Daftar

Az-Zariyat

Angin yang Menerbangkan · 60 ayat · Mekah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
1 51:1
وَالذّٰرِيٰتِ ذَرْوًاۙ
Waż-żāriyāti żarwā(n).
"Demi (angin) yang menerbangkan debu,"
Makna & Renungan Singkat
Surah yang lalu diakhiri dengan penjelasan tentang hari Kebangkitan yang pada saat itu akan terbukti ancaman-ancaman Allah yang telah diungkapkan sebelumnya. Oleh karena itu sangat tepat ketika surah ini dimulai dengan kalimat-kalimat yang mengukuhkan ancaman tersebut. Pengukuhan itu diungkapkan dengan sumpah-Nya bahwa semua yang diperingatkan itu pasti akan terbukti. :”Demi angin kencang yang menerbangkan debu dengan tiupannya yang sangat kuat dan dahsyat,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
2 51:2
فَالْحٰمِلٰتِ وِقْرًاۙ
Fal-ḥāmilāti wiqrā(n).
"demi (awan) yang mengandung muatan (hujan),"
Makna & Renungan Singkat
dan demi awan yang gumpalannya mengandung banyak air hujan yang menyuburkan tanah,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
3 51:3
فَالْجٰرِيٰتِ يُسْرًاۙ
Fal-jāriyāti yusrā(n).
"demi (kapal-kapal) yang melaju (di atas air) dengan mudah,"
Makna & Renungan Singkat
dan demi kapal-kapal yang berlayar dengan membawa segala keperluan ke seluruh penjuru dengan mu-dah karena tiupan angin yang kuat,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
4 51:4
فَالْمُقَسِّمٰتِ اَمْرًاۙ
Fal-muqassimāti amrā(n).
"dan demi (malaikat-malaikat) yang membagi-bagi segala urusan,"
Makna & Renungan Singkat
dan demi malaikat-malaikat yang membagi-bagi urusan yang diamanahkan kepada mereka, seperti menurunkan hujan, membagi rezeki, dan lainnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
5 51:5
اِنَّمَا تُوْعَدُوْنَ لَصَادِقٌۙ
Innamā tū‘adūna laṣādiq(un).
"sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti benar"
Makna & Renungan Singkat
Sungguh, apa saja yang telah dijanjikan kepadamu, seperti kebangkitan manusia setelah kematiannya, perhitungan di akhirat nanti pasti benar adanya,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
6 51:6
وَّاِنَّ الدِّيْنَ لَوَاقِعٌۗ
Wa innad-dīna lawāqi‘(un).
"dan sesungguhnya pembalasan pasti terjadi."
Makna & Renungan Singkat
dan sungguh, hari pembalasan seperti yang telah diingatkan oleh-Nya melalui para rasul pasti terjadi, dan tidak satu pun di antara manusia yang dapat menghindarinya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
7 51:7
وَالسَّمَاۤءِ ذَاتِ الْحُبُكِۙ
Was-samā'i żātil-ḥubuk(i).
"Demi langit yang mempunyai jalan-jalan yang kukuh,"
Makna & Renungan Singkat
Melanjutkan sumpah-Nya, ”Demi langit yang mempunyai jalan-jalan yang merupakan garis edar atau orbit yang teratur sebagai arah dari pergerakan semua benda langit, seperti bumi, bintang-bintang, planet-planet, dan galaksi-galaksi.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
8 51:8
اِنَّكُمْ لَفِيْ قَوْلٍ مُّخْتَلِفٍۙ
Innakum lafī qaulim mukhtalif(in).
"sesungguhnya kamu benar-benar dalam keadaan berselisih."
Makna & Renungan Singkat
”Sungguh,wahai orang-orang musyrik kamu benar-benar dalam keadaan berbeda-beda pendapat, tentang Nabi Muhammad dan Al-Qur’an." Di antara mereka ada yang menganggap beliau sebagai tukang sihir, ada yang mengatakan bahwa ia adalah ahli syair, dan ada pula yang meng-anggapnya gila. Sedang mengenai Al-Qur’an, ada yang menyebutnya sebagai dongeng tentang kisah masa lalu, ada yang menilainya sebagai kitab syair, dan ada pula yang menganggapnya sebagai mantra sihir.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
9 51:9
يُّؤْفَكُ عَنْهُ مَنْ اُفِكَۗ
Yu'faku ‘anhu man ufik(a).
"Telah dijauhkan darinya (Al-Qur’an dan Rasul) orang yang dipalingkan."
Makna & Renungan Singkat
Dengan sifat dan sikap yang ingkar dari orang-orang musyrik tersebut, mereka semakin dipalingkan darinya, yaitu dari Al-Qur’an dan Rasul, sehingga mereka semakin jauh dan benar-benar sebagai orang yang dipalingkan dari jalan yang lurus karena keingkaran hatinya sehingga lebih mengedepankan bisikan nafsunya ketimbang tuntunan Allah dan Rasul-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
10 51:10
قُتِلَ الْخَرَّاصُوْنَۙ
Qutilal-kharrāṣūn(a).
"Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta,"
Makna & Renungan Singkat
Binasa dan terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta dan sering berbicara dengan tanpa dasar sehingga menyesatkan orang,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
11 51:11
الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ غَمْرَةٍ سَاهُوْنَۙ
Allażīna hum fī gamratin sāhūn(a).
"(yaitu) orang-orang yang terbenam (dalam kebodohan) lagi lalai (dari urusan akhirat)!"
Makna & Renungan Singkat
mereka yang berperilaku demikian yaitu orang-orang yang terbenam dalam ke-sesatan, kebodohan dan sering kali berada dalam kelalaian, sehingga tidak memperhatikan bukti-bukti tentang kekuasaan Allah dan petunjuk-petunjuk-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
12 51:12
يَسْـَٔلُوْنَ اَيَّانَ يَوْمُ الدِّيْنِۗ
Yas'alūna ayyāna yaumud-dīn(i).
"Mereka bertanya, “Kapankah hari Pembalasan itu?”"
Makna & Renungan Singkat
Para pembohong yang lalai sehingga mereka dikutuk itu memperolok-olokkan dakwah Rasulullah dan cenderung mengingkarinya. Oleh karena itu mereka bertanya yang tujuannya adalah untuk mengejek dan bukan karena tidak tahu. Mereka berkata, “Kapankah datangnya hari pembalasan yang selalu engkau ungkapkan itu?”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
13 51:13
يَوْمَ هُمْ عَلَى النَّارِ يُفْتَنُوْنَ
Yauma hum ‘alan-nāri yuftanūn(a).
"(Hari Pembalasan terjadi) pada hari (ketika) mereka diazab dalam api neraka."
Makna & Renungan Singkat
Dalam rangka merespon olok-olok mereka, maka Allah berkata kepada Nabi Muhammad untuk menjawab bahwa hari pembalasan itu akan terjadi pada hari ketika mereka diazab di dalam api neraka sebagai hukuman dari keingkaran mereka terhadap ajaran-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
14 51:14
ذُوْقُوْا فِتْنَتَكُمْۗ هٰذَا الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تَسْتَعْجِلُوْنَ
Żūqū fitnatakum, hāżal-lażī kuntum bihī tasta‘jilūn(a).
"(Dikatakan kepada mereka,) “Rasakanlah azabmu! Inilah azab yang dahulu kamu minta agar disegerakan.”"
Makna & Renungan Singkat
Setelah para pembohong mendapatkan hukumannya, maka kemudian dikatakan kepada mereka, “Rasakanlah azabmu yang ditimpakan kepada kamu ini. Inilah azab yang dahulu ketika hidup di dunia tidak kamu percayai dan minta agar disegerakan datangnya.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
15 51:15
اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍۙ
Innal-muttaqīna fī jannātiw wa ‘uyūn(in).
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam (surga yang penuh) taman-taman dan mata air."
Makna & Renungan Singkat
Pada ayat yang lalu dijelaskan tentang balasan bagi orang-orang yang durhaka, maka pada ayat-ayat berikut ini diterangkan tentang ganjaran bagi mereka yang bertakwa. ”Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa dan selalu melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larang-an-Nya akan diberi ganjaran yang baik dan berada di dalam taman-taman, yaitu surga yang indah, menyenangkan, dan selain itu mereka juga berada di mata air yang jernih lagi sejuk menyegarkan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
16 51:16
اٰخِذِيْنَ مَآ اٰتٰىهُمْ رَبُّهُمْ ۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُحْسِنِيْنَۗ
Ākhiżīna mā ātāhum rabbuhum, innahum kānū qabla żālika muḥsinīn(a).
"(Di surga) mereka dapat mengambil apa saja yang dianugerahkan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat kebaikan."
Makna & Renungan Singkat
Mereka sangat menikmati ganjaran ini dan mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Orang-orang yang bertakwa itu mendapat anugerah yang membahagiakan ini karena sesungguhnya mereka sebelum itu, yakni saat kehidupannya di dunia adalah orang-orang yang selalu tekun beribadah dan berbuat baik kepada sesama dengan tujuan untuk mendapatkan rida-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
17 51:17
كَانُوْا قَلِيْلًا مِّنَ الَّيْلِ مَا يَهْجَعُوْنَ
Kānū qalīlam minal-laili mā yahja‘ūn(a).
"Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam;"
Makna & Renungan Singkat
Mereka, orang-orang yang bertakwa itu, sedikit sekali tidur pada waktu malam,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
18 51:18
وَبِالْاَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ
Wa bil-asḥāri hum yastagfirūn(a).
"dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah)."
Makna & Renungan Singkat
sebagian waktunya dipergunakan untuk melakukan kebaikan dan ibadah kepada Tuhannya, dan pada akhir malam, setelah melaksanakan salat tahajud mereka melanjutkan dengan zikir dan memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun kepada semua makhluk-Nya yang bertobat.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
19 51:19
وَفِيْٓ اَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّاۤىِٕلِ وَالْمَحْرُوْمِ
Wa fī amwālihim ḥaqqul lis-sā'ili wal-maḥrūm(i).
"Pada harta benda mereka ada hak bagi orang miskin yang meminta dan yang tidak meminta."
Makna & Renungan Singkat
Orang-orang yang bertakwa itu selalu taat dalam melaksanakan ajaran Allah, dan mereka juga menyadari bahwa pada harta benda yang mereka miliki sesungguhnya ada hak yang mesti dikeluarkan, baik berupa zakat maupun sedekah, untuk orang miskin yang meminta bantuan dan orang miskin yang tidak mengulurkan tangan untuk meminta kepada orang lain.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
20 51:20
وَفِى الْاَرْضِ اٰيٰتٌ لِّلْمُوْقِنِيْنَۙ
Wa fil-arḍi āyātul lil-mūqinīn(a).
"Di bumi terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang yakin."
Makna & Renungan Singkat
dan selain itu di bumi juga terdapat tanda-tanda kebesaran-Nya. Namun semuanya itu hanya dapat dipahami bagi orang-orang yang yakin,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
21 51:21
وَفِيْٓ اَنْفُسِكُمْ ۗ اَفَلَا تُبْصِرُوْنَ
Wa fī anfusikum, afalā tubṣirūn(a).
"(Begitu juga ada tanda-tanda kebesaran-Nya) pada dirimu sendiri. Maka, apakah kamu tidak memperhatikan?"
Makna & Renungan Singkat
dan di samping itu, sesungguhnya keagungan Allah juga banyak ditemukan pada dirimu sendiri. Sesudah dipahami semua tanda-tanda itu, maka apakah kamu tetap lalai dan tidak memperhatikan semua yang dapat disaksikan itu?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
22 51:22
وَفِى السَّمَاۤءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوْعَدُوْنَ
Wa fis-samā'i rizqukum wa mā tū‘adūn(a).
"Di langit terdapat pula (hujan yang menjadi sebab) rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu."
Makna & Renungan Singkat
dan di langit yang sangat luas itu terdapat pula sebab-sebab datangnya rezekimu seperti cahaya matahari yang menerangi jagat, hujan yang menyuburkan tanah, angin yang bertiup sepoi-sepoi dan selain itu terdapat pula apa yang telah dijanjikan Allah melalui Rasul-Nya kepadamu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
23 51:23
فَوَرَبِّ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ اِنَّهٗ لَحَقٌّ مِّثْلَ مَآ اَنَّكُمْ تَنْطِقُوْنَ ࣖ
Fa wa rabbis-samā'i wal-arḍi innahū laḥaqqum miṡla mā annakum tanṭiqūn(a).
"Maka, demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya (apa yang dijanjikan kepadamu itu) pasti akan nyata seperti (halnya) kamu berucap."
Makna & Renungan Singkat
Setelah menyadari semua kenikmatan itu, maka demi Tuhan Pencipta langit dan bumi, sungguh, apa yang dijanjikan dan yang sering kamu ingkari itu, seperti keniscayaan Kiamat, hari perhitungan, balasan surga, dan azab neraka pasti benar-benar terjadi seperti apa yang telah kamu ucapkan memang benar terjadi dan tidak seorang pun mengingkarinya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
24 51:24
هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ ضَيْفِ اِبْرٰهِيْمَ الْمُكْرَمِيْنَۘ
Hal atāka ḥadīṡu ḍaifi ibrāhīmal-mukramīn(a).
"Sudahkah sampai kepadamu (Nabi Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan?"
Makna & Renungan Singkat
Pada ayat-ayat yang lalu dijelaskan tentang keingkaran orang-orang musyrik dan ancaman Allah terhadap mereka yang pasti akan terjadi. Sedang pada ayat-ayat berikut diterangkan tentang perlakuan Allah terhadap utusan-Nya yang terpilih, yaitu Nabi Ibrahim dengan cara yang berbeda dari kebiasaan pada umumnya. Ayat-ayat ini diawali dengan pertanyaan untuk menarik minat mitra bicara dalam dialognya. "Sudahkah sampai kepadamu wahai Nabi Muhammad cerita tamu terhormat dari Nabi Ibrahim yang sesungguhnya merupakan malaikat-malaikat yang dimuliakan Allah?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
25 51:25
اِذْ دَخَلُوْا عَلَيْهِ فَقَالُوْا سَلٰمًا ۗقَالَ سَلٰمٌۚ قَوْمٌ مُّنْكَرُوْنَ
Iż dakhalū ‘alaihi fa qālū salāmā(n), qāla salām(un), qaumum munkarūn(a).
"(Cerita itu bermula) ketika mereka masuk (bertamu) kepadanya, lalu mengucapkan, “Salam.” Ibrahim menjawab, “Salam.” (Mereka) adalah orang-orang yang belum dikenal."
Makna & Renungan Singkat
Sesudah mengemukakan pertanyaan tersebut Allah mengawali kisah ini dengan firman-Nya: Ingatlah, wahai Nabi Muhammad, ketika mereka, yaitu para malaikat itu masuk ke tempatnya, yaitu ke rumah Nabi Ibrahim lalu mengucapkan, “Salàman”, yang maksudnya untuk menyatakan bahwa mereka datang dengan membawa kedamaian dan bukan untuk mengganggu ketenangannya. Ibrahim segera menjawab, “Salàmun”, yang merupakan doa agar kedamaian dan keselamatan selalu tercurah kepada semuanya. Saat menyambut tamunya, Nabi Ibrahim berkata dalam hatinya bahwa mereka itu adalah orang-orang yang belum dikenalnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
26 51:26
فَرَاغَ اِلٰٓى اَهْلِهٖ فَجَاۤءَ بِعِجْلٍ سَمِيْنٍۙ
Farāga ilā ahlihī fa jā'a bi‘ijlin samīn(in).
"Kemudian, dia (Ibrahim) pergi diam-diam menemui keluarganya, lalu datang (kembali) membawa (daging) anak sapi gemuk (yang dibakar)."
Makna & Renungan Singkat
Sesudah Nabi Ibrahim mempersilakan tamunya, maka kemudian dengan diam-diam dia pergi menemui keluarganya, yaitu istrinya untuk menyiapkan jamuan untuk mereka. Kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk yang sudah dibakar,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
27 51:27
فَقَرَّبَهٗٓ اِلَيْهِمْۚ قَالَ اَلَا تَأْكُلُوْنَ
Fa qarrabahū ilaihim, qāla alā ta'kulūn(a).
"Dia lalu menghidangkannya kepada mereka, (tetapi mereka tidak mau makan). Ibrahim berkata, “Mengapa kamu tidak makan?”"
Makna & Renungan Singkat
lalu dihidangkannya hidangan itu kepada mereka, tetapi ternyata mereka tidak mau makan jamuan itu. Segera saja Nabi Ibrahim berkata, “Mengapa tidak kamu makan hidangan ini”.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
28 51:28
فَاَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيْفَةً ۗقَالُوْا لَا تَخَفْۗ وَبَشَّرُوْهُ بِغُلٰمٍ عَلِيْمٍ
Fa aujasa minhum khīfah(tan), qālū lā takhaf, wa basysyarūhu bigulāmin ‘alīm(in).
"Dia (Ibrahim) menyimpan rasa takut terhadap mereka. Mereka berkata, “Janganlah takut!” Mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (akan kelahiran) seorang anak yang sangat berilmu (Ishaq)."
Makna & Renungan Singkat
Ketika Nabi Ibrahim melihat tamunya tidak mau menyentuh makanan yang dihidangkan, maka dia kemudian merasa takut terhadap mereka. Melihat ketakutannya, mereka, yaitu para tamu itu berkata, “Janganlah kamu takut wahai Nabi Ibrahim,” Dan, selanjutnya mereka memberi kabar gembira kepadanya, yaitu dengan akan lahirnya seorang anak yang cerdas dan kelak akan menjadi seorang yang alim yang mendalam pengetahuannya yaitu Ishak.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
29 51:29
فَاَقْبَلَتِ امْرَاَتُهٗ فِيْ صَرَّةٍ فَصَكَّتْ وَجْهَهَا وَقَالَتْ عَجُوْزٌ عَقِيْمٌ
Fa aqbalatimra'atuhū fī ṣarratin fa ṣakkat wajhahā wa qālat ‘ajūzun ‘aqīm(un).
"Istrinya datang sambil berteriak (terperanjat) lalu menepuk-nepuk wajahnya sendiri dan berkata, “(Aku ini) seorang perempuan tua yang mandul.”"
Makna & Renungan Singkat
Ketika mendengar berita yang disampaikan para tamu itu tentang akan lahirnya seorang anak yang alim, maka kemudian istrinya, yaitu Sarah datang memekik dengan tercengang karena heran dan gembira. Namun setelah menyadari keadaan dirinya, ia lalu menepuk wajah-nya sendiri seraya berkata, “Aku ini seorang perempuan tua yang mandul, bagaimana mungkin aku bisa melahirkan anak”.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
30 51:30
قَالُوْا كَذٰلِكِۙ قَالَ رَبُّكِ ۗاِنَّهٗ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ ۔
Qālū każālik(i), qāla rabbuk(i), innahū huwal-ḥakīmul-‘alīm(u).
"Mereka berkata, “Demikianlah Tuhanmu berfirman. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.”"
Makna & Renungan Singkat
Ketika para tamu itu mengetahui keraguan Sarah, maka mereka berkata, “Demikianlah, yaitu seperti yang kami sampaikan Tuhanmu berfirman, dan ketetapan-Nya itu yang kami kabarkan. Sungguh, Dialah sendiri Yang Mahabijaksana dengan menempatkan segala sesuatu pada posisinya dan dalam waktu yang paling tepat, lagi Maha Mengetahui terhadap apa saja yang akan terjadi”.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
31 51:31
۞ قَالَ فَمَا خَطْبُكُمْ اَيُّهَا الْمُرْسَلُوْنَۚ
Qāla famā khaṭbukum ayyuhal-mursalūn(a).
"Dia (Ibrahim) bertanya, “Apa urusan pentingmu, wahai para utusan?”"
Makna & Renungan Singkat
Usai menjelaskan kedatangan para malaikat pemberi kabar gembira kepada Nabi Ibrahim tentang akan lahirnya seorang anak yang alim, pada ayat berikut Allah menerangkan bahwa dengan pengetahuannya sebagai seorang rasul, Nabi Ibrahim menduga para malaikat itu datang dengan tujuan lain. Dia berkata, “Apakah urusanmu yang penting, yang dengannya Allah menugaskanmu untuk datang ke wilayah ini, wahai para utusan yang mulia?”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
32 51:32
قَالُوْآ اِنَّآ اُرْسِلْنَآ اِلٰى قَوْمٍ مُّجْرِمِيْنَۙ
Qālū innā ursilnā ilā qaumim mujrimīn(a).
"Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Lut untuk menyiksanya)"
Makna & Renungan Singkat
Mendapat pertanyaan dari Nabi Ibrahim, mereka menjawab, “Sesungguhnya kami diutus kepada kaum Nabi Lut yang sebagian anggotanya adalah orang yang berdosa dan terang-terangan tanpa malu berbuat homoseksual.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
33 51:33
لِنُرْسِلَ عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِّنْ طِيْنٍۙ
Linursila ‘alaihim ḥijāratam min ṭīn(in).
"agar kami menimpa mereka dengan batu-batu yang berasal dari tanah liat"
Makna & Renungan Singkat
Kami datang agar kami menimpa mereka yang berdosa dengan batu-batu dari tanah yang keras
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
34 51:34
مُّسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ لِلْمُسْرِفِيْنَ
Musawwamatan ‘inda rabbika lil-musrifīn(a).
"yang ditandai oleh Tuhanmu untuk (membinasakan) orang-orang yang melampaui batas.”"
Makna & Renungan Singkat
yang sudah ditandai dari Tuhanmu yang dipersiapkan untuk membinasakan orang-orang yang melampaui batas ajaran-ajaran Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
35 51:35
فَاَخْرَجْنَا مَنْ كَانَ فِيْهَا مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَۚ
Fa akhrajnā man kāna fīhā minal-mu'minīn(a).
"Kami mengeluarkan orang-orang mukmin yang berada di dalamnya (negeri kaum Lut)."
Makna & Renungan Singkat
Allah mengkhususkan azabnya kepada mereka yang melampaui batas, sehingga orang-orang yang telah beriman tidak akan merasakan azab tersebut. Sebelum azab Allah datang, para malaikat memperingatkan mereka, lalu Kami, yakni Allah dan subjek lain yang berperan dalam penyelamatan ini, keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di dalamnya,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
36 51:36
فَمَا وَجَدْنَا فِيْهَا غَيْرَ بَيْتٍ مِّنَ الْمُسْلِمِيْنَۚ
Famā wajadnā fīhā gaira baitim minal-muslimīn(a).
"Kami tidak mendapati di dalamnya, kecuali sebuah rumah dari orang-orang muslim (Lut dan keluarganya)."
Makna & Renungan Singkat
yakni di negeri kaum Lut, itu agar mereka selamat dari bencana yang segera tiba. Maka para malaikat yang Kami utus tidak mendapati di dalamnya, yaitu di negeri tersebut, kecuali sebuah rumah saja dari orang-orang muslim yang beriman dan mengikuti ajaran Nabi Lut.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
37 51:37
وَتَرَكْنَا فِيْهَآ اٰيَةً لِّلَّذِيْنَ يَخَافُوْنَ الْعَذَابَ الْاَلِيْمَۗ
Wa taraknā fīhā āyatal lil-lażīna yakhāfūnal-‘ażābal-alīm(a).
"Kami meninggalkan suatu tanda (kebesaran-Nya di (negeri) itu bagi orang-orang yang takut pada azab yang pedih."
Makna & Renungan Singkat
Kami turunkan azab sebagai peringatan bagi mereka yang ingkar, dan Kami telah tinggalkan pula padanya, yaitu negeri Nabi Lut, suatu tanda yang sangat jelas tentang kebesaran dan kekuasaan Kami. Kami menjadikannya pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab yang pedih.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
38 51:38
وَفِيْ مُوْسٰىٓ اِذْ اَرْسَلْنٰهُ اِلٰى فِرْعَوْنَ بِسُلْطٰنٍ مُّبِيْنٍ
Wa fī mūsā iż arsalnāhu ilā fir‘auna bisulṭānim mubīn(in).
"(Begitu pula Kami meninggalkan) pada Musa (tanda-tanda kekuasaan Allah) ketika Kami mengutusnya kepada Fir‘aun dengan membawa mukjizat yang nyata."
Makna & Renungan Singkat
Usai menceritakan azab yang Allah timpakan kepada kaum Nabi Lut yang ingkar, pada ayat-ayat berikut Allah menyebut kisah umat masa lalu yang mengingkari nabinya. Kisah-kisah itu menunjukkan betapa Allah Mahakuasa, dan pada kisah Nabi Musa juga terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah. Bukti-bukti itu antara lain terlihat ketika Kami mengutusnya kepada Fira‘un, yaitu penguasa Mesir Kuno, dengan membawa tanda kekuasaan Kami, yaitu mukjizat yang nyata dan tidak terbantahkan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
39 51:39
فَتَوَلّٰى بِرُكْنِهٖ وَقَالَ سٰحِرٌ اَوْ مَجْنُوْنٌ
Fa tawallā biruknihī wa qāla sāḥirun au majnūn(un).
"Kemudian, dia (Fir‘aun) bersama bala tentaranya berpaling dan (Fir‘aun) berkata, “(Dia adalah) seorang penyihir atau orang gila.”"
Makna & Renungan Singkat
Fira‘un melihat mukjizat itu, tetapi dia bersama bala tentaranya berpaling dan dengan angkuh menolak ajakan Nabi Musa karena merasa dirinya berkuasa dan memiliki harta berlimpah. Dia berpaling dan berkata, “Dia, yaitu Nabi Musa, adalah seorang pesihir yang tidak mengenal kemampuan orang lain atau orang gila yang berbuat sesuatu tanpa berpikir terlebih dahulu.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
40 51:40
فَاَخَذْنٰهُ وَجُنُوْدَهٗ فَنَبَذْنٰهُمْ فِى الْيَمِّ وَهُوَ مُلِيْمٌۗ
Fa akhażnāhu wa junūdahū fanabażnāhum fil-yammi wa huwa mulīm(un).
"Maka, Kami menghukumnya beserta bala tentaranya, lalu Kami menenggelamkan mereka ke dalam laut dalam keadaan melakukan perbuatan yang tercela."
Makna & Renungan Singkat
Akibat keangkuhan dan penolakan Fira‘un terhadap dakwah Nabi Musa, maka Kami siksa dia beserta bala tentaranya dengan berbagai musibah yang mengerikan, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut bagai barang yang tidak berguna. Kami menenggelamkannya hingga mati dalam keadaan tercela.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
41 51:41
وَفِيْ عَادٍ اِذْ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الرِّيْحَ الْعَقِيْمَۚ
Wa fī ‘ādin iż arsalnā ‘alaihimur-rīḥal-‘aqīm(a).
"(Begitu pula Kami meninggalkan) pada (kaum) ‘Ad (tanda-tanda kekuasaan Allah) ketika Kami mengirim kepada mereka angin yang membinasakan."
Makna & Renungan Singkat
Dan perhatikanlah pula tanda-tanda kekuasaan Kami pada kisah kaum ‘Ad. Ingatlah ketika Kami kirimkan kepada mereka angin beku atau angin panas yang membinasakan mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
42 51:42
مَا تَذَرُ مِنْ شَيْءٍ اَتَتْ عَلَيْهِ اِلَّا جَعَلَتْهُ كَالرَّمِيْمِۗ
Mā tażaru min syai'in atat ‘alaihi illā ja‘alathu kar-ramīm(i).
"(Angin) itu tidak meninggalkan apa pun pada semua yang dilandanya, kecuali menjadikannya bagai tulang yang hancur."
Makna & Renungan Singkat
Saat bertiup, angin itu tidak membiarkan suatu apa pun yang dilandanya tetap seperti kondisinya semula, sesuai dengan ketetapan Allah. Bahkan, apa saja yang diterjang dijadikannya seperti serbuk halus yang diterbangkan angin.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
43 51:43
وَفِيْ ثَمُوْدَ اِذْ قِيْلَ لَهُمْ تَمَتَّعُوْا حَتّٰى حِيْنٍ
Wa fī ṡamūda iż qīla lahum tamatta‘ū ḥattā ḥīn(in).
"(Begitu pula Kami meninggalkan) pada (kaum) Samud (tanda-tanda kekuasaan Allah) ketika dikatakan kepada mereka, “Bersenang-senanglah kamu sampai waktu yang ditentukan!”"
Makna & Renungan Singkat
Dan perhatikanlah pula tanda-tanda kekuasaan Kami pada ki-sah kaum Samud. Ingatlah ketika dikatakan kepada mereka oleh Nabi Saleh,“Bersenang-senanglah kamu sampai waktu yang telah ditentukan oleh Allah”.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
44 51:44
فَعَتَوْا عَنْ اَمْرِ رَبِّهِمْ فَاَخَذَتْهُمُ الصّٰعِقَةُ وَهُمْ يَنْظُرُوْنَ
Fa‘atau ‘an amri rabbihim fa akhażathumuṣ-ṣā‘iqatu wa hum yanẓurūn(a).
"Lalu, mereka bersikap angkuh terhadap perintah Tuhannya. Maka, mereka disambar petir sementara mereka menyaksikan(-nya)."
Makna & Renungan Singkat
Lalu mereka berlaku angkuh dan ingkar terhadap perintah Tuhannya. Mereka bahkan menyembelih unta betina mukjizat Nabi Saleh. Akibat kedurhakaan ini maka mereka disambar oleh petir yang datang dari arah awan hitam. Mereka binasa karenanya, sedang mereka saat itu melihatnya sendiri saat azab itu menimpa.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
45 51:45
فَمَا اسْتَطَاعُوْا مِنْ قِيَامٍ وَّمَا كَانُوْا مُنْتَصِرِيْنَۙ
Famastaṭā‘ū min qiyāmiw wa mā kānū muntaṣirīn(a).
"Mereka sama sekali tidak mampu bangun dan tidak pula mendapat pertolongan."
Makna & Renungan Singkat
Petir itu menyambar dengan dahsyat, maka mereka tidak mampu bangun untuk menyelamatkan diri dan juga tidak mendapat pertolongan dari siapa pun. Itulah kisah umat terdahulu yang durhaka kepada para nabinya,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
46 51:46
وَقَوْمَ نُوْحٍ مِّنْ قَبْلُ ۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا قَوْمًا فٰسِقِيْنَ ࣖ
Wa qauma nūḥim min qabl(u), innahum kānū qauman fāsiqīn(a).
"Sebelum itu (Kami telah membinasakan) kaum Nuh. Sesungguhnya mereka adalah kaum fasik."
Makna & Renungan Singkat
dan sesungguhnya sebelum itu telah Kami binasakan pula kaum Nuh karena keingkaran mereka. Sungguh, mereka semua adalah kaum yang fasik, durhaka, dan enggan beriman.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
47 51:47
وَالسَّمَاۤءَ بَنَيْنٰهَا بِاَيْىدٍ وَّاِنَّا لَمُوْسِعُوْنَ
Was-samā'a banaināhā bi'aidiw wa innā lamūsi‘ūn(a).
"Langit Kami bangun dengan tangan (kekuatan Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskan(-nya)."
Makna & Renungan Singkat
Tidak hanya berkuasa mengazab umat yang durhaka dan ingkar pada ajaran nabi, Allah juga kuasa menciptakan langit dan alam semesta. Dan langit yang terhampar luas di atas kepalamu itu Kami bangun dengan kekuasaan Kami Yang Mahadahsyat dan Mahasempurna, dan Kami benar-benar memiliki kekuasaan yang tidak terbatas sehingga tidak ada yang dapat menghalangi Kami untuk meluaskannya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
48 51:48
وَالْاَرْضَ فَرَشْنٰهَا فَنِعْمَ الْمٰهِدُوْنَ
Wal-arḍa farasynāhā fa ni‘mal-māhidūn(a).
"Bumi Kami hamparkan. (Kami adalah) sebaik-baik Zat yang menghamparkan."
Makna & Renungan Singkat
Dan bumi Kami hamparkan seluas-luasnya untuk menjadi tempat tinggal manusia dan makhluk lain; maka dengan bukti-bukti itu nyatalah bahwa Kami adalah sebaik-baik yang telah menghamparkan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
49 51:49
وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
Wa min kulli syai'in khalaqnā zaujaini la‘allakum tażakkarūn(a).
"Segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah)."
Makna & Renungan Singkat
Dan segala sesuatu di alam semesta telah Kami ciptakan secara berpasang-pasangan untuk saling melengkapi. Yang demikian ini agar kamu selalu mengingat kekuasaan dan kebesaran Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
50 51:50
فَفِرُّوْٓا اِلَى اللّٰهِ ۗاِنِّيْ لَكُمْ مِّنْهُ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌۚ
Fa firrū ilallāh(i), innī lakum minhu nażīrum mubīn(un).
"Maka, (katakanlah kepada mereka, wahai Nabi Muhammad,) “Bersegeralah kembali (taat) kepada Allah. Sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan yang jelas dari-Nya untukmu."
Makna & Renungan Singkat
Wahai manusia, demikian besar kekuasaan Allah, maka segeralah kembali kepada Allah dengan menaati ajaran-Nya dan menunaikan perintah-Nya. Sungguh, aku adalah seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah untuk kepentingan dan kebahagiaanmu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
51 51:51
وَلَا تَجْعَلُوْا مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَۗ اِنِّيْ لَكُمْ مِّنْهُ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ
Wa lā taj‘alū ma‘allāhi ilāhan ākhar(a), innī lakum minhu nażīrum mubīn(un).
"Janganlah kamu mengadakan tuhan lain bersama Allah. Sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah untukmu.”"
Makna & Renungan Singkat
Dan untuk kembali kepada-Nya janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain untuk disembah selain Allah. Sungguh, aku merupakan seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah untuk kebaikan dan kesejahteraanmu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
52 51:52
كَذٰلِكَ مَآ اَتَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ مِّنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا قَالُوْا سَاحِرٌ اَوْ مَجْنُوْنٌ
Każālika mā atal-lażīna min qablihim mir rasūlin illā qālū sāḥirun au majnūn(un).
"Demikianlah setiap kali seorang rasul datang kepada orang-orang sebelumnya, mereka pasti mengatakan, “(Dia itu adalah) penyihir atau orang gila.”"
Makna & Renungan Singkat
Tidak hanya Nabi Muhammad yang didustakan oleh kaumnya yang ingkar, para rasul terdahulu pun menghadapi tentangan kaumnya yang durhaka. Demikianlah sikap orang kafir Mekah; mereka menentang dakwah Nabi Muhammad dan mengatainya sebagai pendusta. Hal yang sama juga terjadi pada masa lalu; setiap kali seorang rasul yang datang untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang sebelum mereka, mereka yang ingkar pasti menolak dan mengingkarinya serta mengatakan, “Dia itu pasti seorang pesihir atau orang gila.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
53 51:53
اَتَوَاصَوْا بِهٖۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُوْنَۚ
Atawāṣau bih(ī), bal hum qaumun ṭāgūn(a).
"Apakah mereka saling menasihati tentang (apa yang dikatakan) itu? (Tidak!) Sebaliknya, mereka adalah kaum yang melampaui batas."
Makna & Renungan Singkat
Sikap kaum kafir Mekah dan umat terdahulu identik, maka muncul pertanyaan apakah mereka pernah saling berpesan melalui kakek moyang tentang apa yang dikatakan itu? Tentu tidak. Mereka tidak saling berpesan, tetapi sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas dan be-nar-benar tidak mau beriman pada dakwah para rasul.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
54 51:54
فَتَوَلَّ عَنْهُمْ فَمَآ اَنْتَ بِمَلُوْمٍ
Fa tawalla ‘anhum famā anta bimalūm(in).
"Berpalinglah dari mereka, maka engkau sama sekali bukan orang yang tercela."
Makna & Renungan Singkat
Wahai Nabi Muhammad, mereka tidak akan berhenti mengingkarimu, maka berpalinglah engkau dari mereka. Biarkan mereka mencercamu, tetapi teruskan perjuanganmu mengajak mereka ke jalan Allah. Dan berkat keteguhan sikapmu dalam berdakwah, engkau sama sekali tidak keliru dan tidak pula tercela karena penolakan dan keingkaran mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
55 51:55
وَذَكِّرْ فَاِنَّ الذِّكْرٰى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِيْنَ
Wa żakkir fa innaż-żikra tanfa‘ul-mu'minīn(a).
"Teruslah memberi peringatan karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin."
Makna & Renungan Singkat
Wahai Nabi Muhammad, dengan anugerah Allah, istikamahlah dalam dakwahmu dan tetaplah memberi peringatan kepada umatmu. Kalau orang-orang kafir itu tidak memperoleh faedah dari dakwahmu akibat penolakan mereka, jangan berputus asa karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin dan hal itu akan selalu menambah keyakinan mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
56 51:56
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
Wa mā khalaqtul-jinna wal-insa illā liya‘budūn(i).
"Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku."
Makna & Renungan Singkat
Allah memerintah Nabi Muhammad beristikamah dalam mengajak umatnya mengesakan Allah karena sesunguhnya itulah tujuan penciptaan. Aku tidak menciptakan jin dan manusia untuk kebaikan-Ku sendiri. Aku tidak menciptakan mereka melainkan agar tujuan hidup mereka adalah beribadah kepada-Ku karena ibadah itu pasti bermanfaat bagi mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
57 51:57
مَآ اُرِيْدُ مِنْهُمْ مِّنْ رِّزْقٍ وَّمَآ اُرِيْدُ اَنْ يُّطْعِمُوْنِ
Mā urīdu minhum mir rizqiw wa mā urīdu ay yuṭ‘imūn(i).
"Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku."
Makna & Renungan Singkat
Aku menciptakan manusia dan jin hanya agar mereka beribadah, bukan agar mereka memberi balasan apa pun kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki atau balasan sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku, seperti halnya mereka memberi sesajian kepada dewa atau tuhan yang mereka sembah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
58 51:58
اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ
Innallāha huwar-razzāqu żul-quwwatil-matīn(u).
"Sesungguhnya Allahlah Maha Pemberi Rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kukuh."
Makna & Renungan Singkat
Sungguh, Allah Mahakuasa dan tidak memerlukan sesuatu dari makhluknya karena Dialah Pemberi rezeki kepada makhluk-Nya, dan Dia juga yang mempunyai kekuatan yang sangat besar lagi sangat kukuh.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
59 51:59
فَاِنَّ لِلَّذِيْنَ ظَلَمُوْا ذَنُوْبًا مِّثْلَ ذَنُوْبِ اَصْحٰبِهِمْ فَلَا يَسْتَعْجِلُوْنِ
Fa inna lil-lażīna ẓalamū żanūbam miṡla żanūbi aṣḥābihim falā yasta‘jilūn(i).
"Sesungguhnya orang-orang yang zalim mendapatkan bagian (azab) seperti bagian teman-teman mereka (dahulu). Maka, janganlah mereka meminta kepada-Ku untuk menyegerakan(-nya)."
Makna & Renungan Singkat
Dengan ajaran yang disampaikan para rasul, Allah menegaskan bahwa siapa saja yang ingkar kepada-Nya maka sungguh mereka diancam dengan azab yang pedih. Karena itu, untuk orang-orang yang zalim dan tidak taat pada tuntunan-Nya pasti akan ada bagian azab seperti bagian teman-teman mereka dari generasi terdahulu yang selalu ingkar; maka janganlah mereka yang durhaka itu meminta kepada-Ku untuk menyegerakan azab yang merupakan hukuman-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan
60 51:60
فَوَيْلٌ لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ يَّوْمِهِمُ الَّذِيْ يُوْعَدُوْنَ ࣖ
Fa wailul lil-lażīna kafarū miy yaumihimul-lażī yū‘adūn(a).
"Celakalah orang-orang yang kufur pada hari yang telah dijanjikan kepada mereka (hari Kiamat)."
Makna & Renungan Singkat
Bila azab Allah datang, maka celakalah orang-orang yang kafir dan mendurhakai-Nya pada hari pembalasan yang telah dijanjikan kepada mereka. Pada saat itu tidak seorang pun dapat menghindarkan diri dari balasan perbuatannya dan tidak ada pula yang dapat menyelamatkannya dari azab tersebut.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bagikan