Doa Ketika Dunia Kerja Berubah karena Teknologi
Teknologi mengubah cara orang bekerja. Perangkat lunak baru dapat mengurangi pekerjaan tertentu, menciptakan pekerjaan baru, mempercepat proses, dan sekaligus menuntut keterampilan yang sebelumnya tidak dibutuhkan.
Perubahan seperti ini mudah memunculkan rasa takut. Pertanyaannya bukan hanya bagaimana menjadi lebih cepat, tetapi bagaimana tetap belajar, bertanggung jawab, dan menjaga nilai ketika cara bekerja berubah.
Apa yang perlu diingat?
QS. Al-Isra 17:36 mengingatkan manusia agar tidak mengikuti sesuatu yang tidak diketahui dan bahwa pendengaran, penglihatan, dan hati akan dimintai pertanggungjawaban.
Ayat tersebut bukan ayat khusus tentang AI atau teknologi modern. Namun prinsipnya relevan ketika kita berhadapan dengan informasi dan alat yang semakin mudah menghasilkan jawaban.
Jangan menerima keluaran teknologi hanya karena tampil meyakinkan.
Doa yang relevan
Untuk menghadapi proses belajar dan pekerjaan, pembaca dapat menggunakan Doa Sebelum Belajar dan doa-doa yang bersumber jelas.
Doa tidak menggantikan kebutuhan untuk belajar. Ia menemani proses belajar agar ilmu digunakan dengan tanggung jawab.
AI sebagai alat, bukan pengganti tanggung jawab
AI dapat membantu membuat draf, merangkum informasi, mengeksplorasi ide, menerjemahkan, atau membantu pekerjaan teknis. Tetapi orang yang menggunakan hasilnya tetap perlu memahami konteks dan memeriksa bagian yang penting.
Dalam pekerjaan, ada informasi yang tidak boleh dimasukkan ke layanan AI sembarangan. Ada juga keputusan yang berdampak kepada pelanggan, karyawan, keluarga, atau masyarakat. Untuk hal-hal seperti itu, kecepatan bukan satu-satunya ukuran.
Empat kebiasaan menghadapi perubahan
1. Belajar
Pilih keterampilan yang benar-benar berhubungan dengan pekerjaan. Jangan mengejar setiap alat baru sekaligus.
2. Memeriksa
Periksa angka, sumber, kutipan, dan asumsi. AI dapat menghasilkan jawaban yang terdengar yakin tetapi tetap perlu diverifikasi.
3. Menggunakan penilaian manusia
Keputusan yang menyangkut amanah, nilai, risiko, dan manusia tidak otomatis menjadi benar hanya karena sebuah sistem merekomendasikannya.
4. Menjaga adab kerja
Jangan menggunakan teknologi untuk menipu, memalsukan karya, menyebarkan informasi yang belum diperiksa, atau mengambil hak orang lain.
Jika takut tertinggal
Ubah rasa takut menjadi pertanyaan konkret: keterampilan apa yang saya miliki, pekerjaan apa yang mulai berubah, dan kemampuan apa yang perlu ditambahkan?
Buat rencana belajar kecil. Satu kemampuan baru, satu proyek latihan, lalu evaluasi hasilnya.
Tidak semua orang harus menjadi ahli teknologi. Yang dibutuhkan adalah kemampuan untuk belajar dan menilai alat dengan bijak sesuai kebutuhan.
Penutup
Perubahan teknologi tidak menghapus kebutuhan terhadap manusia yang dapat dipercaya. Justru ketika alat menjadi semakin kuat, tanggung jawab untuk memeriksa dan mengambil keputusan dengan benar menjadi semakin penting.
Catatan sumber: QS. Al-Isra 17:36 menjadi prinsip etis tentang pengetahuan dan pertanggungjawaban. Artikel ini tidak menyatakan bahwa ayat tersebut berbicara secara spesifik tentang AI.
Artikel ini telah melalui review editorial dan dipublikasikan sebagai bagian dari Batch 01.
Baca juga: Doa Sebelum Belajar, AI, Ilmu dan Amanah Manusia.
SUMBER & REFERENSI
Rujukan yang digunakan
- Al-Qur’anQS. Al-Isra 17:36Buka sumber ↗
