Bal ‘ajibū an jā'ahum munżirum minhum faqālal-kāfirūna hāżā syai'un ‘ajīb(un).
"(Mereka menolaknya,) bahkan mereka heran karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri. Berkatalah orang-orang kafir, “Ini adalah sesuatu yang sangat mengherankan."
Makna & Renungan Singkat
Sesungguhnya Kami mengutus engkau wahai Nabi Muhammad sebagai rasul untuk menyampaikan wahyu-wahyu Kami, tetapi kaum musyrik Mekah mengingkarinya, bahkan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari kalangan mereka sendiri yang mempunyai kebiasaan makan, minum dan berkeluarga sebagaimana manusia pada umumnya. Maka berkatalah orang-orang kafir, “Ini adalah suatu yang sangat ajaib.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
A'iżā mitnā wa kunnā turābā(n), żālika raj‘um ba‘īd(un).
"Apakah setelah kami mati dan sudah menjadi tanah (akan dikembalikan)? Itu adalah pengembalian yang sangat jauh.”"
Makna & Renungan Singkat
Setelah menyaksikan bahwa kehadiran Rasul itu membawa peringatan tentang hari Kebangkitan, dengan penuh rasa keingkaran dan cemoohan, orang-orang kafir itu berkata, "Apakah apabila kami telah mati dan sudah menjadi tanah akan kembali lagi? Itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin, dan sangat jauh dari penerimaan akal. Karena bagaimana mungkin jasmani yang sudah bercampur dengan tanah dapat kembali seperti semula."
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Qad ‘alimnā mā tanquṣul-arḍu minhum, wa ‘indanā kitābun ḥafīẓ(un).
"Sungguh, Kami telah mengetahui apa yang dimakan bumi dari (tubuh) mereka karena pada Kami ada kitab (catatan) yang terpelihara baik."
Makna & Renungan Singkat
Hal itu tidak aneh. Sungguh, Kami telah mengetahui apa yang ditelan bumi dari tubuh mereka baik sebelum maupun sesudah kematiannya, sebab pada Kami ada kitab yang berisi catatan tentang keadaan dan perbuatan mereka yang terpelihara baik. Dengan demikian tidak ada keraguan sedikit pun tentang kebangkitan dan bahwa itu pasti terjadi.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Bal każżabū bil-ḥaqqi lammā jā'ahum fahum fī amrim marīj(in).
"Bahkan, mereka mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya. Maka, mereka berada dalam keadaan kacau balau."
Makna & Renungan Singkat
Akan tetapi mereka tetap saja mengingkari kebangkitan itu, meskipun bukti-bukti telah dijelaskan. Bahkan mereka telah mendustakan kebenaran, yakni kebenaran Al-Qur’an dan kenabian Nabi Muhammad, ketika kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau balau. Mereka sebenarnya mengetahui kebenaran, tetapi mengingkarinya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Afalam yanẓurū ilas-samā'i fauqahum kaifa banaināhā wa zayyanāhā wa mā lahā min furūj(in).
"Apakah mereka tidak memperhatikan langit yang ada di atas mereka, bagaimana cara Kami membangunnya dan menghiasinya tanpa ada retak-retak padanya sedikit pun?"
Makna & Renungan Singkat
Setelah Allah menyebutkan bahwa orang-orang kafir itu menganggap tidak mungkin terjadinya kebangkitan setelah mati, maka dilanjutkan pada ayat ini dengan menyebutkan dalil-dalil yang membantah perkataan mereka. Maka tidakkah mereka memperhatikan langit yang ada di atas mereka, bagaimana cara Kami membangunnya, menciptakan dan meninggikannya, dan menghiasinya dengan bintang-bintang, dan tidak terdapat pada langit itu retak-retak sedikit pun yang menjadikannya cacat?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wal-arḍa madadnāhā wa alqainā fīhā rawāsiya wa ambatnā fīhā min kulli zaujim bahīj(in).
"(Demikian pula) bumi yang Kami hamparkan serta Kami pancangkan di atasnya gunung-gunung yang kukuh dan Kami tumbuhkan di atasnya berbagai jenis (tetumbuhan) yang indah"
Makna & Renungan Singkat
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi yang Kami hamparkan dengan mantap untuk kediaman bagi manusia dan Kami pancangkan di atasnya gunung-gunung yang kokoh yang berfungsi sebagai pasak bumi agar bumi tidak goyah dan Kami tumbuhkan di atasnya tanam-tanaman yang indah dipandang mata?
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"untuk menjadi pelajaran dan pengingat bagi setiap hamba yang kembali (tunduk kepada Allah)."
Makna & Renungan Singkat
Itu semua Kami ciptakan untuk menjadi pelajaran betapa besar kekuasaan Allah dan untuk menjadi peringatan bagi setiap hamba yang kembali kepada Allah, tunduk dan taat kepada-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa nazzalnā minas-samā'i mā'am mubārakan fa'ambatnā bihī jannātiw wa ḥabbal-ḥaṣīd(i).
"Kami turunkan dari langit air yang diberkahi, lalu Kami tumbuhkan dengannya kebun-kebun dan biji-bijian yang dapat dipanen."
Makna & Renungan Singkat
Dan dari langit Kami turunkan air yang memberi berkah bagi penghuni bumi, lalu Kami tumbuhkan dengan air yang tercurah itu bermacam-macam pepohonan yang rindang dan biji-bijian yang dapat dipanen, seperti gandum, jagung dan sebagainya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Rizqal lil-‘ibād(i), wa aḥyainā bihī baldatam maitā(n), każālikal-khurūj(u).
"sebagai rezeki bagi hamba-hamba (Kami). Kami hidupkan pula dengan (air) itu negeri yang mati (tandus). Seperti itulah terjadinya kebangkitan (dari kubur)."
Makna & Renungan Singkat
Itu semua Kami ciptakan sebagai rezeki bagi hamba-hamba Kami, dan Kami ingatkan bahwa Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, yakni Kami hidupkan tanah yang tandus yang tidak terdapat padanya tumbuh-tumbuhan sehingga menjadi tanah yang subur dan dapat menumbuhkan bermacam-macam tanaman yang indah. Seperti itulah, kekuasaan Allah menghidupkan sesuatu yang mati, terjadinya kebangkitan manusia dari kuburnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Każżabat qablahum qaumu nūḥiw wa aṣḥābur-rassi wa ṡamūd(u).
"Sebelum mereka, kaum Nuh, penduduk Rass, dan (kaum) Samud telah mendustakan (rasul-rasul)."
Makna & Renungan Singkat
Setelah Allah menceritakan tentang pendustaan orang-orang musyrik terhadap Rasulullah, kelompok ayat-ayat ini menguraikan sikap serupa yang pernah dilakukan oleh umat para nabi terdahulu. Sebelum mereka, kaum Nuh, penduduk Rass, yakni kaum Nabi Syu’aib yang dihancurkan dengan gempa sehingga tertimbun dalam sumur mereka, dan Samud, yakni kaum Nabi Saleh yang dibinasakan setelah menyembelih unta yang dianugerahkan kepada mereka sebagai bukti kekuasaan Kami, telah mendustakan rasul-rasul,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Dan demikian juga kaum ‘Ad, yakni kaum Nabi Hud, kaum Fir‘aun, yang ditenggelamkan dalam laut, dan kaum Lut, yang diporakporandakan pemukiman mereka akibat merajalelanya homoseksual di kalangan mereka,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa aṣḥābul-aikati wa qaumu tubba‘(in), kullun każżabar-rusula faḥaqqa wa‘īd(i).
"penduduk Aikah, dan kaum Tubba‘. Semuanya telah mendustakan rasul-rasul, maka berlakulah ancaman-Ku (atas mereka)."
Makna & Renungan Singkat
Dan (juga) penduduk Aikah, yaitu kaum Nabi Syu’aib, serta kaum Tubba‘, yaitu penduduk negeri Yaman, juga dibinasakan Allah. Semua-nya telah mendustakan rasul-rasul maka berlakulah ancaman-Ku atas mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Afa ‘ayīna bil-khalqil-awwal(i), bal hum fī labsim min khalqin jadīd(in).
"Apakah Kami letih dengan penciptaan yang pertama? (Sama sekali tidak,) bahkan mereka dalam keadaan ragu tentang penciptaan yang baru."
Makna & Renungan Singkat
Maka apakah Kami letih yakni tidak mampu lagi melakukan penciptaan dengan sebab telah melakukan penciptaan yang pertama? Sama sekali Kami tidak letih! Kami mampu untuk menciptakan yang baru dan itu lebih mudah bagi Kami. Sesungguhnya bahkan mereka, orang kafir itu, dalam keadaan ragu-ragu tentang penciptaan yang baru, yakni membangkitkan manusia setelah kematiannya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa laqad khalaqnal-insāna wa na‘lamu mā tuwaswisu bihī nafsuh(ū), wa naḥnu aqrabu ilaihi min ḥablil-warīd(i).
"Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh dirinya. Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya."
Makna & Renungan Singkat
Pada ayat ini diterangkan bahwa Allah mengetahui apa yang dibisikkan oleh manusia dan tidak ada sesuatu pun yang samar atau tersembunyi bagi-Nya. Dan sungguh, Kami, yakni Allah dengan kuasa-Nya bersama ibu bapak yang dijadikannya sebagai perantara telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, baik kebaikan maupun kejahatan, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. Yakni Allah Maha Mengetahui keadaan manusia walau yang paling tersembunyi sekali pun.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Iż yatalaqqal-mutalaqqiyāni ‘anil-yamīni wa ‘anisy-syimāli qa‘īd(un).
"(Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya). Yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri."
Makna & Renungan Singkat
Ingatlah ketika dua malaikat mencatat perbuatan manusia, yang satu duduk di sebelah kanan, yaitu malaikat yang mencatat kebaikan dan yang lain di sebelah kiri, yaitu malaikat yang mencatat kejahatan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Mā yalfiẓu min qaulin illā ladaihi raqībun ‘atīd(un).
"Tidak ada suatu kata pun yang terucap, melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)."
Makna & Renungan Singkat
Tidak ada suatu kata yang diucapkannya, yang mengandung keba-ikan maupun kejahatan, melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat dengan sangat teliti.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya, yakni pasti dan tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Datangnya kematian itulah yang dahulu hendak kamu hindari.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa jā'at kullu nafsim ma‘ahā sā'iquw wa syahīd(un).
"Lalu, setiap orang akan datang bersama (malaikat) penggiring dan saksi."
Makna & Renungan Singkat
Pada hari itu setiap orang akan datang bersama malaikat penggiring ke padang mahsyar dan malaikat yang menjadi saksi atas amal diperbuat oleh manusia di dunia.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Laqad kunta fī gaflatim min hāżā fakasyafnā ‘anka giṭā'aka fabaṣarukal-yauma ḥadīd(un).
"Sungguh, kamu dahulu benar-benar lalai tentang (peristiwa) ini, maka Kami singkapkan penutup matamu, sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam."
Makna & Renungan Singkat
Ketika kematian datang menjemput seseorang, maka dikatakan kepada manusia, "Sungguh, kamu dahulu ketika hidup di dunia lalai tentang peristiwa kematian dan kebangkitan ini, maka Kami singkapkan tutup yang menutupi matamu, sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam. Dengan demikian keraguanmu akan sirna."
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(Malaikat) yang menyertainya berkata, “Inilah (catatan perbuatan) yang ada padaku.”"
Makna & Renungan Singkat
Ayat ini melanjutkan apa yang akan dialami manusia di hari kemudian. Dan malaikat yang menyertainya berkata, “Inilah manusia yang Engkau tugaskan kepadaku untuk mengawasinya telah aku hadirkan beserta seluruh catatan perbuatan yang ada padaku.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(Allah berfirman,) “Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam (neraka) Jahanam semua orang yang sangat ingkar, keras kepala,"
Makna & Renungan Singkat
Allah berfirman kepada malaikat penggiring dan penyaksi, “Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka Jahanam semua orang yang sangat ingkar kepada Allah dan keras kepala dalam menentang kebenaran,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"sangat enggan melakukan kebajikan, melampaui batas, bersikap ragu-ragu,"
Makna & Renungan Singkat
yang sangat enggan melakukan kebajikan dan menghalangi orang-orang yang melakukan kebajikan, melampaui batas dengan melakukan kezaliman dan bersikap ragu-ragu tentang adanya Allah dan kebenaran agama-Nya atau menanamkan keraguan di hati orang lain,
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(dan) yang mempersekutukan Allah dengan tuhan lain. Maka, lemparkanlah dia ke dalam azab yang keras.”"
Makna & Renungan Singkat
Mereka yang mempersekutukan Allah dengan tuhan lain, maka, Allah mengukuhkan perintah-Nya kepada kedua malaikat, "lemparkanlah dia ke dalam azab yang keras, di neraka Jahanam."
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(Setan) yang menyertainya berkata (pula), “Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya, tetapi dia sendiri yang berada dalam kesesatan yang jauh.”"
Makna & Renungan Singkat
Setan yang menyertainya berkata, “Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dia sendiri yang berada dalam kesesatan yang jauh, sehingga aku mengajaknya berbuat jahat dan dia menerima ajakanku dengan kemauannya."
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Qāla lā takhtaṣimū ladayya wa qad qaddamtu ilaikum bil-wa‘īd(i).
"(Allah) berfirman, “Janganlah bertengkar di hadapan-Ku dan sungguh, dahulu Aku telah memberikan ancaman kepadamu."
Makna & Renungan Singkat
Kepada setan yang menyertainya itu Allah berfirman, “Janganlah kamu bertengkar di hadapan-Ku dan sungguh dahulu Aku telah memberikan ancaman kepadamu. Tetapi engkau mengabaikan ancamanku, maka berlakulah hukuman-Ku kepadamu."
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Mā yubaddalul-qaulu ladayya wa mā ana biẓallāmil lil-‘abīd(i).
"Keputusan-Ku tidak dapat diubah dan Aku (sama sekali) tidak menzalimi hamba-hamba-Ku.”"
Makna & Renungan Singkat
"Di hari pembalasan ini, keputusan-Ku tidak dapat diubah dan Aku tidak menzalimi hamba-hamba-Ku. Sekali-kali Aku tidak pernah menyiksa orang-orang yang tidak berdosa."
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Yauma naqūlu lijahannama halimtala'ti wa taqūlu hal mim mazīd(in).
"(Ingatlah) pada hari (ketika) Kami bertanya kepada (neraka) Jahanam, “Apakah kamu sudah penuh?” Ia menjawab, “Adakah tambahan lagi?”"
Makna & Renungan Singkat
Ingatlah pada hari ketika orang kafir ditetapkan masuk neraka, Kami, Allah dan para malaikat-Nya bertanya kepada Jahanam,“Apakah kamu sudah penuh oleh para pendurhaka?” Ia menjawab, “Masih adakah tambahan?” Ayat ini menunjukkan betapa luas dan dalamnya neraka Jahanam. Jin dan manusia dilemparkan ke dalamnya sehingga penuh sesak.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa uzlifatil-jannatu lil-muttaqīna gaira ba‘īd(in).
"Adapun surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tidak jauh (dari mereka)."
Makna & Renungan Singkat
Ayat-ayat berikut ini menjelaskan keadaan orang yang bertakwa dan kenikmatan yang dijanjikan Allah kepada mereka. Sedangkan surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa, yang mantap ketakwaannya, pada tempat yang tidak jauh dari mereka. Mereka dapat melihat kenikmatan dan kelezatan yang disediakan untuk mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"(Dikatakan kepada mereka,) “Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang bertobat lagi patuh."
Makna & Renungan Singkat
Inilah nikmat, yakni surga dan segala kenikmatannya yang dijanjikan kepadamu, yaitu kepada setiap hamba yang senantiasa bertobat kepada Allah dan memelihara semua peraturan-peraturan-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Man khasyiyar-raḥmāna bil-gaibi wa jā'a biqalbim munīb(in).
"(Dialah) orang yang takut kepada Zat Yang Maha Pengasih (sekalipun) dia tidak melihat-Nya dan dia datang (menghadap Allah) dengan hati yang bertobat."
Makna & Renungan Singkat
Yaitu orang yang takut kepada Allah Yang Maha Pengasih sekalipun dia Maha Ghaib, tidak kelihatan olehnya dan dia datang kepada-Nya dengan hati yang bertobat dan tunduk kepada-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Masuklah ke (dalam surga) dengan aman dan damai. Itulah hari yang abadi.”"
Makna & Renungan Singkat
Sebagai penghormatan kepada mereka, para malaikat berkata, "Masuklah ke dalam surga dengan aman, tanpa dihalangi, dan damai, penuh ketenteraman. Maka bergembiralah dan bersenang-senanglah kalian semua. Itulah hari yang abadi, tidak ada kematian dan kesulitan sesudah itu.”
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki dan pada Kami masih ada lagi tambahan (nikmat)."
Makna & Renungan Singkat
Mereka di dalamnya, yakni di dalam surga, memperoleh apa yang me-reka kehendaki, berupa segala macam kenikmatan dan pada Kami ada tambahannya, kenikmatan yang tidak ada taranya yang tidak pernah terlintas oleh pikiran.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa kam ahlaknā qablahum min qarnin hum asyaddu minhum baṭsyan fanaqqabū fil-bilād(i), hal mim maḥīṣ(in).
"Betapa banyak umat sebelumnya (kaum kafir Quraisy) yang telah Kami binasakan! Mereka itu lebih hebat kekuatannya daripada (kaum kafir Quraisy) itu, sehingga mampu menjelajah (dan mengamati) beberapa negeri. Adakah tempat pelarian (bagi mereka dari kebinasaan)?"
Makna & Renungan Singkat
Setelah Allah memperingatkan orang-orang kafir dan menjelaskan siksaan yang akan menimpa mereka, pada ayat ini Allah memperingatkan mereka tentang datangnya azab yang dapat disegerakan kepada mereka di dunia, sebagaimana sunah Allah terhadap para pendusta. Ayat ini menyatakan Dan betapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka, seperti kaum ‘Ad, kaum Ëamùd dan lain-lain padahal mereka lebih hebat kekuatannya daripada mereka, kaum musyrik Mekah. Mereka pernah menjelajah di beberapa negeri untuk mencari rezeki. Adakah tempat pelarian dari kebinasaan bagi mereka? Sama sekali tidak. Mereka semuanya telah binasa akibat kekafiran mereka kepada Allah dan pembangkangan terhadap Rasul-Nya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Inna fī żālika lażikrā liman kāna lahū qalbun au alqas-sam‘a wa huwa syahīd(un).
"Sesungguhnya pada yang demikian itu pasti terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya dan dia menyaksikan."
Makna & Renungan Singkat
Sungguh, pada yang demikian itu, yakni siksa yang menimpa para pendurhaka, pasti terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati untuk memikirkan dan mengetahui kebenaran atau yang menggunakan pendengarannya untuk mendengarkan petunjuk, sedang dia menyaksikannya, yakni menyaksikan dengan sadar terhadap peringatan Allah.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Wa laqad khalaqnas-samāwāti wal-arḍa wa mā bainahumā fī sittati ayyām(in), wa mā massanā mil lugūb(in).
"Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan langit, bumi, dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa dan Kami tidak merasa letih sedikit pun."
Makna & Renungan Singkat
Dan sungguh, Kami telah menciptakan langit yang berlapis-lapis dan bumi yang terhampar dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami tidak merasa letih sedikit pun.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Faṣbir ‘alā mā yaqūlūna wa sabbiḥ biḥamdi rabbika qabla ṭulū‘isy-syamsi wa qablal-gurūb(i).
"Maka, bersabarlah engkau (Nabi Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah seraya bertahmid (memuji) Tuhanmu sebelum terbit dan terbenamnya matahari."
Makna & Renungan Singkat
Maka bersabarlah engkau, wahai Nabi Muhammad, terhadap apa yang mereka katakan, yaitu pengingkaran mereka terhadap keniscayaan hari Kiamat dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit, yakni salat Subuh, dan sebelum terbenam, yakni salat Zuhur dan Asar.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Bertasbihlah pula kepada-Nya pada sebagian malam hari dan setiap selesai salat."
Makna & Renungan Singkat
Dan bertasbihlah kepada-Nya pada malam hari, yakni salat Magrib dan Isya dan setiap selesai salat, yakni bertasbihlah setiap selesai mengerjakan salat.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Dengarkanlah (seruan) pada hari (ketika malaikat) penyeru memanggil dari tempat yang dekat!"
Makna & Renungan Singkat
Dan dengarkanlah seruan pada hari Kiamat, ketika penyeru, yaitu malaikat Israfil, menyeru dari tempat yang dekat, sehingga mudah terdengar oleh sekalian makhluk, agar mereka berkumpul di padang Mahsyar untuk dihisab dan menerima pembalasan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan dan mematikan dan kepada Kamilah kembalinya (seluruh makhluk)."
Makna & Renungan Singkat
Sungguh, Kami yang menghidupkan manusia di dunia dan mematikan manusia pada waktu yang ditentukan, dan kepada Kami tempat kembali semua makhluk untuk menerima pembalasan atas amal perbuatannya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
"Pada hari itu bumi terbelah dengan mengeluarkan mereka, (kemudian mereka) bergegas (menuju Padang Mahsyar). Yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi Kami."
Makna & Renungan Singkat
Yaitu pada hari ketika bumi terbelah, mereka keluar dari kubur dengan cepat menuju ke padang Mahsyar. Yang demikian itu adalah pengumpulan bagi sekalian manusia yang mudah bagi Kami.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Naḥnu a‘lamu bimā yaqūlūna wa mā anta ‘alaihim bijabbār(in), fażakkir bil-qur'āni may yakhāfu wa‘īd(i).
"Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan dan engkau (Nabi Muhammad) bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka, berilah peringatan dengan Al-Qur’an kepada siapa pun yang takut pada ancaman-Ku."
Makna & Renungan Singkat
Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, yakni kebohongan kaum kafir Mekah, dan engkau wahai Nabi Muhammad bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Tugasmu adalah memberikan peringatan, maka berilah peringatan dengan Al-Qur’an kepada siapa pun yang takut kepada ancaman-Ku.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI (Kemenag RI)
Surat Qaaf terdiri atas 45 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah diturunkan sesudah surat Al Murssalaat. Dinamai Qaaf karena surat ini dimulai dengan huruf Qaaf. Menurut hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, bahwa Rasulullah SAW senang membaca surat ini pada rakaat pertama sembahyang subuh dan pada shalat hari raya. Sedang menurut riwayat Abu Daud, Al Baihaqy dan Ibnu Majah bahwa Rasulullah SAW membaca surat ini pada tiap-tiap membaca Khutbah pada hari Jum'at. Kedua riwayat ini menunjukkan bahwa surat QAAF sering dibaca Nabi Muhammad SAW di tempat-tempat umum, untuk memperingatkan manusia tentang kejadian mereka dan nikmat-nikmat yang diberikan kepadanya, begitu pula tentang hari berbangkit, hari berhisab, syurga, neraka, pahala, dosa, dsb. Surat ini dinamai juga Al Baasiqaat, diambil dari perkataan Al- Baasiqaat yang terdapat pada ayat 10 surat ini.
Rujukan Mushaf & Terjemahan: Standar Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) 2019 dan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ).
Rujukan Tafsir Ringkas: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, dikumpulkan melalui proyek data terbuka gadingnst/quran-api. Sebagian kecil ayat (11 dari 6.236) belum menampilkan tafsir ringkas karena data sumber tidak lengkap.
🌱 Doa & Renungan Terkait
Perkuat pemahaman ayat dengan doa dan amalan yang sejalan: