Bersyukur, Kunci Rezeki yang Tak Pernah Putus
Manusia memiliki kecenderungan alami untuk selalu menatap apa yang belum ada di genggamannya. Kita melihat capaian orang lain lalu merasa bahwa rezeki kita serba kekurangan. Padahal jika kita berhenti sejenak dan menghitung nikmat kesehatan, ketenangan pikiran, serta udara segar yang kita hirup, kita akan menyadari betapa melimpahnya anugerah yang telah kita terima.
Syukur bukanlah sekadar ucapan lisan saat mendapatkan keuntungan besar. Syukur adalah sikap batin yang merasa cukup dengan apa yang halal, menjaga amanah nikmat agar tidak dipergunakan untuk maksiat, dan mempercayai bahwa takdir Allah selalu yang paling bijaksana.
Ketika kita mensyukuri hal-hal kecil, Allah akan membukakan pintu-pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Rasa cukup itu bukan berarti berhenti berusaha, melainkan berusaha dengan hati yang tenang dan lapang.
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.""
Ayat/Hadits yang Menjadi Rujukan
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat."
Kekayaan itu bukanlah karena banyaknya harta benda, melainkan kekayaan yang hakiki adalah kekayaan jiwa (qanaah).
"Nikmat apa yang tampak sederhana hari ini, namun akan terasa sangat berat jika Allah mencabutnya dari hidup kita?"