"Dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan (amal kebaikan), dan dicintai oleh Allah Yang Maha Pemurah: Subhanallahi wa bihamdih, Subhanallahil 'Azhim (Mahasuci Allah dengan segala puji bagi-Nya, Mahasuci Allah Yang Mahaagung)."
Sahih al-Bukhari no. 6682SahihSahih Muslim no. 2694Sahih
Hadits ini merupakan hadits penutup dalam kitab agung Shahih al-Bukhari. Ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah bagi umat Nabi Muhammad ﷺ. Amalan zikir ini tidak memerlukan tenaga besar, waktu khusus, atau biaya, namun menghasilkan timbangan kebaikan yang teramat berat pada hari perhitungan di akhirat.
💡Poin Penting Mutiara Hadits
Dua kalimat zikir agung yang sangat dicintai oleh Allah Ar-Rahman.
Memiliki bobot timbangan pahala yang sangat berat di Yaumul Mizan.
Bukti kemurahan Allah dalam melipatgandakan pahala amalan yang ikhlas.
Nasihat emas Rasulullah ﷺ kepada umatnya agar senantiasa membasahi lidah dengan zikir pengagungan Allah di sela-sela aktivitas harian.
Membiasakan melafalkan Subhanallah wa bihamdihi Subhanallahil Azhim saat luang maupun sibuk.
Menjadikan zikir ini wirid rutin pagi, petang, atau setelah shalat.
Mengajarkan kalimat ringan penuh berkah ini kepada keluarga dan anak-anak.
Verifikasi Rujukan
Teks hadits ini diverifikasi dari naskah primer kitab hadits standar kutubus sittah:
Sahih al-Bukhari (Nomor hadits: 6682) — Derajat: Sahih
Sahih Muslim (Nomor hadits: 2694) — Derajat: Sahih