Murottal Lengkap Surat At-Tur Misyari Rasyid Al-Afasi
Dengarkan lantunan merdu seluruh ayat Surat At-Tur secara berkesinambungan.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
52:1
وَالطُّوْرِۙ
Waṭ-ṭūr(i).
"Demi gunung (Sinai),"
Makna & Renungan Singkat
Surah až-Žàriyàt ditutup dengan penegasan jatuhnya ancaman Allah bagi mereka yang kafir. Surah at-Tùr diawali dengan kepastian jatuhnya azab bagi mereka yang mengingkari ayat-ayat Allah. Penegasan tentang kepastian azab ini diawali dengan sumpah-sumpah Allah. Demi gunung Sinai yang menjadi lokasi Nabi Musa menerima Taurat,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(Azab Tuhanmu terjadi) pada hari (ketika) mereka dicampakkan ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya."
Makna & Renungan Singkat
Datangnya azab kepada para pengingkar itu adalah suatu kepastian. Pada hari ketika siksa itu tiba, mereka didorong oleh para malaikat ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya sehingga mereka masuk ke dalamnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Begitu masuk neraka, para pengingkar itu mendapat ejekan dan kecaman. “Kamu sudah merasakan sendiri pedihnya azab neraka yang dauhlu kamu ingkari, maka dengan demikian, apakah neraka ini hanya merupakan sihir yang mengelabui mata ataukah kamu memang tidak melihat sehingga kamu akan terus mengingkari keberadaannya?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Masuklah ke dalamnya (dan rasakan panas apinya)! Baik kamu bersabar atau tidak, sama saja (tidak ada manfaatnya)bagimu. Sesungguhnya kamu hanya diberi balasan atas apa yang telah kamu kerjakan."
Makna & Renungan Singkat
Wahai para pengingkar, masuklah ke dalamnya dan rasakanlah panas apinya; maka baik kamu bersabar atas pedihnya siksa neraka itu atau tidak bersabar atasnya, keduanya akan sama saja akibatnya bagimu. Tetapi, ketahuilah bahwa Allah tidak menganiaya kamu dengan siksa itu. Sesungguhnya kamu hanya diberi balasan yang setimpal atas apa yang telah kamu kerjakan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan."
Makna & Renungan Singkat
Beralih dari penjelasan tentang azab bagi para pengingkar ayat-ayat Allah, pada ayat-ayat berikut Allah menjelaskan kenikmatan bagi mereka yang bertakwa. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa dan terus beribadah serta melakukan kebajikan, mereka itu berada dalam surga yang indah dan penuh kenikmatan ukhrawi yang tidak terlukiskan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Fākihīna bimā ātāhum rabbuhum, wa waqāhum rabbuhum ‘ażābal-jaḥīm(i).
"Mereka bersuka ria dengan apa yang Tuhan anugerahkan kepada mereka. Tuhan menjaga mereka dari azab (neraka) Jahim."
Makna & Renungan Singkat
Di surga itu mereka selalu bersuka ria dan berbahagia dengan apa yang diberikan Tuhan Yang Maha Pengasih kepada mereka; dan selain itu, Tuhan Yang Maha Pemberi senantiasa memelihara mereka dari azab neraka yang panas dan pedihnya tidak terkira.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(Dikatakan kepada mereka,) “Makan dan minumlah dengan nikmat sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan!”"
Makna & Renungan Singkat
Allah menyediakan di surga beragam makanan yang lezat dan minuman yang menyegarkan. Kemudian dikatakan kepada mereka yang bertakwa, “Makan dan minumlah dengan rasa nikmat semua yang sudah disediakan. Ini semua sebagai balasan dari apa, yaitu kebajikan, yang telah kamu kerjakan di dunia dengan ikhlas demi mengharap rida Allah.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Muttaki'īna ‘alā sururim maṣfūfah(tin), wa zawwajnāhum biḥūrin ‘īn(in).
"Mereka bertelekan di atas dipan-dipan yang tersusun dan Kami menganugerahkan kepada mereka pasangan, yaitu bidadari yang bermata indah."
Makna & Renungan Singkat
Saat menikmati anugerah Allah itu, mereka duduk dengan nyaman sambil bersandar di atas dipan-dipan yang tersusun dengan indah dan rapi. Kami anugerahi mereka berbagai kenikmatan yang sempurna dan Kami berikan pula kepada mereka pasangan berupa bidadari yang bermata indah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wal-lażīna āmanū wattaba‘athum żurriyyatuhum bi'īmānin alḥaqnā bihim żurriyyatahum wa mā alatnāhum min ‘amalihim min syai'(in), kullumri'im bimā kasaba rahīn(un).
"Orang-orang yang beriman dan anak cucunya mengikuti mereka dalam keimanan, Kami akan mengumpulkan anak cucunya itu dengan mereka (di dalam surga). Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya."
Makna & Renungan Singkat
Di surga Allah akan mempertemukan orang tua dengan keturunannya yang seiman. Dan orang-orang yang beriman dan mendapat balasan surga, beserta anak cucu mereka atau ibu bapak mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, walaupun derajat keimanannya tidak serupa, akan Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka di surga sebagai anugerah atas ketakwaan mereka, dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal kebajikan yang telah mereka perbuat di dunia. Setiap orang terikat dan akan bertanggung jawab dengan apa yang dikerjakannya, dan dia tidak akan dihukum karena dosa orang lain.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Yatanāza‘ūna fīhā ka'sal lā lagwun fīhā wa lā ta'ṡīm(un).
"Di dalam (surga) itu mereka saling mengulurkan gelas (yang isinya) tidak (menimbulkan) ucapan atau sikap yang tidak berfaedah dan tidak pula (menimbulkan) perbuatan dosa."
Makna & Renungan Singkat
Di dalam surga itu mereka bersuka ria dan merasakan kegembiraan yang tiada habis. Mereka saling mengulurkan gelas yang isinya minuman yang tidak memabukkan dan tidak pula menyebabkan munculnya ucapan yang tidak berfaedah ataupun perbuatan dosa seperti halnya minuman keras di dunia.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa yaṭūfu ‘alaihim gilmānul lahum ka'annahum lu'lu'um maknūn(un).
"Di sekitar mereka ada anak-anak muda belia berkeliling untuk (melayani) mereka, seakan-akan (anak muda belia) itu bagaikan mutiara yang tersimpan."
Makna & Renungan Singkat
Dan di surga itu, di sekitar mereka ada pelayan berupa anak-anak muda yang berkeliling untuk melayani keperluan mereka. Para pemuda itu tampak tampan dan berpakaian rapi seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan di tempat yang terjaga.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain saling bertegur sapa."
Makna & Renungan Singkat
Orang-orang bertakwa itu sangat menikmati anugerah Allah, dan sebagian mereka berhadap-hadapan satu sama lain untuk bercengkerama dan saling bertegur sapa dalam keriangan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Mereka berkata, “Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami, adalah orang yang takut (ditimpa azab Allah)."
Makna & Renungan Singkat
Ketika para penghuni surga ditanya tentang sikap dan perbuatan apa yang membuat mereka mendapat ganjaran surga, dengan serentak mereka berkata, “Sesungguhnya kami di dunia dahulu, sewaktu kami masih berada di tengah-tengah keluarga, kami selalu merasa takut akan diazab di neraka, karena itu kami selalu melakukan kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Allah menganugerahkan karunia kepada kami dan menjaga kami dari azab neraka."
Makna & Renungan Singkat
Sebagai rahmat dari dari Allah, maka Allah sesuai dengan janji-Nya memberikan karunia surga kepada kami dan senantiasa memelihara kami dari azab neraka yang tidak terkirakan pedihnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Innā kunnā min qablu nad‘ūh(u), innahū huwal-barrur-raḥīm(u).
"Sesungguhnya kami menyembah-Nya sejak dahulu. Sesungguhnya hanya Dialah Yang Maha Luas kebajikan-Nya lagi Maha Penyayang.”"
Makna & Renungan Singkat
Sesungguhnya kami sebelum menerima anugerah ini selalu menyembah dan berdoa kepada-Nya sejak di dunia dahulu. Tuhan telah mengabulkan doa kami. Sesungguhnya hanya Dialah Yang Maha Melimpahkan kebaikan kepada orang yang bertakwa, lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Fa żakkir famā anta bini‘mati rabbika bikāhiniw wa lā majnūn(in).
"(Wahai Nabi Muhammad,) teruslah menyampaikan peringatan karena berkat nikmat Tuhanmulah, engkau bukan seorang tukang tenung dan bukan pula orang gila!"
Makna & Renungan Singkat
Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk melanjutkan dak-wahnya, “Bila kesudahan manusia itu sesuai amal dan perbuatan masing-masing, maka peringatkanlah orang-orang kafir itu karena dengan nikmat dari Tuhanmu, engkau bukanlah seorang tukang tenung, seperti tuduhan mereka, yang menyampaikan berita gaib tanpa dasar yang jelas, dan engkau bukan pula orang gila yang berpikiran kacau.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Am yaqūlūna syā‘irin natarabbaṣu bihī raibal-manūn(i).
"Bahkan, mereka (orang musyrik Makkah) berkata, “Dia (Nabi Muhammad) adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya.”"
Makna & Renungan Singkat
Tidak hanya menuduhmu tukang tenung dan orang gila, bahkan mereka yang kafir itu juga berkata, “Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan, seperti musibah atau kematian, menimpanya.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Qul tarabbaṣū fa innī ma‘akum minal-mutarabbiṣīn(a).
"Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tunggulah! Sesungguhnya aku pun termasuk orang yang sedang menunggu bersamamu.”"
Makna & Renungan Singkat
Allah tidak memerintahkan Nabi Muhammad untuk menanggapi tuduhan orang kafir yang tidak berdasar itu. Dia berfirman, “Katakanlah kepada mereka, ‘Wahai orang kafir, tunggulah ketetapan Allah atasmu! Sesungguhnya aku pun termasuk orang yang sedang menunggu bersama kamu datangnya ketetapan Allah itu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Am ta'muruhum aḥlāmuhum bihāżā am hum qaumun ṭāgūn(a).
"Apakah mereka diperintah oleh pikiran-pikiran mereka untuk mengucapkan (tuduhan-tuduhan) ini atau apakah mereka kaum yang melampaui batas?"
Makna & Renungan Singkat
Tuduhan-tuduhan orang-orang kafir itu tidak berdasar. Apakah mereka diperintah oleh pikiran-pikiran mereka yang sesat untuk mengucapkan tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar ini ataukah mereka memang kaum yang melampaui batas kewajaran sehingga tidak segan melancarkan tuduhan negatif itu?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Bahkan, apakah mereka (juga) berkata, “Dia (Nabi Muhammad) mereka-rekanya?” Tidak! Merekalah yang tidak beriman."
Makna & Renungan Singkat
Ataukah mereka juga menuduhnya menggubah Al-Qur’an, dengan berkata, “Dia telah mereka-rekanya dengan pikirannya sendiri dan mengklaimnya sebagai wahyu Allah.” Tidak! Semua yang mereka katakan itu tidaklah benar! Sesungguhnya merekalah yang tidak beriman kepada ajaran Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Cobalah mereka membuat yang semisal dengannya (Al-Qur’an) jika mereka orang-orang benar."
Makna & Renungan Singkat
Bila orang-orang kafir itu bersikukuh dengan tuduhannya tentang Al-Qur’an, maka cobalah mereka, baik secara sendiri maupun berkelompok, membuat karya yang semisal dengannya, jika mereka memang merupakan orang-orang yang benar dalam tuduhan dan penilaiannya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Am khuliqū min gairi syai'in am humul-khāliqūn(a).
"Apakah mereka tercipta tanpa asal-usul ataukah mereka menciptakan (diri mereka sendiri)?"
Makna & Renungan Singkat
Usai memberi bantahan atas tuduhan orang-orang musyrik, Allah lalu memberi bantahan atas keyakinan mereka. Allah berfirman, “Atau apakah mereka tercipta tanpa asal-usul yang jelas, ataukah mereka yang menciptakan diri mereka sendiri sehingga tidak mau mengakui Allah sebagai Pencipta?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Am khalaqus-samāwāti wal-arḍ(a), bal lā yūqinūn(a).
"Apakah mereka menciptakan langit dan bumi? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan)."
Makna & Renungan Singkat
Ataukah mereka enggan beriman karena merasa telah menciptakan langit dan bumi yang demikian indah dan rapi? Sebenarnya mereka sendiri tidak meyakini apa yang mereka katakan, karena mereka memang tidak mengetahuinya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Am ‘indahum khazā'inu rabbika am humul-musaiṭirūn(a).
"Apakah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu ataukah mereka yang berkuasa?"
Makna & Renungan Singkat
Ataukah mereka ingkar karena merasa bahwa di sisi mereka ada per-bendaharaan Tuhanmu, wahai Nabi Muhammad, ataukah mereka yang berkuasa mengatur dan menggunakan perbendaharan Allah dengan semaunya sehingga mereka menolak risalahmu dan menuduhmu dengan ungkapan yang merendahkan?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Am lahum sullamuy yastami‘ūna fīh(i), falya'ti mustami‘uhum bisulṭānim mubīn(in).
"Apakah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan (hal-hal yang gaib)? Hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka itu datang membawa keterangan yang nyata."
Makna & Renungan Singkat
Atau apakah mereka, yaitu orang-orang musyrik, mempunyai tangga menuju langit untuk mendengarkan hal-hal gaib? Bila demikian maka hendaklah orang yang mendengarkan berita gaib di antara mereka itu datang dengan membawa keterangan yang nyata yang didengarnya. Pasti tidak akan ada yang tampil untuk mengungkapkannya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Apakah (pantas) bagi-Nya anak-anak perempuan, sedangkan untuk kamu anak-anak laki-laki?"
Makna & Renungan Singkat
Allah mengecam kaum musyrik yang meyakini Dia punya anak perempuan, yaitu para malaikat, “Ataukah pantas bila kalian mengatakan bahwa untuk Dia Yang Maha Esa itu anak-anak perempuan seperti yang kamu yakini, sedangkan untuk kamu anak-anak laki-laki? Sungguh, itu semua merupakan anggapan yang sangat keji dan keliru.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Am tas'aluhum ajran fahum mim magramim muṡqalūn(a).
"Apakah engkau (Nabi Muhammad) meminta imbalan kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan utang?"
Makna & Renungan Singkat
Allah lalu mengajak bicara Nabi Muhammad, “Ataukah keengganan kaum musyrik untuk beriman adalah karena engkau meminta imbalan kepada mereka saat menyampaikan dakwah sehingga mereka dibebani de-ngan utang? Tentu tidak. Engkau tidak pernah meminta upah pada mereka atas dakwahmu.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Apakah mereka mempunyai (pengetahuan) tentang yang gaib, lalu mereka menuliskannya?"
Makna & Renungan Singkat
Ataukah mereka menolak beriman karena di sisi mereka mempunyai pengetahuan tentang yang gaib, lalu dengan pengetahuan itu mereka ingin menguasai segala hal dan menuliskannya untuk yang lain?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Am yurīdūna kaidā(n), fal-lażīna kafarū humul-makīdūn(a).
"Apakah mereka hendak melakukan tipu daya? Justru orang-orang yang kufur itulah yang terkena tipu daya."
Makna & Renungan Singkat
Ataukah mereka dengan segala tindakan itu hendak melakukan tipu daya untuk memadamkan cahaya Ilahi? Sungguh, tipu daya mereka betapapun rapi dan kuat, pasti tidak akan berhasil. Tetapi, orang-orang yang kafir itu akan merasakan akibatnya karena justru merekalah yang terkena dampak buruk dari tipu daya mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Am lahum ilāhun gairullāh(i), subḥānallāhi ‘ammā yusyrikūn(a).
"Apakah mereka mempunyai tuhan selain Allah? Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan."
Makna & Renungan Singkat
Ataukah penolakan itu karena mereka mempunyai tuhan yang berkuasa selain Allah, yang melarang mereka untuk mempercayaimu, wahai Nabi Muhammad? Sungguh, tidak ada tuhan selain Dia, dan Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan, apa pun bentuknya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa iy yarau kisfam minas-samā'i sāqiṭay yaqūlū saḥābum markūm(un).
"Jika mereka melihat gumpalan-gumpalan awan berjatuhan dari langit, mereka berkata, “Itu adalah awan yang bertumpuk-tumpuk (yang akan menurunkan hujan).”"
Makna & Renungan Singkat
Ayat-ayat berikut menerangkan keingkaran dan sikap kaum musyrik yang melampaui batas. Dan jika mereka melihat dengan mata kepala sendiri gumpalan-gumpalan awan berjatuhan dari langit ke bumi, mereka akan memandang remeh dan berkata, “Itu adalah awan yang bertumpuk-tumpuk sehingga membentuk butir-butir hujan yang tidak membahayakan.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Biarkanlah mereka (dalam kesesatan) hingga mereka menemui hari (yang dijanjikan kepada) mereka yang pada hari itu mereka dibinasakan,"
Makna & Renungan Singkat
Karena mereka meremehkan hal itu, maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya, wahai Nabi Muhammad, hingga mereka menemui hari jatuhnya ancaman yang dijanjikan kepada mereka. Pada hari itu, hari kiamat, mereka pasti dibinasakan sebagai balasan atas keingkaran mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Yauma lā yugnī ‘anhum kaiduhum syai'aw wa lā hum yunṣarūn(a).
"(yaitu) pada hari (ketika) tipu daya mereka tidak berguna sedikit pun bagi mereka dan mereka tidak akan diberi pertolongan."
Makna & Renungan Singkat
Balasan itu datang pada hari ketika tipu daya yang mereka upayakan tidak berguna sedikit pun bagi mereka, dan pada hari itu mereka juga tidak akan diberi pertolongan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa inna lil-lażīna ẓalamū ‘ażāban dūna żālika wa lākinna akṡarahum lā ya‘lamūn(a).
"Sesungguhnya bagi orang-orang yang zalim ada azab selain itu, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui."
Makna & Renungan Singkat
Azab yang dikemukakan pada ayat sebelumnya diberikan kepada orang yang ingkar, dan sesungguhnya bagi orang-orang yang zalim, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain, masih ada azab selain yang sudah disebutkan itu. Tetapi, sayangnya kebanyakan di antara mereka tidak mengetahui.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Waṣbir liḥukmi rabbika fa innaka bi'a‘yuninā wa sabbiḥ biḥamdi rabbika ḥīna taqūm(u).
"Bersabarlah (Nabi Muhammad) menunggu ketetapan Tuhanmu karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami! Bertasbihlah seraya bertahmid (memuji) Tuhanmu ketika engkau bangun!"
Makna & Renungan Singkat
Wahai Nabi Muhammad, hendaklah engkau mengetahui keadaan mereka yang seperti itu, dan bersabarlah menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau selalu berada dalam pengawasan dan pemeliharaan Kami. Berzikir dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika engkau bangun pagi untuk melakukan kegiatan duniawi atau ukhrawi.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Bertasbihlah kepada-Nya pada sebagian malam dan pada waktu terbenamnya bintang-bintang (waktu fajar)."
Makna & Renungan Singkat
Dan selain itu, pada sebagian malam, ketika kebanyakan orang tidur, dekatkanlah dirimu kepada Allah, bertasbihlah kepada-Nya, dan berzikir serta bertasbihlah pada waktu terbenamnya bintang-bintang pada waktu fajar.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Surat Ath Thuur terdiri atas 49 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat As Sajdah. Dinamai Ath Thuur (Bukit) diambil dari perkataan Ath Thuur yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Yang dimaksud dengan bukit di sini ialah bukit Thursina yang terletak di semenanjung Sinai, tempat Nabi Musa menerima wahyu dari Tuhannya.
Rujukan Mushaf & Terjemahan: Standar Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) 2019 dan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ).
Rujukan Tafsir Ringkas: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, dikumpulkan melalui proyek data terbuka gadingnst/quran-api. Sebagian kecil ayat (11 dari 6.236) belum menampilkan tafsir ringkas karena data sumber tidak lengkap.
🌱 Doa & Renungan Terkait
Perkuat pemahaman ayat dengan doa dan amalan yang sejalan: