Rezeki Juga Amanah
Saat penghasilan naik, perhatian biasanya langsung tertuju pada apa yang bisa dibeli atau ditingkatkan. Jarang yang bertanya: dari kenaikan ini, apa yang sekarang menjadi tanggung jawab yang lebih besar?
Allah berfirman, “Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik… janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu infakkan, padahal kamu tidak mau mengambilnya” (QS. Al-Baqarah 2:267). Ayat ini menegur kebiasaan memberi dari sisa yang sudah tidak dibutuhkan, bukan dari bagian terbaik yang dimiliki. Ukuran keikhlasan terlihat dari apa yang rela dilepaskan, bukan hanya dari berapa yang tersisa.
Rezeki yang bertambah membawa amanah yang juga bertambah — kepada keluarga, kepada yang membutuhkan, dan kepada cara harta itu dikelola. Baca Doa Agar Rezeki Lancar sebagai pengingat bahwa kecukupan yang diminta selalu berjalan bersama tanggung jawab atas apa yang sudah diberikan.
Ketika berbagi atau berinfak, apakah bagian terbaik yang diberikan, atau sisa yang sebenarnya sudah tidak lagi diperlukan?
"Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik... Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu infakkan, padahal kamu tidak mau mengambilnya, kecuali dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya."
Ayat/Hadits yang Menjadi Rujukan
Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik... Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu infakkan, padahal kamu tidak mau mengambilnya, kecuali dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya.
"Ketika berbagi atau berinfak, apakah saya memberikan bagian terbaik yang saya miliki, atau sisa yang sebenarnya tidak lagi saya perlukan?"