ayat berikut Allah beralih mengisahkan dialog Nabi Ibrahim dengan putranya, Isma’il, tentang perintah Allah. Dia berdoa kepada Allah, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku seorang anak yang termasuk golongan orang yang saleh dan taat menjalankan perintah-Mu dan membela agama-Mu.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
101 37:101
فَبَشَّرْنٰهُ بِغُلٰمٍ حَلِيْمٍ
Fa basysyarnāhu bigulāmin ḥalīm(in).
"Maka, Kami memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak (Ismail) yang sangat santun."
Makna & Renungan Singkat
Kami kabulkan doa Nabi Ibrahim tersebut, maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan kelahiran seorang anak yang sangat sabar, cerdas, dan santun. Dialah Ismail.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
102 37:102
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ
Falammā balaga ma‘ahus-sa‘ya qāla yā bunayya innī arā fil-manāmi annī ażbaḥuka fanẓur māżā tarā, qāla yā abatif‘al mā tu'mar(u), satajidunī in syā'allāhu minaṣ-ṣābirīn(a).
"Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.”"
Makna & Renungan Singkat
Maka ketika anak itu sampai pada usia sanggup berusaha bersamanya, Nabi Ibrahim berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku dalam mimpiku itu diperintah oleh Allah untuk menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dengan penuh kepasrahan kepada Allah dan ketaatan pada ayahnya, dia menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan oleh Allah kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar dalam melaksanakan perintah-Nya.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
103 37:103
فَلَمَّآ اَسْلَمَا وَتَلَّهٗ لِلْجَبِيْنِۚ
Falammā aslamā wa tallahū lil-jabīn(i).
"Ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) meletakkan pelipis anaknya di atas gundukan (untuk melaksanakan perintah Allah),"
Makna & Renungan Singkat
Maka ketika keduanya telah berserah diri, patuh, dan bertawakal kepada Allah, dia pun membaringkan anaknya atas pelipis-nya ke tanah agar tidak melihat wajah anaknya saat dia menyembelihnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
104 37:104
وَنَادَيْنٰهُ اَنْ يّٰٓاِبْرٰهِيْمُ ۙ
Wa nādaināhu ay yā ibrāhīm(u).
"Kami memanggil dia, “Wahai Ibrahim,"
Makna & Renungan Singkat
Nabi Ibrahim berbuat demikian supaya keteguhan hatinya dalam melaksanakan perintah Allah tidak terganggu. Ketika pisaunya dia ayunkan, lalu Kami panggil dia dari arah bukit, “Wahai Ibrahim!
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
105 37:105
قَدْ صَدَّقْتَ الرُّءْيَا ۚاِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
Qad ṣaddaqtar-ru'yā, innā każālika najzil-muḥsinīn(a).
"sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.” Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan."
Makna & Renungan Singkat
Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu sebagai perintah Allah yang wajib engkau laksanakan.” Sungguh, demikianlah tugas yang membutuhkan kesabaran dan pengorbanan tinggi. Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dan ikhlas dalam beramal.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
106 37:106
اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْبَلٰۤؤُا الْمُبِيْنُ
Inna hāżā lahuwal-balā'ul-mubīn(u).
"Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata."
Makna & Renungan Singkat
Sesungguhnya perintah ini benar-benar suatu ujian yang nyata dari Allah untuk menguji keimanan dan ketaatan hamba terhadap perintah-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
107 37:107
وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ
Wa fadaināhu biżibḥin ‘aẓīm(in).
"Kami menebusnya dengan seekor (hewan) sembelihan yang besar."
Makna & Renungan Singkat
Dan ketika Nabi Ibrahim dan anaknya membuktikan keteguhan dan ketulusan mereka dalam menerima ujian Allah, Kami tebus anak itu dengan seekor domba sembelihan yang besar.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
108 37:108
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۖ
Wa taraknā ‘alaihi fil-ākhirīn(a).
"Kami mengabadikan untuknya (pujian) pada orang-orang yang datang kemudian,"
Makna & Renungan Singkat
Dan karena kepatuhannya pula Kami abadikan untuk Nabi Ibrahim buah tutur yang indah dan pujian yang baik di kalangan orang-orang yang datang kemudian hingga akhir zaman (Lihat pula: Surah asy-Syu‘arà’/26: 84).
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
109 37:109
سَلٰمٌ عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ
Salāmun ‘alā ibrāhīm(a).
"“Salam sejahtera atas Ibrahim.”"
Makna & Renungan Singkat
Kepadanya Kami sampaikan pula ucapan “Selamat sejahtera bagi Nabi Ibrahim” sebagai penghargaan kepadanya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
110 37:110
كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
Każālika najzil-muḥsinīn(a).
"Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan."
Makna & Renungan Singkat
Demikianlah imbalan itu Kami berikan kepadanya, dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan imbalan pahala di sisi Kami.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
111 37:111
اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ
Innahū min ‘ibādinal-mu'minīn(a).
"Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang mukmin."
Makna & Renungan Singkat
Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman, jujur, patuh, dan ikhlas dalam melaksanakan perintah Kami.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
112 37:112
وَبَشَّرْنٰهُ بِاِسْحٰقَ نَبِيًّا مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
Wa basysyarnāhu bi'isḥāqa nabiyyam minaṣ-ṣāliḥīn(a).
"Kami telah memberinya kabar gembira tentang (akan dilahirkannya) Ishaq, seorang nabi yang termasuk orang-orang saleh."
Makna & Renungan Singkat
Dan di samping buah tutur dan pujian yang indah bagi Nabi Ibrahim sepanjang masa, Kami beri pula dia kabar gembira melalui malaikat dengan kelahiran putra keduanya, yaitu Nabi Ishak. Kelak dia juga menjadi seorang nabi yang termasuk golongan orang-orang yang saleh dan berilmu (Lihat pula: Surah Hùd/11: 69–73 dan až-Žàriyàt/51: 24–30).
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
113 37:113
وَبٰرَكْنَا عَلَيْهِ وَعَلٰٓى اِسْحٰقَۗ وَمِنْ ذُرِّيَّتِهِمَا مُحْسِنٌ وَّظَالِمٌ لِّنَفْسِهٖ مُبِيْنٌ ࣖ
Wa bāraknā ‘alaihi wa ‘alā isḥāq(a), wa min żurriyyatihimā muḥsinuw wa ẓālimul linafsihī mubīn(un).
"Kami melimpahkan keberkahan kepadanya dan Ishaq. Sebagian keturunan keduanya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang terang-terangan berbuat zalim terhadap dirinya sendiri."
Makna & Renungan Singkat
Dan demikianlah Kami limpahkan keberkahan kepadanya dan kepada Nabi Ishak dengan nikmat kenabian. Dan di antara keturunan keduanya ada yang berbuat baik, menaati perintah Allah, dan menyeru ke jalan yang benar sehingga diangkat oleh Allah menjadi nabi dan rasul, dan ada pula dari keturunannya yang terang-terangan berbuat zalim terhadap dirinya sendiri dengan mengingkari nikmat Allah dan berbuat kerusakan sehingga Allah menurunkan kepada mereka azab yang sangat pedih.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
114 37:114
وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلٰى مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ ۚ
Wa laqad manannā ‘alā mūsā wa hārūn(a).
"Sungguh, Kami benar-benar telah melimpahkan nikmat kepada Musa dan Harun."
Makna & Renungan Singkat
Dan kenikmatan serta keberkahan sungguh merupakan janji Allah bagi orang-orang yang berbuat kebajikan. Sebagaimana karunia itu Kami berikan kepada Nabi Ibrahim dan putra-putranya, Kami telah melimpahkan pula nikmat yang besar kepada Nabi Musa dan Nabi Harun. Kami jadikan keduanya rasul dan Kami dukung mereka untuk membebaskan Bani Israil dari perbudakan Fir'aun dan mengembalikan me-reka ke negeri asalnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
115 37:115
وَنَجَّيْنٰهُمَا وَقَوْمَهُمَا مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيْمِۚ
Wa najjaināhumā wa qaumahumā minal-karbil-‘aẓīm(i).
"Kami telah menyelamatkan keduanya dan kaumnya dari bencana yang besar."
Makna & Renungan Singkat
Selain itu, Kami beri mereka enam kenikmatan lain. Kami selamatkan keduanya dan kaumnya dari Fir'aun yang menindas, memperbudak, dan membunuh bayi laki-laki mereka agar keturunan mereka punah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
116 37:116
وَنَصَرْنٰهُمْ فَكَانُوْا هُمُ الْغٰلِبِيْنَۚ
Wa naṣarnāhum fakānū humul-gālibīn(a).
"Kami telah menolong mereka sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang."
Makna & Renungan Singkat
Dan Kami tolong mereka dari kejaran Fir'aun dan tentaranya sehingga jadilah mereka orang-orang yang menang, selamat, dan kembali ke negeri asal mereka dengan merdeka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
117 37:117
وَاٰتَيْنٰهُمَا الْكِتٰبَ الْمُسْتَبِيْنَ ۚ
Wa ātaināhumal-kitābal-mustabīn(a).
"Kami telah menganugerahkan kepada keduanya Kitab yang sangat jelas (Taurat)."
Makna & Renungan Singkat
Dan kami berikan kepada keduanya Kitab Taurat yang berisi ketentuan dan petunjuk yang sangat jelas, baik untuk kebahagiaan dunia maupun akhirat (Lihat Surah al-Anbiya'/ 21: 48).
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
118 37:118
وَهَدَيْنٰهُمَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۚ
Wa hadaināhumaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm(a).
"Kami telah membimbing keduanya ke jalan yang lurus."
Makna & Renungan Singkat
Keduanya mewariskan kitab itu kepada Bani Israil untuk menjadi pegangan hidup (Lihat Surah Ghafir/ 40: 53-54). Dan Kami tunjukkan keduanya jalan yang lurus menuju kebahagiaan hakiki.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
119 37:119
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِمَا فِى الْاٰخِرِيْنَ ۖ
Wa taraknā ‘alaihimā fil-ākhirīn(a).
"Kami telah mengabadikan untuk keduanya (pujian) pada orang-orang yang datang kemudian,"
Makna & Renungan Singkat
Dan Kami abadikan untuk keduanya pujian dan kemuliaan yang mengharumkan nama keduanya dikalangan orang-orang yang datang kemudian.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
120 37:120
سَلٰمٌ عَلٰى مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ
Salāmun ‘alā mūsā wa hārūn(a).
"“Salam sejahtera atas Musa dan Harun.”"
Makna & Renungan Singkat
Pujian yang indah itu diiringi ucapan, "Selamat sejahtera bagi Musa dan Harun," sehingga nama keduanya dikenang sepanjang masa.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
121 37:121
اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
Innā każālika najzil-muḥsinīn(a).
"Sesungguhnya, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan."
Makna & Renungan Singkat
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik, rela berkorban, dan sabar dalam memperjuangkan ajaran tauhid.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
122 37:122
اِنَّهُمَا مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ
Innahumā min ‘ibādinal-mu'minīn(a).
"Sesungguhnya keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang mukmin."
Makna & Renungan Singkat
Karena keteguhan dan kesabaran mereka, sungguh keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang beriman dengan tulus.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
123 37:123
وَاِنَّ اِلْيَاسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۗ
Wa inna ilyāsa laminal-mursalīn(a).
"Sesungguhnya Ilyas benar-benar termasuk para rasul."
Makna & Renungan Singkat
Dan sebagaimana Musa dan Harun, sungguh Nabi Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul dari kalangan Bani Israil yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan risalah kepada penduduk Baalbek (sekarang wilayah Lebanon).
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
124 37:124
اِذْ قَالَ لِقَوْمِهٖٓ اَلَا تَتَّقُوْنَ
Iż qāla liqaumihī alā tattaqūn(a).
"(Ingatlah) ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu tidak bertakwa?"
Makna & Renungan Singkat
Ingatlah ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu tidak bertakwa, mengesakan, dan menaati perintah Allah? Dialah Tuhan yang telah menciptakan kamu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
125 37:125
اَتَدْعُوْنَ بَعْلًا وَّتَذَرُوْنَ اَحْسَنَ الْخٰلِقِيْنَۙ
Atad‘ūna ba‘law wa tażarūna aḥsanal-khāliqīn(a).
"Apakah kamu terus menyeru Ba‘l dan meninggalkan sebaik-baik pencipta,"
Makna & Renungan Singkat
Patutkah kamu menyembah Ba’l, seonggok benda mati yang tidak bisa memberi manfaat dan menolak malapetaka, dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta yang ciptaannya tidak bisa ditandingi oleh siapa pun?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
126 37:126
اللّٰهَ رَبَّكُمْ وَرَبَّ اٰبَاۤىِٕكُمُ الْاَوَّلِيْنَ
Allāha rabbakum wa rabba ābā'ikumul-awwalīn(a).
"Allah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yang terdahulu?”"
Makna & Renungan Singkat
Pencipta itu adalah Allah, Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yang terdahulu, yaitu Nabi Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, Yusuf, Musa, Harun, dan lainnya.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
127 37:127
فَكَذَّبُوْهُ فَاِنَّهُمْ لَمُحْضَرُوْنَۙ
Fakażżabūhu fa'innahum lamuḥḍarūn(a).
"Mereka kemudian mendustakannya (Ilyas). Sesungguhnya mereka akan diseret (ke neraka),"
Makna & Renungan Singkat
Nabi Ilyas telah memberi penjelasan kepada kaumnya, tetapi mereka tetap mendustakannya dan memilih kemusyrikan. Maka, sebagai akibatnya, sungguh mereka akan diseret ke neraka,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
128 37:128
اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ
Illā ‘ibādallāhil-mukhlaṣīn(a).
"kecuali hamba-hamba Allah yang terpilih (karena keikhlasannya)."
Makna & Renungan Singkat
kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan dari dosa karena telah meninggalkan perbuatan syirik, menghiasi diri dengan amal saleh, dan ikhlas melaksanakan perintah-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
129 37:129
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۙ
Wa taraknā ‘alaihi fil-ākhirīn(a).
"Kami mengabadikan untuknya (pujian) pada orang-orang yang datang kemudian,"
Makna & Renungan Singkat
Dan karena kesabaran serta ketabahannya dalam menyampaikan agama tauhid, Kami abadikan untuk Nabi Ilyas suatu pujian yang mulia di kalangan orang-orang yang datang kemudian.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
130 37:130
سَلٰمٌ عَلٰٓى اِلْ يَاسِيْنَ
Salāmun ‘alā ilyāsīn(a).
"“Salam sejahtera atas Ilyas dan kaumnya.”"
Makna & Renungan Singkat
dan Kami ucapkan pula kepadanya,”Selamat sejahtera bagi Ilyas,” yakni namanya selalu disebut di kalangan semua makhluk.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
131 37:131
اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
Innā każālika najzil-muḥsinīn(a).
"Sesungguhnya, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan."
Makna & Renungan Singkat
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik, taat dan sabar dalam memperjuangkan penegakan agama tauhid.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
132 37:132
اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ
Innahū min ‘ibādinal-mu'minīn(a).
"Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang mukmin."
Makna & Renungan Singkat
Sungguh, dia benar-benar termasuk hamba-hamba Kami yang beriman, yang jujur dalam keimanannya, dan ikhlas dalam melaksanakan perintah Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
133 37:133
وَاِنَّ لُوْطًا لَّمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۗ
Wa inna lūṭal laminal-mursalīn(a).
"Sesungguhnya Lut benar-benar termasuk para rasul."
Makna & Renungan Singkat
Bila nabi-nabi yang disebutkan sebelumnya berasal dari garis keturunan Nabi Ibrahim, nabi berikut ini merupakan anak paman Nabi Ibrahim yang berjuang bersamanya dalam menyampaikan risalah Allah. Dialah Nabi Lut. Dan sungguh, Nabi Lut benar-benar termasuk salah seorang yang Allah pilih menjadi rasul untuk berdakwah kepada penduduk Sodom.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
134 37:134
اِذْ نَجَّيْنٰهُ وَاَهْلَهٗٓ اَجْمَعِيْنَۙ
Iż najjaināhu wa ahlahū ajma‘īn(a).
"(Ingatlah) ketika Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya semua,"
Makna & Renungan Singkat
Ingatlah ketika Kami telah menyelamatkan dia, keluarganya yang beriman, dan pengikutnya semua dari azab Allah,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
135 37:135
اِلَّا عَجُوْزًا فِى الْغٰبِرِيْنَ
Illā ‘ajūzan fil-gābirīn(a).
"kecuali seorang perempuan tua (istrinya) yang termasuk golongan (orang-orang kafir) yang tertinggal."
Makna & Renungan Singkat
kecuali seorang perempuan tua, yaitu istrinya. Kami sisakan perempuan tua yang kafir itu bersama-sama orang yang tinggal di kota tersebut.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
136 37:136
ثُمَّ دَمَّرْنَا الْاٰخَرِيْنَ
Ṡumma dammarnal-ākharīn(a).
"Kemudian, Kami binasakan yang lain."
Makna & Renungan Singkat
Kemudian, Kami binasakan orang-orang yang lain yang tetap tinggal di kota itu akibat penolakan mereka terhadap ajakan Nabi Lut untuk menempuh jalan yang benar.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
137 37:137
وَاِنَّكُمْ لَتَمُرُّوْنَ عَلَيْهِمْ مُّصْبِحِيْنَۙ
Wa innakum latamurrūna ‘alaihim muṣbiḥīn(a).
"Sesungguhnya kamu (penduduk Makkah) benar-benar akan melintasi (bekas-bekas kehancuran) mereka pada waktu pagi"
Makna & Renungan Singkat
Dan sesungguhnya kamu, wahai penduduk Mekah, benar-benar akan melalui sisa-sisa reruntuhan rumah-rumah mereka dalam perjalanan dagangmu ke Syam pada waktu pagi
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
138 37:138
وَبِالَّيْلِۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ ࣖ
Wa bil-lail(i), afalā ta‘qilūn(a).
"dan waktu malam. Mengapa kamu tidak mengerti?"
Makna & Renungan Singkat
dan pada waktu malam. Maka, mengapa kamu tidak mengerti dan memikirkan azab yang telah mereka terima akibat kekafiran mereka? Allah memberimu kesempatan menyaksikan peninggalan kaum yang durhaka itu agar kamu beriman dan takut akan azab-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
139 37:139
وَاِنَّ يُوْنُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۗ
Wa inna yūnusa laminal-mursalīn(a).
"Sesungguhnya Yunus benar-benar termasuk para rasul."
Makna & Renungan Singkat
Usai menceritakan perjuangan dakwah Nabi Lut yang bukan berasal dari Bani Israil, Allah kembali menuturkan dakwah nabi dari Bani Israil, Nabi Yunus. Dan sungguh, Yunus benar-benar termasuk salah seorang rasul yang Allah utus untuk menyampaikan risalah kepada penduduk Ninawa (sekarang wilayah Irak) agar menyembah Allah dan meninggalkan berhala sesembahan mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
140 37:140
اِذْ اَبَقَ اِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِۙ
Iż abaqa ilal-fulkil-masyḥūn(i).
"(Ingatlah) ketika dia berlari ke kapal yang penuh muatan,"
Makna & Renungan Singkat
Ingatlah ketika dia lari dan pergi meninggalkan kaumnya padahal Allah tidak memperkenankan kepergiannya, lalu dia naik ke kapal yang penuh dengan muatan hingga hampir tenggelam.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
141 37:141
فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِيْنَۚ
Fa sāhama fakāna minal-mudḥaḍīn(a).
"kemudian dia ikut diundi, maka dia termasuk orang-orang yang kalah (dalam undian)."
Makna & Renungan Singkat
Melihat kondisi ini kemudian para penumpang melakukan pengundian, di mana dia ikut diundi untuk menentukan penumpang yang kalah dan harus diceburkan ke laut.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
142 37:142
فَالْتَقَمَهُ الْحُوْتُ وَهُوَ مُلِيْمٌ
Faltaqamahul-ḥūtu wa huwa mulīm(un).
"Dia kemudian ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela."
Makna & Renungan Singkat
Ternyata dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian itu. Maka dia pun diceburkan hingga dia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela karena meninggalkan kaumnya tanpa izin Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
143 37:143
فَلَوْلَآ اَنَّهٗ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِيْنَ ۙ
Falau lā annahū kāna minal-musabbiḥīn(a).
"Seandainya dia bukan golongan orang yang banyak bertasbih kepada Allah,"
Makna & Renungan Singkat
Menanggapi tindakan Nabi Yunus itu maka Allah menegaskan bahwa sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berzikir dan bertasbih terus-menurus kepada Allah,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
144 37:144
لَلَبِثَ فِيْ بَطْنِهٖٓ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَۚ
Lalabiṡa fī baṭnihī ilā yaumi yub‘aṡūn(a).
"niscaya dia akan tetap tinggal di perutnya (ikan) sampai hari Kebangkitan."
Makna & Renungan Singkat
niscaya dia akan tetap tinggal diperut ikan yang menelannya itu sampai hari kebangkitan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
145 37:145
۞ فَنَبَذْنٰهُ بِالْعَرَاۤءِ وَهُوَ سَقِيْمٌ ۚ
Fa nabażnāhu bil-‘arā'i wa huwa saqīm(un).
"Kami kemudian melemparkannya (dari mulut ikan) ke daratan yang tandus, sedang dia dalam keadaan sakit."
Makna & Renungan Singkat
Setelah Nabi Yunus beberapa lama berada di dalam perut ikan dalam kondisi gelap, sempit, dan sesak nafas, kemudian Kami keluarkan dan lemparkan dia ke daratan yang tandus tanpa pepohonan di sana, sedang dia dalam keadaan sakit dan tidak berdaya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
146 37:146
وَاَنْۢبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِّنْ يَّقْطِيْنٍۚ
Wa ambatnā ‘alaihi syajaratam miy yaqṭīn(in).
"Kami kemudian menumbuhkan tanaman sejenis labu untuknya."
Makna & Renungan Singkat
Dengan kemurahan-Ku, untuk dia Kami tumbuhkan sebatang pohon dari jenis labu sebagai makanan yang segar, lezat, dan bergizi sehingga kekuatan dan kesehatannya berangsur pulih.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
147 37:147
وَاَرْسَلْنٰهُ اِلٰى مِائَةِ اَلْفٍ اَوْ يَزِيْدُوْنَۚ
Wa arsalnāhu ilā mi'ati alfin au yazīdūn(a).
"Kami mengutusnya kepada seratus ribu (orang) atau lebih,"
Makna & Renungan Singkat
Dan setelah pulih, Kami utus dia kembali kepada kaumnya yang saat itu berjumlah seratus ribu orang atau lebih. Kedatangannya disambut gembira karena mereka menunggu seorang rasul yang membimbing mereka menuju keimanan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
148 37:148
فَاٰمَنُوْا فَمَتَّعْنٰهُمْ اِلٰى حِيْنٍ
Fa'āmanū famatta‘nāhum ilā ḥīn(in).
"lalu mereka beriman. Maka, Kami menganugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu."
Makna & Renungan Singkat
Mereka sadar bahwa Allah dengan kasih sayang-Nya telah menyelamatkan mereka dari azab yang tampak di depan mata, sehingga mereka benar-benar beriman kepada Allah dengan tulus. Karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu, yaitu akhir hayat mereka. Anugerah semacam ini hanya Allah karuniakan kepada umat Nabi Yunus (Lihat pula: Surah Yùnus/10: 98).
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
149 37:149
فَاسْتَفْتِهِمْ اَلِرَبِّكَ الْبَنَاتُ وَلَهُمُ الْبَنُوْنَۚ
Fastaftihim alirabbikal-banātu wa lahumul-banūn(a).
"(Wahai Nabi Muhammad,) tanyalah mereka (orang-orang kafir Makkah), “Apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan, sedangkan untuk mereka anak-anak laki-laki"
Makna & Renungan Singkat
Kisah para nabi ini menjadi pelajaran bagi generasi sesudahnya. Mereka, seperti halnya Nabi Muhammad, diutus untuk menyampaikan risalah tauhid kepada umatnya, mengajak mereka untuk mengesakan Allah dan menyucikan Allah dari hal-hal yang tidak patut. Maka tanyakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada mereka yang ingkar dari umatmu, apakah mereka menisbatkan anak-anak perempuan itu untuk Tuhanmu sedangkan untuk mereka sendiri mereka memilih anak-anak laki-laki?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
150 37:150
اَمْ خَلَقْنَا الْمَلٰۤىِٕكَةَ اِنَاثًا وَّهُمْ شٰهِدُوْنَ
Am khalaqnal-malā'ikata ināṡaw wa hum syāhidūn(a).
"atau Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan, sedangkan mereka menyaksikan(-nya)?”"
Makna & Renungan Singkat
Atau tanyakanlah kepada mereka apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat sebagai hamba Allah berupa makhluk berjenis kelamin perempuan, sedangkan mereka menyaksikan hal itu? Sungguh, mereka akan diminta pertanggungjawaban di akhirat atas tuduhan mereka itu (Lihat pula: Surah az-Zukhruf/43: 19).
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
151 37:151
اَلَآ اِنَّهُمْ مِّنْ اِفْكِهِمْ لَيَقُوْلُوْنَۙ
Alā innahum min ifkihim layaqūlūn(a).
"Ingatlah, sesungguhnya mereka benar-benar mengatakan dengan kebohongan mereka,"
Makna & Renungan Singkat
Wahai Nabi Muhammad, ingatlah sesungguhnya di antara kebohongannya yang lain adalah bahwa mereka benar-benar mengatakan,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
152 37:152
وَلَدَ اللّٰهُ ۙوَاِنَّهُمْ لَكٰذِبُوْنَۙ
Waladallāh(u), wa innahum lakāżibūn(a).
"“Allah mempunyai anak.” Sesungguhnya mereka benar-benar pendusta."
Makna & Renungan Singkat
“Allah mempunyai anak.” Mahasuci Allah. Tiada sekutu bagi-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan sungguh, mereka benar-benar pendusta karena tuduhan mereka tidak berdasar sama sekali.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
153 37:153
اَصْطَفَى الْبَنَاتِ عَلَى الْبَنِيْنَۗ
Aṣṭafal-banāti ‘alal-banīn(a).
"Apakah Dia (Allah) lebih memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki?"
Makna & Renungan Singkat
Apakah untuk diri-Nya sendiri Dia lebih memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki? Mereka menuduh para malaikat sebagai anak-anak perempuan Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
154 37:154
مَا لَكُمْۗ كَيْفَ تَحْكُمُوْنَ
Mā lakum, kaifa taḥkumūn(a).
"Apa yang telah terjadi pada kamu? Bagaimana kamu menetapkan(-nya)?"
Makna & Renungan Singkat
Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada mereka, “Mengapa kamu beranggapan buruk seperti ini kepada Allah? Bagaimana kamu bisa menetapkan bahwa Allah memilih anak perempuan, padahal kamu sendiri tidak menyukainya?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
155 37:155
اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَۚ
Afalā tażakkarūn(a).
"Maka, mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?"
Makna & Renungan Singkat
Maka, mengapa kamu tidak memikirkan bagaimana jika Allah memiliki anak? Dia Mahakuasa dan Maha Esa dalam menciptakan dan mengaturnya alam semesta.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
156 37:156
اَمْ لَكُمْ سُلْطٰنٌ مُّبِيْنٌۙ
Am lakum sulṭānum mubīn(un).
"Ataukah kamu mempunyai bukti yang jelas?"
Makna & Renungan Singkat
Ataukah kamu mem­punyai bukti yang jelas atas kebenaran prasangka burukmu itu?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
157 37:157
فَأْتُوْا بِكِتٰبِكُمْ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Fa'tū bikitābikum in kuntum ṣādiqīn(a).
"(Kalau begitu,) bawalah kitabmu jika kamu orang-orang yang benar."
Makna & Renungan Singkat
Jika demikian adanya maka bawalah kitabmu ke hadapan kami dan tunjukkanlah bukti yang membenarkan pernyataanmu jika kamu memang orang yang benar.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
158 37:158
وَجَعَلُوْا بَيْنَهٗ وَبَيْنَ الْجِنَّةِ نَسَبًا ۗوَلَقَدْ عَلِمَتِ الْجِنَّةُ اِنَّهُمْ لَمُحْضَرُوْنَۙ
Wa ja‘alū bainahū wa bainal-jinnati nasabā(n), wa laqad ‘alimatil-jinnatu innahum lamuḥḍarūn(a).
"Mereka menjadikan (hubungan) nasab antara Dia dan jin. Sungguh, jin benar-benar telah mengetahui bahwa mereka (kaum musyrik) pasti akan diseret (ke neraka),"
Makna & Renungan Singkat
Dan mereka juga menganggap bahwa Allah mengadakan hubungan nasab antara Dia dan jin. Alangkah buruk anggapan tersebut, dan sungguh jin yang menyesatkan manusia telah mengetahui bahwa mereka pasti akan diseret ke neraka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
159 37:159
سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يَصِفُوْنَۙ
Subḥānallāhi ‘ammā yaṣifūn(a).
"Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan,"
Makna & Renungan Singkat
Mahasuci dan Mahamulia Allah dari apa yang mereka sifatkan. Dia suci dari segala sifat-sifat yang menyamai makhluk-Nya. Mereka yang menyematkan sifat-sifat tersebut kepada Allah akan diseret ke neraka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
160 37:160
اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ
Illā ‘ibādallāhil-mukhlaṣīn(a).
"kecuali hamba-hamba Allah yang terpilih (karena keikhlasannya)."
Makna & Renungan Singkat
Demikianlah, kecuali hamba-hamba Allah yang dipilih; mereka disucikan dari dosa karena menyembah Allah dengan ikhlas dan tidak mempunyai pandangan salah tentang-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
161 37:161
فَاِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُوْنَۙ
Fa'innakum wa mā ta‘budūn(a).
"Maka, sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah itu"
Makna & Renungan Singkat
Maka ketahuilah wahai orang-orang musyrik, sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah itu, yaitu patung dan berhala, serta segala upayamu untuk menyesatkan orang lain,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
162 37:162
مَآ اَنْتُمْ عَلَيْهِ بِفٰتِنِيْنَۙ
Mā antum ‘alaihi bifātinīn(a).
"tidak akan dapat menyesatkan (seseorang) terhadap Allah,"
Makna & Renungan Singkat
tidak akan dapat menyesatkan seseorang terhadap Allah,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
163 37:163
اِلَّا مَنْ هُوَ صَالِ الْجَحِيْمِ
Illā man huwa ṣālil-jaḥīm(i).
"kecuali orang yang akan masuk ke (neraka) Jahim."
Makna & Renungan Singkat
kecuali menyesatkan orang-orang yang telah ditetapkan akan masuk ke neraka Jahim akibat langgeng dalam kekafirannya. Sementara itu, orang yang menempuh jalan kebenaran akan selamat dari tipu daya setan sehingga selamat dari siksa neraka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
164 37:164
وَمَا مِنَّآ اِلَّا لَهٗ مَقَامٌ مَّعْلُوْمٌۙ
Wa mā minnā illā lahū maqāmum ma‘lūm(un).
"(Malaikat berkata,) “Tidak satu pun di antara kami, kecuali masing-masing mempunyai kedudukan tertentu."
Makna & Renungan Singkat
Malaikat bukanlah anak-anak perempuan Allah sebagaimana tuduhan orang musyrik. Mereka hanyalah hamba-hamba Allah yang patuh pada perintah-Nya. Malaikat berkata, “Dan tidak satu pun di antara kami melainkan masing-masing mempunyai kedudukan tertentu dalam melaksanakan tugas dan mengabdi kepada Allah,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
165 37:165
وَّاِنَّا لَنَحْنُ الصَّۤافُّوْنَۖ
Wa innā lanaḥnuṣ-ṣāffūn(a).
"Sesungguhnya kamilah yang selalu teratur dalam barisan (dalam melaksanakan perintah Allah)."
Makna & Renungan Singkat
dan sesungguhnya kami selalu teratur dalam barisan untuk melaksanakan perintah-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
166 37:166
وَاِنَّا لَنَحْنُ الْمُسَبِّحُوْنَ
Wa innā lanaḥnul-musabbiḥūn(a).
"Sesungguhnya kamilah yang benar-benar terus bertasbih (kepada Allah).”"
Makna & Renungan Singkat
Dan sungguh, kami benar-benar terus bertasbih, menyucikan dan mengagungkan asma-Nya dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
167 37:167
وَاِنْ كَانُوْا لَيَقُوْلُوْنَۙ
Wa in kānū layaqūlūn(a).
"Sesungguhnya mereka (orang kafir Makkah) benar-benar berkata,"
Makna & Renungan Singkat
Orang-orang kafir selalu mencari pembenaran atas kekafiran mereka, tidak terkecuali mereka yang hidup sebelum Nabi Muhammad. Dan sesungguhnya mereka benar-benar pernah berkata,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
168 37:168
لَوْ اَنَّ عِنْدَنَا ذِكْرًا مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ
Lau anna ‘indanā żikram minal-awwalīn(a).
"“Seandainya di sisi kami ada sebuah kitab dari (kitab-kitab yang diturunkan) kepada orang-orang terdahulu,"
Makna & Renungan Singkat
“Sekiranya di sisi kami ada sebuah kitab dari Allah yang dibawa oleh seorang rasul sebagaimana Taurat dan Injil yang diturunkan kepada orang-orang dahulu,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
169 37:169
لَكُنَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ
Lakunnā ‘ibādallāhil-mukhlaṣīn(a).
"niscaya kami akan menjadi hamba-hamba Allah yang terpilih."
Makna & Renungan Singkat
tentu kami akan menjadi hamba Allah yang disucikan dari dosa. Kami akan beriman kepada Allah, beribadah dengan ikhlas, dan tidak akan mengingkari syariat yang diturunkan kepada kami.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
170 37:170
فَكَفَرُوْا بِهٖۚ فَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ
Fa kafarū bih(ī), fasaufa ya‘lamūn(a).
"Akan tetapi, ternyata mereka mengingkarinya (Al-Qur’an). Maka, kelak mereka akan mengetahui (akibat keingkarannya itu)."
Makna & Renungan Singkat
Akan Tetapi, setelah Allah menurunkan Al-Qur’an kepada mereka sebagai pedoman untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, ternyata mereka mengingkarinya (Lihat pula: Surah Fàtir/35: 42), maka kelak mereka akan mengetahui akibat keingkaran mereka itu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
171 37:171
وَلَقَدْ سَبَقَتْ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا الْمُرْسَلِيْنَ ۖ
Wa laqad sabaqat kalimatunā li‘ibādinal-mursalīn(a).
"Sungguh, janji Kami benar-benar telah tetap bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul."
Makna & Renungan Singkat
Sekalipun para rasul menghadapi rintangan berat dalam dakwahnya, pada akhirnya kebenaran akan menang, sesuai janji Allah. Dan sungguh, janji Kami telah tetap sejak semula bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
172 37:172
اِنَّهُمْ لَهُمُ الْمَنْصُوْرُوْنَۖ
Innahum lahumul-manṣūrūn(a).
"Sesungguhnya merekalah yang pasti akan mendapat pertolongan,"
Makna & Renungan Singkat
yaitu bahwa mereka itu pasti akan mendapat pertolongan dari Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
173 37:173
وَاِنَّ جُنْدَنَا لَهُمُ الْغٰلِبُوْنَ
Wa inna jundanā lahumul-gālibūn(a).
"dan sesungguhnya bala tentara Kami itulah yang pasti menang."
Makna & Renungan Singkat
Dan benarlah, sesungguhnya bala tentara Kami, para rasul dan pengikut mereka, itulah yang pasti menang karena telah membela agama Allah (Lihat pula: Surah Gàfir/40: 51).
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
174 37:174
فَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتّٰى حِيْنٍۙ
Fatawalla ‘anhum ḥattā ḥīn(in).
"Maka, berpalinglah engkau (Nabi Muhammad) dari mereka sampai waktu tertentu!"
Makna & Renungan Singkat
Wahai Nabi Muhammad, demikianlah janji Allah. Maka berpalinglah engkau dari mereka yang musyrik itu sampai waktu tertentu, yaitu waktu datangnya azab bagi mereka di dunia atau datangnya dukungan Allah yang menguatkan dan memenangkanmu atas mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
175 37:175
وَّاَبْصِرْهُمْۗ فَسَوْفَ يُبْصِرُوْنَ
Wa abṣirhum, fa saufa yubṣirūn(a).
"Lihatlah mereka! Maka, kelak mereka akan melihat (azab itu)."
Makna & Renungan Singkat
Dan perlihatkanlah kepada mereka gambaran azab yang akan Allah timpakan kepada orang-orang yang ingkar, maka kelak mereka akan melihat dan merasakan azab itu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
176 37:176
اَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُوْنَ
Afabi‘ażābinā yasta‘jilūn(a).
"Maka, apakah mereka meminta agar azab Kami disegerakan?"
Makna & Renungan Singkat
Setelah engkau laksanakan perintah Allah tersebut, maka perhatikanlah apakah mereka merasa takut atau bergeming seraya meminta kepadamu, dengan nada mengejek, agar azab Kami disegerakan menimpa mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
177 37:177
فَاِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمْ فَسَاۤءَ صَبَاحُ الْمُنْذَرِيْنَ
Fa iżā nazala bisāḥatihim fa sā'a ṣabāḥul-munżarīn(a).
"Apabila turun (siksaan itu) di halaman mereka, sangat buruklah pagi hari bagi orang-orang yang diperingatkan itu."
Makna & Renungan Singkat
Maka sungguh, apabila azab itu benar-benar turun di halaman atau pekarangan rumah mereka, maka sangat buruklah pagi hari tersebut bagi orang-orang yang diperingatkan itu. Mereka menyaksikan azab itu tetapi tidak mampu menyelamatkan diri dan harta mereka. Itulah hari kekalahan mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
178 37:178
وَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتّٰى حِيْنٍۙ
Wa tawalla ‘anhum ḥattā ḥīn(in).
"Berpalinglah engkau (Nabi Muhammad) dari mereka sampai waktu tertentu."
Makna & Renungan Singkat
Dan jika mereka tetap angkuh dan sombong setelah engkau peringatkan, berpalinglah engkau dari mereka sampai waktu tertentu ketika mereka menerima azab Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
179 37:179
وَّاَبْصِرْۗ فَسَوْفَ يُبْصِرُوْنَ
Wa abṣir, fasaufa yubṣirūn(a).
"Lihatlah (mereka)! Maka, kelak mereka akan melihat (azab itu)."
Makna & Renungan Singkat
Dan perlihatkanlah kembali gambaran azab itu kepada mereka, maka kelak mereka benar-benar akan melihat azab itu datang akibat kekafiran mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
180 37:180
سُبْحٰنَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَۚ
Subḥāna rabbika rabbil-‘izzati ‘ammā yaṣifūn(a).
"Maha Suci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan dari apa yang mereka sifatkan."
Makna & Renungan Singkat
Mahasuci Tuhanmu, Pemilik kemuliaan yang hakiki, Tuhan Yang Mahaperkasa lagi suci dari sifat tidak baik yang mereka katakan dan nisbatkan kepada-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
181 37:181
وَسَلٰمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَۚ
Wa salāmun ‘alal-mursalīn(a).
"Selamat sejahtera bagi para rasul."
Makna & Renungan Singkat
Dan Allah menyampaikan ucapan selamat sejahtera bagi para rasul pembawa risalah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
182 37:182
وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ࣖ
Wal-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn(a).
"Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."
Makna & Renungan Singkat
Dan ungkapan yang pantas ditujukan kepada Allah adalah pengakuan bahwa segala puji hanya layak bagi Allah Tuhan seluruh alam. Dia Mahakuasa, Maha Esa, dan Mahaperkasa. Dia menolong hamba-Nya yang berhak dan menyiksa siapa saja yang menentang risalah-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan