Kembali ke Kumpulan Hadits

Hadits Doa adalah Inti Segala Ibadah

Doa itu adalah ibadah itu sendiri, pengakuan kelemahan hamba di hadapan kekuasaan Allah Ta'ala.

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ، ثُمَّ قَرَأَ: {وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ}
Ad-du'ā'u huwal-'ibādah, thumma qara'a: {Wa qāla rabbukumud'ūnī astajib lakum}.
Terjemahan Indonesia

"Doa itu adalah ibadah itu sendiri. Kemudian beliau membacakan firman Allah: {Dan Tuhanmu berfirman: 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.'} (QS. Ghafir: 60)."

Sunan Abu Dawud no. 1479 Sahih Sunan at-Tirmidzi no. 2969 Sahih

Doa bukan sekadar permohonan pemenuhan hajat duniawi, melainkan bentuk ibadah tertinggi. Saat seorang hamba menengadahkan tangannya kepada Allah, ia sedang memproklamasikan kelemahan dirinya, kefakirannya, ketidakberdayaannya, sekaligus mengagungkan kebesaran, kemurahan, dan kekuasaan mutlak Allah Ta'ala.

💡 Poin Penting Mutiara Hadits
  • Doa adalah bentuk ibadah yang mencerminkan ketauhidan dan kerendahan hati hamba.
  • Meninggalkan doa merupakan bentuk kesombongan di hadapan Sang Pencipta.
  • Allah senang diminta dan membuka pintu ijabah seluas-luasnya.

Hadits Terkait

Lihat tema Ibadah →
Bagikan