ARSIP DOA HARI INI
Jumat, 25 September 2026
Doa Perlindungan
Mohon perlindungan Allah dari keburukan diri, setan, dan kesyirikan.
Doa Perlindungan
Doa Nabi untuk memohon perlindungan dari keburukan diri dan godaan setan.
اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي، وَشَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ
Allāhumma fāṭiras-samāwāti wal-arḍ, 'ālim al-ghaybi wash-shahādah, rabba kulli shay'in wa malīkah, ash-hadu an lā ilāha illā ant, a'ūdhu bika min sharri nafsī wa sharri ash-shayṭāni wa shirkih.
ARTINYA
“Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, Tuhan dan Penguasa segala sesuatu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan diriku, keburukan setan dan kesyirikannya.”
QS. Al-Baqarah 2:255
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
“Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”
Lihat sumber ayat ↗Satu langkah untuk hari ini
Perlindungan dimulai dari kesadaran akan kelemahan diri dan ketergantungan kepada Allah, disertai sebab-sebab perlindungan yang wajar dan syar'i.