"Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan apa yang dia niatkan. Barang siapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin diraihnya atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka (pahala) hijrahnya sesuai dengan niat hijrahnya tersebut."
Sahih al-Bukhari no. 1SahihSahih Muslim no. 1907Sahih
Hadits ini merupakan salah satu poros utama dalam ajaran Islam. Imam Syafi'i dan Ahmad menyebutkan bahwa hadits ini mencakup sepertiga ilmu agama. Niat adalah pembeda antara ibadah dan kebiasaan duniawi biasa. Pekerjaan mubah seperti makan, tidur, dan bekerja dapat bernilai ibadah berlimpah pahala jika diniatkan demi ketaatan kepada Allah.
💡Poin Penting Mutiara Hadits
Ikhlas dalam niat adalah syarat mutlak diterimanya setiap amal ibadah.
Aktivitas keduniaan dapat berubah menjadi tabungan pahala akhirat lewat pelurusan niat.
Allah menilai kesungguhan isi hati hamba-Nya, bukan sekadar tampilan lahiriah semata.
Disampaikan Rasulullah ﷺ ketika menjelaskan motivasi kaum muslimin saat berhijrah dari Makkah ke Madinah, di mana ada seorang yang ikut berpindah demi menikahi wanita pujaannya.
Selalu memperbarui dan memeriksa niat sebelum memulai aktivitas apa pun.
Menghindari sikap riya' (ingin dipuji orang lain) dan sum'ah.
Belajar meluruskan tujuan hidup hanya mengharapkan ridha Allah Ta'ala.
Verifikasi Rujukan
Teks hadits ini diverifikasi dari naskah primer kitab hadits standar kutubus sittah:
Sahih al-Bukhari (Nomor hadits: 1) — Derajat: Sahih
Sahih Muslim (Nomor hadits: 1907) — Derajat: Sahih