Kembali ke Kumpulan Hadits

Hadits Perintah Berkata Baik atau Diam

Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
Man kāna yu'minu billāhi wal-yawmil-ākhiri falyaqul khairan aw liyaṣmut, wa man kāna yu'minu billāhi wal-yawmil-ākhiri falyukrim jārah, wa man kāna yu'minu billāhi wal-yawmil-ākhiri falyukrim ḍaifah.
Terjemahan Indonesia

"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya."

Sahih al-Bukhari no. 6018 Sahih Sahih Muslim no. 47 Sahih

Lidah adalah anggota tubuh yang kecil bentuknya, namun dampaknya teramat besar. Pepatah mengatakan 'lidah lebih tajam daripada pedang'. Rasulullah ﷺ mengaitkan langsung keimanan seseorang kepada Allah dan Hari Akhir dengan kemampuannya mengontrol lisan: jika ada kebaikan berkatalah, namun jika perkataan berpotensi menyakiti, menggunjing, atau menyebarkan hoaks, maka diam adalah keselamatan terbaik.

💡 Poin Penting Mutiara Hadits
  • Mengendalikan lisan adalah salah satu indikator terpenting kesempurnaan iman.
  • Diam saat tidak ada kebaikan yang bisa diucapkan adalah ibadah perlindungan diri.
  • Adab memuliakan tetangga dan tamu adalah buah dari keimanan yang lurus.

Hadits Terkait

Lihat tema Akhlak →
Sahih al-Bukhari no. 1Sahih Muslim no. 1907
Sahih al-Bukhari no. 6116Sunan at-Tirmidzi no. 2020
Bagikan