Penolakan Bukan Seluruh Cerita
Satu email penolakan bisa terasa seperti penilaian menyeluruh atas kemampuan diri — padahal ia hanya keputusan satu pihak, pada satu waktu, untuk satu posisi tertentu. Rasanya berat, tapi bukan berarti ia mewakili seluruh masa depan.
Allah berfirman, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui” (QS. Al-Baqarah 2:216). Ayat ini turun dalam konteks perintah berperang yang dibenci sebagian sahabat, tapi prinsipnya berlaku luas: penilaian manusia tentang baik-buruk suatu keadaan sering kali terbatas pada apa yang terlihat saat itu saja.
Ini bukan alasan untuk berhenti mengevaluasi diri — penolakan tetap layak dijadikan bahan belajar yang jujur, bukan hanya dihibur dengan “mungkin ada hikmahnya”. Baca Doa untuk Pekerjaan sambil mengambil pelajaran konkret dari proses yang baru saja dilalui, lalu melangkah ke peluang berikutnya.
Adakah penolakan di masa lalu yang ternyata mengarahkan ke sesuatu yang lebih baik dari yang dibayangkan saat itu?
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui."
Ayat/Hadits yang Menjadi Rujukan
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.
"Adakah penolakan di masa lalu yang ternyata mengarahkan saya ke sesuatu yang lebih baik dari yang saya bayangkan saat itu?"