Anna rajulan qāla lin-nabiyyi ṣallallāhu 'alaihi wa sallam: Awṣinī, qāla: Lā taghḍab. Faraddada mirārā, qāla: Lā taghḍab.
Terjemahan Indonesia
"Bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi ﷺ: 'Berilah aku wasiat.' Beliau bersabda: 'Janganlah engkau marah.' Orang itu mengulang-ulang permintaannya beberapa kali, dan beliau tetap bersabda: 'Janganlah engkau marah.'"
Sahih al-Bukhari no. 6116SahihSunan at-Tirmidzi no. 2020Sahih
Kemarahan yang tak terkontrol adalah pintu masuk utama setan untuk merusak hubungan rumah tangga, memicu permusuhan, dan menghancurkan amal kebaikan. Pengulangan wasiat 'Jangan marah' sebanyak tiga kali menunjukkan bahwa kemampuan mengendalikan emosi dan amarah adalah puncak kekuatan karakter dan kemuliaan seorang mukmin.
💡Poin Penting Mutiara Hadits
Mengendalikan emosi adalah wasiat agung Rasulullah ﷺ.
Marah adalah pintu setan yang merusak akal sehat dan akhlak mulia.
Menahan amarah berbuah pahala surga dan ketenteraman hidup.
Seorang sahabat yang meminta wasiat singkat namun mencakup seluruh kebaikan hidup agar mudah diingat dan diamalkan.
Segera beristighfar dan membaca ta'awwudz saat emosi mulai memuncak.
Mengubah posisi tubuh: jika berdiri duduklah, jika duduk berbaringlah.
Mengambil air wudhu untuk memadamkan api kemarahan dalam dada.
Verifikasi Rujukan
Teks hadits ini diverifikasi dari naskah primer kitab hadits standar kutubus sittah:
Sahih al-Bukhari (Nomor hadits: 6116) — Derajat: Sahih
Sunan at-Tirmidzi (Nomor hadits: 2020) — Derajat: Sahih