Kembali ke Kumpulan Hadits

Hadits Perintah Berobat dan Ikhtiar Medis

Berobatlah wahai hamba-hamba Allah, sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit melainkan menurunkan pula obatnya.

تَدَاوَوْا عِبَادَ اللَّهِ، فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يُنْزِلْ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً، غَيْرَ دَاءٍ وَاحِدٍ: الْهَرَمُ
Tadāwaw 'ibādallāh(i), fa-innallāha 'azza wa jalla lam yunzil dā'an illā anzala lahū syifā'ā, ghaira dā'iw wāḥid(in): al-haram.
Terjemahan Indonesia

"Berobatlah kalian wahai hamba-hamba Allah! Karena sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla tidak menurunkan suatu penyakit melainkan menurunkan pula obat penawarnya, kecuali satu penyakit: masa tua (pikun/kematian)."

Sunan Abu Dawud no. 3855 Sahih Sunan at-Tirmidzi no. 2038 Sahih

Islam adalah pelopor ilmu medis dan kesehatan. Tawakal kepada Allah bukan berarti menolak pengobatan dan hanya pasrah menunggu keajaiban. Rasulullah ﷺ memerintahkan umatnya untuk berikhtiar medis secara profesional, berkonsultasi kepada dokter, dan meminum obat yang halal, karena di balik setiap penyakit Allah telah menyediakan kunci kesembuhannya.

💡 Poin Penting Mutiara Hadits
  • Berobat secara medis adalah perintah syariat dan bagian dari ikhtiar tawakal.
  • Keyakinan teguh bahwa setiap penyakit ada obatnya menumbuhkan optimisme kesembuhan.
  • Menghindari pengobatan yang menggunakan hal-hal haram atau berbau syirik.
Bagikan