Kembali ke Kumpulan Hadits

Hadits Hakikat Kekayaan Jiwa (Qana'ah)

Kekayaan sejati bukanlah karena melimpahnya harta benda, melainkan kaya hati dan jiwa yang tenang.

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
Laysal-ghinā 'an kathratil-'araḍ(i), wa lakinnal-ghinā ghinan-nafs.
Terjemahan Indonesia

"Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta benda (yang tampak), tetapi kekayaan yang sejati adalah kekayaan jiwa (hati yang merasa cukup / qana'ah)."

Sahih al-Bukhari no. 6446 Sahih Sahih Muslim no. 1051 Sahih

Banyak orang memiliki tumpukan kekayaan miliaran namun hatinya senantiasa resah, tamak, dan merasa kurang. Sebaliknya, ada orang yang hidup sederhana namun hatinya lapang, wajahnya teduh, dan selalu bersyukur atas rezeki hari ini. Rasulullah ﷺ mengarahkan pandangan kita bahwa ketenteraman sejati terletak pada qana'ah—kerelaan menerima rezeki halal pembagian Allah.

💡 Poin Penting Mutiara Hadits
  • Kaya harta tanpa rasa syukur dan qana'ah hanya akan membuahkan ketamakan tak berujung.
  • Kaya hati membebaskan manusia dari rasa iri hati dan ketergantungan pada materi dunia.
  • Ketenteraman batin adalah anugerah terbesar yang melampaui segala kemewahan fana.
Bagikan