PANDUAN

Panduan Sholat

Belajar tata cara sholat langkah demi langkah: gerakan, bacaan Arab, transliterasi, arti, dan sumbernya. Panduan edukatif, bukan layanan fatwa.

Mulai Belajar →  atau lompat ke Persiapan, Bacaan Sholat, atau Pertanyaan Umum.

Lima Sholat Wajib

SholatArabRakaat
Subuh الفجر 2
Zuhur الظهر 4
Ashar العصر 4
Maghrib المغرب 3 *
Isya العشاء 4

* Satu-satunya sholat wajib dengan jumlah rakaat ganjil (3): dua rakaat pertama diakhiri tasyahud awal, rakaat ketiga langsung ke tasyahud akhir.

Persiapan Sebelum Sholat

Bersuci (Thaharah)

Sholat sah hanya dalam keadaan suci dari hadas. Bersuci dilakukan dengan wudu untuk hadas kecil, atau mandi wajib untuk hadas besar. Jika tidak ada air atau berhalangan menggunakannya, bersuci bisa diganti dengan tayamum.

Menutup Aurat & Pakaian

Pakaian yang dikenakan saat sholat harus menutup aurat, bersih dari najis, dan pantas. Batasan aurat laki-laki dan perempuan berbeda menurut kajian fiqih; panduan ini tidak merinci batas-batas tersebut secara mazhab per mazhab.

Menghadap Kiblat

Sholat wajib dilakukan menghadap arah Ka'bah di Makkah. Gunakan Alat Arah Kiblat di situs ini untuk memperkirakan arahnya dari lokasimu.

Cek Arah Kiblat →

Masuk Waktu Sholat

Setiap sholat wajib punya rentang waktu tersendiri; sah dikerjakan setelah waktunya masuk. Gunakan Alat Waktu Shalat di situs ini untuk jadwal hari ini di lokasimu.

Cek Waktu Shalat Hari Ini →

Tata Cara Sholat

Urutan berikut berlaku untuk satu rakaat. Sholat dengan lebih dari satu rakaat mengulang langkah Takbir sampai Sujud Kedua, dengan Duduk Tasyahud (awal) di rakaat kedua bila rakaatnya lebih dari dua.

  1. Niat

    Berniat dalam hati untuk mengerjakan sholat tertentu (mis. Zuhur), bersamaan dengan takbiratul ihram. Niat adalah maksud di dalam hati, bukan sesuatu yang wajib diucapkan.

    • Hadits ini juga dibahas di Alat Hadits situs ini pada tema niat.
    Catatan perbedaan pendapat Sebagian ulama menganjurkan melafalkan niat secara lisan sebelum takbir sebagai bantuan menghadirkan kesungguhan hati, sementara sebagian lain berpendapat cukup diniatkan dalam hati tanpa dilafalkan. Panduan ini tidak menjatuhkan pilihan salah satunya.
    Sumber:
    • Sahih al-Bukhari & Sahih Muslim no. 1 / no. 1907 (Umar bin Al-Khattab r.a.) — Sahih
  2. Takbiratul Ihram

    Berdiri tegak menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, lalu mengucapkan "Allahu Akbar" untuk memulai sholat.

    اللهُ أَكْبَرُ

    Allāhu akbar

    Allah Mahabesar.

    Sumber:
    • Sahih al-Bukhari no. 631 (Malik bin Al-Huwairits r.a.) — Sahih
  3. Doa Iftitah

    Setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca Al-Fatihah, membaca doa pembuka (iftitah) secara pelan.

    اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ

    Allāhumma bā‘id bainī wa baina khaṭāyāya kamā bā‘adta bainal-masyriqi wal-magrib(i). Allāhumma naqqinī min khaṭāyāya kamā yunaqqaṡ-ṡaubul-abyaḍu minad-danas(i). Allāhummagsilnī min khaṭāyāya biṡ-ṡalji wal-mā'i wal-barad(i)

    Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana kain putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju, dan air es.

    Catatan perbedaan pendapat Ada lebih dari satu riwayat doa iftitah yang sahih dari Nabi ﷺ dengan redaksi berbeda. Versi di atas (riwayat Abu Hurairah) dipilih karena termasuk yang paling banyak diajarkan di Indonesia, bukan karena riwayat lain kurang sahih.
    Sumber:
    • Sahih al-Bukhari & Sahih Muslim no. 744 / no. 598 (Abu Hurairah r.a.) — Sahih
  4. Membaca Al-Fatihah

    Membaca Surat Al-Fatihah pada setiap rakaat. Pada rakaat pertama dan kedua sholat Subuh, Maghrib, dan Isya, dilanjutkan dengan surat/ayat Al-Qur'an lain setelah Al-Fatihah.

    بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

    Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm(i).

    Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

    اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

    Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn(a).

    Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam

    الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ

    Ar-raḥmānir-raḥīm(i).

    Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,

    مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ

    Māliki yaumid-dīn(i).

    Pemilik hari Pembalasan.

    اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

    Iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn(u),

    Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.

    اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ

    Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm(a).

    Bimbinglah kami ke jalan yang lurus,

    صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ

    Ṣirāṭal-lażīna an‘amta ‘alaihim, gairil-magḍūbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn(a).

    (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.

    Teks lengkap & audio: /alquran/al-fatihah/

    • Teks Arab, transliterasi, dan terjemah Al-Fatihah lengkap mengikuti data Al-Qur'an yang sama dengan halaman /alquran/al-fatihah/ di situs ini — tidak disalin ulang secara terpisah.
    Sumber:
    • QS. Al-Fatihah 1:1-7
    • Sahih al-Bukhari & Sahih Muslim no. 756-757 / no. 394-397 — Sahih
  5. Ruku

    Membungkukkan badan hingga punggung rata, kedua tangan memegang lutut, sambil membaca tasbih ruku.

    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ

    Sub-ḥāna rabbiyal-‘aẓīm(i)

    Mahasuci Tuhanku Yang Mahaagung.

    • Tasbih ini umum dibaca tiga kali atau lebih, sesuai kelapangan waktu.
    Sumber:
    • Sunan Abi Dawud & Sunan an-Nasa'i no. 869 / no. 1046 (Uqbah bin Amir r.a.) — Sahih
  6. I'tidal

    Bangkit dari ruku hingga berdiri tegak kembali, membaca kalimat tasmi' saat bangkit lalu tahmid setelah berdiri tegak.

    سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

    Sami‘allāhu liman ḥamidah

    Allah mendengar orang yang memuji-Nya.

    رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

    Rabbanā wa lakal-ḥamd(u)

    Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji.

    Sumber:
    • Sahih al-Bukhari no. 796 (Abu Hurairah r.a.) — Sahih
  7. Sujud (Pertama)

    Turun ke posisi sujud dengan dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari kaki menyentuh lantai, sambil membaca tasbih sujud.

    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

    Sub-ḥāna rabbiyal-a‘lā

    Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.

    • Hadits Uqbah bin Amir yang sama menjadi dasar tasbih ruku dan tasbih sujud sekaligus.
    Sumber:
    • Sunan Abi Dawud & Sunan an-Nasa'i no. 869 / no. 1046 (Uqbah bin Amir r.a.) — Sahih
  8. Duduk Antara Dua Sujud

    Bangkit dari sujud pertama ke posisi duduk sejenak, membaca doa memohon ampunan dan kebaikan, sebelum sujud kedua.

    رَبِّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاجْبُرْنِي، وَارْفَعْنِي، وَارْزُقْنِي، وَاهْدِنِي

    Rabbigfir lī, war-ḥamnī, wajburnī, warfa‘nī, warzuqnī, wahdinī

    Ya Allah, ampunilah aku, sayangilah aku, cukupkanlah kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, dan tunjukilah aku.

    Catatan perbedaan pendapat Ada riwayat lain yang lebih singkat, "Allahummagfirlī warḥamnī wahdinī warzuqnī" (Sunan Abi Dawud), untuk doa yang sama. Kedua redaksi ini dipakai di kalangan berbeda.
    Sumber:
    • Sunan at-Tirmidzi & Sunan Ibnu Majah no. 284 / no. 898 (Ibnu Abbas r.a.) — Hasan
  9. Sujud (Kedua)

    Sujud kembali dengan cara dan bacaan yang sama seperti sujud pertama. Setelah itu, bangkit berdiri untuk rakaat berikutnya, atau duduk tasyahud jika rakaat ini adalah rakaat terakhir/kedua.

    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

    Sub-ḥāna rabbiyal-a‘lā

    Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.

    Sumber:
    • Sunan Abi Dawud & Sunan an-Nasa'i no. 869 / no. 1046 (Uqbah bin Amir r.a.) — Sahih
  10. Duduk Tasyahud

    Duduk membaca tasyahud. Pada rakaat kedua sholat yang lebih dari dua rakaat (Zuhur, Ashar, Maghrib, Isya), ini adalah tasyahud awal: setelah membaca tasyahud, langsung bangkit berdiri lagi tanpa salawat. Pada rakaat terakhir setiap sholat, ini adalah tasyahud akhir: dilanjutkan salawat kepada Nabi ﷺ sebelum salam.

    التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

    At-taḥiyyātu lillāhi waṣ-ṣalawātu waṭ-ṭayyibāt(u), as-salāmu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa raḥmatullāhi wa barakātuh(ū), as-salāmu ‘alainā wa ‘alā ‘ibādillāhiṣ-ṣāliḥīn(a), asyhadu allā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muḥammadan ‘abduhū wa rasūluh(ū)

    Segala penghormatan, keberkahan, shalawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga kesejahteraan, rahmat Allah, dan berkah-Nya tercurah kepadamu, wahai Nabi. Semoga kesejahteraan tercurah kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

    Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammadin wa ‘alā āli Muḥammad(in), kamā ṣallaita ‘alā Ibrāhīma wa ‘alā āli Ibrāhīm(a), innaka ḥamīdum majīd(un). Allāhumma bārik ‘alā Muḥammadin wa ‘alā āli Muḥammad(in), kamā bārakta ‘alā Ibrāhīma wa ‘alā āli Ibrāhīm(a), innaka ḥamīdum majīd(un)

    Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia. Limpahkanlah pula berkah kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia.

    • Posisi duduk (iftirasy/tawarruk) dan isyarat jari telunjuk memiliki penjelasan fiqih tersendiri yang belum dibahas di halaman ini.
    Sumber:
    • Sahih Muslim & Sahih al-Bukhari no. 402 / no. 6230 (Abdullah bin Mas'ud r.a.) — Sahih
    • Sahih al-Bukhari no. 3370 (Ka'b bin Ujrah r.a.) — Sahih
  11. Salam

    Menoleh ke kanan lalu ke kiri sambil mengucapkan salam, sebagai penutup sholat.

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

    As-salāmu ‘alaikum wa raḥmatullāh(i)

    Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah bagi kalian.

    Sumber:
    • Sunan Abi Dawud & Sunan at-Tirmidzi no. 996 / no. 295 (Ibnu Mas'ud r.a.) — Sahih

Bacaan Sholat (Ringkasan)

Semua bacaan di atas, dikumpulkan dalam satu daftar untuk dihafalkan.

Takbiratul Ihram

اللهُ أَكْبَرُ

Allāhu akbar

Allah Mahabesar.

Doa Iftitah

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ

Allāhumma bā‘id bainī wa baina khaṭāyāya kamā bā‘adta bainal-masyriqi wal-magrib(i). Allāhumma naqqinī min khaṭāyāya kamā yunaqqaṡ-ṡaubul-abyaḍu minad-danas(i). Allāhummagsilnī min khaṭāyāya biṡ-ṡalji wal-mā'i wal-barad(i)

Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana kain putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju, dan air es.

Ruku

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ

Sub-ḥāna rabbiyal-‘aẓīm(i)

Mahasuci Tuhanku Yang Mahaagung.

I'tidal

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Sami‘allāhu liman ḥamidah

Allah mendengar orang yang memuji-Nya.

I'tidal

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Rabbanā wa lakal-ḥamd(u)

Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji.

Sujud (Pertama)

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

Sub-ḥāna rabbiyal-a‘lā

Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.

Duduk Antara Dua Sujud

رَبِّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاجْبُرْنِي، وَارْفَعْنِي، وَارْزُقْنِي، وَاهْدِنِي

Rabbigfir lī, war-ḥamnī, wajburnī, warfa‘nī, warzuqnī, wahdinī

Ya Allah, ampunilah aku, sayangilah aku, cukupkanlah kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, dan tunjukilah aku.

Sujud (Kedua)

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

Sub-ḥāna rabbiyal-a‘lā

Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.

Duduk Tasyahud

التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

At-taḥiyyātu lillāhi waṣ-ṣalawātu waṭ-ṭayyibāt(u), as-salāmu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa raḥmatullāhi wa barakātuh(ū), as-salāmu ‘alainā wa ‘alā ‘ibādillāhiṣ-ṣāliḥīn(a), asyhadu allā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muḥammadan ‘abduhū wa rasūluh(ū)

Segala penghormatan, keberkahan, shalawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga kesejahteraan, rahmat Allah, dan berkah-Nya tercurah kepadamu, wahai Nabi. Semoga kesejahteraan tercurah kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Duduk Tasyahud

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammadin wa ‘alā āli Muḥammad(in), kamā ṣallaita ‘alā Ibrāhīma wa ‘alā āli Ibrāhīm(a), innaka ḥamīdum majīd(un). Allāhumma bārik ‘alā Muḥammadin wa ‘alā āli Muḥammad(in), kamā bārakta ‘alā Ibrāhīma wa ‘alā āli Ibrāhīm(a), innaka ḥamīdum majīd(un)

Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia. Limpahkanlah pula berkah kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia.

Salam

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

As-salāmu ‘alaikum wa raḥmatullāh(i)

Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah bagi kalian.

Al-Fatihah

Dibaca setiap rakaat. Teks lengkap: /alquran/al-fatihah/

Tentang Panduan Ini
Sifat panduan
Edukatif, bukan fatwa. Setiap langkah mencantumkan sumber Al-Qur'an/hadits yang bisa ditelusuri.
Status tinjauan
Sumber sudah dicocokkan ulang (source-checked); belum ada tinjauan ulama formal (scholarly review).
Belum dibahas
Rukun/wajib/sunnah sholat, pembatal sholat, sujud sahwi, dan makmum masbuk — menunggu tinjauan ulama terpisah.
Ditinjau
20 September 2026

Sebagian bacaan (doa iftitah, doa duduk antara dua sujud) memiliki lebih dari satu riwayat sahih dengan redaksi berbeda. Redaksi yang ditampilkan bukan satu-satunya yang sah — lihat catatan "perbedaan pendapat" pada langkah terkait. Panduan ini tidak mewakili satu mazhab tertentu.

Jelajahi Ibadah Hari Ini

Pertanyaan Umum

Apakah panduan ini mengikuti satu mazhab tertentu?

Tidak. Panduan ini menyusun praktik umum yang didukung dalil Al-Qur'an dan hadits sahih. Pada bagian yang redaksinya punya lebih dari satu riwayat atau praktiknya berbeda-beda, halaman ini menandainya secara terbuka di bagian "Catatan perbedaan pendapat" tanpa menyatakan satu pendapat sebagai satu-satunya yang benar.

Bagaimana jika saya lupa urutan gerakan atau bacaan saat sholat?

Gunakan mode "Ringkas" pada halaman ini sebagai pengingat cepat urutan gerakan dan bacaan intinya. Untuk situasi seperti lupa jumlah rakaat di tengah sholat, ada tuntunan tersendiri (sujud sahwi) yang belum dibahas di halaman ini — lihat pertanyaan berikutnya.

Apakah panduan ini membahas rukun/wajib/sunnah sholat, pembatal sholat, sujud sahwi, atau makmum masbuk?

Belum. Topik-topik ini butuh tinjauan ulama (scholarly review) yang terpisah sebelum dipublikasikan, sesuai kaidah isi keislaman situs ini. Halaman ini akan diperbarui setelah tinjauan tersebut selesai, bukan diisi lebih dulu dengan kesimpulan yang belum ditinjau.

Dari mana sumber bacaan dan urutan gerakan di halaman ini?

Setiap bacaan dan gerakan mencantumkan rujukan Al-Qur'an atau kitab hadits beserta nomornya di bagian sumber pada tiap langkah, bisa ditelusuri sendiri. Lihat juga kartu "Tentang Panduan Ini" di bagian bawah halaman.

Ke mana saya bisa bertanya soal hukum fiqih yang lebih detail?

Tanyakan kepada ustaz/ustazah atau lembaga keagamaan tepercaya di sekitar Anda. Panduan ini adalah materi edukatif, bukan layanan fatwa.