Innā arsalnā nūḥan ilā qaumihī an anżir qaumaka min qabli ay ya'tiyahum ‘ażābun alīm(un).
"Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan perintah), “Berilah peringatan kepada kaummu sebelum datang azab yang pedih kepadanya!”"
Makna & Renungan Singkat
Pada penutup surah sebelumnya diuraikan tentang ancaman siksa yang akan diterima kaum yang durhaka. Di awal surah ini diuraikan kisah Nabi Nuh dan kaumnya sebagai peringatan bagi siapa saja termasuk kaum musyrik Mekah, apabila durhaka maka bagi Allah mudah untuk mengazabnya. Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya dengan perintah, “Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Dia (Nuh) berkata, “Wahai kaumku, sesungguhnya aku ini adalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan kepadamu,"
Makna & Renungan Singkat
Nabi Nuh melaksanakan perintah Allah tersebut. Dia Nuh berkata, “Wahai kaumku! Sesungguhnya aku ini seorang pemberi peringatan akan azab Allah yang menjelaskan peringatan itu kepada kamu
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(yaitu) sembahlah Allah, bertakwalah kepada-Nya, dan taatlah kepadaku,"
Makna & Renungan Singkat
yaitu sembahlah Allah Yang Esa dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu yang lain, bertakwalah kepada-Nya dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya dan taatlah kepadaku.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Yagfir lakum min żunūbikum wa yu'akhkhirkum ilā ajalim musammā(n), inna ajalallāhi iżā jā'a lā yu'akhkhar(u), lau kuntum ta‘lamūn(a).
"niscaya Dia akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkanmu (memanjangkan umurmu) sampai pada batas waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah itu, apabila telah datang, tidak dapat ditunda. Seandainya kamu mengetahui(-nya).”"
Makna & Renungan Singkat
Kalau kamu lakukan itu semua niscaya Dia akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu yaitu dengan memanjangkan umurmu untuk kemaslahatanmu sampai pada batas waktu yang ditentukan. Sungguh, ketetapan Allah itu apabila telah datang tidak dapat ditunda sedikit pun, seandainya kamu mengetahui hal itu maka tentu kamu akan menjadi orang yang beriman.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Dia (Nuh) berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku siang dan malam,"
Makna & Renungan Singkat
Ajakan Nabi Nuh tidak disambut dengan baik oleh kaumnya, maka dia Nabi Nuh mengadu kepada Allah, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku untuk beriman kepada-Mu dengan berbagai cara, dan itu kulakukan siang dan malam terus menerus,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa innī kullamā da‘autuhum litagfira lahum ja‘alū aṣābi‘ahum fī āżānihim wastagsyau ṡiyābahum wa aṣarrū wastakbarustikbārā(n).
"Sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (untuk beriman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jarinya ke telinganya dan menutupkan bajunya (ke wajahnya). Mereka pun tetap (mengingkari) dan sangat menyombongkan diri."
Makna & Renungan Singkat
Dan sesungguhnya aku setiap kali menyeru mereka untuk beriman kepada ajaran-Mu agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jarinya ke telinganya karena enggan untuk mendengar bahkan membenci seruanku itu, dan menutupkan bajunya ke wajahnya sehingga tidak melihatku dan mereka tetap keras kepala mengingkari dan sangat menyombongkan diri sehingga tidak mempan dengan segala cara yang kulakukan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Kemudian, sesungguhnya aku menyeru mereka dengan cara terang-terangan."
Makna & Renungan Singkat
Nabi Nuh melanjutkan pengaduannya kepada Allah. Lalu sesungguhnya aku telah menyeru mereka dengan cara terang-terangan dengan suara yang jelas dan di hadapan umum.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Lalu, aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun."
Makna & Renungan Singkat
Itu semua telah kulakukan maka aku pun berkata kepada mereka, “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu atas segala dosa terutama dosa syirik. Sungguh, Dia Maha Pengampun bagi siapa saja yang tulus memohon ampunan-Nya."
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa yumdidkum bi'amwāliw wa banīna wa yaj‘al lakum jannātiw wa yaj‘al lakum anhārā(n).
"memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.”"
Makna & Renungan Singkat
dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan pula kebun-kebun untukmu yang dapat kamu nikmati keindahan dan buahnya dan mengadakan sungai-sungai untukmu guna mengairi kebun dan memberi minum ternakmu.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Nabi Nuh menasihati kaumnya seperti dijelaskan di atas dan beliau melanjutkan nasihatnya. Mengapa kamu tidak mengagungkan Allah dengan sebenarnya dan tidak takut akan kebesaran Allah?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Padahal, sungguh, Dia telah menciptakanmu dalam beberapa tahapan (penciptaan)."
Makna & Renungan Singkat
Dan sungguh, Dia telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian dan pertumbuhan yaitu dari nutfah, segumpal daging, kemudian menjadi janin dan bentuk yang sempurna sebagai manusia.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Alam tara kaifa khalaqallāhu sab‘a samāwātin ṭibāqā(n).
"Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis?"
Makna & Renungan Singkat
Setelah ajakan kepada manusia untuk memperhatikan dirinya, ayat ini melanjutkan untuk memperhatikan alam raya. Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit yang indah serta berlapis-lapis?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Setelah disinggung tentang penciptaan langit, kini diuraikan tentang bumi. Dan Allah menumbuhkan yaitu menciptakan kamu dari tanah, tumbuh berangsur-angsur dalam keadaan yang sangat menakjubkan,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Kemudian, dia akan mengembalikanmu ke dalamnya (tanah) dan mengeluarkanmu (pada hari Kiamat) dengan pasti."
Makna & Renungan Singkat
kemudian setelah berakhir pertumbuhan yaitu tiba saat kematian, Dia akan mengembalikan kamu ke dalamnya, yaitu tanah, dan mengeluarkan kamu pada hari Kiamat dengan pasti.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Qāla nūḥur rabbi innahum ‘aṣaunī wattaba‘ū mal lam yazidhu māluhū wa waladuhū illā khasārā(n).
"Nuh berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka durhaka kepadaku dan mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya hanya menambah kerugian baginya."
Makna & Renungan Singkat
Kaum Nabi Nuh yang dinasihati dengan aneka cara itu tidak bergeming, tetap saja membangkang, maka Nabi Nuh pun kembali mengadu kepada Allah. Nuh berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka yang kuseru untuk beriman itu durhaka kepadaku, dan mereka mengikuti pemuka-pemuka masyarakat yaitu orang-orang yang harta dan anak-anaknya hanya menambah kerugian baginya kelak di akhirat."
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa qālū lā tażarunna ālihatakum wa lā tażarunna waddaw wa lā suwā‘ā(n), wa lā yagūṡa wa ya‘ūqa wa nasrā(n).
"Mereka berkata, ‘Jangan sekali-kali kamu meninggalkan tuhan-tuhanmu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan Wadd, Suwā‘, Yagūṡ, Ya‘ūq, dan Nasr.’"
Makna & Renungan Singkat
Dan mere-ka memprovokasi masyarakat dengan berkata, Jangan sekali-kali kamu meninggalkan penyembahan tuhan-tuhan kamu dan untuk menegaskan larangannya itu mereka menyebut satu demi satu tuhan-tuhan yang mereka sembah sambil lebih tegas lagi menyatakan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan penyembahan Wadd, dan jangan pula Suwa‘, Yagùš, Ya‘ùq dan Nasr. Itu semua adalah nama-nama berhala yang terbesar pada kabilah-kabilah kaum Nuh, yang semula nama-nama orang saleh.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa qad aḍallū kaṡīrā(n), wa lā tazidiẓ-ẓālimīna illā ḍalālā(n).
"Sungguh, mereka telah menyesatkan banyak orang. Janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang zalim itu selain kesesatan.”"
Makna & Renungan Singkat
Dan sungguh, mereka dengan menggunakan berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak orang serta menyimpangkan dari fitrah kesucian mereka. dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim sudah mendarah daging itu selain kesesatan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan, lalu dimasukkan ke neraka. Mereka tidak mendapat penolong selain Allah."
Makna & Renungan Singkat
Allah menyambut doa Nabi Nuh dan menjelaskan mengapa mereka disiksa. Disebabkan oleh kesalahan-kesalahan mereka, maka mereka ditenggelamkan oleh banjir besar yang dikirim Allah kepada para pendurhaka itu, lalu segera setelah Kiamat datang mereka dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong selain Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa qāla nūḥur rabbi lā tażar ‘alal-arḍi minal-kāfirīna dayyārā(n).
"Nuh berkata, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi."
Makna & Renungan Singkat
Ayat ini merekam kembali doa Nabi Nuh. Dan Nuh berkata, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan, seorang pun di antara orang-orang kafir yang sudah mendarah daging dan mantap kekafirannya itu tinggal di atas bumi.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Innaka in tażarhum yuḍillū ‘ibādaka wa lā yalidū illā fājiran kaffārā(n).
"Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu. Mereka pun hanya akan melahirkan anak-anak yang jahat dan tidak tahu bersyukur."
Makna & Renungan Singkat
Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal hidup di bumi, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu yang taat kepada-Mu, dan jika Engkau biarkan mereka tinggal di bumi mereka hanya akan melahirkan anak-anak yang jahat yaitu selalu berbuat maksiat dan tidak tahu bersyukur kepada-Mu.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Rabbigfir lī wa liwālidayya wa liman dakhala baitiya mu'minaw wa lil-mu'minīna wal-mu'mināt(i), wa lā tazidiẓ-ẓālimīna illā tabārā(n).
"Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang zalim itu selain kehancuran.”"
Makna & Renungan Singkat
Setelah doa untuk mereka yang durhaka, kini Nabi Nuh, berdoa untuk yang taat kepada Allah. Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan dan janganlah Engkau tambahkan untuk mereka kecuali kebahagiaan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim yang mantap kezalimannya itu selain kehancuran.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Surat ini terdiri atas 28 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat An Nahl. Dinamakan dengan surat Nuh karena surat ini seluruhnya menjelaskan da'wah dan doa Nabi Nuh a.s.
Rujukan Mushaf & Terjemahan: Standar Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) 2019 dan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ).
Rujukan Tafsir Ringkas: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, dikumpulkan melalui proyek data terbuka gadingnst/quran-api. Sebagian kecil ayat (11 dari 6.236) belum menampilkan tafsir ringkas karena data sumber tidak lengkap.
🌱 Doa & Renungan Terkait
Perkuat pemahaman ayat dengan doa dan amalan yang sejalan: